Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8: Yin-Yang Etch Biner
Su Dingxuan melanjutkan ke tahap dua. Inilah tantangan yang sebenarnya: ia harus mengukir jalur konduktor pada Fabrikasi Wafer yang telah ia buat di tahap pertama.
“Untuk papan sirkuit di dunia modern, yang diukir adalah gerbang logika AND, OR, dan NOT. Semua itu berjalan menggunakan bahasa mesin yang disebut bilangan biner—0 dan 1.”
Su Dingxuan menyipitkan mata, pikirannya berputar cepat.
“Jadi… aku harus mengonversi bilangan biner 0 dan 1 dari dunia modern agar dapat berjalan di dunia ini. Dengan begitu, gerbang logika AND, OR, dan NOT bisa diterapkan.”
Secara teori, hal itu sederhana. Komputer memiliki bahasa mesin, dan bahasa itu tersusun dari deretan 0 dan 1.
Misalnya, ketika seseorang menekan satu huruf di keyboard, komputer tidak benar-benar mengenali huruf tersebut. Huruf itu harus dikonversi terlebih dahulu menjadi deretan angka 0 dan 1, seperti 10101100111001. Proses konversi itulah yang bekerja melalui gerbang logika. Setelah itu, barulah mesin mengenali bahwa deretan tersebut adalah sebuah huruf.
“Aku tetap bisa memakai biner 0 dan 1 seperti teknologi modern,” gumam Su Dingxuan pelan. “Tapi kalau begitu, hasilnya hanya akan menjadi teknologi yang sama seperti dunia modern. Ia tidak akan bisa mengalirkan Qi. Inilah poin pentingnya.”
Pandangan Su Dingxuan kembali mengarah ke perpustakaan Clan Su.
“Aku butuh lebih banyak informasi untuk merumuskannya.”
Dua tahun kemudian.
Saat ini, Su Dingxuan sudah berumur dua puluh satu tahun.
Setelah melakukan berbagai penelitian dan mencari pengganti yang relevan melalui perpustakaan Clan Su, akhirnya ia menemukan sesuatu yang cocok dan berhubungan dengan Qi Spiritual.
Ia mengganti 0 menjadi Yin, dan 1 menjadi Yang.
Su Dingxuan menamai sistem itu Yin-Yang Etch Biner.
Setelah itu, untuk menerapkan jalur pada Papan Sirkuit—atau Fabrikasi Wafer—yang telah ia buat, ia membutuhkan sebuah teknik baru untuk mengukirnya.
Hal yang lebih luar biasa adalah teknik itu ternyata mudah ditemukan. Bahkan, mungkin lebih baik daripada cara modern.
Bahasa Rune.
Rune biasanya digunakan oleh orang-orang dunia ini untuk membuat Talisman, Formation, atau Refining.
Su Dingxuan kemudian menamai teknik pengukiran barunya Rune Micro. Teknik ini dikembangkan dari Bahasa Rune dunia ini agar sesuai dengan Yin-Yang Etch Biner.
Tanpa Rune Micro, gerbang logika yang dibuat dari Yin-Yang Etch Biner tidak akan mampu mengalirkan Qi Spiritual.
Dengan mengandalkan Spirit-Focusing Microscope yang dapat melakukan zoom hingga 10.000 kali, Su Dingxuan mulai mengukir jutaan Rune Micro yang membentuk gerbang logika pada Fabrikasi Wafer.
Proses itu memakan waktu sangat lama. Bahkan, hampir setengah dari fase dua tahun ini ia habiskan hanya untuk mengukir Rune Micro dengan hati-hati.
Setelah semuanya selesai, Fabrikasi Wafer kemudian dicelupkan ke dalam larutan asam kuat. Larutan itu hanya melarutkan bagian yang telah digores, menciptakan parit-parit mikroskopis di permukaannya.
Melihat hasil karyanya, Su Dingxuan menarik napas lega.
“Benar-benar proses yang panjang. Kalau di zaman modern, aku tidak perlu melakukan ukiran manual seperti ini. Semuanya tinggal diproses oleh mesin.”
Ia terdiam selama beberapa saat. Matanya perlahan terpejam, lalu ia kembali bergumam.
“Selanjutnya tinggal tahap tiga, yaitu pengisian jalur konduktor. Caranya dengan mencairkan Liquid Spirit Silver, lalu memasukkannya ke dalam parit ukiran Rune Micro sebelumnya. Setelah Liquid Spirit Silver mengeras, ia akan menjadi ‘kabel’ yang menghubungkan setiap gerbang logika.”
Tanpa menunda lagi, Su Dingxuan langsung menerapkan ide yang ia miliki. Proses ini tidak akan memakan waktu terlalu lama.
Beberapa jam kemudian, dengan mengandalkan Magnetic Qi-Tweezers, Su Dingxuan menciptakan medan magnet di bawah wafer. Medan magnet itu “menarik” Liquid Spirit Silver cair agar masuk ke dalam parit-parit tadi secara presisi, tanpa tumpah ke area isolator.
“Dengan begini, jalur konduktor sudah sepenuhnya selesai. Tahap satu hingga tahap tiga akhirnya berhasil menciptakan sebuah papan sirkuit yang utuh. Aku akan memberinya nama Logic Array Wafer. Atau, kalau di dunia modern, ini disebut papan sirkuit…”
Su Dingxuan memandangi Logic Array Wafer itu cukup lama, lalu melanjutkan pikirannya.
“Selanjutnya adalah algoritma. Lebih tepatnya, kemampuan-kemampuan apa saja yang akan dimiliki oleh chip nanti. Aku membutuhkan sebuah Core—otak—atau bisa juga disebut prosesor. Tahap empat akan menjadi proses pembuatan Core.”
“Bisa dikatakan, Logic Array Wafer berperan sebagai ALU, Arithmetic Logic Unit. Ia adalah otot yang melakukan perhitungan Yin-Yang Etch Biner dengan sangat cepat melalui gerbang logika.”
“Sedangkan Core, atau otak, adalah material terpisah yang akan berperan sebagai Control Unit dan Memory. Dialah yang memberikan perintah. Contohnya seperti, ‘Logic Array Wafer, hitung probabilitas serangan pedang ini sekarang!’”
“Apa kamu tidak bosan terkurung di sini?”
Mendengar suara itu, Su Dingxuan segera tersadar.
“Ayah!”
Ia langsung mendekat dengan wajah berseri-seri.
“Aku merindukanmu.”
Su Baiyun menerima pelukan anaknya, lalu berpura-pura marah.
“Kamu merindukanku, atau barang-barang yang aku bawa?”
“Hehe, tentu saja Ayah yang pertama, baru barangnya yang kedua,” jawab Su Dingxuan dengan nada menjilat.
Su Baiyun hanya bisa menggelengkan kepala. Ia lalu meletakkan barang-barang yang dibawanya di atas meja.
“Ini barang-barang yang kamu pesan. Coba periksa, apakah ada yang kurang?”
Su Dingxuan segera mendekat dengan penuh semangat. Barang-barang dan alat buatan yang dibawa ayahnya adalah semua hal yang ia butuhkan untuk membuat otak chip.
Su Baiyun duduk di tempat duduk anaknya, lalu mengamati beberapa peralatan di atas meja. Salah satunya adalah Logic Array Wafer.
Melalui Divine Sense, ia merasakan adanya ukiran Rune di sana. Namun, entah mengapa, ukiran itu terasa berbeda dari Rune pada Artifact ataupun Talisman.
Melihat anaknya yang sibuk memilah barang-barang dengan penuh antusias, Su Baiyun akhirnya bertanya.
“Apa kamu yang membuat ini? Apa kegunaannya? Qi memang bisa mengalir di setiap Rune, tapi sepertinya benda ini tidak merespons seperti talisman atau artifact.”
Su Dingxuan menjawab tanpa mengangkat kepala terlalu lama.
“Aku tidak membuatnya untuk digunakan seperti talisman sekali pakai. Ini hanya hobi sederhana, mengukir Rune seperti para pengrajin artifact.”
Su Baiyun hanya mengangguk, lalu kembali mengamati Logic Array Wafer.
“Kalian berdua cepat keluar, masakan sudah siap.”
Mendengar suara Lin Qinqing, Su Dingxuan dan Su Baiyun saling pandang. Setelah itu, keduanya tersenyum dan berjalan keluar.
Di meja makan, suasana harmonis terlihat jelas di antara tiga anggota keluarga itu. Su Dingxuan berpura-pura seperti seorang anak biasa, menceritakan karyanya dengan penuh semangat. Sementara itu, ayah dan ibunya hanya menjadi pendengar.
Mereka tahu, apa yang dibuat anak mereka tampak seperti mainan—atau benda-benda aneh yang tidak dapat digunakan oleh cultivator.
Namun, selama anak mereka bahagia, itu sudah cukup.
Selama dua hari berikutnya, Su Dingxuan tidak kembali ke ruang lab. Ia menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya. Mereka berjalan-jalan, mengamati para manusia mortal yang sibuk, bahkan sempat diam-diam menyelinap ke dalam istana hanya untuk berpura-pura menjadi anggota keluarga kekaisaran.
Momen-momen itu dipenuhi senyuman dan candaan. Bagi Lin Qinqing dan Su Baiyun, momen seperti inilah yang selalu mereka tunggu-tunggu. Inilah jeda kecil yang membuat rasa lelah akibat pekerjaan perlahan mengendur.
Namun, setiap pertemuan selalu memiliki perpisahan.
Pada hari kedua, keduanya harus kembali ke Clan untuk bekerja. Seperti biasa, Su Dingxuan mendengarkan omelan penuh cinta dan kekhawatiran dari ibunya—jangan lupa makan, segera hubungi jika ada bahaya, jangan terlalu memaksakan diri, dan berbagai hal lainnya.
Setelah kedua orang tuanya pergi, semangat yang sempat ia habiskan untuk bermain-main kembali memuncak ketika ia memikirkan pembuatan otak untuk chip miliknya.
“Walaupun di kehidupan sebelumnya aku selalu mengulangi pekerjaan seperti ini, aku tetap sangat menyukai prosesnya. Jika proyek ini berhasil, maka aku akan menjadi orang pertama yang dapat membuat spirit root buatan… atau mungkin sesuatu yang jauh lebih luar biasa?”
Selama waktu ini, ia juga telah membaca catatan beberapa cultivator yang pernah meneliti Spirit Root, masing-masing dengan tujuan mereka sendiri. Pada akhirnya, mereka semua gagal. Namun, proses dan pengetahuan yang mereka tinggalkan tetap membantunya memahami apa itu Spirit Root dan bagaimana cara kerjanya.
Ia memahami satu hal.
Daripada mengikuti cara dunia ini yang terlalu terpaku pada Spirit Root dalam proses penciptaannya, ia lebih memilih menempuh jalannya sendiri—mengandalkan logika deduktif dan kalkulasi matematis untuk menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi dengan fungsi yang tidak kalah dari Spirit Root itu sendiri.
Tanpa menunggu lebih lama, Su Dingxuan segera tenggelam kembali dalam penelitiannya.
Untuk Core, atau otak chip, ia tidak menggunakan bahan dasar yang sama seperti Logic Array Wafer. Agar dapat menyimpan informasi, material paling efektif—dan mustahil ditemukan di dunia modern—adalah Nurturing-Soul Divine Wood.
Di dunia kultivasi, Nurturing-Soul Divine Wood dapat berfungsi untuk memelihara jiwa ataupun menyimpan sebagian kesadaran Divine Sense. Bahan ini biasanya digunakan untuk pemurnian token identitas.
Selain itu, ia juga digunakan untuk membuat lampu kehidupan, benda yang biasanya dipakai sect untuk menentukan apakah seorang murid atau seseorang masih hidup atau tidak, dengan menyimpan sebagian Divine Sense di dalamnya.
Jika para ilmuwan di dunia modern mengetahui semua material yang digunakan Su Dingxuan untuk membuat Chip AI, mereka mungkin akan menangis karena iri. Semua material ini terlalu overpower, dan mampu menghasilkan Chip AI yang luar biasa—bahkan sesuatu yang tidak mungkin dibuat oleh ilmuwan modern.
Proses pembuatan Core hampir sama dengan pembuatan Logic Array Wafer, yaitu melalui pengukiran Rune Micro. Hanya saja, apa yang diukir tentu berbeda.
Su Dingxuan pertama-tama mengambil Nurturing-Soul Divine Wood. Ia menatap kayu itu seperti sedang menatap benda paling berharga di dunia.
Dengan sangat hati-hati, ia mulai memproses kayu tersebut, mengirisnya setipis mikron.
Setelah itu, ia mengambil sebuah wadah dan menuangkan Elixir Refined Spirit-Mercury Essence ke dalamnya. Ramuan ini biasanya digunakan dalam pemurnian Artifact. Cairan tersebut akan mengisi pori-pori Nurturing-Soul Divine Wood dan menyejajarkan polaritas selulernya.
Setelah beberapa kali proses pengulangan dan pengujian, akhirnya terciptalah sebuah storage—atau disk kosong yang siap digunakan.
Su Dingxuan menamainya Storage Plate.
Ia kemudian menyimpan lapisan tipis mikron Nurturing-Soul Divine Wood yang telah diproses, atau lebih tepatnya Storage Plate, ke dalam kotak penyimpanan Elixir. Kotak itu dibuat khusus agar dapat menyimpan Elixir tanpa mengurangi kualitasnya.
“Huh, proses ini berjalan lancar. Selanjutnya adalah hal yang paling memakan waktu: pengukiran Rune Micro Optik, berupa titik-titik dengan tujuan membuat sebuah Kernel, atau OS.”
Su Dingxuan segera mengambil alat baru yang telah ia desain khusus untuk mengukir Rune Micro. Ia menamai alat itu Ever-Burning Spirit Lamp.
Alat itu bekerja dengan cara memfokuskan cahaya dari Ever-Burning Spirit Lamp untuk melakukan pembakaran. Bisa dikatakan, alat ini seperti sinar laser optik di dunia modern.
End Chapter 8.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw