NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:602
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Aroma terasi dan durian busuk masih membayangi area di sekitar Arkan, menciptakan zona isolasi mandiri yang sangat efektif. Arkan berdiri kaku, sementara para sosialita di seberang ruangan menatapnya seolah-olah dia adalah limbah nuklir yang sedang memakai setelan jas mahal.

Evelyn, di sisi lain, sedang asyik di meja prasmanan. Ia mengambil sepotong kue *red velvet*, namun matanya tetap tajam mengawasi pergerakan Lucas Ford melalui pantulan sendok perak di tangannya.

"Queen, Lucas Ford sedang mengirimkan pesan terenkripsi. Aku sedang mencoba mencegatnya," suara Edward terdengar jernih di telinga Evelyn. "Sepertinya Antonio Knight memerintahkannya untuk mengambil sampel DNA Anda."

Evelyn hampir tersedak kue. DNA? Tua bangkai itu benar-benar niat ya!

"Apa dia mau mencocokkannya dengan database kriminal dunia bawah?" bisik Evelyn sambil berpura-pura mengelap mulutnya dengan tisu yang ia ambil berlebihan sampai berceceran di lantai.

"Kemungkinan besar begitu. Hati-hati, Queen. Dia sedang mendekat ke arah piring Anda."

Evelyn melihat Lucas mulai melangkah keluar dari balik pilar, berpura-pura menjadi tamu yang haus dan menuju meja minuman di dekat Evelyn.

"Evelyn sayang! Kau sedang apa di sini sendirian?" Sandra tiba-tiba muncul, merangkul Evelyn. Sandra sepertinya satu-satunya orang yang tidak terganggu bau terasi karena hidungnya sedang tersumbat flu berat. "Ayo, ikut Mama ke panggung sebentar. Mama ingin mengenalkanmu sebagai ikon butik baru ini!"

"Hah?! I-ikon, Ma? Tapi Eve pakai baju pelangi begini..." Evelyn panik. Menjadi pusat perhatian di panggung adalah mimpi buruk bagi seorang mafia yang sedang menyamar.

"Justru itu! Ini namanya Abstract Neon-Chic! Sangat berani!" Sandra menarik tangan Evelyn.

Saat ditarik, Evelyn sengaja menyenggol meja prasmanan hingga piring kuenya terjatuh tepat di depan kaki Lucas Ford yang baru saja sampai.

"Aduuh! Maaf, Tuan! Eve ceroboh sekali!" teriak Evelyn.

Lucas membeku. Ia melihat piring itu hancur, dan sisa kue yang baru saja digigit Evelyn berantakan di lantai. Ini adalah kesempatannya untuk mengambil sampel DNA. Namun, sebelum jari Lucas menyentuh pecahan piring, Arkan muncul dari kegelapan—atau lebih tepatnya, muncul dari zona baunya.

"Jangan sentuh itu, Lucas," suara Arkan terdengar dingin dan otoriter.

Lucas tersentak dan segera berdiri tegak. "Tuan Muda Arkan. Saya hanya ingin membantu membersihkannya."

Arkan mengeluarkan semprotan disinfektan dari saku jasnya. "Lantai ini sudah terkontaminasi. Biarkan petugas kebersihan yang melakukannya dengan peralatan standar medis. Kau, kembalilah ke sisi Ayahku. Katakan padanya, jangan terlalu sering mengirimkan 'anjing pelacak' ke dekat istriku."

Mata Lucas berkilat sesaat, namun ia segera membungkuk hormat dan pergi. Arkan menatap punggung tangan kanannya ayahnya itu dengan penuh curiga. Ia tahu betul tabiat ayahnya yang tidak pernah percaya pada siapa pun.

Evelyn menatap Arkan dengan wajah "kagum" yang dibuat-buat. "Wah, Tuan Arkan hebat sekali! Tadi itu seperti di film-film aksi ya? Tuan mengusir penjahat dengan bau terasi dan kata-kata keren!"

Arkan menoleh pada Evelyn. Ia melihat sisa krim kue di sudut bibir Evelyn. Tanpa sadar, Arkan merogoh sakunya, mengambil selembar tisu steril yang sudah dibasahi alkohol, dan mengulurkan tangannya.

Evelyn menegang. Ingat radius satu meter, Arkan! Jangan dekat-dekat!

Tetapi Arkan melanggar aturannya sendiri untuk kedua kalinya hari ini. Ia mendekat, tangannya bergerak menghapus krim di bibir Evelyn dengan sangat lembut. Jarak mereka kini hanya sepuluh sentimeter. Evelyn bisa mencium aroma maskulin Arkan yang bercampur dengan bau alkohol pembersih—sebuah kombinasi aneh yang entah kenapa membuat perutnya terasa mulas karena grogi.

"Kau berantakan," gumam Arkan pelan. Matanya terkunci pada mata Evelyn di balik kacamata berbintang itu.

Evelyn menelan ludah. "T-terima kasih, Tuan... Tuan tidak takut kuman dari bibir Eve?"

Arkan terdiam sejenak. Ia menyadari apa yang baru saja ia lakukan. Ia segera menarik tangannya kembali seolah-olah baru saja menyentuh api. "Aku menggunakan tisu alkohol. Bakterimu sudah mati dalam hitungan detik."

"O-oh... syukurlah kalau begitu," Evelyn tersenyum kaku.

Tiba-tiba, lampu butik padam total. Jleg!

Kepanikan melanda. Para sosialita mulai menjerit-jerit. Di tengah kegelapan, Evelyn merasakan pergerakan cepat dari arah pintu belakang.

"Queen! Ada penyusup! Lima orang bersenjata masuk melalui ventilasi dapur!" teriak Edward di earpiece.

Evelyn segera menarik lengan Arkan ke balik rak baju yang penuh dengan gaun-gaun bulu. "Tuan Arkan! Sembunyi! Ada hantu listrik!"

Arkan tidak sebodoh itu. Ia merasakan bahaya. Ia menarik sebuah pistol kecil dari balik kaus kakinya—senjata rahasia yang selalu ia bawa. "Tetap di belakangku, Evelyn. Jangan bergerak sedikit pun!"

Arkan bersiaga di kegelapan. Namun, ia merasa sesak. Ruangan gelap, kerumunan orang yang panik di luar rak, dan suara napas Evelyn yang terlalu dekat membuatnya mulai merasa tercekik. Serangan paniknya hampir kembali.

Evelyn menyadari tubuh Arkan mulai gemetar. Sial, tidak sekarang, Arkan!

Evelyn meraih tangan Arkan yang memegang pistol, lalu ia membisikkan sesuatu dengan suara aslinya yang tenang namun tegas. "Tarik napas, Arkan. Fokus pada suaraku. Hitung sampai sepuluh. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu."

Arkan tertegun. Suara itu... bukan suara Evelyn yang cempreng. Itu adalah suara "Wanita Misterius" dari gudang. Sebelum Arkan sempat bertanya, Evelyn sudah melepaskan tangannya dan bergerak dalam kegelapan.

Bugh! Plak! Duakk!

Arkan hanya mendengar suara hantaman benda tumpul dan rintihan kesakitan dari arah koridor dapur. Hanya butuh waktu tiga puluh detik sebelum lampu kembali menyala.

Saat lampu menyala, Arkan melihat Evelyn sedang terduduk di lantai sambil memegang kepalanya, gaun pelangi-nya sudah sedikit robek di bagian lengan. Di depan mereka, dua orang pria berpakaian hitam sudah terkapar pingsan dengan posisi yang sangat memalukan—wajah mereka masuk ke dalam tempat sampah.

"A-apa yang terjadi?" tanya Sandra yang baru saja keluar dari ruang ganti.

Evelyn mulai menangis dengan suara keras. "Hwaaaaa! Tuan Arkan! Tadi ada orang jahat mau ambil kue Eve, terus mereka terpeleset kulit pisang dan jatuh ke tempat sampah! Eve takut sekali!"

Arkan menatap dua pria yang pingsan itu, lalu menatap kulit pisang yang tiba-tiba ada di lantai—kulit pisang yang sepertinya baru saja diletakkan secara sengaja. Ia kemudian menatap Evelyn yang menangis tersedu-sedu.

Arkan berjalan mendekati salah satu pria yang pingsan. Ia melihat tanda tato kecil di leher pria itu: lambang organisasi lack Eclipse faksi pemberontak.

"Mereka orang-orangku sendiri yang berkhianat," gumam Arkan geram. Ia menoleh pada Evelyn. "Kau... kau melihat bagaimana mereka jatuh?"

Evelyn mengangguk cepat sambil sesenggukan. "Iya! Mereka lari cepat sekali, terus *Sreeeet... Gubrak!* Mereka seperti pemain sirkus yang gagal, Tuan!"

Arkan menyipitkan mata. Ia tidak melihat kulit pisang itu tadi. Ia juga tahu betul bahwa prajurit elit Black Eclipse tidak akan pingsan hanya karena terpeleset kulit pisang.

"Kenan! Bersihkan ini!" perintah Arkan pada asistennya yang baru saja muncul dengan wajah panik.

Arkan menarik tangan Evelyn, memaksanya berdiri. "Kita pulang sekarang."

Di dalam mobil, suasana sangat sunyi. Arkan tidak menyemprotkan disinfektan. Ia hanya menatap potongan masker fiber di tangannya, lalu melirik Evelyn yang sedang asyik membetulkan stiker bintang di kacamatanya.

"Evelyn," panggil Arkan pelan.

"Iya, Tuan?"

"Kenapa kau selalu punya kulit pisang di saat yang tepat?"

Evelyn tersenyum manis, senyum yang sangat polos tapi entah kenapa membuat bulu kuduk Arkan merinding. "Karena kata Mommy, makan pisang itu sehat untuk otak, Tuan. Dan kulitnya... sehat untuk keselamatan kita."

Arkan memalingkan wajah ke jendela. Istriku ini... antara jenius atau benar-benar gila.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!