NovelToon NovelToon
Dendam Maharani

Dendam Maharani

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Dendam Kesumat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maharani, gadis manis tapi pemalu yang menyukai seorang laki-laki anak kepala desa yang tampan bernama Andrean.

cinta yang tulus tapi dibalas oleh sebuah kejahatan.

maharani hanya menuntut tanggung jawab, tapi dia dijebak, lalu di rud*p*ksa oleh Andrean bersama dua rekannya.

maharani di tolong oleh seroang nenek yang kemudian memberinya ilmu kanuragan untuk balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya.

akankah para pelaku ditangkap atau berakhir tragis, yuk simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hilangnya janin

"Aaauuuuu..... huh..huh..."

"Sakit bu...."

Meri terus menjerit kesakitan.

Keringat membanjiri keningnya.

Penampilannya sedikit berantakan.

Ibu dan mertuanya serta seorang pelayan setia menemaninya.

Kuku-kukunya yang runcing hasil nail art beberapa waktu lalu mulai menusuk-nusuk kulit Kasih, ibunya.

Suara teriakan Meri terdengar hingga keluar rumah membuat orang-orang yang berkumpul ikut merasakan ketegangannya.

Bisik-bisik kecil terus terdengar dari mulut para tetangga yang berdatangan.

Ada yang heran, ada juga yang tak percaya dan ada juga yang mendoakan agar Meri lahiran dengan selamat.

Andre dan pak Herman tiba dan langsung menerobos kerumunan.

Wajah Andre sih biasa saja, tapi dia tetap masuk menemui istrinya Meri.

"Besan..." sapa juragan Kardi menyambut pak Herman.

"Meri akan baik-baik saja dan cucu kita pasti akan lahir dengan selamat" hibur pak Herman.

"Ya.. semoga... Saya tidak tega melihat Meri terus menjerit kesakitan sejak tadi..." ringis juragan Kardi.

"Mas... Perutku... Sa~kit..." rengek Meri ketika ujung matanya melihat Andre suaminya masuk kekamar.

"Kamu tenanglah. Bayi kita pasti akan lahir dengan selamat...." hibur Andre.

Tatapan Andre tak lagi sehangat biasanya.

Meri merasakan hal itu sejak sebulan lalu setelah mereka menikah.

Perlakuan Andre juga berubah padanya sejak keduanya resmi jadi suami istri.

Apalagi ketika Meri mengeluh capek karena Andre terus menggempurnya tanpa ampun.

Sikap suaminya terlihat acuh tak acuh dan puncaknya adalah beberapa waktu lalu hingga menyebabkan Meri pendarahan setelah mereka berhubungan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di dalam gubuk lusuh jauh didalam lebatnya hutan pinus, Rani telah duduk bersila didepan kendi yang mengeluarkan asap beraroma kemenyan.

Bibirnya komat-kamit membaca mantra.

Dihadapannya sudah berdiri ratusan dedemit termasuk 7 anak yang ia lahirkan dari hubungan semalam bersama si raja iblis.

Semua menanti perintah.

Mata Rani terbuka. Bibirnya tersenyum mengerikan.

Entah apa rencana dalam kepalanya saat ini. Tapi yang jelas, itu bukan rencana baik.

Bisa dipastikan akan ada jeritan kesakitan serta rintihan penuh airmata setelahnya.

Rani menelengkan kepalanya kekiri dan ke kanan sambil terkekeh mengerikan.

Matanya menyipit dengan tatapan dingin.

"Kalian akan merasakan sakitnya kehilangan seperti apa yang aku rasakan... Dendamku satu-persatu akan terbalaskan, untuk bayiku yang kalian renggut paksa dari ku...." gumamnya diiringi tawa menggelegar hingga membuat semua burung gagak hitam keluar dari sarangnya.

Awan hitam pekat menutupi langit desa Lestari.

Suara petir saling bersahut-sahutan.

Belum lagi ribuan burung gagak berterbangan di langit-langit hingga menambah kesan mistis yang kuat.

Suara burung hantu ikut memberi suasana jadi seram.

Nyanyian merdu suara perempuan terdengar sayup-sayup.

Semua warga ketakutan.

Mereka berlari kembali ke rumah masing-masing.

Sosok tinggi besar terlihat dibalik jendela kamar Meri.

Meri yang tadinya merintih kesakitan kini mendadak bisu seperti kehilangan suaranya.

Bola matanya melotot.

Bibirnya tak bisa bergerak meski sekedar memanggil suaminya Andre yang sibuk dengan ponselnya sejak tadi.

Kasih serta besannya sedang berada diluar kamar karena permintaan Andre yang katanya ingin menemani Meri melewati masa sakitnya.

Didepan sosok hitam tinggi itu, Rani berdiri dengan tatapan tajam namun dingin.

Sorot mata dendam bergitu terasa.

Meri mengenali perempuan berkebaya hitam lengkap dengan seluruh aksesoris dikepalanya yang kini sedang tersenyum padanya.

"Maharani" batin Meri menyebut nama lengkap Rani.

Sementara Andre seolah sedang dihipnotis dan dibuat tak menyadari akan bahaya yang mengintai istrinya.

Laki-laki itu sedang asik berbalas pesan entah dengan siapa tapi wajahnya begitu sumringah.

Meri melirik dengan ujung mata suaminya.

Airmata jatuh deras disudut matanya.

Takut, Meri sungguh ketakutan.

"Hai Meri... Kau masih ingat aku??" bisik Rani yang kini sudah berada disisi ranjang.

"Hhkkkkk...." Meri hanya bisa bergumam dalam hati. Bibirnya terkunci rapat dan bola matanya hampir saja keluar dari rongganya.

"Aku Maharani... Gadis yang selalu kau ejek miskin dan jelek saat kita masih sama-sama sekolah... Apa kau tidak ingat aku?" bisik Rani semakin dekat di telinga Meri.

"Hmmmmmmm....." Meri mengangguk lewat kelopak mata yang berkedip.

"Hi..hi... Ingatanmu masih bagus rupanya..." ujar Rani membelai pipi Meri dengan jari yang lentik dan kuku-kuku yang panjang.

"Aku kemari bukan mau mengenang masa lalu, tapi aku menginginkan bayimu... Bayi yang sedang kau kandung dan juga nyawamu..."

"Hhmmmmm....." Meri menggeleng kuat lagi-lagi lewat bola matanya.

"Ini adalah bayaran atas kejahatan mu padaku sekaligus kejahatan suamimu Andre yang telah membun*h bayiku... Bayi kami karena dia ingin menikahimu..."

Meri nampak terkejut mendengar penuturan Rani. Bola matanya hampir saja keluar dari rongganya.

"Aku dan Andre adalah pasangan kekasih dan aku sedang hamil bayinya. Tapi kau datang dan tiba-tiba menikah dengannya karena kau juga hamil bayinya... Andre menyewa preman untuk memperk*sa ku serta menguburku hidup-hidup bersama janinku.. Suamimu kejam bukan??"

"Hhhmmmmmm......."

Nafas Meri semakin memburu.

Wajahnya semakin merah seolah sedang tercekik.

Rani yang kini bukan jiwanya yang dulu mulai menekan kuat perut Meri hingga janin yang seharusnya belum waktunya lahir kini sudah keluar dalam keadaan yang tak biasa.

"Aaaaaaaaa.........." Jeritan Meri mengejutkan semua orang termasuk Andre yang terperanjat.

Orang-orang bergegas masuk dan mendapati Meri yang tengah menjerit kesakitan serta menujuk keluar jendela dengan setengah kesadaran yang ia miliki.

"Bayiku.... Dia membawa bayiku..." ucap Meri dengan suara lemah.

"Meri... Kamu kenapa?? Hai..." Andre mulai panik.

Bidan segera mengecek kondisinya.

Jalan lahir Meri telah robek parah. Meri seperti buah masak yang ditekan hingga isinya muncrat semua.

D*rah mengalir deras dari jalan lahirnya.

"Panggil ambulance! Pasien kritis...!!" jerit bidan.

Langit yang tadinya gelap kembali ke bentuk semula.

Meri dibawa ke puskesmas dengan kondisi yang bisa dikatakan tak lazim.

Perutnya sudah kempes.

Janinnya tak lagi berada ditempat semestinya berikut dengan ari-ari si bayi.

Bidan dan petugas puskesmas saling pandang.

Mata mereka memancarkan ketakutan.

"Ma~ha~rani....." lirih Meri mengucap nama itu sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan ke puskemas.

"Bu Meri... anda dengar saya... bu... " bidan berusaha memberikan pertolongan namun usaha mereka sia-sia.

Sirine ambulans kini berubah bunyinya.

Pasien yang mereka bawa telah lebih dulu pergi.

Keluarga Meri yang sudah tiba lebih dulu di halaman puskesmas terlihat terpukul.

Kasih, ibunda dari Meri menjerit tak menerima kepergian putri mereka satu-satunya.

"Sialan!!" Bagaimana kau tidak tahu jika putriku sedang sekarat hah!!?? Kau yang meminta kami untuk menunggu diluar karena kau ingin bersamanya... Tapi kenapa kau tidak segera memanggil kami saat kondisinya sekarat...!!" teriak juragan Kardi melampiaskan amarahnya kepada Andre menantunya. Dia menarik kerah baju Andre dengan segenap emosinya.

"Meri putriku.... Jangan tinggalkan ayah.....hu...hu..hu..." tangis juragan Kardi mengugu.

Tubuh pria gempal itu luruh ke lantai.

Pak Herman yang kebingungan juga sempat menyalahkan putranya.

Tak lama, bidan dan seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

"Maaf sebelumnya jika apa yang kami sampaikan akan sedikit membuat keluarga bingung, tapi kami ingin menyampaikan sesuai dengan apa yang barusan kami periksa..." ucap dokter perempuan memandang seluruh keluarga Meri.

"Apa dokter? Katakan!" desak pak Herman mewakili pihak keluarga.

"Ibu Meri telah melahirkan dan jalan lahirnya robek parah seperti dipaksa melahirkan. Janin berserta ari-ari bayi juga tidak ditemukan. Ini sedikit aneh karena seharusnya HPL ibu Meri masih tiga bulan lagi"

Dokter melirik bidan yang berdiri disebelahnya.

Sedikit ragu akan apa yang selanjutnya dia sampaikan. Setelah mendapat anggukan dari bidan, dokter kemudian melanjutkan kalimatnya.

Matanya sedikit melirik Andre yang berdiri tak jauh darinya.

"Sebaiknya, ibu Meri diperiksa lebih intensive untuk memastikan penyebab kematiannya.. Saya sudah memanggil pihak penyidik karena menurut saya, kematian ibu Meri dianggap tak wajar..." ucapnya.

"Apa maksud anda dokter?" seru pak Herman.

"Nanti kami yang akan menjelaskan kepada pihak keluarga... Tapi kami sarankan, pihak keluarga melakukan autopsi sebelum ibu Meri dimakamkan" sela seorang detektif yang baru saja tiba.

Seluruh anggota keluarga saling pandang dan semua serentak menatap kearah Andre yang kebingungan.

"Kalian menuduhku?" cicit Andre.

"Hanya kau yang berada dikamar Meri saat dia sekarat...!" tuding juragan Kardi masih emosi pada menantunya.

"Sudah berapa kali aku bilang, kalau aku tidak tahu jika Meri dalam kondisi sekarat... Jangan asal tuduh!" emosi Andre tak terima disalahkan.

"Ayo ikut kami guna memberikan keterangan lebih lanjut" ucap petugas yang menarik Andre agar ikut dengan mereka.

Andre jelas berontak karena tak terima disalahkan.

Situasi semakin pelik.

Semua orang kini sedang harap-harap cemas menunggu hasil autopsi Meri.

Bersambung....

1
Astuti Puspitasari
Mbahe iku jahat apa ngga ya kok makan janin /Grimace/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!