NovelToon NovelToon
Dari Gadis Buruk Rupa Menjadi Cewek Populer

Dari Gadis Buruk Rupa Menjadi Cewek Populer

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anastya Putri

Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Bu tiara sempat bingung dengan pertanyaannya . Kenapa Keandra meminta rok kepadanya. Karena penasaran ia pun bertanya

"Kenapa kamu minta rok emangnya rok ini buat siapa" tanya Bu Tiara.

"Rok ini buat Nara Bu, ada yang sengaja ngasih lem di kursi Nara. terus karena itu roknya jadi nempel di kursi ,karena nggak bisa dilepas jadi Sisil terpaksa motong roknya" ucap Keandra.

"siapa yang berani ngelakuin hal yang kayak begitu di sekolah"tanya Bu Tiara.

"saya juga belum tahu Bu ,tapi saya pasti akan selidiki hal ini"tak ucap Keandra.

" tunggu sebentar ibu ambilkan" ucap bu tiara.

Setelah Keandra mendapat rok itu, iya buru-buru berlari kembali ke kelas untuk memberikannya kepada Sisil. Iya berlari dengan sekuat tenaga ,setelah ia sampai di depan pintu. Keandra langsung mengetuk pintu kelas lalu memanggil Sisil.

"Sisil "ucap Keandra.

Sisil yang mendengar Keandra memanggilnya pun langsung pergi ke depan pintu

"Ada apa" tanya Sisil.

"Ini rok yang gue pinjam dari ruang guru "ucap Keandra.

Sisi langsung mengambil rok itu dari tangan Keandra lalu menutup kembali pintu. Setelah itu ia berlari ke arah Nara dan langsung menyuruh Nara untuk memakainya.

"Nar, ini roknya cepet pake" ucap Sisil.

Nara langsung mengambil rok yang ada di tangan sisi. lalu cepat-cepat memakainya. Setelah beberapa saat kemudian, nara keluar dari kelas. Lalu mengembalikan jaket yang diberikan oleh Keandra.

"Ini aku kembaliin jaketnya. Aku juga mau bilang makasih, karena kamu udah mau pinjamin aku rok di ruang guru 'ucap Nara.

"Udah ,nggak usah bilang terima kasih ini cuman hal kecil kok" ucap Kiandra.

setelah Nara keluar dari kelas ,Keandra mempersilahkan teman-temannya untuk masuk ke kelas dan beraktivitas seperti biasanya.

"Kok bisa ya di kursi Nara ada lem" ucap Sisil.

"Kemarin kamu ke kunci di gudang, sekarang kursi kamu yang ditaruh lem ,kayak ada yang janggal nggak sih" ucap sisi lagi.

"Pasti ada yang sengaja ngelakuin ini "ucap Keandra.

Nara mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya. lalu ia berkata

" siapa lagi kalau bukan Milka dan teman-temannya pasti ini ulah mereka" ucapnya.

Beberapa saat kemudian Sisil melihat Milka dan teman-temannya yang sedang ingin menuju ke kelas .dengan raut wajah yang begitu sangat senang dan tertawa terbahak-bahak.

"Coba kita tes aja mereka" ucap Sisil.

"Gimana caranya" ucap Nara.

"Kamu duduk aja di kursi itu ,nanti kita bilang kalau kursi kamu ada lemnya jadi kamu nggak bisa berdiri. Kalau emang mereka yang naruh, pasti mereka yang bakal pertama kali ngetawain kamu dan ngejek kamu "ucap Sisil.

"Bener juga" ucap Kiandra.

Lalu Sisil dan Nara pun kembali ke tempat duduk mereka.di Sisi lain Milka dan teman-temannya telah sampai di pintu kelas. Mereka langsung duduk di kursi mereka dengan santai .

Lalu Milka memanggil Nara untuk menghapus papan tulis.

"Hei Nara bukannya hari ini piket lo ya tapi kok papan tulis belum dihapus sih" Ucap Milka.

Lalu sisi langsung mengambil penghapus baru ia ingin maju selangkah Milka langsung menghentikannya.

"Emangnya nama lo Nara ,kan yang gue suruh Nara bukan lo" ucap Milka.

"Tapi kan sama aja ,mau gue atau Nara yang hap ngehapusnya "ucap Sisil.

"Hee Nara emangnya lo nggak bisa berdiri ya atau lo nggak punya telinga 'ucap Milka mencaci maki Nara.

Sisi langsung mengedipkan matanya untuk memulai aktingnya. Nara yang melihat Sisil berkedip langsung berpura-pura bahwa ia tidak bisa berdiri karena roknya yang tertempel di kursi.

Nara langsung berpura-pura bahwa ia tidak bisa berdiri dari tempat duduknya.

"Loh kok aku nggak bisa bangun sih "teriak Nara.

Lalu Sisil pura-pura panik dan langsung menghampiri Nara

"Ada apa Nara" tanya Sisil.

"Aku kok nggak bisa berdiri, kayaknya ada yang naruh lem di kursi aku" jawab Nara.

Seketika Milka dan teman-temannya langsung tertawa dan mengejeknya.

"Uuuu kayaknya ada yang nggak bisa bangun nih, hahaha "ucap Lala.

"Heee nara, jangan-jangan kursinya cinta kali sama kamu .makanya dia nggak mau lepas dari kamu. hahaha" ucap Tasya.

"Kamu salah Tasya, mungkin aja roknya Nara ada magnetnya. hahaha" ucap Milka.

Lalu mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak. Meskipun siswa lain juga tertawa tetapi tidak ada yang mengomentari rok Nara yang tertempel di kursi .hanya mereka yang mengomentarinya. Hal ini tambah membuat Keandra semakin curiga bahwa hal itu sebenarnya merekalah yang melakukannya. Tetapi karena tidak ada bukti Keandra pun hanya bisa diam.

Sisil pun memberanikan diri untuk menggeledah setiap tas siswa-siswa yang ada di dalam kelas untuk memeriksa apakah di antara mereka ada yang membawa lem.

"Pasti ini ulah salah satu dari kalian kan" ucapnya pada seluruh siswa.

"Heee, lo jangan asal tuduh ya" ucap seluruh siswa serentak.

"Kalau gitu berani nggak kalian kumpul tas di depan biar gue yang periksa" ucap Sisil.

"Oke siapa takut" ucap salah satu siswa.

Karena mendengar permintaan Sisil itu Milka jadi panik karena lem itu ada di tasnya.

"Atas dasar apa lo mau memeriksa tas gue. Lo tau nggak tas gue itu mahal. Gaji orang tua lo aja pasti nggak mampu buat beliin tas ini" ucap Milka.

"Kenapa lu takut jangan-jangan lem itu ada di tas lo lagi "ucap Sisil.

"Lo jangan sembarangan ya" ucap Milka.

"Gue nggak sembarangan kok ,kalau emang nggak ada kenapa harus panik "ucap Sisil.

"Siapa juga yang panik" ucap Milka.

"Ya udah, kalau lo ngerasa tangan Sisil kotor biar gue aja yang meriksa" sambung Keandra.

"Haaaa "ucap Milka panik.

"Atau jangan-jangan lo juga mau bilang kalau tangan gue kotor dan bahkan gue nggak mampu buat beli tas lo" ucap keandra.

"Bu-Bukan kayak begitu maksud aku "ucap Milka dengan gugup.

Keandra langsung mengambil tas Milka dan teman-temannya lalu menumpuknya di depan papan tulis. Begitu juga dengan tas-tas siswa-siswa lainnya.

Tidak ada yang berani protes karena mereka semua takut kepada Keandra. Karena ayah Keandra adalah donatur terbesar di sekolah itu.

Setelah semua tas terkumpul di depan Sisil mulai memeriksanya satu persatu .tetapi semuanya tidak ada yang membawa lem. hanya tersisa 3 tas yaitu tas milik Milka ,Tasya dan Lala. Sisil mulai memeriksa tas Lala dan Tasya tetapi tidak ada. Saat Sisil menyentuh tas Milka

Raut wajah Milka langsung berubah menjadi panik. hal ini membuat Keandra jadi semakin curiga .ia menyuruh Sisil untuk lebih cepat memeriksa tas milik milka. Saat Sisil menumpah kan semua barang-barang yang ada di tasnya Milka tiba-tiba kaleng lem itu pun terjatuh sisil langsung berteriak.

"Kaleng apa ini "ucapnya.

Lalu Sisil pun memberikannya kepada Keandra.

"Ini kan kaleng lem" ucap Kiandra

Milka langsung mengelak.

"Aku nggak tahu kaleng lem itu munculnya dari mana. mungkin aja ada yang sengaja naruh di tas aku" ucap Milka.

"Tapi kan dari tadi tas itu sama kamu terus, nggak ada satu orang pun yang menyentuh jadi gimana caranya orang naro lem di tas kamu "ucap keandra.

1
fatih faa
lanjut terus thor
Putu Sri utari
alurnya lumayan bagus ,cocok buat orang yg gampang emosional.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!