Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Intan bersama keluarga-nya sedang sarapan bersama, ia masih belum mandi karena baru jam setengah tujuh sedangkan ambar sudah siap dengan pakaian merah putih nya lengkap dengan dasi
"Ayo ambar, berangkat keburu siang" ucap bapak bangun dan memegang kunci motor
Ambar pun mencium tangan ibu dan juga intan "kak intan jangan lupa ya" ambar tersenyum menanti handphone yang dijanjikan oleh intan , intan pun membalasnya dengan senyuman kecil dan juga anggukan
Ambar pun pergi di antar bapak menggunakan motor sematawayang-nya yaitu si biru. jika ambar pulang sekolah barulah bapak menjemput dengan sepeda tua jaman dahulu yang kerangka nya masih bagus
"ambar minta apa?" tanya ibu mendekati intan
"Handphone bu" jawab intan
"Yaampun.. si ambar jadi minta handphone? ada-ada aja, susah kalau lingkungan nya kaya gini jadi, kasian ibu sama kamu" ibu mengelus lembut kepala intan
"Tenang bu, intan kan emang ada uang kalau buat handphone ambar. uang buat bayar hutang juga udah intan siapin jadi, ibu gak perlu cemas" jawab intan tersenyum penuh arti
Padahal ia memikul nya sendiri namun menurutnya itu sudah tanggung jawabnya sebagai anak sulung dan seorang kakak, tak ada gunanya juga mengeluh
"Mmm buk, kalau intan pulang agak telat akhir akhir ini ibu gak perlu nunggu ya, soalnya intan mau ada acara rapat gitu jadi lembur"
"Yaudah, tapi jangan sampai kecapean ya" ibu mengacungkan jari telunjuknya ke hidung intan
"Siap" intan menjawab dengan gerakan hormat pada ibunya
Padahal itu hanya alasan, intan sengaja berniat mengambil lembur untuk mendapatkan tambahan uang. karena jika lembur maka, perhari dapat bonus seratus ribu. itu sangat lumayan jika dihitung-hitung bagi intan
WMT GRUP
Suasana kantor nampak ramai padahal baru jam 07.30 tak seperti biasanya, mungkin banyak juga yang mau membenarkan laporan nya karena yang kemarin di cek sekertaris pribadi pak dahlan masih banyak yang harus direvisi.
Kali ini ragil sudah ada ditempatnya karena salah satu laporan yang harus direvisi adalah laporan ia, ragil sibuk mengecek surat pengadaan yang katanya ada salah data dan tidak relevan. setelah berkutat lama ia pun menemukan akar masalah pada laporan nya akhiri nya ia mengerjakan ulang laporan tersebut dengan semangat
Pintu kaca ruangan TU terbuka pak gilang adwimarta selaku kepala SDM datang dengan karisma nya dan tersenyum pada para karyawan yang sudah datang tanpa berlama-lama ia langsung masuk ke ruangan nya sendiri
"Selamat pagi..." sapa fifi yang baru datang dengan jalan berlenggak-lenggok bak modeling
"Pagi neng fifi" Jawab pak agus yang sedang sibuk memfotokopi
"Pagi fifi cantik, wah kayanya telat beberapa menit aja nih, pak gilang baru datang tak lama fifi datang" Saut bu azwa dengan senyuman lebar
"Akh benarkah? jangan-jangan aku dan pak gilang...." fifi menengok ke arah bu azwa agar meneruskan ucapannya
"Tak mungkin bersama" jawab bu azwa dengan senyuman liciknya menggoda fifi
"ihhhhhhh" fifi memonyong-kan bibirnya dan manaruh lengan nya didada sambil kembali meneruskan langkahnya ke meja kerjanya yang sempat terhenti
"Hahahahaha, bu azwa parah deh. seharusnya kan jodoh ya fi?" ucap ragil menatap fifi yang sedang duduk menatap komputer nya yang belum menyala
"Ragil memang sahabat ku yang pa...ling baik" jawab fifi sambil menoleh ke arah bu azwa
"Becanda fi, kamu itu dan pak gilang cocok. yang satu cantik yang satu ganteng behhh pokonya cocok" ucap bu azwa menggoda fifi yang merajuk
"Pagi...." teriak intan membuka pintu kaca yang membuat semua orang menoleh kepada dirinya
"Aduh kalo ada intan, ibu pusing...." ucap bu azwa memegangi kepalanya
"Ko pusing? intan kan menyapa" tanya intan mengerutkan keningnya
"Suara nya itu loh, udah kaya pake speaker" jawab bu azwa dengan wajah kesalnya
Suara intan memang cukup nyaring dan para pegawai disini sudah mengetahui-nya, jadi sebenarnya ini bukan lah hal yang aneh
"Fifi selamat pagi" intan menepuk pundak fifi saat melewati-nya
"Intan laporan kamu perlu direvisi gak katanya?" tanya fifi menoleh ke intan
"Enggak dong" jawab intan penuh percaya diri
"Baguslah, bantuin aku" pinta fifi dengan lengan memohon
"Enggak enggak!!! kan ada pedoman nya, tinggal ikutin semuanya. sudah cukup aku selalu dibuat pusing dengan laporan pak rama yang selalu salah, aku gak mau pusing terus mikirin laporan orang" tolak intan
"Aku kan sahabat mu" fifi memasang wajah sedihnya
"Gak mau!!! aku harus mengarsipkan beberapa surat karena nanti aku juga akan tetap membantu membuat kan laporan pak rama lagi, jadi daripada terbengkalai lebih baik aku mengerjakan nya" tolak intan tanpa menoleh sedikitpun ke arah fifi
"Hiks!!!! dasar!!!!" fifi menggerutu sambil terus mengetik komputer
Suara hening dikantor mulai terasa karena, semua sudah kembali sibuk bekerja "Tak...tak...tak" suara jam terdengar cukup keras hingga akhirnya jam sebelas pun datang
"Bentar lagi istirahat" ucap bu azwa mulai membuka suara yang akhirnya kembali berisik
"Aku nanti mau beli lele ah, enak kayanya makan lele" ucap fifi menatap intan
"Emang ada?" tanya intan ikut menatap fifi
"Ada, tadi pagi aku sarapan dikantin dan katanya ada lele jadinya aku pengen makan, kamu suka?"
"Enggak!!!" jawab ketus intan
"Ah seriusan tan? enak tau, apalagi kalau pake sambel" goda fifi dengan memainkan lidahnya
"Aku gak suka, aku sukanya pak gilang" jawab intan disambung dengan gelak tawa-nya
"Haih kau in!!!" fifi memukul paha intan
"Aww.... fifi!!!!! sakit" intan mengelus paha nya yang kini dibalut dengan rok hitam selutut dengan baju atasan coklat sesiku
"Btw, kok pak rama belum juga datang ya?" tanya fifi yang dari tadi tak melihat pak rama memasuki ruangan TU
Baru saja intan hendak menjawab, tiba-tiba pak gilang datang ke meja ragil tepat disamping meja fifi.
Akhirnya pembicaraan intan dan fifi pun terhenti dan mulai menatap ciptaan tuhan yang sempurna itu
Tak lama, semua mata tertuju pada pintu kaca yang terbuka termasuk juga pak gilang
"Rama?" pak gilang mengerutkan keningnya
Rama datang dengan celana cream dan kemeja putih nya yang ia gulung sampai siku serta tas kantor yang selalu ia bawa, tak lupa juga jas hitam yang dipegang-nya.
"Kenapa baru datang?" tanya pak gilang dengan menaikan nada bicaranya
"Maaf kak, aku kesiangan. lagian tak ada yang membangunkan ku" jawab pak rama kesal
"Kamu nya saja paling yang sering mengunci pintu kamar, sudah jelas-jelas kalau ada yang berteriak dan mengetuk tidak terdengar oleh telinga mu!!! tapi selalu berulang" jawab pak gilang ketus
"Iya maaf"
"Kalau ayah tau kamu pasti akan dimarahi, ini jam berapa rama!!!"
"Ayah sudah diwakilkan oleh kakak, yang selalu marah-marah padaku. lagian ini baru jam sebelas"
"Jam sebelas kamu bilang baru? lihat para pegawai, sudah hampir istirahat dan mereka sudah bekerja dari tadi tapi kamu baru datang rama"
"Ya bukan salah ku lah, lagian kenapa mereka datang mendahului ku. aku kan juga bos disini tapi mereka selalu datang lebih awal, rubah saja lah jadwalnya sesuai dengan yang ku mau"
"Sudahlah cepat masuk rama" suruh pak gilang menghentikan perdebatan dengan pak rama. karena, para pegawai TU menatap kedua anak bosnya itu yang sedang beradu argument di tengah-tengah mereka
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.