NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: tamat
Genre:Horor / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:63.4k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam penuh kegelisahan dan ketakutan pun mulai datang menyapa. Ditambah sosok tak kasat mata yang datang dengan membawa rasa sakit tak berujung, membuat siapa pun targetnya akan terkunci dan tak bisa lari kemana pun.

Ternyata serangan serupa tak hanya tertuju pada mereka yang tak pandai menjaga lisannya. Bahkan seseorang yang berusaha menjaga lisannya pun tak luput menjadi target mereka yang mendengki.

Dan hanya cara khusus yang bisa mendamaikan mereka yang 'tertahan'. Akan kah mereka bersedia pergi?.

Simak ceritanya ya. Terima kasih ... 🙏🏻😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Cuaca Memburuk

Menyadari sang suami mengikutinya, Yanti pun berhenti melangkah.

"Jangan bujuk aku Mas. Aku tetap ga akan ijinin ibu mendekati Yuki," kata Yanti sambil menatap suaminya lekat.

"Aku ga bakal lakuin itu Sayang. Aku ngerti kenapa kamu bersikap begini," sahut Yudha sambil mengusap lengan sang istri dengan lembut.

"Makasih Mas," kata Yanti dengan mata berkaca-kaca.

"Sama-sama. Kalo kamu merasa ga nyaman di sini, kamu boleh pulang sekarang. Kasian, Yuki juga pasti ga nyaman tidur dengan posisi begitu," kata Yudha sambil mengecup pipi sang anak yang terlelap di gendongan Yanti.

"Emang boleh?" tanya Yanti.

"Boleh dong. Yuk, aku anter kamu keluar sekalian nyari Taxi," kata Yudha.

Yanti mengangguk. Dia menghela nafas lega saat mengetahui tak seorang pun yang memaksanya menuruti kemauan Ginah.

\=\=\=\=\=

Setelah Yanti dan anaknya meninggalkan Rumah Sakit, kondisi Ginah kian memburuk. Bahkan team medis angkat tangan mengingat organ penting di tubuh Ginah sudah tak bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Mereka menyarankan keluarga untuk bersabar dan bersiap melepas kepergian Ginah.

Laras tak henti menangis melihat sang ibu di ambang kematian. Berkali-kali dia memanggil sang ibu dan memohon maaf, tapi Ginah tak menggubris ucapannya. Ginah seolah tak melihat keberadaan orang lain di kamar itu selain suaminya.

Tubuh Ginah pun bergerak tak beraturan dan mulutnya terus meracau. Meski Sastro sudah membimbingnya untuk berzikir, Ginah seolah tuli.

"Yang berdiri di pojok itu siapa sih Pak?" tanya Ginah.

"Di pojok mana Bu?" tanya Sastro.

"Itu yang di deket jendela. Kenapa dia ngeliatin aku kaya gitu sih. Suruh dia pergi Pak, aku ga suka sama dia," pinta Ginah.

Sastro, Laras, Yudha, Azam, Harsa, dokter dan perawat sontak menoleh kearah jendela. Tak ada apa pun di sana dan itu membuat bulu kuduk mereka meremang.

"Ga ada siapa-siapa di sana Bu. Kamu ga usah ngomong yang aneh-aneh deh," kata Sastro sambil mengusap kepala Ginah.

"Tapi aku beneran liat ada orang di sana Pak," sahut Ginah gusar.

Sastro menggelengkan kepala lalu menoleh kearah Azam.

"Ustadz Firman jadi ke sini ga Zam?" tanya Sastro.

"Jadi Pakde. Ibu bilang mereka udah di jalan, sebentar lagi sampe kok," sahut Azam.

"Syukur lah. Aku ga sanggup ngeliat budemu begini Zam. Kalo aku ga bisa, setidaknya ada seseorang yang bisa mengantarnya pergi dan melewati semuanya dengan tenang," kata Sastro dengan mata berkaca-kaca.

"Iya Pakde ...," sahut Azam lirih.

Tak lama kemudian Sartika pun datang bersama ustadz Firman dan istrinya. Ketiganya terkejut melihat kondisi Ginah yang memprihatinkan. Apalagi saat itu semua orang menggunakan masker karena tak tahan dengan bau tak sedap yang memenuhi ruangan.

Tanpa membuang waktu, ustadz Firman dan istrinya mulai melakukan sesuatu. Namun baru beberapa menit membimbing Ginah membaca kalimat zikir, Ginah sudah terlihat kepayahan. Tubuhnya yang sejak tadi bergerak tak beraturan kini mulai mengejang. Kepalanya mendongak dengan kedua mata yang mendelik ke atas. Dari sela perban yang menutupi luka di mata kanannya terlihat cairan berwarna kehitaman mengalir deras.

"Aahhh sakiiittt ..., panasss ... sakiittt ...!" jerit Ginah.

Dokter dan perawat yang stand by di ruangan pun bertindak. Sastro, Yudha dan Azam ikut membantu memegangi tubuh Ginah. Sedangkan Laras nampak menangis di pelukan Sartika.

Sesaat kemudian tubuh Ginah terhentak keras ke atas seolah ada sesuatu yang menariknya. Setelahnya Ginah pun terdiam kaku tak bergerak.

"Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun ...," kata ustadz Firman dan istrinya bersamaan.

Mendengar ucapan sang ustadz semua orang pun mematung sejenak. Mereka seolah tak percaya Ginah telah pergi.

Laras segera merangsek maju lalu memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya itu dengan erat.

"Ibu, bangun Bu. Ibu ...!" panggil Laras histeris.

"Jangan begini Nak. Ikhlaskan ibumu, biar langkahnya ringan," bisik Sartika.

Laras pun tersentak lalu berbalik memeluk Sartika.

Tepat saat jam menunjukkan pukul satu dinihari, Ginah dinyatakan meninggal dunia. Suara tangis pun memenuhi ruangan dan semua orang yang ada di sana berduka.

Setelah dokter keluar dari ruangan, perawat mulai melepaskan selang yang terhubung ke tubuh Ginah.

"Tolong bantu saya mengurus pemakaman istri saya ya Ustadz," pinta Sastro.

"In syaa Allah kami bantu Pak Sastro," sahut ustadz Firman.

"Alhamdulillah, makasih Ustadz ...," kata Sastro.

"Sama-sama," sahut ustadz Firman sambil menepuk punggung Sastro beberapa kali.

\=\=\=\=\=

Hari itu desa dibuat gempar karena kabar kematian Ginah. Tak ada yang menyangka Ginah meninggal dunia hanya sehari setelah ditemukan terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit.

"Padahal udah ditangani dokter, tapi tetep aja ga selamat," kata salah seorang warga.

"Lukanya emang aneh sih. Pasti ular yang menggigit adalah ular berbisa," sahut warga yang ikut menjenguk Ginah.

"Tapi ular berbisa jenis apa yang bisa bikin luka separah itu sampe Bu Ginah meninggal dunia?" tanya seorang warga.

"Iya. Terus ularnya masuk lewat mana?" tanya warga lainnya sambil mengamati rumah Ginah sekilas.

Wajar warga berpikir seperti itu. Rumah Sastro dan Ginah itu terlihat kokoh. Rasanya sulit untuk seekor ular menyelinap masuk karena tak ada lubang selain ventilasi yang bisa ditemui di sana.

Pertanyaan itu menggantung di udara begitu saja seolah tak menemukan jawaban.

Siang harinya jasad Ginah dimakamkan di pemakaman desa setelah lebih dulu disholatkan di musholla.

Tak seperti biasanya, proses pemakaman yang biasanya memakan waktu kini justru berlangsung cepat, hening dan terkesan terburu-buru.

Sebagian orang menganggap itu disebabkan cuaca yang tak mendukung. Langit yang semula cerah tiba-tiba dipenuhi awan mendung tebal. Udara yang berhembus lembut tiba-tiba bertiup kencang disertai hawa dingin yang tak biasa hingga membuat warga merapatkan pakaian masing-masing.

Sesaat setelah mengaminkan doa yang dipimpin ustadz Firman, warga pun bergegas meninggalkan area pemakaman.

Ustadz Firman mendongakkan kepala untuk mengamati langit sejenak. Pria sepuh berusia 70 tahun itu pun mengerutkan keningnya. Nampaknya dia menemukan korelasi antara cuaca yang mendadak tak bersahabat itu dengan kematian Ginah. Salah seorang murid setianya yang bernama Rama ikut menatap langit lalu bertanya.

"Kenapa cuaca siang ini berubah cepat ya Ustadz. Tadi panas terik, eh baru sampe makam udah mendung gelap. Untung semuanya lancar, jadi kita bisa langsung pulang setelah memakamkan Bu Ginah," kata Rama setengah berbisik.

Ustadz Firman nampak menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan muridnya.

"Saya harap ini bukan pertanda buruk," sahut ustadz Firman.

"Tapi orang-orang udah terlanjur berspekulasi buruk Ustadz. Mereka bilang perubahan cuaca ini karena alam murka sama orang yang udah bikin Bu Ginah meninggal," kata Rama setengah berbisik.

"Kamu mau ngomong apa sih Ram, ga usah muter-muter bisa kan?" tanya ustadz Firman.

"Begini, saya denger selintingan kabar yang bilang Bu Ginah meninggal karena diteluh orang Ustadz. Mau ga mau saya percaya juga. Soalnya Bu Ginah kan cuma sakit sebentar, ga sampe sehari malah langsung meninggal. Apa bener penyebab Bu Ginah meninggal gara-gara diteluh orang Ustadz?" tanya Rama penasaran.

"Hush, jangan ngomong sembarangan kamu, ntar kalo keluarganya denger kan ga enak. Daripada gosip ga jelas, tolong antar saya pulang ya," pinta ustadz Firman.

"Baik Ustadz," sahut Rama.

Kemudian ustadz Firman naik ke boncengan motor yang dikendarai Rama. Setelah memastikan sang guru duduk dengan nyaman, Rama segera melajukan motornya dengan cepat.

Sambil berkendara, sesekali Rama melirik ke samping dengan gusar. Rupanya dia merasa sesuatu yang mirip dengan Ginah terus mengikuti kemana pun dia bergerak dan itu membuatnya bulu kuduknya meremang.

\=\=\=\=\=

1
falea sezi
uda end kah
any Sulistiani: iya. mampir jg ke karya aq yg lain yuk.. mksh supportnya kak 🙏😊
total 1 replies
falea sezi
🤣 songong kayak bapak nya harusnya di buat mati aja ini bajingan😒
any Sulistiani: he he ... jadi ikutan kesel ya kak😆
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
nahh itu dia mkne jgan sok dlu kan keblik s dri mkne klo gmg di rem
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
ngeri nya ya klo bersekutu dgn iblis bukan menjajikan mlh menjerumuskan iya
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
ya dibawa pwrgi sm mahkluk itu tooo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
kapok mu kapan
mkne pikir dulu sblm bertindak
guntar Nugraha
Bintang Yang Bicara Ok BossQu ⭐⭐⭐⭐⭐👍🙏🙏
guntar Nugraha
Lanjutkan Thor...👍👍🙏...
Siti Yatmi
kerennnnn....mantappplpp
any Sulistiani: Alhamdulillah ... mksh supportnya kak 🙏😘
total 1 replies
Siti Yatmi
cerita yg bagus...saya suka banget. terimakasih yah Thor....semoga makin bersinar dengan karya 2 nya....semangat....
any Sulistiani: Alhamdulillah, aamiin yaa Robbal'alamiin...
mksh doanya KK 🙏😘
total 1 replies
Nurr Tika
akhirnya laras hidup bahagia
any Sulistiani: Alhamdulillah. mksh supportnya KK 🙏😘
total 1 replies
Yeni Yeni
yah.... udah end... aja😄
any Sulistiani: iya kak. in syaa Allah ke judul lain ya kak. Mksh 🙏😘
total 1 replies
Nurr Tika
akhirnya laras bebas
any Sulistiani: iya kak 😊
total 1 replies
Yeni Yeni
selesai juga kasusnya☺
any Sulistiani: iya kak 😊
total 2 replies
Nurr Tika
apakah narsih di bawa ke alam gaib dan iblis itu ga akan incar laras
any Sulistiani: lanjut dlu ya kak, mksh 🙏😊
total 2 replies
Nurr Tika
mga ja laras selamat
any Sulistiani: aamiin ... 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
kasian kinar di jadikan tumbal oleh ibunya
Yulay Yuli
ceritanya seru tapi up nya lama
Yeni Yeni: betul otor lagi cari ilham
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
aduh kasihan juga ya
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : hmguantuk pol wis lah komen e ssk wae
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
wehh jd gmb skrg ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!