Hidup ini terasa berat Aruna yang hanya seorang gadis yatim piatu
Dimana dia harus menjalani keras nya hidup di Dunia yang sangat kejam untuk orang kecil
Seatu hari, Aruna di bully habis-habisan oleh sekelompok teman sekolah nya, hingga Aruna meregang nyawa
Namun bukan nya mati dan menuju ke alam baka, jiwa Aruna malah harus memasuki raga yang telah di tinggalkan Tuan nya.
Bagaimana kelanjutan kisah Aruna?
Akan kah dia mampu menjalani hidup di dunia yang baru dengan tubuh yang baru?
Yuk kita sama-sama baca kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-9. Ternyata Aku Hebat Hehe
"Anda bisa Ratu!! Anda adalah Ratu terpilih yang telah di anugerahi berbagai macam kekuatan, dan ucapan anda bisa terwujud sesuai yang anda ingin kan" Bak kembang api di nyalakan.
Kini dalam hati Aruna di penuhi dengan berbagai bentuk kembang api tersebut.
"Gila, apa sehebat itu?? Ini beneran kan?? " Jika terlihat sosok Aruna dalam lamunan nya kini tengah meloncat-loncat merayakan kebahagiaan kala mendengar penuturan Piton.
(Jangan salah tebak, Aruna gak bakal berubah jadi Ular kok🤣🤣🤣🤣)
"Kau tidak sedang membual kan Piton??" Jika ucapan Piton benar, ini sungguh-sungguh adalah anugrah terhebat untuk Aruna.
"Saya tidak akan berani Ratu, ucapan saya ini benar dan anda bisa mencoba nya sekarang juga" Piton dengan sabar menjelaskan semua nya pada Aruna.
"Menarik.. Seperti nya aku memang telah berubah menjadi wanita kuat hahahahaha " Seringai kebahagiaan tercetak jelas di sudut bibir Aruna.
"Apa ada hal lain yang anda butuhkan Ratu??" Keberadaan mereka disini untuk Aruna.
Maka dengan senang hati mereka akan menawarkan jasa mereka untuk Aruna.
"Untuk saat ini cukup!! Kau boleh pergi" Untuk hal lain nya Aruna akan memintanya nanti.
Dan sekarang dia akan mencoba untuk mengetes kekuatan nya.
"Jika seperti itu saya ijin undur diri" Wuuusss kembali Piton menjadi segumpal asap tebal.
Detik berikutnya dia menghilang dari hadapan Aruna tanpa jejak.
"Jadi penasaran.. Apa aku coba aja ya sekarang??" Perlahan Aruna berdiri.
Dia memposisikan dirinya dalam posisi senyaman mungkin.
"Aku coba kemana ya??? Emmm.. Baiklah aku inging ke kamar Mahesa" Wuuss.
Cling, benar saja dalam sekejap tanpa berjalan Aruna kini berada di dalam kamar Mahesa.
Bahkan saat ini mata Aruna melotot sempurna.
Aruna masih belum percaya dengan semua ini.
Aruna masih menganggap ini adalah mimpi untuk nya.
"Aaawww... Sakit, ternyata ini beneran!!" Kulit putih Aruna kini memerah.
Karna dengan sengaja dia mencubit nya sendiri.
Aruna ingin memastikan semua adalah kenyataan.
Dan benar saja, ini semua nya benar.. Dirinya kini telah memiliki kemampuan serta kekuatan besar.
"Terimakasih Tuhan, terimakasih Tuhan, aku berjanji.. Aku tak akan menyia-nyiakan kehidupan kedua ku ini, dan aku juga berjanji aku akan menjadikan Kerajaan Sihir menjadi Kerajaan yang damai" Kini Aruna mempercayai semua perubahan nya.
Dan kini dalam hatinya tekad kuat tercipta.
"Tunggu aku sebentar lagi Raja!! Aku pasti akan menyelamatkan mu dan juga Kerajaan Sihir ini" Wuuss dalam sekejap Aruna kembali berada di ruangan nya.
"Aku harus lebih giat berlatih, agar aku mulai terbiasa dengan semua kekuatan ku ini" Segera Aruna duduk bersila.
Dia akan menyerap semua energi baik agar masuk ke dalam tubuh nya.
Aruna ingin kekuatan nya seimbang agar bisa di gunakan tanpa ada kesalahan.
Tekad Aruna juga sudah bulat.
Aruna ingin kerajaan Sihir ini berubah menjadi kerajaan damai.
Orang-orang jahat pun akan Aruna musnahkan.
Ketidak adilan yang selama ini berdiri akan Aruna tumbangkan.
Dan dia akan menegakan keadilan, serta menolong orang yang harus di tolong.
Orang-orang bersalah yang terlibat dalam kejahatan Selir Amora akan Aruna bereskan satu persatu.
……………………………………………
"Aku akan menjadi pendukung terdepan mu, aku juga akan membantu agar kamu bisa menggunakan kekuatan mu dengan baik" Dalam diam Marisa mengetahui semua tindakan Aruna.
Senyum manis nya mengembang sempurna bahkan tak mau terlepas.
"Aku tau Tuhan tidak akan pernah bohong, dan aku pun tidak akan berbohong untuk berada terus di samping mu" Menjadi tangan kanan Aruna adalah mimpi besar Marisa.
Dalam hati kecil nya sumpah setia untuk Aruna telah terucap.
Bahkan dia bertekad untuk selalu mendukung Aruna dengan jaminan nyawa nya sendiri.
"Siapa pun yang akan melawan mu, maka dia harus melawan ku terlebih dahulu" Tidak ada yang tau, selain Marisa bisa meramal.
Marisa juga bisa mengendalikan tanaman.
Dengan perintah nya tanaman apa saja bisa menjadi senjata mematikan untuk dirinya.
"Ibu, ayo kita berlatih bersama dan menjadi wanita kuat di Kerajaan Sihir ini.. Sampai nanti di masa depan orang-orang tak akan berani walaupun hanya menyebut nama kita" Marisa dengan segala mimpi indah nya.
Meski Marisa tak bisa melihat masa depan, Marisa sudah memiliki keyakinan.
Nanti di masa depan segalanya akan berubah.
Kerajaan Sihir pun akan menjadi damai.
Walaupun Marisa tau segalanya tidak mudah.
Tapi tetap keyakinan Marisa kuat akan masa depan.
…………………………………………………
"Ternyata ramalan tentang Ratu bukan hanya omongan kosong belaka, lihatlah.. Semua energi baik di hutan terlarang ini telah di serap nya, dia Ratu kita pasti akan segera menciptakan perubahan seperti yang sudah di ramalkan" Para hewan buas terpilih kini tengah menatap takjub pada cahaya terang yang masuk ke Istana sang ratu.
"Seperti nya, Putri ratu juga bukan anak sembarangan.. Lihatlah pohon-pohon itu mereka dengan suka rela memberikan energi mereka pada Putri Ratu" Mata tajam Elang dapat melihat cahaya merambat memasuki ruangan Marisa.
"Ya Dewa... Sekarang aku ingat tentang ramalan itu!! Dia, dia adalah Putri pendamping untuk sang Ratu.. Dia adalah wanita terkuat kedua setelah Ratu, dan dia adalah Putri yang mempunyai ikatan darah dengan Ratu meski pun bukan darah daging nya" Sungguh takdir yang hebat.
Orang-orang terpilih serta para Hewan dan Binatang terpilih telah tersedia untuk mendampingi sang Ratu.
"Kerajaan Sihir akan segera terlepas dari ketidak adilan" Pandangan Elang menatap jauh lurus ke depan.
"Hutan Terlarang juga tak akan di asingkan kan lagi, dan suatu saat kita juga akan di hargai" Selama ini sudah banyak orang menjauhi Hutan Terlarang.
Para penghuni nya pun di asingkan hingga ditakuti.
"Dia orang yang telah membuat Hutan Terlarang di asingkan akan segera mendapatkan balasan setimpal" Mata Elang berkilat tajam.
Dia benci pada seseorang yang telah membuat mereka hidup terasing seperti ini.
Mereka juga ingin mendapatkan kebebasan seperti mahkluk lain nya.
Hidup tanpa di takuti oleh mahluk lain nya.
"Kita semua harus bersabar.. Nanti akan tiba saat nya keadilan kita dapatkan" Hidup dalam keterasingan itu menyakitkan.
Mereka harus bersabar untuk mengurung diri tanpa harus terlihat oleh siapapun.
"Kau benar Piton, sedikit lagi.. Kita akan segera terlepas dari jeratan hitam ini, dan kita akan kembali bisa berbaur dengan siapa pun" Dalam keterpurukan mereka selalu bersabar untuk menunggu datang nya Ratu terpilih.
Dan saat ini harapan mereka telah terkabul, dimana sang Ratu telah tiba.
Mereka hanya tinggal menunggu sebentar lagi untuk menyambut hari yang baik tersebut.
…………………………………………
Jleb
Jleb
Buug
Buug
Jleb
"Kurang ajar.. Bukan kah seharusnya ramalan itu gagal karna wanita sialan itu tidak berada di dalam Istana..
Bersambung.. lanjut di bab selanjutnya➡️