kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.
SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!
jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pak arka lagi !
Bapak bulan bintang: 2 Menit lagi kamu tidak datang ! SAYA AKAN KASIH NILAI KAMU D ! tanpa
NEGO !
Mata key melebar
saat tanganya berhasil menyentuh dan membuka kunci handphonenya,
Mampus kau !!
CAPSLOCK JEBOLLL
Key mulai gasrak-gusruk, ia akhirnya berdiri dengan banyak kebingungan di otaknya. Ia dilema harus memilih siapa, jika ia pergi meninggalkan grey, PDKTnya kemungkinan gagal tapi jika ia mengabaikan arka nilai matakuliahnya bisa hancur. Dua-duanya sangat penting bagi kelangsungan hidup key.
Key menggerakan badanya ke sana kemari, yang mendapatkan respon tanda tanya dari para pemirsa di kantin.
Ahhhh pusing woyy!!
“ kak grey, pesanan ku di cancel aja ya.. ada urusan penting !!” teriaknya pada grey yang sudah melangkahkan kakinya menuju meja mereka. Key perlahan meloncati bangku yang tadi ia duduki, kakinya mulai bergerak cepat. Tatapan demi tatapan ia terima dengan angkuh, teriakan grey hanya ia jawab dengan gerakan tangannya.
“ key mau kemana???”
“ keyyy..”
Emang dasar dosen durhaka, nggak tau apa gue lagi usaha !!
Kapan sih pak arka nggak bikin hidup gue susah??
Kenapa tadi nggak sekalian sih? Kan jadi bolak balik begini !!
key mulai mengusap kepalanya yang pening akibat kebanyakan sumpah serapah yang ia pendam, langkahnya mulai di percepat begitu juga dengan nafasnya yang mulai tersengal. Perlahan keringat mulai bercucuran bebas di dahinya.
Matanya hanya fokus pada kaki yang menggunakan sneakers berwarna navy itu, langkahnya semakin di
percepat saat memasuki pintu fakultas dengan tangan yang ikut berayun-ayun, ia juga tidak ada hentinya berdoa untuk keselamatan jiwa raganya. Kaki dan tangannya mendadak kebas saat terhenti di pintu berwarna coklat yang sangat ia segani.
Tarik nafass
Buang
Tarik
Buang
Tok tok tok..
“MASUKKK” teriak arka dari balik pintu yang membuat key menelan ludahnya berkali-kali.
Apa lagi sih salah gue??
Sampe teriak-teriak begini.
“ permisi pak..”
Arka langsung berdiri dari duduknya, membuat mata key mengerjap-ngerjap ketakutan.
Ya allah tolong kekey yang manis ini.
“ SAYA KAN SURUH KAMU DATANG DARI TADI !! kenapa kamu hanya membaca pesan saya??”
“ SAYA TIDAK SUKA DI ABAIKAN KEYSA !!”
Key mencari-cari jawaban yang cocok untuk meluluhkan hati arka. “ ahh tadi anu pak.. saya itu
lagi di toilet. Kebelet gitu..”
Arka berdehem. “ oh gitu? Bukan lagi kencan?.” tangannya menarik sekumpulan kertas yang tinggi itu lalu membantingnya di meja.
Key tersentak dengan kalimat terakhir arka.
BRAKKK
“ koreksi jawaban kuis itu !! DI SINI !!”
“ saya sholat jumat dulu !!”
Arka melangkahkan kakinya menjauhi kursi,lalu melewati key yang masih mengerjap-ngerjap berharap
setumpukan itu hanyalah ilusi.
“ Saya kunci kamu dari luar, saya tidak mau kamu kaburr.” Lanjutnya.
Hening
Hening..
“ APA???”
key langsung berlari menuju pintu yang sudah tetutup.
“ pak buka pak !!”
“ bapak gila ya hah? Nanti kalau saya mati gimana ??” tangan key mulai memukul pintu itu berkali-kali.
“ emang dasar dosen stress !! gue hampir gila di buatnya.. astagfirullah !!” cerca key pada ruangan
yang dingin ini.
“ emang kurang di ajar tuh si arka, dia pikir dia siapa hah??” key mulai mengomel tiada henti sembari menggerakan knop pintunya berkali-kali.
“ gue kutuk lu suka sama gue !! gue kutuk lu arka lu mohon-mohon sama gue !! argghhh” kesalnya pada
oksigen yang ada.
Ting..
11: 15
Pesan masuk
Bapak bulan bintang : Kamu tidak akan mati saya kunci di ruangan saya. Di atas lemari buku ada makanan dan minuman, bisa kamu makan sepuasnya. Tenang itu baru saya beli tadi lewat go-food. Semangat ngoreksinya ya..
Read
Ih najis bajayyy sok nyemangati gitu
Nggak ada bersalahnya sama sekali manusia laknat ini !!
Ya ampun !!
Gue jadi ngatain orang terus !!
Ini tuh salah dia, dia kok yang mau di katain.
Key akhirnya terduduk di sofa yang berada di ujung samping lemari buku, matanya melirik sanah sini mencari dan mulai mengendus.
“ wihhh pizzacuy....” di ambilnya kotak berukuran cukup besar di atas lemari yang tidak terlalu tinggi.
“Alah bodo amat sama ngoreksi, yang penting gue makan ...”
Tangan key bergerak lincah mengambil pizza dan mengunyahnya dengan senyum sumringah.
Tau aja gue lagi ngidam pizza..
Tak terasa sudah empat pizza yang ia kunyah , saat perutnya mulai terasa penuh. Rasa ngantuk itu
datang secara perlahan, yang semakin menggoyahkan niatnya untuk mengoreksi kuis yang di tugaskan arka olehnya.
“ woyy ini kenapa gue ngantuk banget ya??”
“ jangan-jangan ini pizza di kasih racun??”
“ mampus gue, gue udah makan empat potong..”
“ huahh ini gimana? Nanti aja kali ya ngoreksinya. Bocan dulu dah..” perlahan key mulai menyandarkan tubuhnya pada senderan sofa berwarna cream itu. Tak lama ia mulai bergerak ke alam mimpi yang selalu
ia tunggu, key selalu mendambakan mimpi bertemu dengan seorang pangeran di setiap tidurnya.
Waktu terus bergulir dengan cepat, key masih terhanyut dengan mimpinya bersama pangeran dari china yang menjemputnya dengan kuda putih dengan rambut yang tebal. Di detik yang sama suara kunci di putar tak juga menyadarkannya dari mimpi itu.
Ceklekkk
“ ya ampun dia malah tidur..” arka berdecak.
Arka mendekatkan dirinya menuju sofa, langkahnya mencoba di hentakan untuk membuat gaduh ruangan
ini. Tapi gadis mungil itu masih dengan wajah senyumnya bermimpi dengan sang pengeran.
Tangan arka mulai menyentuh bahu key “ keysaaa !! bangun.”
“ keysa !!” tangannya mulai menggerakan bahu key.
“ hemmmm” key mulai bergerak.
“ KEYSA!!” suara tinggi arka membuat key terkejut, ia segera membuka matanya lebar-lebar dan
segera teruduk di sofa.
“ ah..a nuu pak, saya tadi ketiduran khilaf pak..”
“ bukannya ngoreksi, kamu malah enak-enakan tidur !!”
“ bangun...”
“ iya pak-iya...
Tangan arka bergerak mengambil kotak pizza yang masih tersisa, lalu membawanya kemeja dan memakannya tanpa berkata a b c atau bahkan d pada key. Key pikir pizaa itu hanya untuknya.
“ pak kok di makan?”
Arka melirik sembari mengunyah. “ loh saya juga laper, saya kan beli ini bukan untuk kamu.”
“ lahh di kira, eh pak jangan makan tuh pizza. Saya abis makan itu pizza ngantuk pak.. serius
deh.” Sahut key yang mulai berdiri dan berjalan meuju meja arka.
“ itu mah emang dasar kamu yang ngantukan, duduk di sofa bentar aja ngantuk. Di kelas juga
sama, memangnya saya tidak tau.”
Hep, duh kenapa bawa-bawa itu dah.
Kan jadi ketahuan..
“ ahh nggak kok pak, kapan?”
“ tidak usah pura-pura lupa. Buruan di koreksi..” sahut arka yang masih mengunyah pizzanya.
“ pak saya ada kelas setengah satu loh pak, saya bawa pulang aja ya pak..”
Arka mendelik. “ kalo dari tadi kamu tidak tidur, itu pasti sudah selesai..”Key hanya menjawab
dengan cengiran khasnya.
Ting..
Pesan masuk
12:15
Naya si biduan: woy di mana lu? Gue udah di kampus nih, di lantai dua ngerjain tugas keuangan.
Mata key terbuka lebar, ia teringat sesuatu. Tugas keuangannya belum ia selesaikan. Otaknya
tidak sanggup untuk merangkai jawaban yang bahkan ia tidak pahami ia menulis apa, alhasil ia hanya mengerjakan satu soal dari lima soal yang di berikan.
“ pak maaf banget nih pak, si naya nyariin saya. Penting banget pak. Saya izin keluar ya pak, nanati malam saya laporin hasil koreksinya ya pak. Oke oke...”
Arka yang sedang meminum air di gelas kaca itu hanya bisa melebarkan matanya, ia belum sempat
menjawab karena mahasiswi bernama keysa itu sudah kabur dari hadapannya.
Mampussss, keuangangue belum!!!
Alamakk, bisa di tendang sama pak asep!!
Key langsung berlari menuju lantai dua, menerjang segerombolan geng-geng yang berjalan seenak jidatnya membuat jalanan tertutup oleh barisan yang mereka buat.
Langkahnya mulai lunglai saat ia berhasil berada di lantai dua, senyumnya mengembang saat melihat naya melambaikan tangannya.
“ woyy..” sapa naya.
“ woyyy, gue belum kelar nih tugasnya..” teriak key yang msih berjalan.
“ eleh paham gue mah..”
“ liat dong please, gue cuman sanggup ngerjain nomer satu doang nih..” key meringis sembari terduduk di lantai dan mulai mengeluarkan kertas polionya.
“ busettt dah key, lu kagak nyapa gue gitu??” reza muncul di balik kertas polio yang ia pegangsedikitmenutupi wajahnya.
“ eh nay, gue denger suara mahkluk astral nih, parah sih masih siang juga...” key berdecak sembari menuliskan jawaban dari kertas milik naya.
“ huasyeemm emang ini bocah !!”
“ tuh nay, lu denger kan..?” tanya pada naya, namun tangannya masih fokus menyakin.
“ lu nggak bakalan bisa mengabaikan kegantengan gue key.” Cicit reza.
“ noh nay, ayat kursi nay buruan..” sahut key yang kini tangan kirinya menggerakan paha naya.
“ enak ya tinggal salin, makannya belajar !!”
“ Bacottt..” key terdengar bodo amat.
“ key.. hust” reza mencoba memberi kode.
“ eh makhluk astral, diem deh lu. Kaya lunya nggak copas aja.” Kesal key, yang masih tetap fokus menuliskan angka-angka.
“ jadi ini yang katanya penting itu?”
‘ iyalah penting ini, udah deh za. Lu jangan banyak ngoceh !!” kesal key.
Tangan naya dan reza mulai menarik-narik rambut key, key mulai jengah dengan kelakuan dua
sahabatnya.
“ ih diem sih !! gue agi nulis woy !!”
“ aduhh sakit rambut gue woy !! jangan di tarik-tarik..”kesal key sembari mengelus-eles puncak kepalanya. Perlahan ia mendongakan kepalanya. Mata key mengerjap-ngerjap, mencoba melihat dengan sangat teliti wajah yang berada di atas kepalanya. Key mulai tersadar dan merutuki dirinya sendiri.
Syetaaaaan!!
eh salah !!
Pak arka !!
“ wah enak banget
ya tinggal copas giu, lima menit udah kelar.” sapa arka dengan tatapan datarnya.
“ ah..eh bapak, ngapain pak di sini?” tanya key bego.
“ ngajarlah, pake nanya !!”
Tangan key mulai bergerak melipat kertasnya dan memasukan kertasnya ke dalam tas berwarna hitam
di pahanya.
“ hehehe.. selamat mengajar pak..” key terbangun dan berlarian tak jelas, hanya untuk menghindari
arka. Ia takut kalau saja kertasnya di rebut oleh arka. Masa depan nilainya akan bertambah hancur.
Arka, naya dan reza menggelengkan kepalanya heran. “ temen kalian kok gitu ya kelakuiannya. Ajaib
!!” sahut arka di tengah kebingungannya melihat aksi key yang melarikan diri.
“ mahasiswi bapak kok kelakuannya gitu ya, ajaib. ” tanya naya semabri dengan cengirannya.
“asdos bapak kok kelakuannya gitu amat ya, ajaib..” tambah reza.
Arka berpikir sebentar. “ saya juga tidak mengerti .” jawabnya singkat lalu pergi menuju ruangan di mana ia akan mengajar.
Naya melihat kepergian arka dengan senyum manisnya. “ makin hari makin bening aja si
bapak..”
“ ih jibanggg” sahut reza yang hanya mendapat delikan tajam dari naya.
“ za, si key kayanya tingkat kewarasannya semakin menurun..” sahut naya yang kini kembali fokus
melihat key yang kini sedang terduduk di pojok koridor dengan kertas dan tangannya yang lincah menulis jawabannya. “ gue turut prihatin nay, kok lu mau sih temenan sama itu bocah? Nggak abis pikir gue!.”
Naya berdecak. “ eh singa sialan, dia juga temen lu juga. Malah lu kan s-.”
“ bacooot...” cerca reza memotong kalimat yang belum usai dari naya.
**
“ materi yang saya tayangkan ini, bisa di cek di email ya. Pj segera sebarkan ke grup kelas keuangan ini ya. Kalian pahami dulu tentang bab investasi dalam efek.”
“ setelah itu saya akan menjelaskan sebentar lalu saya akan memberikan kalian kuis di akhir jam.”
Key terlihat mendengus kasar, ia sangat tidak menyukai mata kuliah ini. Karena setiap ujian semuanya berisi tentang angka- angka yang tidak key mengerti.
“ eh nay, kalo nannti kuis bagi jawaban ya. Okey?” sahut key yang berbisik.
“ jangan mau nay, enak aja. Otak di pake woy..” cerca reza yang mulai membuat ricuh.
“ eh brisik , diem lu !!”
“ bry, gue liat ya nanti, gue nggak ngerti.”
“ santai key, gue mah setia dan nggak plim-plan.” Sahut bryan sembari melirik reza.
“ hah? Plim- plan apaan??”
“ eh si bryan sekarang banyak bacot ya..” cicit reza dengan tatapan yang tajam
“ eh kalian kenapa dah? Ribut-ribut gini? Abis ngerebutin cewek ya??” tanya key kepo yang hanya
mendapatkan ketidak anggapan dari dua manusia di depannya.
“ udah key, mending lu baca dulu aja. Nggak usah ikut campur urusan mereka, lu nggak bakal kuat.”
Pak asep berjalan ke arah belakang di mana key dan ketiga tempatnya terduduk, wajahnya sangat
serius. Sudut matamya terlihat tajam walaupun di balut dengan kacamata yang sedikit melorot di batang hidungnya.
“ kalian..” sahutnya.
“ jangan berisik, baca betul-betul !!”
Skakkkk
Key kini merutuki dirinya lagi, kapan ia tidak di protes untuk tidak berisik di kelas. Walaupun ia cukup di kenal sebagai mahasiswa yang cukup berprestasi tapi ada yang tidak bisa di pungkiri yaitu kelebihan dalam berbicaranya yang ia tidak bisa kontrol. Ada saja masalah yang datang karena kelebihannya ini, contoh nyata dan jelas adalah dengan arka.
“ satuu...” sahut pak asep yang memecahkan lamunan key.
Suara gaduh mulai mendominasi di ruangan ini, para mahasiswa mulai membuka binder dan menuliskan nama dan nimnya dengan cepat.
“ tutup buku dan handpone kalian !!”
“ jelaskan pengertian saham dan obligasi secara singkat !!”
“ dua..”
“Deviden saham PT X diprediksikan akan bertumbuh secara konstan dengan tingkat pertumbuhan 10%
pertahun. Deviden terakhir yang dibagikan sebesar Rp. 200,00. jika investor mensyaratkan tingkat keuntungan sebesar 12% pada saham tersebut. maka berapa harga saham?”
“ kerjakan dalam waktu 20 menit dari sekarang !”
“ mulai..”
Keadaan kelas mulai kacau, mata mereka tidak bisa fokus pada kertas putih di depannya, begitu juga dengan key. Matanya melirik ke meja naya yang sedang menuliskan sesuatu di kertas putihnya. Tangannya mulai bergerak untuk menyalin jawaban nomer dua yangnaya tulis, tentu saja ia akan pasrah jika mengenai soal hitung-hitungan yang mengharuskan dia menghapal rumusnya.
“ kamu, yang pakai baju hitam. Dengan rambut pomed yang berlebihan..” tangannya mengarah pada reza
yang berada di depan key.
Reza mulai bingung, apakah ia yang di maksud. “ saya pak?”
“ iya kamu, jawab nomer dua setelah jawabannya di kumpulin.”
“ tanpa melihat jawaban kamu di kertas !!”
SKAKMAT KAU REZA !!
Wajah Key langsung bersembunyi di balik tumpuan lengannya, ia tertawa keras di dalam hatinya, namun kali ini harus tahan terlebih dahulu sampai saatnya tiba ia akan memecahkan tawa itu untuk terhempas di udara.
“ Mampus...” suara reza terdengar sangat lemah dan penuh kepasrahan.
*
jangan lupa untuk like and comment. like dan comment kalian sangat berarti bagiku... :)