Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejahilan Quen pada pangeran Ke 2
Quen beserta rombongan, akhirnya sampai di istana. Quen pun mengambil beberapa barangnya dari istana pangeran Arya. Untuk dipindahkan ke istana pangeran winata.
"Akhirnya kamu kembali juga" ucap pangeran ke2.
"Kenapa???kangen ya? maaf ya sudah terlambat. Kita itu sudah cerai, jadi jangan harap aku menerima cintamu lagi."Kata Quen sambil mendongakkan kepalanya.
"Idih, siapa juga yang kangen. Aku berharap kamu itu dimakan harimau dihutan, biar gak kembali muncul dihadapanku lagi" Ejek pangeran ke2.
"Huhhhh, gini-gini aku pernah jadi permaisurimu. Walaupun tak di anggap. Tapi tenang saja, aku juga males melihat muka mesummu itu. Weeek" Ejek balik Quen.
"Aku jadi tidak sabar, melihatmu tersiksa oleh kekejaman kakakku. Kamu kan tidak punya Sopan, bahkan Arogan. Aku yakin kakak pasti akan menghukummu"Kata pangeran ke2.
"Aku tidak takut, Lagian aku akan menjadi permaisuri. Aku berada diatasmu. Dan kau wajib menghormatiku. Weeekk"Ejek Quen.
Quen pun pergi ke tempat tinggalnya dulu di istana pangeran kedua. meninggalkan pangeran ke2 yang masih kesal di persimpangan kolam.
Dikamar disaat para pengawal sedang memindahkan barang milik Quen. Dayang Sri yang melihat Quen cemberut pun menghampirinya.
"Nona, Apakah nona sedih karena meninggalkan tempat ini??"tanya dayang Sri.
"Mana ada aku sedih, aku malah bahagia. Cuman aku sedang berfikir untuk membalas Ejekan pangeran ke2. Mentang-mentang punya kakak. Mau menindasku"Jawab Quen.
"Jadi nona ingin melakukan apa??"tanya Dayang Sri.
"Aha, sini lakukan seperti ini (..&$@#....)"Bisik Quen pada dayang Sri.
"Nona, hamba takut nona. Nanti jika ketahuan"ucap dayang Sri.
"Tidak akan ketahuan, Asalkan kamu mengoda dan pintar bersandiwara. Tidak akan ketahuan. Bagaimana?"Bujuk Quen.
"Baik nona, hamba akan melakukan perintah nona"Ucap Dayang Sri.
Dayang Sri pun membawa Daun Bau permintaan Quen.Quen pun membukanya dan menutupnya kembali. Lalu Quen pun mengeluarkan obat kentut.
"Ini ramuan cipta'anku. Terkentut kentutlah kau pangeran ke2 hihiii" ucap lirih Quen.
"Nona, apakah ini tidak berlebihan??"Kata dayang Sri.
"Tenang saja, pangeran ke2 tidak akan kuracun, cuman ku bikin kentut terus. Dan dengan daun bau ini pasti badan pangeran ke2 Bau.Hehee."Ucap Quen.
Beberapa saat kemudian dayang Sri dan Quen bertindak. Terlihat para penjaga pintu tempat pangeran ke2.
Sepertinya disore hari pangeran ke2 sedang berkuda. Dan akan pulang untuk mandi dan makan.
Dayang Sri yang berdandan cantik serta sexi pura-pura terjatuh, di depan ruangan tempat pangeran ke2. Quen pun sembunyi.
"Aduhhhh, Sakit sekali. Tolonglah aku penjaga"Teriak dayang Sri.
Satu penjaga pun menghampiri dayang Sri, tapi satu penjaga masih menjaga tempat pangeran kedua. Dengan kode kedipan mata Quen. Dayang Sri pun merintih lagi.
"Aduh, aduh... kedua kakiku sakit."Rintih dayang Sri.
"Aku akan membantumu dayang"ucap penjaga 01.
"Mana bisa kamu saja, ajak kawanmu itu. Kawanmu bisa membantuku membawakan ini dan kamu bisa membopong aku, ke tempat puteri Quena"Pinta dayang Sri.
"Sini, bantu aku" penjaga 01 pun melambaikan tangannya ke penjaga 02. Mereka pun pergi mengantar dayang Sri.
Quen pun menyelinap masuk. Quen pun merendam daun bau ke bak mandi berisi air untuk mandi pangeran ke dua.
Lalu beberapa menit Quen pun mengeluarkan daun bau yang sudah diikatnya dengan benang. Menyembunyikan didalam kain. Tidak lupa Quen pun mengeluarkan ramuan kentut di arak pangeran ke2.
Rasain kamu pangeran ke 2, terkentut-kentut selama sebulan. Pasti kentutmu bau bangkai. Dan setelah mandi air rendaman daun bau. Bau kringatmu pasti menyengat. Ha ha ha, hanya mandi rendaman bunga melati yang bisa menyembuhkanmu.( Dalam hati Quen).
Quen pun langsung pergi sebelum para penjaga datang.
Tiada yang tau Quen menyelinap keruangan pangeran ke2. Sampai Akhirnya 2 penjaga kembali menjaga kamar pangeran ke2.
Saat pangeran ke2 datang Quen beserta rombongannya telah selesai memindahkan barangnya.
Saat mereka berpapasan dipintu.
"Jangan kembali lagi"Ucap Pangeran ke2.
"Cuih"Quen pun meludah ditanah dan menginjaknya. Lalu masuk ke kereta kuda. Lalu pergi ketempat Istana pangeran Winata.
lama tau kak nungguin anda