Zira harus pindah sekolah karena ulah Refan yang membuat sahabatnya menjauh darinya. Bukan karena ada paksaan tapi karena itu adalah pilihan yang tepat. setidaknya ia tidak akan berjumpa lagi dengan Refan cowok dingin dan kasar itu.
Setelah pindah Zira menjadi lebih tertutup dari sebelumnya dan tidak ingin bersahabat dengan siapapun lagi. Karena bukannya persahabatan harus didasari kepercayaan. Kecuali Deva cewek tomboi yang berhasil menjadi sahabat Zira satu-satunya.
7 tahun berlalu Zira kembali bertemu dengan Refan di waktu dan tempat yang tidak terduga. Dan mendadak orang tua Refan menjodohkan Zira dengan Refan. Sedangkan ibu Zira setuju dan meminta Zira berhenti kabur seperti dulu.
Apa yang akan terjadi dengan Refan dan Zira selanjutnya ?
IG @hanmiiie
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanny sun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertahun
Bertahun tahun berlalu refan sudah lulus s1 sekarang lagi melanjutkan s2 tekhnik informatikanya yang sudah hampir selesai. Refan juga sudah mengelola perusahaan orang tua nya. Kianu bekerja menjadi asisten pribadinya refan. Farel menjadi dokter rumah sakit besar di jakarta. Dan dimas sudah menjadi polisi.
Sedangkan kabar para wanita yang pernah jadi sahabat zira seperti sila yang sudah berkeluarga dan memilih menjadi guru di sma mereka dulu
“sayang kamu bisa jemput yuka, aku masih ada kelas nih, tidak enak kalau minta ganti guru lain lagi” sila
“aku masih ada pasien sayang” farel
“aku tidak mau tau. Kamu harus cari cara supaya anak aku tidak nunggu lama di sekolah” sila mematikan telepon
Fita sudah menjadi artis yang membintangi banyak film romance comedy.
“gimana kabarnya nih Princess asia nya kita” host tv
“alhamdulillah baik. Sekarang lagi buat proyek baru hihi tunggu in ya semua” fita
“waah kami sudah penasaran dan tidak sabar nih” host tv
“Oya banyak juga pemirsa yang penasaran dengan sahabat yang kamu cari dulu. Apa sekarang kalian sudah bertemu” sambung host tv
“sampai sekarang saya dan teman yang lain masih terus mencari keberadaannya. Walaupun sudah bertahun tahun kita tidak pernah sedikit pun menyerah dan melupakannya” fita
“apa yang ingin kamu sampaikan. Siapa tau dia lagi nonton” host tv
“nazira gue berharap saat ini lo nonton gue hiks..hiks i miss you dan please berhenti kabur dari kami. Lo ga salah tapi kenapa lo yang pergi. Kenapa dulu lo ga pernah marah dan seharusnya saat itu lo caci maki kami agar kami cepat sadar kami bukan sahabat yang baik. Banyak hal yang ingin aku ceritai ke lo jadi please kembali. Maaf kak jadi menangis begini” fita
“tidak apa, aku dan pemirsa yang lain bisa merasakan kesedihan kamu saat ini loh. Aku harap sahabat kamu itu bisa kembali secepatnya ya. Karna terhitung dari debut kamu saat itu sudah sangat lama” host sambil memberi tissu ke fita
Sedangkan tika menjadi jaksa penuntut.
“jadi menurut anda semua yang di katakan saksi tidak benar. maksud anda saat ini dia sedang berbohong? Tika
“iya. Dia sudah fitnah. Jadi dia yang seharus di hukum” terdakwa
“lalu bagai mana dengan bukti ini” tika senyum kemenangan melihat layar vidio yang di putar
Zira POV
“adek nya kakak” memeluk fero yang lagi asik nonton tv
“apa sih kak. Aku udah besar” berusaha melepaskan diri
“bagi gue lo tetap anak kecil” zira
“lo butuh perhatian dan kasih sayangkan. Makanya cari pacar” fero
Seketika zira terdiam dan ekspresi sedihnya ga bisa di tutupin. Lalu bang fandi datang.
“fero yang sopan dengan kakak mu” membentak fero
“maaf kak”menunduk
“gue ga butuh perhatian dan kasih sayang dari orang lain tau. Kan udah ada lo dan bang fendi yang selalu ada buat gue weeek” zira berlalu pergi ke kamarnya
“harusnya kamu senang lihat kakak mu kembali ceria” fandi
“fero ga bermaksud bang” fero merasa bersalah
“lain kali jangan gitu” mengambil remot dan menukarnya
“bukanya yang di bilang artis itu ka zira bang” fero
“sepertinya iya. Punya masalah apa zira sebenarnya sampai harus pindah sekolah segala " fandi
Di TK taman harapan terlihat mobil mahal berwarna hitam parkir.
“ooomm.. kianuuu” berlari memeluk
“yukaa cantik” kianu
“om refan mana om” yuka
“tuh ada di mobil” kianu sambil gendong yuka menuju mobil
Di dalam mobil
“kenapa asal jemput yuka om selalu di dalam mobil sih” ketus yuka
Refan hanya diam malas meladeni anak kecil.
“atau om takut mencair ya” yuka
“hahahaha” kianu tertawa dengan keras
“diam lo” refan menendang jok depan tempat kianu duduk
“yuka dapat dari mana kata kata itu” kianu
“om dimas yang bilang kalau om refan itu es batu” yuka
“lain kali walaupun orang dewasa yang bicara harus tetap di saring. Itu baru nama nya anak yang cerdas” ketus refan
“yuka cerdas tau. Buktinya yuka tanya papa mama dulu apa benar om itu es batu sebelum ambil kesimpulan” yuka menjelaskan dengan serius.
“terus papa mama jawab apa yuka” kianu penasaran
“udah jalan” refan
“gue bukan supir lo bro” kianu
“mau gue pecat” refan
“sorry bos” kianu yang langsung menyalahkan mesin mobilnya
“om kok jahat sih mau mecat om kianu. Pantesan mama papa tidak kasih yuka pulang bareng om kalau tidak ada om kianu. Karna mama takut kalau yuka jadi es batu juga” yuka
“hahaha pintar banget sih yuka” kianu
“terus papa mama kamu tidak cerita. Kalau aku sebenarnya tidak pernah mau jemput kamu. Bahkan melarang om kesayangan mu itu jemput kamu” refan menunjuk kianu
“hemm” yuka menggeleng
Refan membuang nafas panjang
“lain kali nuk kalau farel minta tolong ke lo jangan di ladeni. Kita juga banyak kerjaan” refan dengan wajah malas
“tapi kasian yuka kalau harus nunggu di sekolah sendiri bro” kianu
“itu bukan urusan gue”refan
“kalau dia di culik gimana” kianu meyakin kan refan
“bukan urusan gue” ketus refan
Yuka yang dari tadi melihat perdebatan om om nya itu secara bergantian
“aaaaaaa mama...papa...om refan jahaat hiks hiks” yuka menjerit
“yuka jangan nangis. Om refan tidak serius kok. tidak mungkin om refan tega biarin gadis cantik seperti yuka di culik orang jahat” kianu mencoba menenangkan yuka dengan terus menyetir
“aaaaaa yuka ga percaya hiks hiks. Om refan kan es batu yang ga punya hati seperti kata tante fita” yuka terus menangis
“sepertinya ini anak kebanyakan dengar kata kata yang tidak bagus” refan dengan wajah malas
“coba diamin bos. Nanti kita di kira menculik anak” kianu
“belok ke ice cream caffe aja nuk” refan yang tidak tau cara mendiamkan anak kecil
“kita mau ngapain kesana om” tangis yang mulai berhenti
“makan ice cream” refan
“yuka juga” yuka sambil menyeka air matanya
“iya” refan
“asyiiiiik” yuka ke girangan dengan tangis yang sudah berhenti
Refan hanya tersenyum melihat tingkah yuka yang membuat dia teringat dengan seseorang yang selalu menangis di sampingnya.
Di caffe terlihat yuka memakan ice cream nya dengan sangat senang.
“om refan mau yuka kenalin dengan kakak zi tidak "yuka
“enggak” refan
“kak zi cantik dan baik loh om” yuka meyakinkan
“ga penting” refan yang hanya menatap layar hp nya
Kianu yang baru kembali dari mengangkat teleponnya mendengar ocehan yuka
“kalau om refan tidak mau. Kenalin sama om aja” kianu
“ga cocok om” yuka
“jadi cewek cantik dan baik ga cocok sama om” kianu
“bukan om. Kak zi orang yang ceria dan lucu tapi yuka sering lihat kak zi nangis di taman belakang sendirian kalau yuka belum di jemput mama papa” yuka
“simpan aja. Aku tidak butuh orang cengeng” refan
“tapi om pande buat yuka tidak nangis lagi. Berarti om bisa buat kak zi tidak nangis juga” yuka
“kalau sudah selesai ayok pulang. Aku tunggu di mobil” refan berlalu pergi
“om refan kayak gitu karna lagi nunggu seseorang yuka” kianu
Yuka hanya mengangguk seakan akan mengerti dengan ucapan kianu.
Di kampus Nazira terlihat menyendiri di atap. Menatap ke langit dengan mendengarkan musik kesukaannya. Entah apa yang sedang di fikirkan nazira atau karena musik yang di dengar terlalu sedih hingga air mata menetes ke pipinya yang merah merona itu. Telepon nya pun berbunyi
“halo zi” suara di seberang telpn zira
“kenapa dev” zira
“lo dimana” deva
“atap kampus” zira
“ngapain sih lo sendirian di sana. Tunggu gue susul lo” deva langsung menutup telepon nya.