Mengagumi, mencintai tapi tidak bisa untuk dimiliki. Karena semua hanya dalam batas rasa yang kerap kali hadir disetiap ada kesempatan menyapa. Bersama melewati hari dan saling mensupport tanpa saling mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
Cinta? Inikah yang dinamakan tingkatan mencintai yang penuh dengan ketulusan? yang harus menerima dan melihat keberadaan orang yang disayangi, selalu bersama dan menjalani komunikasi tanpa saling mengungkapkan rasa yang telah bersemai bertahun lamanya. Diam dan hanya bisa terasa ketika mata saling beradu pandang, dengan desiran degupan halus terus mengimbangi perasaan. Tak bisa berkata-kata ketika rasa itu memuncak dan hanya bisa diabaikan dengan terus mengalihkan rasa dengan terus melakukan aktifitas tanpa henti.
Berharap tidak harus terbaca, namun gelisah hati nampak tatkala dia mulai berkomunikasi dengan pasangan sahnya. Cemburu? Pasti Iya..! Namun apalah daya jika semua hanya sebatas mengagumi bukan untuk memiliki :)
Namun ketika kesempatan memiliki itu ada, akankah masih bisa bertahan dengan komitmen yang hanya mengagumi bukan untuk memiliki? MEMBIJAKSANAI Rasa itu adalah yang lebih baik. Karena tingkatan mencintai yang paling hakiki adalah ketika melihat orang yang kau cintai berbahagia, meski tidak denganmu tapi selalu berdoa yang terbaik untuk kebahagiaannya.
Melelahkan..? Tentu saja iya..Karena hati yang terus berharap itu lebih melelahkan daripada kaki yang terus melangkah.
Jodoh Pasti Bertemu. Meski waktunya tidak cepat tapi pasti akan datang di waktu yang tepat.
Bagaimanakah kisahnya, ikutin terus setiap episodenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pagi yang Ceria
Telepon dari Rizky semalam rupanya masih berdampak pada sikap Diva pagi ini. Bangun pagi dengan masih tersungging senyum di bibirnya membuat Diva semangat untuk melakukan aktifitas hari ini. Sholat Subuh dua rakaat dan meluangkan waktu untuk mengaji adalah hal positif yang menjadi perubahan baik untuk menyambut pagi yang cerah ini.
Setelah melakukan hal positif itu Diva membuka jendela kamarnya, merasakan setiap hembusan angin masuk kedalam kamarnya. Diva memandang kearah jalan yang aktivitas orang-orang sekitar sudah terlihat. Dengan menopang dagu Diva terus memperhatikan mereka dengan lamunan yang terus menari-nari di kepalanya. Sesekali Diva tersenyum namun tetap dengan pemikirannya.
Ramainya kendaraan yang lalu lalang perlahan mulai memadati jalan. Bunyi klakson sontak membuyarkan lamunan Diva.
Waduh dah berapa lama yaa aku melamun? gumam Diva sambil tersenyum sendiri dan mulai mengatur tempat tidurnya, dan membersihkan ruangan yang ditempatinya itu.
Beberapa jam kemudian, Diva sudah mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kampus. Stelan T-Shirt berwarna pink dan Jeans berwarna biru membuat Diva hari ini terlihat mempesona. Dengan berpenampilan anggun dan sederhana itu Diva melangkahkan kakinya menuju kampus.
Divaaa....Divaaaa.....
Terdengar seseorang memanggil Diva, yang membuatnya harus menoleh kebelakang sebelum sampai didepan kelas.
"Yaa, ada apa Haikal, semangat sekali pagi ini memanggil namaku", tanya Diva
Setelah berhadapan dengan Diva, Haikal menghentikan langkahnya dan kembali menjelaskan dengan nafas masih tersengal-sengal.
"Ayo duduk dulu, dan atur nafasmu dengan baik setelah itu baru cerita", kata Diva menenangkan Haikal temannya itu. Sambil mengajaknya untuk duduk di taman depan kelas mereka.
"Iniii...aku mau cerita tentang pagelaran seni yang akan diadakan kampus dan aku ada saran bagaimana kalau kita mendaftarkan Adit untuk ikut acaranya". Kata Haikal
"Hmm maaf Adit bisa apa?", tanya Diva
"Dia bisa memainkan keyboard bahkan pernah mengikuti beberapa event penting loo", kata Haikal untuk meyakinkan.
"Ow yaa, baguslah kalau begitu, kita tidak perlu mencari orang lagi untuk mewakili mendaftarkan kelas kita", kata Diva lagi
"Eits tunggu dulu, tapi masak hanya pemain keyboard doank yang ada, harus ada penyanyinya donk biar seru", kata Haikal
"Bagaimana kalau kamu aja menjadi penyanyinya", kata Haikal lagi
"Ah jangan asal-asalan kamu Haikal, ini tuh pagelaran seni loo, yang akan dilihat oleh semua fakultas saat tampil nanti, kok aku sih yang jadi pilihan kamu, ntar malu-maluin kelas kita looo", jawab Diva untuk menepis keinginan Haikal
"Setidaknya kita punya perwakilan untuk ikut Divaa, terus suara kamu juga bagus kok, pernah menjuarai event juga kan?", kata Haikal lagi
"Haaach, kamu tahu darimana?, kaget Diva dibuatnya.
"Aaaada deeech, jawab Haikal dengan tingkah lucunya yang membuat Diva penasaran.
Disela-sela pembicaraan mereka datanglah Dewi sahabat Diva.
"Serius amat sih, bahas apa hayooo", tanya Dewi kepada kedua sahabatnya itu.
"Ahh malas deh ma kamu Wi, semalam ditelepon gak ada jawaban, telepon kamu tuh seperti mau nelpon Duta Besar yang harus antri dan sabar", kata Diva dengan kesalnya
"Maaf Diva, semalam tuh aku capek banget, makanya cepat tidurnya, HP aku pakai mode silent biar aku tidurnya nyenyak, ee bangun pagi aku lihat banyak panggilan dari kamu", jawab Dewi dengan rasa bersalah.
"Hmmm....", Diva hanya bergumam
"Ada apa sih sebenarnya", tanya Dewi
Diva hanya memandang Haikal dan Haikal pun mengerti sambil menggerutu.
"Yaa udah, nih berdua kalau sudah ketemu aku jadi diabaikan, yaa dah aku ke kelas dulu, ntar kalau sudah pembahasan masalah hatinya kita lanjutin lagi", kata Haikal sambil berdiri dan lalu meninggalkan Dewi dan Diva di taman itu.
jadi ikut terhanyut...
kata katanya sangat inspiratif👍👍