"Apa yang harus Aku lakukan? Aku sudah kabur dari kejaran Juragan untuk tidak menikah dengan Thomas. Tapi sekarang, Aku harus menikah dengan Tuan yang sama sekali Aku tidak kenal".
Adinda Rahma adalah Gadis belia yang sangat cantik juga pintar. Ia baru berusia delapan belas tahun. Diusia mudanya, Ia harus rela kehilangan kedua orangtuanya dan harus menanggung hutang Bapaknya dan harus menikah dengan Thomas. Saat pernikahan, Dinda kabur dan saat itu Ia meminta tolong pada Pria asing untuk membawanya pergi. Ia bahkan mengatakan rela melakukan apapun. Saat sudah dibawa pergi, Pria itu menagih janji Dinda dengan bersedianya Dinda menikah dengan Pria yang jauh lebih tua darinya. Karena tidak bisa melakukan apapun, akhirnya Dinda menerimanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Thomas
Berbeda dengan Adam dan Dinda yang sedang bahagia, ditempat lain di Puncak Bogor seorang pria muda tampan sedang mengamuk karena kehilangan wanita pujaannya.
"Bodoh Kalian semua! Sudah sepuluh hari mencari seorang Gadis saja tidak becus!". Thomas mengamuk kepada anak buah Papa nya karena tidak menemukan Dinda.
"Maaf Den Thomas, ada penduduk yang melihat Dinda masuk kedalam mobil mewah lalu pergi entah kemana". Ujar salah satu anak buahnya.
Thomas menghampirinya dan menarik kerahnya. "Cari pemilik mobil itu! Aku tidak perduli bagaimana pun caranya kalian harus menemukan Adinda!". Ancam Thomas.
"Jang, sudahlah, buat apa Kamu mencari gadis sialan itu lagi! Dia sudah membuat keluarga Kita malu. Dia kabur saat pernikahan kalian membuat keluarga kita diolok-olok". Ujar Juragan Arya pada Thomas.
"Karena itu Papa, Aku tidak akan membiarkan Dia bebas seenaknya setelah mempermalukan Kita! Aku harus balas dendam padanya!". Ujar Thomas dengan wajah yang sangat marah.
"Apa yang akan Kamu rencanakan?". Tanya Juragan Arya.
"Aku ingin membuat hidupnya menderita! Berani sekali Dia kabur dari genggamanku!". Thomas mengepalkan tangannya sangat kencang. Ia benar-benar tidak terima dengan apa yang Dinda lakukan padanya.
Visualisasi Thomas Arya
-------
Seperti biasa, dipagi hari setelah sholat subuh, Dinda pergi ke dapur sedangkan Adam pergi jogging atau ngegym diruang gymnya. Hari ini hari pertama Dinda membuat sarapan untuk keluarganya. Dibantu para Chef Dinda menyiapkan British breakfast untuk keluarga nya.
"Semoga Mereka suka dengan sarapan buatanku". Dinda berharap.
"Tenang saja Nona, apa yang Nona buat sudah enak". Ujar salah satu Chef.
Setelah membuat sarapan, Dinda pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Ia melihat kamar masih kosong pertanda Adam belum selesai ngegym. Dinda pergi ke kamar mandi lalu mandi. Setelah mandi, Ia pergi keruang ganti untuk berpakaian. Ia memilih rok payung motif bunga selutut dan kaos polos pendek berwarna putih dengan rambut diikat dan sedikit riasan tipis agar terlihat fresh. Setelah itu, Ia mempersiapkan pakaian kerja Adam. Dinda memilih satu setel Jas berwarna hitam. Setelah itu Ia keluar dari ruang ganti. Terlihat Adam yang sudah kembali duduk disofa merebahkan tubuhnya memejamkan mata dengan nafad yang tak beraturan.
"Mas sudah selesai olahraganya". Ujar Dinda.
Adam membuka matanya dan duduk tegak. Ia melihat penampilan Dinda sangat terpesona. Gadis yang sangat manis dan imut.
Astaga, Dia sangat cantik juga manis. Bagaimana Aku tidak jatuh cinta padanya. Ujar Adam dalam hati.
"Mas lelah ya?". Tanya Dinda. Dinda berjalan mengambil air minum untuk Adam dinakas dekat tempat tidur. "Minum dulu Mas". Dinda memberikan minum pada Adam.
Adam menerima dengan senang hati. "Terimakasih".
"Aku sudah menyiapkan pakaian untuk Mas. Aku ke dapur dulu ya mempersiapkan sarapan". Ujar Dinda.
"Dinda, tidak perlu Kamu melakukan itu. Sudah ada pekerja yang bertugas untuk melakukan itu semua". Ujar Adam.
"Maaf Mas, Aku bingung harus melakukan apa disini. Semua sudah ada yang mengerjakan. Aku merasa bosan tidak melakukan apa-apa". Ujar Dinda.
Adam hanya tersenyum. "Yasudah, Aku mau mandi dulu. Kamu duluan. Nanti setelah sarapan, Mas mau bicara sama Kamu". Adam beranjak berdiri.
"Oh iya Mas". Jawab Dinda bingung.
Adam berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap.
"Mas Adam mau bicara apa ya?". Dinda bertanya dalam hati.
Ia membuyarkan pertanyaan dalam fikirannya lalu pergi ke dapur mempersiapkan sarapan.
Saat sampai di meja makan, Dinda melihat semua sudah tertata rapi di meja makan.
"Yah telat deh mempersiapkan semuanya". Ujar Dinda kecewa.
"Pagi Sayang". Sapa Mama Nat.
Dinda membalikkan badan. "Ah Mama Nat. Pagi Mah". Dinda mencium tangan Mama Nat.
"Kenapa Kamu melamun seperti itu?". Tanya Mama Nat.
"Oh tidak Mah, Aku hanya ingin menata sarapan tapi sudah tertata rapi". Jawab Dinda.
"Yasudah Kamu duduk saja tunggu Papa juga Adam turun". Ujar Mama Nat.
"Iya Mah". Jawab Dinda.
Sepuluh menit berlalu, Papa juga Adam sudah terlihat menghampiri meja makan.
"Pagi". Sapa Adam.
"Pagi Sayang". Balas Mama Nat.
"Pagi Pah". Sapa Dinda berdiri lalu mencium tangan Papa Iel.
"Pagi Sayang". Balas Papa Iel tersenyum pada Dinda.
Mereka memulai makan. Sudah ada Sinta yang berdiri untuk melayani penghuni rumah.
"Hemmm rasa makanan ini berbeda dari biasanya". Ujar Adam.
"Iya, Mama juga merasakan ada yang beda". Timpal Mama Nat.
Dinda yang mendengar merasa khawatir. Ia takut para penghuni rumah tidak suka masakan Dinda.
"Sinta, siapa yang masak makanan ini?". Tanya Adam.
"Kenapa Tuan? Ada yang salah?". Tanya Sinta.
"Tidak. Hanya rasanya sedikit berbeda". Ujar Adam.
"Apa tidak enak?". Tanya Sinta.
"Justru sangat enak. Aku ingin tahu siapa yang masak". Ujar Adam.
Apa? Masakanku enak?. Ujar Dinda dalam hati.
"Iya. Rasanya berbeda. Yang ini sangat enak. Chef yang mana yang membuat?". Tanya Papa Iel.
"Kkhhhmmm yang membuat itu Nona Muda". Jawab Sinta.
"Hah?". Tanya semua.
"Dinda yang membuat?". Tanya Mama Nat.
"Betul Nyonya". Jawab Sinta.
"Wah, Dinda Mama tidak sangka Kamu pandai memasak. Ini sangat enak". Ujar Mama Nat.
Adam hanya tersenyum pada Dinda.
Setelah selesai makan, Adam membawa Dinda menuju kamar.
"Little, sini duduk". Adam meminta Dinda duduk di sofa.
"Ada apa Mas?". Tanya Dinda.
Adam mengambil sesuatu lalu memberikan pada Dinda.
"Apa ini Mas?". Tanya Dinda.
"Formulir pendaftaran Universitas impianmu". Ujar Adam yang memberikan fotmulir pendaftaran mahasiswa baru.
"Hah?". Tanya Dinda yang terkejut.
"Kenapa? Kamu tidak suka?". Tanya Adam.
"Bu... Bukan begitu Mas. Tapi Aku bingung. Punya uang dari mana untuk kuliah disini. Dinda tidak punya uang". Ujar Dinda polos.
Adam duduk disebelah Dinda. Ia menggenggam tangan Dinda. "Kamu lupa sudah memiliki Suami? Aku akan membiayai semuanya. Kamu hanya perlu belajar dan juga Les bahasa Inggris". Ujar Adam.
"Ta... Tapi, Aku tidak ingin merepotkan Mas". Ujar Dinda tidak enak.
"Siapa yang direpotkan? Mas justru bahagia. Kamu memiliki skill yang luar biasa dalam desain perhiasan. Kamu harus terus mengasah skill mu itu". Ujar Adam.
Dinda masih berfikir. Ia tidak enak dengan ini semua.
"Little, terimalah. Mas ingin Kamu memiliki masa depan yang cerah. Mas bahagia bisa menjadi jembatan untukmu meraih mimpi".
Dinda menatap mata Adam. Ia merasa terharu. Tanpa disadari, Dinda memeluk Adam. "Terimakasih Mas". Dinda memeluk erat tubuh Adam.
Adam hanya mengecup pipi Dinda. Setelah tersadar, Dinda melepas pelukannya. "Maaf Mas". Ujar Adinda canggung.
"Mas berangkat dulu. Kamu harus mengisi formulir itu. Ada dua yang satu form untuk kuliah, yang satu untuk Les bahasa Inggris. Harus diisi dua-duanya". Ujar Adam hendak berdiri.
"Iya Mas". Jawab Dinda.
Adam mendekat, tiba-tiba mengecup lembut bibir Dinda. Dinda terkejut mendorong tubuh Adam. "Ini sebagai hadiah karena sudah memasak makan enak untukku". Bisik Adam yang membuat Dinda tersipu malu.
Adam pun pergi keluar kamar dengan perasaan yang sangat bahagia. Sedangkan Dinda hanya mematung dengan wajah yang masih shock.
salam sehaat selaluu
salut nih sama authornya TOP👍👍👍👍👍👍
semangaaat thooor💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
ini novel yg ke tiga saya baca semua banyak kejutan...terima kasih thooor👏👏👏
semangaaat thooor💪💪💪💪💪💪
salam.sehat
muantaaab nih authornya bikin jantung mau copot hehehehehhe...TOP deh authornya 👏👏👏👏👏👏
semangaaat thooor❤❤❤❤❤
salam sehaat selaluu
semangaaat thooor 💪💪💪💪💪
salam sehat selalu
semangaaat thooor💪💪💪💪💪
salam sehaat selaluu