NovelToon NovelToon
Takdir Diantara Cahaya Dan Kegelapan

Takdir Diantara Cahaya Dan Kegelapan

Status: tamat
Genre:Kutukan / Identitas Tersembunyi / Spiritual / Diam-Diam Cinta / Iblis / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:214.2k
Nilai: 5
Nama Author: `AzizahNur`

Di dunia yang dikuasai oleh kultivasi dan roh pelindung, seorang putri lahir dengan kutukan mematikan—sentuhannya membawa kehancuran. Dibuang oleh keluarganya dan dikhianati tunangannya yang memilih saudara perempuannya, ia hidup dalam keterasingan, tanpa harapan.

Hingga suatu hari, ia bertemu dengan pria misterius yang tidak terpengaruh oleh kutukannya. Dengan bantuannya, ia mulai membangkitkan kekuatan sejatinya, menyempurnakan kultivasi yang selama ini terhalang, dan membangkitkan roh pelindungnya, **Serigala Bulan Biru**.

Namun, dunia tidak akan membiarkannya bangkit begitu saja. Penghinaan, kecemburuan, dan konspirasi semakin menjeratnya. Tunangan yang dulu membuangnya mulai menyesali keputusannya, sementara sekte-sekte kuat melihatnya sebagai ancaman.

Di tengah pengkhianatan dan perang antar kekuatan besar, hanya satu hal yang pasti: **Pria itu akan selalu berada di sisinya, bahkan jika ia harus menghancurkan dunia hanya untuknya**.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon `AzizahNur`, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Gadis dengan Mata Kosong

Pagi itu, sinar matahari jatuh dengan lembut di atas desa. Angin berembus pelan, menggoyangkan ranting-ranting pohon yang mulai menguning. Xiaolin sedang membantu warga menumbuk padi di lumbung, bekerja dalam diam seperti biasanya.

Di sudut lumbung, seorang gadis kecil berusia sekitar dua belas tahun mengintip dari balik tiang kayu. Matanya berbinar penuh rasa ingin tahu, sesekali ia menggigit bibirnya, ragu apakah harus mendekat atau tidak.

Namun, rasa penasaran akhirnya mengalahkan keraguannya.

Dengan langkah ringan, gadis itu berjalan mendekat, berdiri di samping Xiaolin yang sedang bekerja. Xiaolin menyadari kehadirannya, tapi dia tetap fokus pada pekerjaannya, berharap gadis itu akan pergi begitu saja.

Namun, gadis itu justru duduk di atas tumpukan karung beras dan menatap Xiaolin dengan ekspresi penuh minat.

"Jie-jie dari mana?" tanya gadis itu tiba-tiba, suaranya ceria dan jernih.

Xiaolin terdiam sejenak sebelum menjawab dengan suara datar. "Dari jauh."

"Sejauh apa?"

Xiaolin tidak menjawab, hanya terus menumbuk padi dalam ritme yang teratur.

Gadis itu, bukannya menyerah, justru tertawa kecil. "Jie-jie misterius sekali!" ujarnya sambil mengayunkan kakinya yang menggantung di atas tumpukan karung. "Namaku Xin Yu! Aku putri kepala desa!"

Xiaolin meliriknya sekilas. Gadis itu terlihat lugu dan polos, kontras dengan kehidupannya yang penuh penderitaan.

"Jie-jie namanya siapa?" tanya Xin Yu lagi, matanya berbinar penuh harapan.

Xiaolin menghela napas pelan sebelum menjawab. "Xiaolin."

"Xiaolin... Namanya bagus!" Xin Yu tersenyum lebar. "Jie-jie mau jadi temanku?"

Xiaolin menghentikan pekerjaannya sesaat. Kata ‘teman’ terasa asing baginya. Sudah lama sekali sejak seseorang mengajaknya berteman tanpa rasa takut atau curiga.

Namun, Xiaolin tahu dia tidak bisa mengizinkan dirinya terikat dengan siapa pun.

Maka, dia hanya berkata lirih, "Aku tidak butuh teman."

Ekspresi Xin Yu berubah sedikit kecewa, tetapi tidak putus asa. "Tidak apa-apa! Aku tetap akan sering bicara dengan Jie-jie!" katanya ceria. "Jie-jie pasti kesepian, kan?"

Xiaolin tidak menjawab, tapi matanya sedikit meredup.

Xin Yu, seakan tidak menyadari beratnya kata-kata itu bagi Xiaolin, kembali tersenyum. "Kalau Jie-jie butuh sesuatu, bilang saja padaku! Aku suka membantu!"

Tanpa menunggu jawaban, gadis kecil itu berlari pergi, meninggalkan Xiaolin yang masih berdiri diam.

Xiaolin menatap punggung kecil itu, hatinya diliputi perasaan aneh yang sulit dijelaskan.

Sejak kapan terakhir kali seseorang berbicara dengannya tanpa rasa takut?

Dan sejak kapan terakhir kali ada yang ingin menjadi temannya?

Xiaolin menggeleng pelan dan kembali menumbuk padi. Dia tidak bisa membiarkan dirinya lengah. Dia tidak boleh terikat dengan siapa pun.

Namun, entah mengapa, dia tahu Xin Yu akan kembali lagi besok.

____________________________________________________________

Malam itu, udara desa terasa lebih dingin dari biasanya. Xiaolin duduk di beranda kuil, memperhatikan cahaya lentera yang berpendar di kejauhan. Suara jangkrik dan gemerisik daun menjadi satu-satunya latar belakang keheningan yang mendalam.

Namun, samar-samar, ia mendengar suara bisikan dari beberapa warga yang berkumpul tak jauh dari sana.

"Ini sudah yang sekian kalinya..."

"Pengantin yang baru menikah... menghilang tanpa jejak..."

"Sama seperti yang sebelumnya. Pagi hari mereka baik-baik saja, tapi keesokan harinya, hanya kamar yang kosong yang tersisa."

Xiaolin menajamkan pendengarannya. Dia tidak bermaksud ikut campur, tetapi ada sesuatu dalam nada suara mereka yang membuatnya merasa ada kejanggalan.

"Kalian pikir ini perbuatan manusia atau..." salah satu pria berbisik ragu.

"Jangan bicara sembarangan!" seorang wanita buru-buru menegur. "Jangan sampai kita dikutuk juga!"

Kutukan? Xiaolin mengepalkan tangannya. Ia tidak percaya dengan mitos-mitos desa, tetapi jika ada pola dalam hilangnya para pengantin ini, maka ada sesuatu yang tidak beres.

Dia menutup matanya sejenak, mencoba mengabaikannya. Itu bukan urusannya.

Namun, jauh di dalam hatinya, dia tahu...

1
Pa Muhsid
udah bab ke 31 belum ada perubahan jalan ditempat
yetiku86
maturnuwun Thor🙏🙏🙏
semoga selalu sehat dan bahagia 🤲
yetiku86
sejujurnya aku bingung mau komentar seperti apa, endingnya itu bagiku berasa nano2.
tapi terimakasih kak author.... kau luar biasa👍👍👍
yetiku86
bahkan mereka menganggap ini sebuah hiburan, mereka semua memang pantas dimusnahkan. teman2 yg dipercayai pun ternyata mereka juga menginginkan kematian mu Xiaolin. jadi jgn salahkan dirimu bila takdir itu terulang kembali.
yetiku86
yah..... main curang.... ternyata para tetuanya semuanya pengecut.
yetiku86
ujiannya hampir sama dengan yg di menara langit, ayo Xiaolin..... kamu pasti bisa 💪💪💪💪
yetiku86
ya ampun....aku kira King Yue itu laki2 🤭🤦‍♀️
yetiku86
EH...????
yetiku86
pertanyaanmu tdk bermutu bang. 😔
yetiku86
aku ingetnya Xin Yu itu gadis 17 th bukan bocah laki2 🤔
yetiku86
coba masih anaknya yg jadi tumbal, pasti ngga bisa ngomong kaya gitu 😒
HartOhar
0Oo....perang roh.....
HartOhar
apa ini cerita alam roh ya, kok ada istilah rohboelindung🥱🤭
HartOhar
Thor, apa roh pelindung......apakah Qi???????.jarang bahkan baru ini dengar ada istilah roh pelindung, gak nyaman banget bunyinya....roh...
loica noncy
Karya yg luar biasa 👍😊
Oi Min
dianchox ancene si Xiaoyu yuyu kangkang
Oi Min
bangkit Xiaolin..... jgn memaafkan ato memberi mereka orang 2 yg mnyakiti mu kesempatan kedua ato apapun itu
Erna Masliana
kukira masih 12 udah 17 ternyata udah waktunya nikah
Jade Meamoure
rahasia ttg pengantin d bab terdahulu tk tersingkap itu ulan siapa krn pengantin k 11 hanya bilang Zhang Qiling abis tuh meledak trus habis dikit bingung
Jade Meamoure
ada yg tak beres 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!