NovelToon NovelToon
Introvert Racer And Coldnest Mafia

Introvert Racer And Coldnest Mafia

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:865.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: D and D

Diajeng Anindita Oliver, seorang gadis yang lulus kuliah diumur yang masih muda. Putri dari seorang pembalap legendaris dan model terkenal, yang di dalam dirinya mengalir kental darah seorang pembalap.

Mengorbankan masa depan nya demi keselamatan sahabatnya Mutia. Menikah dengan seorang mafia yang terkenal kejam dan dingin, tapi tidak di hadapannya.

Memiliki kepribadian introvert cenderung membuatnya tertutup dengan perasaannya pada siapapun, termasuk orang terdekat nya.

Akan kah Ajeng lebih terbuka, setelah menikah dengan Griffin seorang coldnest mafia? atau semakin membuatnya menutup dirinya dari dunia luar? Dan akan kah Griffin juga menghangat setelah mengenal Ajeng?

Yuks simak ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D and D, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Milikku, Hanya Milikku

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat. Waktu membantu menghapus segala memori dan kenangan buruk seseorang. Walau terkadang ada beberapa memori dan kenangan yang tak ingin dihapus oleh pemiliknya, kenangan manis misalnya😊, seperti suatu kebersamaan, ketika bercanda, dan tertawa.

Kini Ajeng tengah bersiap untuk mengakhiri kegiatan membosankan dalam hidupnya, yaitu kuliah. Benar, gadis itu memasuki ruang sidang skripsi. Berjalan dengan percaya diri, dan menjawab segala pertanyaan dalam sidang itu.

Ia akan memenuhi janjinya kepada sang Mommy untuk melanjutkan kuliah sampai ia lulus dengan hasil yang sempurna. Tapi ada satu yang ia ragukan, haruskah ia menjadi seperti perempuan lainnya, yang hidup dan bekerja sesuai genre atau jurusan yang diambil? Memikirkannya saja sudah membuatnya lelah.

Setelah menimbang segala kemungkinan, ia menetapkan akan bekerja sesuai jurusan yang diambil, tapi tetap mempertahankan hoby balapannya. Namun bedanya kali ini ia akan lebih ekstream, bila perlu dengan tambahan bumbu menantang maut, pasti seru pikirnya.

Hal pertama yang akan ia lakukan adalah meresmikan dirinya di perusahaan keluarganya.

Yah, walaupun kedua orang tuanya merupakan seorang pembalap dan mantan model, tapi mereka juga mengelola sebuah perusahaan yang berkembang pesat dalam dunia bisnis.

Sesuai dengan isi wasiat yang dibacakan Tam selaku pengacara keluarga nya, setelah lulus ia akan langsung mengelola dan mengurus perusahan. Dengan berbekal ilmu dari Daddynya ia merasa sangat optimis.

"Gimana Jeng? Lancar? Berhasil? Gimana-gimana?" tanya Mutia, dengan napas yang masih ngos-ngosan ia bertanya kepada sahabatnya. Ia berlari dari gerbang hingga ke ujung lorong di lantai atas, apa tidak habis napasnya.

Senyumnya mengembang, disertai anggukan cepat. "Iya" hanya satu kata, dengan arti yang begitu dalam.

" Ye.... kita masuk bareng, menjadi sahabat, belajar di kelas yang sama, wisuda bareng, dan segalanya di waktu yang sama, wuhhh... senangnya." Dipeluknya dengan erat sahabatnya, mengajaknya berputar layaknya anak kecil yang diberi hadiah. Sangat bahagia, bisa susah senang dengan sahabat kita sendiri.

"Mutia... malu ah." Ajeng melepaskan pelukan, merasa malu dengan tatapan orang sekitarnya, "Mut, kamu mau ikut kerja sama aku gak?" lanjutnya, bertanya pada Mutia dengan senyum lembut.

"Mau mau." Terimanya dengan anggukan cepat dan senyum yang menampakkan baris gigi rapi miliknya, layaknya senyum pepsodent.

"Ok, besok kita bertemu di cafe biasanya, jam 07.30, ingat, jangan telat." Ajeng mengakhiri perbincangan nya.

***

Negara N

Mansion

"Bos, minggu depan di pasar gelap akan ada penjualan besar-besaran dari Mafia Blood, pasalnya akan ada barang baru berupa gadis-gadis yang diperjualbelikan, baik itu untuk diambil oragan dalamnya atau dijual sebagai pemuas nafsu," tuturnya.

"Hm, dari mana Blood mendapatkan barang sebanyak itu? bukankah mereka sudah tidak mampu mencari para gadis setelah penyergapan dari pihak berwajib?" tangannya berhenti mengutak atik tab slim miliknya, kini tatapannya tak teralihkan dari asistennya itu. Tatapan mengintimidasi, meminta penjelasan lebih detail.

"Mereka mencari para gadis dari reintenir yang berada dibeberapa negara besar, termasuk negara A bos. Kabarnya mereka sudah bekerja sama dengan para reintenir itu dengan saling menguntungkan satu sama lain," jelasnya, tak dipedulikan tatapan intimidasi itu, karna itu sudah biasa menjadi makanan sehari-harinya, bahkan terkadang lebih menyeramkan dari pada itu.

"Kamu tau siapa saja yang akan diperjual belikan disana Lym?" tanyanya lagi.

yang benar saja bos, emang aku cenayang? Dukun? Penyihir gitu.?

Ingin sekali ia menjawab pertanyaan dari bos nya itu, tapi apalah daya ia masih menyayangi nyawanya.

Ting !

Aha.. sebuah ingatan muncul di pikirannya, beruntungnya ia bisa menjawab pertanyaan aneh itu. Diambilnya sebuah berkas dalam tasnya, dan menunjukkannya pada Griffin.

"Emm ada bos, tapi hanya satu yang saya ketahui, ini masih calon bos, tapi kemungkinan besar ia ikut andil menjadi bagian dari perdagangan minggu depan. Gadis itu adalah sahabat dekat dari nona Ajeng bos, orang tuanya terjerat hutang dengan salah satu reitenir besar di negara itu. Kabarnya hutang dengan reintenir itu belum pernah sama sekali terbayar, bahkan bunganya pun telah melebihi hutang nya. Gadis itu tidak mengetahui perjajian yang dibuat antara orang tuanya dan reintenir itu bos. Jadi bisa dipastikan isi dari perjanjian itu akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat bos," jelas Lym dengan sangat rinci.

Ujung bibir itu terangkat, menampakkan senyum liciknya. Entah apa yang direncanakan oleh bos mafia itu. Membuat bulu kuduk Lyman berdiri melihat ekspresi yang ditampilkan bosnya itu.

"Bagus, siapkan segalanya, minggu depan kita pergi, sangat disayangkan jika seorang mafia nomor 1 tidak ikut hadir menghargai usaha orang lain dalam membangun kesuksesan." Jarinya mengetuk meja dengan perlahan.

Bersiaplah sayang, dari awal pertemuan kita kau adalah milikku, hanya milikku.

Merasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan, Lyman membungkukkan badan dan pergi mengundurkan diri dari hadapan bosnya. Ia sudah tak sabar menikmati apa yang ia bayangkan. Berendam di air hangat, dengan aroma sabun yang menenangkan, bersantai menikmati malam yang indah, sebelum berganti siang yang sangat melelahkan.

Tak jauh beda dari Lyman, Griffin kini tengah menikmati hangatnya air yang merendam tubuhnya, dengan aroma memenangkan sabun yang ia gunakan. Memejamkan matanya sejenak, sebelum ia menyelesaikan ritual mandinya.

Tubuh nya terasa lebih ringan dan fresh setelah mandi. Dihempaskan dirinya di atas kasur empuk king size miliknya. Perlahan matanya terpejam menikmati desiran angin dari jendela kamar yang sengaja ia buka. Dan mulai masuk kedalam mimpi indahnya bersama gadisnya.

1
epifania rendo
lanjut
epifania rendo
semoga saja sella dan toni tidak seperti papanya
epifania rendo
siaap yang salah
epifania rendo
lanjut
epifania rendo
sella sma ansel
epifania rendo
syukurlah
epifania rendo
pengawal bayangannya lambat
epifania rendo
pengawal bayangan mana
epifania rendo
jangan melanggar ajeng
epifania rendo
terharu
epifania rendo
romantis bangat
epifania rendo
buka segel
epifania rendo
tunggu saja di jadikan perkedel sma griffin
epifania rendo
kasian ajeng di bohongi sama paman nya
epifania rendo
lanjut
epifania rendo
😄😄😄
epifania rendo
bucinkan griffin
epifania rendo
makin seruh
epifania rendo
sabar mutia
epifania rendo
mutia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!