Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.
Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.
Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.
Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...
Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Di Balik Dinding Istana
Pagi hari begitu cerah, setelah di guyur hujan semalaman. Terlihat indahnya sayap kupu-kupu yang berterbangan di taman belakang paviliun effgen. Aurora dan Mia memulai hari dengan berjalan-jalan melihat indahnya taman belakang paviliun.
"Mia, untung saja kita masih memiliki taman ini," tutur Aurora sangat bersyukur.
"Benar Tuan Putri, jika kita bosan di kamar, kita bisa keluar menikmati pemandangan ini," sahut Mia sambil berusaha menangkap kupu-kupu kecil yang terbang di sekitarnya.
"Tapi, ini dinding apa? tinggi sekali," heran Aurora yang melihat dinding pembatas taman.
"Iya, tinggi sekali!" Mia ikut takjub.
Tiba-tiba jatuhlah seseorang laki-laki dari dinding itu yang membuat Mia berteriak kencang.
"Aaaa,,,, penyusup!!! penjaga tolong ada penyusup!" teriak Mia tak terkendali.
"Mia tenanglah, jangan membuat keributan," kata Aurora sambil membungkam mulut Mia yang terlanjur berteriak kencang.
"Ampuni saya nona, mohon ampuni saya," sujud lelaki itu memohon ampun.
"Kau siapa? kenapa memanjat dinding dan masuk kemari?" tanya Aurora.
"Maafkan saya, Nona. Saya hanya penasaran apa yang ada di balik dinding ini, dan tak sengaja saya terjatuh," jawab lelaki itu ketakutan.
"Cepat kau keluar dari sini sebelum para penjaga menemukanmu," ujar Aurora menyelamatkan lelaki penyusup itu.
"Cepat, jangan diulangi lagi ya ..., atau kau akan ditangkap oleh prajurit istana," tambah Mia.
Lelaki itu pun memanjat dinding kembali untuk pulang.
*****
Keesokan harinya di kamar Aurora terdengar keributan yang berasal dari taman belakang paviliun.
"Tuan Putri, sepertinya dari pagi saya mendengar keributan dari belakang taman," kata Mia penasaran sambil menyisir dan menata rambut Aurora.
"Raja Endom memasuki paviliun effgen!!" tiba-tiba seru penjaga paviliun yang membuat Aurora dan Mia serentak langsung berdiri.
"Kenapa Yang Mulya Raja tiba-tiba kesini putri?" tanya Mia bingung merapikan baju Aurora.
"Entahlah Mia, ayo kita keluar kamar," cetus Aurora penasaran.
Mereka pun keluar kamar dan menyambut kedatanganku.
"Apa yang membawa Anda menuju kemari Yang Mulia?" tanya Aurora mulai basa basi.
"Sekarang aku ingin engkau melakukan sesuatu untukku," tuturku tanpa basa basi.
Ketika aku ingin menyampaikan tujuanku datang ke paviliun, tiba-tiba terdengar suara keras seperti benda jatuh bertubi-tubi dan keramaian di belakang istana.
"Ada apa di sana? kenapa ramai sekali?" tanyaku pada Aurora dan Mia.
"Yang Mulia, biar kami periksa terlebih dahulu," tegas Kai dan Ken yang selalu mengikuti kemanapun aku pergi.
Di belakang paviliun, Kai dan Ken menemukan beberapa orang desa yang sedang menyusup yang ingin melihat rahasia di balik dinding.
"Apa yang sedang kalian lakukan dan berani masuk kemari?!" Kai dan Ken menodongkan pedang ke arah para penyusup.
"Kenapa ini bisa terjadi? apa yang kalian inginkan?" tanyaku menghampiri penyusup-penyusup itu.
"Maafkan kami, Yang Mulia Raja," sahut mereka semua ketakutan.
"Kami hanya ingin tahu, apa benar ada seorang dewi yang sangat cantik di balik dinding ini Yang Mulia, karena banyak rumor yang beredar jikalau dewi cantik ada dalam istana," jelas salah satu penyusup.
"Apa kata kalian??!!!" aku mulai emosi atas pengakuan mereka.
"Tangkap mereka semua, dan masukkan dalam penjara!" perintahku.
"Hentikan!, turunkan pedang kalian!" perintah Aurora pada Ken dan Kai.
"Apa yang kau lakukan? cepat masuk ke kamarmu," perintahku merasa khawatir.
"Wahhhh, benar-benar dewi yang cantik sekali!!" kata-kata yang keluar dari mulut para penyusup itu.
"Kumohon jangan sakiti mereka, apa salah mereka?" tanya Aurora berusaha membela.
"Mereka telah menyusup dan masuk di area istana tanpa izin, dan itu namanya pelanggaran," jelasku.
"Meraka hanya ingin memastikan sesuatu, mereka tidak mencuri apapun, bagaimana bisa meraka akan dimasukkan penjara?" Aurora gigih membela mereka.
"Lalu, apakah kau yang akan menanggung hukuman untuk mereka?" mendekati Aurora yang melawan titahku.
"Baik, jika itu bisa menyelamatkan mereka aku tak masalah," terang Aurora tanpa takut sedikitpun.
"Kau ... benar-benar, ..." Aku pun menghela nafas panjang karena tak kuasa membantah apa yang dikatakan oleh Aurora.
"Kai ... Ken, bebaskan mereka semua dan peringatkan mereka," titahku pada mereka berdua.
"Dan kau Aurora, ikut denganku sekarang juga !" kataku menahan amarah.
***
Di kamar lain pavilun effgen aku memikirkan hukuman apa yang sesuai untuk gadis ini.
"Apa hukuman yang cocok untukmu?" Aku berjalan mondar mandir mencari ide.
"Baiklah, karena kau rela menggantikan dirimu sebagai hukuman, mulai hari ini setiap pagi, kau akan menjadi pelayan istana dan memasak di dapur istana bersama dayang lainnya.
"Apa?" sahut Aurora yang berdiri di depanku.
"Anda menyuruhku menjadi pelayan istana?" tanya Aurora lagi.
"Iya, bukankan kau bilang tak masalah," kataku memberi dia pelajaran.
"Baik, jika itu bisa membebaskan para penyusup itu pergi" Aurora menerima semua perkataanku.
"Statusmu mulai hari ini adalah pelayan atau dayang istana baru yang akan melayani keperluan istana," jelasku sambil berdiri di sampingnya menghadap berlawanan arah.
"Baik, saya akan lakukan apapun perintah Anda," sahut Aurora dan langsung meninggalkan ruang kamar begitu saja.
Semenjak pagi itu Aurora dan Mia bekerja sebagai dayang baru istana
******
Di area dapur istana, Aurora dan Mia merasa dirinya tak berguna karena tak mempunyai keahlian untuk memasak, sehingga mereka sering mendapat teguran dari kepala pelayan istana. Selain itu para pelayan lain ikut memarahi perilaku mereka yang sangat tidak kompeten dalam melakukan semua hal.
"Kenapa kalian berdua ditugaskan untuk memasak jika kalian mengupas bawang pun tak bisa?" amarah salah satu pelayan pada kami.
"Maafkan kami, kami akan belajar untuk mengupas lain kali," kata Mia memelas.
"Apa, lain kali?, apa yang kalian bicarakan?" tanya pelayan itu dengan emosi.
Akhirnya mereka berdua pun di suruh untuk mencari kayu bakar di hutan karena keahlian mereka dalam memasak sangatlah buruk.
******
Di dalam hutan yang lebat Aurora dan Mia berjalan dan mencari kayu bakar dengan membawa keranjang di punggung mereka.
Akan tetapi tiba-tiba ada angin yang sangat kencang mengakibatkan dahan pohon yang besar patah dan menjatuhi tubuh Aurora yang mengakibatkan Aurora pingsan serta kaki dan kepalanya berdarah.
"Tolong ... tolong ... tolong kami!!" Mia berteriak sekuat tenaga untuk mencari pertolongan.
Karena tidak satu pun orang yang datang, Mia memutuskan kembali ke istana dan meminta bantuan para prajurit untuk menyingkirkan dahan yang menimpa tubuh tuan putrinya itu.
"Tuan Putri bertahanlah!" tangis Mia melihat darah yang mengalir di dahi Aurora.
Aurora pun di bawa kembali ke istana dan mendapat pengobatan.
Kabar kecelakaan yang menimpa Aurora telah sampai padaku.
"Apa? Aurora tertimpa ranting pohon ketika mencari kayu bakar?!" tanpa sadar detik itupun aku langsung menghampiri Aurora karena khawatir dengan keadaannya.
BERSAMBUNG.....
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan