NovelToon NovelToon
Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:151.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Laylatul Jannah

Arini dituduh melakukan penganiyaan terhadap atasannya. Dipecat secara tidak hormat hingga nyaris membuatnya dipenjara.

Seolah takdir buruk itu belum cukup untuknya. Ia harus menikahi lelaki yang terang-terangan mencintai wanita lain tapi mengambil keuntungan darinya.

Akankah takdir baik menghampiri kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laylatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Teman Lama

Setelah menunaikan sembahyang 'isya, aku membaca surat yasin sampai 3 kali khatam. Teringat nasehat seorang ustaz, beliau sering mengatakan, jika hati sedang merasa kesusahan atau pikiran kacau maka membaca surat Yasin bisa menjadi salah satu penawarnya, dan alhamdulillah dengan izin Allah perkataan beliau memang benar.

Aku menatap nanar bulan sabit dari balik tirai jendela kamarku. Semburat cahayanya yang hampir tertutup oleh awan seakan menggambarkan isi hatiku. Beberapa kali —tidak, saat ini bibirku tak berhenti berucap istirqfar, berharap Allah menghilangkan semua kesedihan yang saat ini sedang ku rasakan.

*****

Pagi ini aku terbangun dengan mata sembab dan bengkak. Ketika menyisir rambut, tanpa sengaja tatapanku tertumpu pada cincin permata putih yang Riski lingkarkan semalam, di jari manisku. Tanpa pikir panjang, aku melepaskan benda mahal itu lalu menyimpannya di laci nakas.

Pura-pura bertunangan dengan Riski adalah mimpi buruk yang akan mengisi hari-hariku mulai saat ini.

Aku menuju pekarangan depan rumah. Mencari kesibukan sekedar untuk melerai sedikit beban saat ini. Terlihat beberapa tanaman hias mulai layu karena tak tersiram selama Bi Ijah tidak ada. Ternyata aku gadis pemalas, bisa-bisanya membiarkan tanaman cantik ini layu kekeringan. Padahal saat baru membelinya, aku begitu antusias.

Setelah menyiram semua tanaman tersebut dan membersihkan rumput beserta sampah yang berserakan, aku beranjak ke dalam hendak membersihkan kaki, tangan dan badan yang kotor. Tiba-tiba saja suara mobil yang berhenti tepat di depan pintu pagar membuatku menoleh ke arah suara.

Aku kaget, seorang lelaki melambai kearahku dari balik jendela kemudi. Lelaki itu Dion, orang yang sempat aku kenalkan kepada Ayah sebagai teman dekat semasa kuliah dulu. Ah! Mengingat kekonyolan waktu itu, tiba-tiba saja membuatku malu pada diri sendiri.

Aku menghampiri pintu gerbang yang terbuat dari besi dengan cat hitam, lalu membukanya, mempersilahkan mobil lelaki itu masuk dan parkir di halaman.

Dion keluar dengan menjinjing sesuatu, "Bi Ijah mana? Kok gak kelihatan." tanyanya sambil pandangannya menyisir sekitar.

Aku tersenyum, "Ia balik kampung beberapa hari yang lalu, mungkin esok akan pulang."

Pria itu mengangguk pelan lantas masuk ke dalam mengikutiku. Setelah mempersilahkan ia duduk, aku izin kebelakang untuk membersihkan diri lalu kembali dengan dua cangkir teh hangat.

"Maaf, kopinya habis jadi aku bikinin teh aja!" ucapku sambil meletakkan secangkir teh di atas meja tepat di hadapannya.

"Terima kasih, Rin! Oa, ini ...." ucapnya sambil menunjuk barang yang ia bawa. "Ini titipan dari mama,"

Aku mengernyid dahi menatap bungkusan coklat tersebut lalu meraihnya.

"Apa ini?"

"Buka aja, katanya untuk calon menantu." Dion tertawa jahil ke arahku sambil mengedip mata.

Aku menghela nafas sambil menatapnya kesal. Ia memang tidak pernah berubah. Dari dulu ia selalu berkata begitu sampai-sampai aku berfikir ia menyukaiku.

Awas kamu, Dion! Batinku.

"Tante Diana, apa kabar?" tanyaku sambil membuka bungkusan yang ia bawakan. Lalu tersenyum sumringah mendapati bolu gulung buatan mamanya yang menjadi favoritku sejak kuliah bahkan hingga sekarang.

"Mama Alhamdulillah sehat. Oa, Mamamu bagaimana?"

"Mamaku juga sehat." jawabku sambil mencubit salah satu sisi cake bolu gulung. Aromanya yang khas membuatku beberapa kali menelan ludah.

"Oa, kamu pasti belum makan siang, kan?"

Aku yang sedang menyuap potongan cake, menoleh ke arahnya. Sejenak bergeming. Pertanyaannya barusan lagi-lagi membuatku senang. Tampak lelaki itu menunggu jawaban sambil menatapku dengan alis di naikkan sebelah.

"Ya sudah, cepat siap-siap sana, aku akan mengajakmu makan siang diluar."

"Di traktirkan,"

"Ia, cepat sana, ganti baju."

****

Setelah memesan beberapa menu, aku dan Dion saling bercerita tentang kenangan semasa kuliah dulu. Sesekali ia tertawa lepas begitu juga dengan diriku, sampai-sampai beberapa pengunjung lain melihat kearah kami dengan tatapan aneh.

Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, pramusaji datang membawa pesanan kami.

"Terima kasih, Mba!" ucap lelaki itu pada pramusaji dengan sopan.

Aku terpana sejenak dengan sikap Dion. Dion yang menyadarinya mengernyitkan dahi menatapku, sehingga kami untuk beberapa saat saling beradu tatapan.

"Aku memang sangat tampan, tapi tidak perlu juga kamu menatapku seperti itu. Takut tau!" ucapnya sambil menyendok makanan pesanannya.

Aku memicingkan mata sambil membuang muka, sementara lelaki itu tertawa terkekeh.

"Ck, kepedean." gumamku yang nyaris tak terdengar olehnya.

Setelah ritual makan siang selesai, Dion mengajakku untuk jalan-jalan keliling kota. Katanya ia sedang liburan beberapa hari disini sebelum balik lagi ke Jakarta. Kedua orang tua dan keluarganya tinggal di sana.

Dion menyetir mobil membelah jalanan yang macet hingga kami tiba di suatu tempat perbelanjaan. Setelah memarkir mobil di lantai empat, kami menuruni lift untuk turun ke lantai 2. Katanya, lelaki itu mau mengunjungi seseorang.

Dion melambai tangan sambil memanggil dengan sebutan 'Bro', sementara aku sibuk melihat barang-barang yang kami temui sepanjang koridor mall hingga tidak memerhatikan siapa yang akan Dion temui. Lagi lupa aku tidak peduli dia mau bertemu siapa.

"Hei Bro, Apa kabar?" tanya Dion pada temannya.

"Seperti yang Lo liat, gue baik."

Aku terhenyak mendengar suara yang tidak asing di telingaku, lalu menoleh pada pemilik suara khas tersebut dengan mata melebar. Jadi orang yang akan ditemui oleh Dion adalah Riski? Aku nyaris memilih kabur.

"Oa, kenalin ini temen aku, Rini Velancia!" ucap Dion sambil melihatku dengan ujung matanya.

Riski menyodorkan tangan kearahku, lelaki itu bersikap seolah ia tidak mengenalku sama sekali. Beberapa saat aku menatap tangannya lalu menjabat seolah kami baru saja berkenalan. "Riski" ucapanya, dan aku menjawab, "Rini".

Netraku membidik jemari kiri Riski, sama sepertiku, lelaki itu juga telah melepas cincin yang aku sematkan semalam. Aku tersenyum kecut sambil membuang muka. Dion yang sepertinya memperhatikan gerak gerikku, menatapku dengan alis bertautan, seakan ada sesuatu yang ingin ia pertanyakan.

Riski mengajak kami untuk bersantai di salah satu Coffee Shop yang terkesan sedikit mewah. Setelah memesan 3 cangkir kopi dengan beberapa cemilan, Riski memilih meja paling sudut untuk kami tempati. Dari balik dinding yang terbuat dari material kaca bening, aku bisa menyaksikan pemandangan yang di suguhkan kota, terlihat jalan raya yang mengecil dan mobil-mobil seperti se ekor semut.

"Jadi Ini pacar baru kamu, Yon?" tanya Riski, ia bahkah menatapku seperti seorang tersangka.

Dion tertawa sambil menatap kearahku,"Coba tanya langsung sama Rini!" Jawab Dion sambil menautkan alis.

Merasa terjebak di antara mereka, aku berniat untuk pulang saja. Aku membuka aplikasi Grap lantas memesan mobil untuk rute pulang.

"Maaf, aku harus pamit. Ada hal yang harus aku selesaikan." ucapku berdalih, sambil bangkit dan menyambar tas.

"Aku antar," tawar Riski, lalu ia bangkit.

"Gak usah, aku sudah pesan taksi online." Aku melangkah meninggalkan mereka.

Terdengar dari belakang salah satu dari mereka mencoba mengejarku. Namun aku tak berniat untuk menoleh atau bertanya, melihat wajah Riski membuat aku kembali kalut.

"Aku tau, kamu tidak punya kegiatan untuk di selesaikan." ucap Riski yang berhasil mengejarku. Saat ini kami berjalan beriringan.

"Dion itu pacar kamu?" tanyanya lagi.

"Bukan urusan Bapak!" jawabku dengan penuh penekanan.

Mendengar jawabanku, Riski menghentikan langkah dengan menarik tanganku, matanya melebar menatap wajahku, seakan ia ingin menelan hidup-hidup.

"Kamu lupa sama perjanjian kita! Jaga sikap!"

"Lepaskan tangan saya, Cepat!" ucapku sambil berteriak, beberapa orang yang kebetulan ada di sekitar kami spontan saja menoleh sambil berbisik.

Riski membidik jemari tangan kiriku,"Mana cincin mu?"

"Sudah aku lepas, sama seperti Bapak!"

Bersambung ....

1
Remince Silalahi
iiiiihhh itu arini bodo ato buta tuli dll sdh dihianiti di fitnah kdrt masih aj berbunga2 hati cuma ramuan sedikit g kls
Remince Silalahi
usirlah semua yg menjadi bokicot itu rini
Remince Silalahi: 💪😍👍🤣😍😍😍😍😍😍👍👍👍
total 1 replies
Hap£!π
endingnya krg greget thor
gmn kbr keluargga galuh
Hap£!π
kok ak deg2an ya thor bacanya
Hap£!π
baru nemu thor
😘
jejak dlu
halutiaphari
semangat💪
TK
lanjut 👍
Hannah
Makasi sudah mampir..hehe
♋Ichageul💞
Hai kemana aja baru up lagi? semangat terus ya
Vanni Maulida
arini terlalu bodoh
halutiaphari
Apa cuma aku ya yang merasa kesal sama sikapnya Riski , dia terlalu plin-plan. Seharusnya jika mencintai Arini tidak perlu main kasar terlebih lagi main tangan.

Maaf ya author, aku jadi ikutan kesel sama Riski 🙏
TK
lanjut
NinLugas
kk aq hdr jgn lp mmpir balik ka
Hannah: makasi ya.
ia..🤗
total 1 replies
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Datang lagi memberikan like nya. Maaf telat berkunjung, Tapi saya selalu mendukung karya Kakak. Mari saling mendukung, ditunggu Feedback nya selalu. Terimakasih.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Rini Rahma
kak, jangn konflik terus nah. kasih arini dan riski bahagia gitu
Hannah: ia, Dek.
makasi y tuk masukannya.
ini rencana mau kk endingkan jdi kk buat konflik dulu sebelum berakhir
total 1 replies
♋Ichageul💞
Ayo tetap semangat dong. Banyak kok yang nunggu kelanjutan kisah Arini dan Risky💪
Hannah: Makasi, Kak
total 1 replies
Kohaku
First
TK
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!