NovelToon NovelToon
Bukan, Pengantin Yang Tak Dirindukan

Bukan, Pengantin Yang Tak Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda
Popularitas:761.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fakrullah

Bebas promosi!
Bukan, Pengantin yang tak Dirindukan.


Dicintai, atau mencintai. Mana yang akan kamu pilih? Jika Winda memilih untuk mencintai, berharap sosok yang dicintai balik mencintai. Namun, sayang. Harapan tidak sesuai kenyataan.


Kepahitan harus diterima. Kala orang yg terlihat benar berjuang. Nyatanya, hanya tipu muslihat semata.

Lantas, apa yang akan terjadi? Penasaran, yuk kita simak kisah selengkapnya!


Happy reading!

IG: @fakhiral2013

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fakrullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiriman Bunga, lagi?

Tiga cangkir kopi berjejer di atas nampan yang dibawa Winda. Satu cangkir Espresso pesanan Ferry. Dua cangkir Macchiato milik Winda dan Tasya. Tasya sendiri membawa nampan yang berisi beberapa kue di atasnya. Bagel,

Croissant, dan Donat. Mengikuti arah jalan Winda dari belakang.

“Mba Winda!” seru seseorang dari belakang. Mendengar namanya dipanggil. Winda yang sedang menuju ke arah meja Ferry, lantas berhenti. Menoleh ke asal suara.

“Mina,” lirihnya setengah bergumam. Aminah menghampiri dengan raut sumringah.

“Kiriman bunga.” Sodornya ke arah Winda. Tidak menerima. Winda mengangkat sedikit tinggi nampan yang ada di tangannya.

“Bukannya nggak mau nerima. Sekarang tangan saya penuh loh,” tunjuknya kepada Aminah.

“Oya, Mba, maaf.” Amina menunduk sebentar. Tersenyum tak enak, “kalau gitu saya bawa bunga ini ke ruangan, Mba Winda saja ya. Permisi.” Aminah kembali membungkuk. Winda menganggukkan kepala. Tidak ingin ada banyak tanya. Padahal setelah ini pasti akan ada seribu tanya. Tasya melihatnya. Dan sudah pasti gadis bertubuh gempal itu akan mencecarnya dengan seribu pertanyaan.

Benar saja. dari tatapannya Tasya seperti meminta penjelasan.  Winda berbalik, pura-pura tidak tahu. Melanjutkan langkah menghampiri Ferry yang sedari tadi ‘mungkin’ sedang menunggunya.

“Maaf lama.” Winda meletakkan nampan di atas meja. Mengangkat cangkir Espresso. Menyodorkannya ke pada Ferry. Setelah itu Winda kembali mengambil dua cangkir Macchiato. Meletakkan satu di depan Tasya, dan satunya lagi di depannya.

Winda kemudian beralih kepada nampan berisi kue yang dibawa Tasya. Mengaturnya di atas meja. Melingkar, tepat di depan Ferry.

“Santai aja.” Ferry mengulas senyuman. Memamerkan deretan gigi rapi, putih miliknya. Winda membalas dengan senyum kaku. Tasya sumringah.

“Silakan, Tuan. Kue-kue di sini dijamin enak,” kata Tasya.

“Saya sudah tau,” sambut Ferry. Mengangkat cangkir. Mendekatkan ke arah bibir. Menyesap Espresso nya. Tasya menaikkan sebelas alis dengan raut muka menuntut jawaban. Ferry mengerti, “kebetulan saya pelanggan tetap di caffe ini. Bisa dibilang hampir setiap hari saya menyempatkan waktu datang ke sini.” Ferry meletakkan kembali cangkir yang masih menyisakan setengah Espresso miliknya.

Tasya semakin mengernyit. Menoleh ke arah Winda. Dari sorot matanya. Lagi-lagi seperti menuntut jawaban. Winda mengedikkan bahunya. Tasya merengut kesal. Dalam hati gadis bertubuh gempal itu. Pura-pura tidak tau. padahal tau. sialan  si Winda, punya pelanggan cakep dan tajir gini bukannya didekatin. Tapi malah dianggurin.

“Kalian tidak minum?” Ferry melirik ke arah Tasya. Sebentar. Kemudian mengalihkan pandangannya kepada Winda.

Gugup. Winda mengambil cangkir yang berisi Macchiato miliknya. Menyesapnya.

“Eh, iya. Sampai lupa,” kata Tasya, yang juga mengambil cangkir berisi Macchiato miliknya. Menyesapnya sedikit. Lalu kembali meletakkan di meja. “Anda juga, Tuan, dimakan kuenya,” tawar Tasya sambil menunjuk ke arah meja.

“Tidak perlu terlalu formal. Santai saja. Panggil aku, Ferry. Kamu?” Ferry menaikkan sebelah alisnya. Menunggu jawaban setelah tadi memperkenalkan dirinya.

“Tasya.” Tasya mengulurkan tangannya. Ferry menyambutnya. “Dan ini teman saya. Sekaligus Manager utama di caffe ini. Namanya, Winda.” Tasya menunjuk ke arah Winda. Winda membelalakkan mata. Ferry tersenyum.

“Kalau dia saya sudah tau. Kemarin di depan caffe kita sudah berkenalan,” kata Ferry. Kalimat tersebut membuat Winda semakin membelalakkan matanya. Pun dengan Tasya yang kembali menoleh ke arah Winda. Menuntut jawaban.

***

“Winda . . . jelasin!” Tasya melipat kedua tangan di dada. Menatap lurus ke arah Winda yang sedang duduk di kursi panasnya. Begitu banyak kejadian hari ini. Dari kiriman bunga hingga tentang Ferry yang ternyata sudah kenal lebih dulu dengan Winda. Namun, gadis itu sama sekali tidak pernah menceritakan apapun tentang sosok Ferry. Padahal menurut Tasya, Ferry itu perfect. Tampan, dan tajir.

Menatap malas. Winda menyandarkan tubuh di kursi kebanggaannya. Memijat pelipisnya. Enggan membahas rentetan pertanyaan yang Tasya ajukan.

“Kepalaku pusing,” kata Winda.

“Pusing mikirin begitu banyak lelaki yang mendekatimu?” sarkas Tasya. Winda melotot.

“Ck, apaan sih!” semakin malas. Winda menoleh ke arah lain.

Tasya bangkit dari duduknya. Menghampiri meja kerja Winda. Meraih buket bunga yang tadi Aminah letak di sana. Tasya melihat ada dua batang coklat silverqueen yang terselip di antara tatanan tumpukan mawar tersebut. Serta sebuah kartu?

Tasya membukanya.

Tidak pernah terbesit bisa mencinta dalam sekejap. Hanya pada pandangan pertama. Senyum lugumu, sorot mata polosmu, suara lembutmu. Menggugat hati, merasuk ke dalam jiwa. Taukah kamu seberapa besar aku mencinta? Tidak bisa di ukur. Seperti langit dan bumi yang sampai kapanpun tidak akan pernah dapat terukur.

Dari aku yang mencintaimu.

“Puffftt . . . hahahahaha.” Tergelak. Tasya tertawa terbahak-bahak setelah membaca setiap bait yang dituliskan di atas kertas kartu ucapan tersebut. Kepalanya menggeleng, matanya melirik ke arah Winda. “Berat,” ucapnya, yang kemudian kembali meletakkan buket bunga tersebut di atas meja kerja Winda. Mengambil dua buah coklat. Menyodorkan satu untuk Winda.

“Nggak, makasih.” Winda menolak. Menatap malas pada coklat tersebut. Kemudian beralh kepada Tasya yang sudah menarik pita merah yang melingkar di badan coklat. Membuka bungkusnya. Melahap isinya.

“Enak,” kata Tasya. Menunjukkan coklat di depan Winda. Winda kembali mengempaskan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya.

“Sejak kapan kamu mendapatkan kiriman seperti ini?” tanya Tasya sembari terus memakan coklatnya.

“Satu bulan yang lalu,”jawab Winda malas.

“Lalu, Ferry. Kapan kalian berdua berkenalan?”

“Satu bulan yang lalu.” Winda kembali menjawab dengan kalimat yang sama.

Mendengar hal tersebut. Tiba-tiba saja sekelebat perkiraan mampir di benak Tasya. Menghentikkan kunyahannya. Menatap lekat wajah sahabatnya.

“Kenapa bisa pas seperti itu? jangan-jangan—“ Tasya tidak meneruskan kalimatnya. Matanya melotot ke arah Winda. "Mungkinkah?"

TBC.

1
Rintik Hujan
kak apa kabar???kok hilang tanpa jejak😔 perlu sayembara 250juta kah buat nemuin kakak??😩😩aku kangen ceritanya kak
Fakrullah (@fakhiral2013): Hei... lucu amai kamu😆 Aku di sini nggak ke mana-mana kok. Wait aku lanjutin sampek selesai, dan rencananya perjalanan pernikahan Winda bakalan aku terbitin ke buku baru, biar lebih fresh

hahahha
total 1 replies
Rintik Hujan
kok belum kelihatan hilalnya ini kak🥺🥺
👩 [ nia ]
kukira bakal nikah sma si Ardish
Rintik Hujan
Tolong Rajin² up kak🙏🙏
Yayoek Rahayu
Dedy ternyata seorang pengecut,tp bagus sebelum terjadi pernikahan yg akan membuat Winda merana.
Rintik Hujan
Terimakasih sudah up kak🤗 sehat selalu🤍🤍
Fakrullah (@fakhiral2013): Sama-sama... terima kasih juga untukmu karena sudah setia mengikuti cerita ini yang sudah beberapa tahun tapi masih belum rampung🥰/Rose//Pray/
total 1 replies
Yayoek Rahayu
Reno orang baik,semoga bisa memberikan kebahagiaan buat Winda.
Fakrullah (@fakhiral2013): Makasih, Kak... aku udah update untuk dua hari ke depan, dan mungkin akan memasuki bab-bab terakhir. Selamat berlibur juga buat Kakak sekeluarga ya, stay safe selalu mengingat belakangan banyak banget musibah yang sedang melanda negeri kita tercinta ini
total 3 replies
Rintik Hujan
kak,, updatenya berapa bulan sekali??😩😩sedih, nunggunya lama bgt🥺
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
3 Afanty
thor please jangan kelamaan ya episode selanjutnya..🙏🥰🥰
3 Afanty
alhamdulillah..
sudah sekian lamanya, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun.. akhirnya bisa lanjut lgi alur ceritanya.
aq suka banget ceritanya .
please thor.. episode berikutnya jangan kelamaan..🙏❤️❤️
Atun Atun
semoga Winda bisa menerima dengan lapang dada ya jangan membenci kakamu atau mantan suaminya, semoga aja Dedy menyesal telah mempermain kan hubungan dan buktikan jika kamu bisa bahagia meskipun dengan duda,kirain bakalan sama ardish
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
duuuhh c winda jgn sampe jadi benci sama nissay thor
Yayoek Rahayu
oallah, kirain Adish yg jadi juru selamatnya.
ternyata Reno.mantan suami Maya, kalo gak salah.
Yayoek Rahayu: tetap semangat berkarya kak...
total 2 replies
Fakrullah (@fakhiral2013)
Maybe🤔
Fakrullah (@fakhiral2013)
😂😂😂 Maafkeun, Kak🙏
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡: ga enak atuh🤭
total 4 replies
Yayoek Rahayu
dedy bulan pria yg baik.
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
mesti baca dari awal lagi, dah lupa alurnya 🤭
Desember
lanjut dong kk
Fastabiqul Khairat
Haris Vrizha
Winda sari
Mana lanjutannya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!