Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Perceraian antara kedua orangtuanya membuat Argantara tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya. bagaikan air dan minyak yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ikuti kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar dari kakek
"Arga, sebelum pernikahan kita berlangsung, tolong kamu kasih saya satu alasan kenapa kamu bersedia menikahi saya? dan satu lagi, bagaimana bisa kamu tau soal hutang keluargaku?" tanya Kinara saat mereka sudah dijalan pulang dari rumah Bu Hamida.
Setelah kejadian kemarin, Kinara memang sudah memutuskan untuk tinggal sendiri di tempat kostnya dulu.
"Tidak perlu alasan untuk aku menikahi kamu" balas Arga dan kembali fokus pada makanannya. ya, keduanya saat ini sedang singgah dirumah makan karna memang pagi tadi belum sempat sarapan sebelum pergi ke rumah Bu Hamida.
"Gak bisa kayak begitu, Arga. tolong berikan saya satu alasan saja kenapa kamu mau menikahi saya?" tanya Kinara yang masih memaksa
"Tidak usah banyak bertanya, lebih baik kamu diam dan makanlah. suatu saat nanti kamu akan tau jawabannya tanpa aku menjawab sekalipun"
"Dan soal hutang, maaf kemarin aku gak sengaja dengar waktu kamu ditelfon sama ibumu. maaf kalo aku lancang"
"Cepat habiskan makanannya, setelah ini aku masih ada urusan"
Kinara tak menjawab apapun, perempuan itu hanya membuang nafasnya lalu menikmati makanan yang sudah Arga pesankan untuknya.
beberapa menit berlalu, Arga mengantarkan Kinara pulang ke tempat kost, lalu pria itu langsung pergi begitu saja karna memang ada urusan penting yang harus Arga lakukan. beberapa saat yang lalu ada pesan masuk dari Keenan.
"Aku pergi dulu, kamu baik-baik dirumah ya" kata Arga sebelum pergi dari sana.
Kinara hanya mengangguk lalu memperhatikan calon suami kecilnya yang sudah kembali melajukan motornya. entah kemana Arga akan pergi, biarpun sedikit penasaran Kinara memilih untuk tidak bertanya.
"Mau kemana dia? ini kan hari libur" gumamnya sambil terus memperhatikan Arga yang semakin menjauh.
Sedangkan Arga, pria itu terus melajukan cepat motor kesayangannya membelah jalanan siang yang cukup padat di hari weekend. hingga membuat Arga membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai pada tujuannya. .
"Apa yang sudah terjadi?" tanya Arga setelah sampai di warung yang ada di sebelah markas mereka.
Pria itu memperhatikan kondisi warung yang sudah berantakan dengan barang-barang yang sudah hampir habis tak tersisa.
"Ada yang ingin bermain-main sama kita, Ga. Mereka mengibarkan bendera perang pada geng kita" ujar Keenan seraya menghampiri Arga yang sudah melihat kondisi warung Mak Minah yang sudah hangus terbakar.
"Ini sudah pasti kelakuan bajingan Agatha yang brengsek itu," ujar Doni yang ikut menimpali.
"kita gak boleh diam saja, Ga. kali ini Agatha memang sudah benar-benar keterlaluan." balas satunya.
Arga masih diam, mungkin memang apa yang dikatakan oleh para teman-temannya ada benarnya, jika memang ini adalah kelakuan Arga dengan teman-temannya, itu sudah benar-benar kelewatan. bukan kah Mak Minah tidak ada hubungannya dengan masalah mereka? lantas bagaimana bisa Agatha berbuat seperti ini?
"Kita harus balas apa yang sudah mereka lakukan, Ga. jangan biarkan mereka terus meraja lela"
Arga mengambil nafas dalam"Biar gue pikir dulu jalan baiknya bagaimana, jangan langsung menuduh tanpa bukti" jawab Arga pelan. pria itu masih memperlihatkan wajah tenang walaupun sebenarnya dia ingin sekali memberikan pelajaran pada Agatha. Namun, Arga masih belum bisa menyimpulkan jika memang itu adalah perbuatan Agatha sebelum ada bukti yang jelas.
"Loe selalu saja begitu, ingat ya, Ga. jangan hanya karna Agatha itu mantan anggota kita loe jadi klemar klemer begitu, masalah ini harus segera di selesaikan, Ga. kalau tidak mereka akan terus berbuat semena-mena" Ziko mulai emosi saat mendengar jawaban Arga tadi.
"Iya gue tau, tapi ini masih belum pasti perbuatan Agatha dan teman-temannya. kita harus mencari bukti yang valid sebelum memberikan mereka pelajaran"
"Serah loe aja lah, Ga. capek gue sama Lo" Ziko beranjak dari tempatnya da langsung pergi dari tempat itu. membuat anggota yang lain saling lirik.
di antara mereka berlima, memang Ziko yang paling keras."Aduhh kayaknya bakalan ada perang setelah ini" bisik anggota lainnya.
"Kali ini gue setuju sama Ziko, Ga. kita harus ngasih pelajaran sama si Agatha sialan"
"Bagaimana kalau pelakunya bukan Agatha? memangnya loe ada bukti kalau yang sudah membakar warung Mak Minah itu dia?!"
Senyap.... tidak ada satupun dari mereka yang menjawab. karna memang apa yang dikatakan oleh Arga benar, mereka tidak bisa menuduh tanpa adanya bukti yang valid.
"Kita cari bukti yang valid dulu, kalau memang pelakunya Agatha dan teman-temannya, kalian bebas melakukan apapun"
Setelah mengatakan hal tersebut Arga langsung pergi dari sana. karna memang sebelumnya Arga sudah membuat janji temu dengan sang kakek di apartemennya. dengan cepat pria itu kembali melajukan motornya membelah jalanan dengan hati yang sudah gak karuan.
30 menit sudah berlalu, Arga kini sudah tiba di depan gedung Apartemen.
Pria itu melangkah masuk ke dalam gedung apartemen karna sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang kakek. pasalnya kakek Angga mengatakan jika ada hal penting yang ingin di sampaikan nya.
Tepat saat sudah sampai di unit apartemennya sendiri, Arga melihat ada orang lain disana. ya, kakek Angga bukan hanya seorang diri, tapi juga ada Ratna.
"Ada apa kakek mengajak aku bertemu disini?" tanya Arga yang langsung to the poin.
"Duduk dulu, baru juga sampai kamu ini"
"Kek, ayolah jangan buat aku penasaran, ada apa? ini kenapa ada Ratna segala?" tanya Arga yang semakin penasaran.
Ratna hanya diam, perempuan itu memperhatikan Arga dengan begitu dalam.
"Kek, Arga masih banyak urusan. apa yang mau kakek bicarakan?" ulang Arga karna sang kakek masih tetap tak berbicara.
"Baiklah, jadi begini, Arga. mungkin ini terdengar mendadak, tapi memang ini yang direncakan sudah lama, bahkan saat kamu masih bayi"
Arga mengerutkan keningnya"Maksud kakek? Arga tidak mengerti. apanya yang dibicarakan mulai Arga masih bayi?"
"Pertunangan kamu Ratna"
"Apa... pertunangan aku sama Ratna?"
"Iya.. dulu kakek sempat membuat perjanjian akan menjodohkan cucu-cucu kita, awalnya kamu dijodohkan dengan kakaknya Ratna, tapi karna kakaknya Ratna meninggal, jadi Ratna yang menggantikannya" terang kakek Angga
Arga terdiam untuk beberapa saat, masih berusaha mencerna apa yang baru saja dia dengar. "Berita konyol apa ini" batinnya sembari melirik pada Ratna yang hanya diam saja.
"Tapi, Kek. Arga tidak mau, Arga tidak mencintai Ratna. lagian Ratna kan sahabat Arga, masa iya kita mau menikah"
"Cinta akan datang dengan seiring berjalannya waktu. justru karna kalian sahabat itu akan lebih mudah buat jatuh cinta."
"Tidak ada penolakan, Arga. ini sudah keputusan mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat. lagian pertunangannya masih enam bulan lagi"