Merupakan kelanjutan dari novel Mafia Girl, sesuai keinginan kalian yg minta author buat season 2nya.
Menceritakan tentang kehidupan Shine Brillian Ifana Crawless, yg merupakan anak pertama dari Anastasia dan Damian. Dgn seorang gadis bernama Oliviera Zia Florence, gadis yg ceria dan merupakan siswi paling diidolakan di kampusnya.
Bersama dgn teman-temannya, kehidupan apa yg menunggu mereka kedepannya??.
************
Season kedua :
Menceritakan tentang keseharian Kalisa adik dari Shine, setelah menyelamatkan Oliv dari pernikahan paksa nya.
Kalisa pergi ke negara lain utk bersekolah dgn teman-teman masa kecilnya, dan disana lah dia bertemu dgn Eden. Seorang pemuda yg sangat diidolakan di sekolah barunya itu, juga orang yg selalu dibuat Kalisa kesal maupun senang.
Identitas asli Eden yg sebenarnya adalah seorang agen rahasia negara nya, dan Kalisa yg menyembunyikan identitas nya di mata publik. Bersama menghadapi musuh-musuh mereka, bagaimana kah keseharian mereka kedepannya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taagustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 8 [Shine...]
BRAKK....
Suasana mereka semua seketika berubah hening, ketika seorang perempuan tiba-tiba saja menggebrak meja di dekat Oliv. Mereka bingung dengan perempuan itu, apalagi Oliv yang ada disebelah nya.
" Aku peringatan kepadamu jauhi Shine. " ucapnya dengan nada angkuh.
" Haaa..?? "
Oliv dan Mia semakin bingung dengan ucapan tiba-tiba wanita itu, apalagi yang bicara tiba-tiba untuk menjauhi Shine. Memang siapa yang mendekati nya disini?.
Sedangkan Arcane dan yang lainnya langsung mengerti dengan apa yang terjadi, sudah terbiasa juga karena itu sering terjadi. Sementara Shine, selaku orang yang bersangkutan. Bukan hanya tidak peduli, dia juga tidak meliriknya sama sekali.
Disisi lain, Oliv pun langsung menoleh kearah Mia dan bertanya, " Mia, apa kau mendekati Shine?? "
" Mana mungkin aku medekati gunung es seperti dia. " jawab Mia sambil membuat ekspresi tidak suka.
" Lalu siapa yang kau maksud?? " tanya Oliv kepada perempuan itu.
Oliv yang berpura-pura bodoh itu benar-benar nampak begitu polos dan nyata, seperti tidak mengerti dengan apa yang sedang dihadapinya sekarang. Tapi sebenarnya... Oliv tahu jelas apa yang terjadi disini, Dan perempuan itu nampak sangat kesal dengan sikap Oliv yang biasa-biasa saja itu setelah ia peringatkan.
" Jangan pura-pura bodoh, kau mendekati Shine karena dia kaya kan. Asal kau tahu aku sebentar lagi akan menjadi tunangannya. " ucap perempuan itu dengan sombongnya.
Oliv yang mendengar nya pun hanya tersenyum datar sambil bertepuk tangan, " Oh, kalau begitu selamat. " ucapnya dengan santai.
Yang mengatakan kalau dia tidak peduli dengan apa yang diucapkan oleh perempuan itu, dia juga tidak terlalu peduli mau dengan siapa Shine berpasangan. Karena itu bukanlah urusannya.
" Hei, kau benar-benar tidak tahu malu. Kau seharusnya tidak mendekati Shine lagi. " ucap teman perempuan itu.
Oliv hanya memiringkan kepalanya, kemudian perhatiannya pun tertuju kepada pakaian yang mereka pakai. Jika dilihat-lihat lagi, dia memang tidak mengenal orang-orang yang asal ngelabrak ini. Mereka tidak berasal dari kampus ini. Mereka bahkan memakai seragam sekolah lain, jadi pasti salah satu dari orang yang menerobos masuk untuk bertemu dengan Shine.
Oliv masih mempertahankan senyuman diwajahnya, " Memang siapa yang mendekati nya, tidak ada tuh. Lagian kenapa kalau dia kaya, toh kakakku juga seorang pengusaha. Kami tidak kekurangan uang sampai harus meminta-minta. " ucap nya pula terlalu santai.
Membuat dia orang itu sedikit tersentak dan semakin kesal dengan sikapnya yang tidak peduli akan apapun.
Sedangkan Arcane dan yang lain berusaha menahan tawanya, baru kali ini dia mendengar seseorang tidak tertarik kepada Shine. Terlebih bertemu orang yang terang-terangan memainkan permainan kata-kata berisi hinaan seperti itu.
Dan Shine sendiri seperti semakin penasaran dengan Oliv, terlihat dari bagaimana dia tersenyum sambil melihat Oliv saat ini.
" Heeh, ini akan jadi sangat menarik. " batin Shine.
Tapi ternyata orang-orang itu tetap tidak mau kalah, bahkan tidak sadar. Dan salah satu temannya itu pun kembali berkata, " Huh, belagak sok baik. Memangnya kau pikir kami tidak tahu, sikapmu itu sama sekali tidak sungguhan. Kau hanya ingin terlihat baik didepan Shine kan? "
Dia begitu percaya diri...
" Asal kau tahu, aku ini adik dari pengusaha no 4 setelah Crawless Comeny, Chornelia Comeny dan juga DA Corps. " ucap perempuan itu dengan angkuh dan penuh percaya diri.
Tapi bukannya membuat mereka terkejut, malah membuat mereka semua ingin tertawa mendengar itu. Oliv sendiri hanya tersenyum diam-diam, benar-benar tebal muka sekali perempuan itu. Mengatakan hal itu kepada orang yang sesungguhnya.
" Pfttt... Hahahhaha... " Sampai Amelia tidak bisa lagi menahan tawanya mendengar itu.
" Apa yang kau tertawakan?!! " bentak perempuan itu.
" Tidak, aku hanya mentertawakan orang bodoh. " sahut Amelia, ia menyeka air matanya yang turun karena tertawa terlalu keras.
" Apa?!! "
" Iya, iyah. " Oliv setuju dengan itu, ujung bibirnya sejak tadi berkedut, mungkin karena dia juga menahan tawanya. Atau mungkin karena dia kesal.
Akhirnya Oliv pun berdiri dari duduk nya dan menatap dua orang di depannya itu dengan senyuman yang masih terlihat ramah.
" Lalu?? Apa kau pikir aku takut?? " tanya Oliv menatap lurus kearah mereka, betapa anggun dan berwibawanya dia bahkan saat menghadapi provokasi.
" Kau... Jangan kurang ajar, ya!!. " bentak perempuan itu keras.
Membuat para makhluk dikantin melihat kearah mereka. Ia pikir itu akan membuat keberanian Oliv pudar, tapi itu malah membuatnya semakin mengembangkan senyuman nya. Dan dalam seketika senyuman ramah itu telah berubah menjadi seringai licik.
" Kau bilang kau akan menjadi tunangan Shine. " ucap Oliv dengan keras, agar semua orang mendengar nya. " Benar begitu?? " ucapnya memastikan dengan lembut.
" Te.. Tentu saja. " jawab perempuan itu mulai merasa gugup, dia sepertinya mulai menyadari ada yang salah disana.
" Iya, kalau begitu kita tanyakan saja langsung kepada Shine. " ucap Oliv dengan cerah, sementara perempuan itu semakin gugup. Saat Oliv pun berbalik dan bertanya, " Shine, apa kau mau bertunangan dengannya?? "
" Tidak. " dan Shine langsung menjawab dengan cepat dan singkat.
Jawaban itu membuat wajah perempuan itu berubah merah karena malu, sekarang ini dia sedang diperhatikan oleh semua orang, dan Oliv terang-terangan mempermalukan nya dengan mengatakan itu kepada semua orang disana.
Namun tidak berhenti sampai disana, " Apa alasan mu, Shine. Dia cukup cantik. " Aris juga ikutan membantu Oliv dalam debat tak seimbang ini.
Shine pun menjawab sambil menutup kedua matanya dengan ringan, " Aku tidak mau dengan orang yang mengaku-ngaku jadi orang lain dan menuduh sembarangan."
Itu semakin membuat perempuan itu makin malu, dan dia juga tidak mengerti dengan ucapan Shine yang bilang tidak mau kepada orang yang mengaku sebagai orang lain, apa dia tahu kalau dia berbohong.
Jawaban nya... iya.
" Masih tidak mengerti, kah?? " tanya Amelia yang langsung menarik perhatian perempuan itu, ia pun melanjutkannya. " Tadi kau bilang kau itu adik orang kaya no 4 kan, apa kau tahu siapa orang yang sebenarnya?? "
Perempuan itu diam saja, jika dia menjawab akan semakin ketahuan kalau dia berbohong, itulah yang dia pikirkan.
" Orang itu ada didepanmu. " ucap Mia yang langsung memberikan jawabannya, sambil menyandarkan kepalanya ditangan yang bertumpu diatas meja. " Orang itu adalah Oliv sendiri. " lanjutnya.
Mendengar fakta itu membuat nya terkejut, tenyata dari tadi dia mengaku-ngaku sebagai orang yang ada di depannya sendiri. Karena tidak tahan menanggung malu, dia pun segara berlari pergi dari sana dengan cepat, dan mendapat sorakan dari orang-orang yang ada disana. Oliv pun kembali duduk dengan tenang bersama dengan teman-temannya.
" Aku terkesan kau bisa menyelesaikan nya dengan sikap tenang seperti itu. " puji Achilla yang benar-benar senang melihat itu tadi.
Oliv pun membalasnya dengan senyuman dsn berkata, " Aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini, keluarga ku selalu mengajar kan ku untuk bersikap tenang dan rasional dlm segala hal. Ibu bilang, jika kita bisa berpikir dengan kepala dingin, semuanya akan selesai dengan mudah. " Oliv menundukan wajahnya sedikit murung katika mengatakan itu, dia teringat lagi kepada mereka.
Alvin menyadari itu, kemudian berkata. " Orang tua mu pasti orang yang sangat hebat. "
" Hehe... Tidak juga. " sahut Oliv pula sambil pengusap tengkuknya malu.
Mereka kembali melanjutkan makan mereka dengan tenang setelah masalah selesai, sampai saat bel masuk pun berbunyi. Mereka berjalan dilorong menuju kelas bersama.
" Ahh, malas belajar. Bolos yuk. " ajak Shine dengan kedua tangannya dibelakang kepala, sikap santai yang belum pernah diperlihatkan kepada orang ramai.
Disisi lain, Arcane yang mendengar itu pun langsung menghela nafas ikut lelah. " Kau itu selalu malas tantang apapun, memangnya kapan kau bersemangat?? " ucapnya.
" Kapan-kapan. "
Mendengar jawaban itu dari adik sepupunya membuat Arcane mengepalkan tangan kesal kesal, ia melayangkan tangannya itu dan memukul kepala belakang Shine sebagai balasan membuatnya kesal.
" Auch... Apa yang kau lakukan?? " tanya Shine ikut kesal dengan itu.
" Tidak ada. " sementara Arcane menahan senyuman kesalnya.
Oliv yang memperhatikan mereka dari belakang bersama dengan Achilla tertawa melihat tingkah mereka. Tidak dia sangka bisa berkumpul dengan orang-orang menyenangkan seperti mereka.
Lebih tidak disangka lagi ada orang yang berani memukul kepala Shine. Meski tidak akan mengherankan jika itu orang tuanya.
Tapi dia juga terpikirkan hal itu, karena itu Oliv pun mengambil initiative duluan. " Kalau begitu ayo kita bolos saja. " ajak Oliv yang langsung ditatap tidak percaya oleh yang lain.
" Benaran, kau juga mau bolos?? " tanya Aris terheran-heran.
" Iyah, sekali-sekali kan boleh, untuk refresing saja. "
" Orang refresing jalan-jalan, ini malah bolos. " ucap Mia datar, dia bicara seperti itu. Tapi karena dia tidak mengancam artinya dia juga tidak melarang, mungkin karena itu permintaan dari Oliv.
Oliv terkekeh melihat sikap malu-malu nya, dan kemudian mendorong punggung Mia. " Oh, ayolah. "
Mia ingin menolak tapi Oliv tetap memaksanya, jadi ia pasrah saja. Oliv mendorong nya untuk pergi ke atap bersama dengan nya, tentu diikuti oleh yang lainnya juga.
" Wahhh... Angin di atap sekolah emang sejuk. " ucap Amelia sambil melihat pemandangan dibawah gedung sekolah disisi pagar.
" Benar. Sepertinya tidur disini akan sangat nyaman. " ucap Achilla pula menyahutinya.
" Mungkin karena itu ibu selalu bolos dan tidur diatap. " bahkan Shine setuju dengan hal itu.
Shine teringat kata-kata ayahnya kalau ibunya selalu melakukan hal yg sama seperti itu.
" Ehh, benarkah?? Bibi Anastasia selalu bolos dan tidur diatap?? " tanya Aris terkejut karena baru dengar soal itu.
" Iya, itu yang selalu ibuku katakan. " sahut Kevin membenarkan hal itu. Bukan hanya Shine yang selalu mendengar cerita tantang orang tua mereka, Kevin juga sama.
Meskipun dia sangat dingin seperti ayahnya, tapi matanya akan langsung berbinar setiap kali ibunya atau Anastasia menceritakan hal itu. Itu sudah terjadi sejak kecil.
Mereka pun membicarakan hal itu dengan sangat riang, seperti anak kecil yang membicarakan mainan mereka. Kali ini Mia pun juga ikut akur dengan mereka meski hanya sebentar. Dan langsung debat lagi bersama dengan Aristide.
" Ehh, ngomong-ngomong apa kalian tahu katanya putri dari negara A diculik. Bahkan para menteri dari Kerajaan itu menyebarkan nya lewat media, dan hadiah yang sangat besar. " ucap Alvin tiba-tiba ditengah percakapan itu.
" Apa?!! " teriak Mia saking terkejut nya.
Ia pun langsung menutup mulutnya ketika menyadari kalau suara yang ia keluarkan terlampau keras, dan itu membuat yang lainnya jadi menatapnya terheran-heran. Dia sangat gugup karena kesalahan yang baru saja dia ucapkan.
" Kenapa kau terkejut sekali?? " tanya Kevin dengan wajah datarnya. Ia juga penasaran.
" Ti.. Tidak, aku hanya tidak menyangka saja. " ucap Mia sambil mengalihkan pandangannya dengan gugup.
" Apa ada yang kau sembunyikan, Mia?? " tanya Amelia penuh selidik.
" Mana ada, haha..."
Ada yang aneh dari tingkah Mia, itu juga yang dipikirkan oleh semuanya. Tapi mereka tidak perlu langsung mengetahuinya, masih ada banyak waktu untuk mencari informasi tentang tiga orang yang selalu menjadi perhatian mereka ini, karena berbeda dari orang lain.
Suasana masih agak aneh sejenak, sampai Achilla pun mengalihkan percakapan mereka. " Ya, baiklah. Bagaimana menurutmu Oliv?? " ia menoleh kearah Oliv.
Disamping nya, Oliv dengan santainya sudah tertidur dari tadi, bahkan mungkin dia tidak mendengar pembicaraan mereka sudah sejak lama.
" Hais... Aku penasaran dia itu good Girl atau bad girl, ya?? " ucap Alvin dengan kedua alis terangkat.
" Kurasa dua-duanya. " sahut Arcane.
" Iyah, lagi pula suasana disini juga sangat nyaman. " ucap Achilla, ia tersenyum dengan lembut dan menutupi tubuh Oliv dengan jaket yang dia pakai agar tidak terlalu dingin.
Akhirnya mereka semua melewatkan semua jam pelajaran yang tersisa dan hanya menghabiskan waktu diatap, sakaligus menjaga Oliv yang tertidur, bahkan beberapa sampai ikut tertidur juga, sampai bel pulang berbunyi. Dan mereka pun langsung bangun dan membangunkan satu sama lain untuk pulang, Oliv dan Amelia juga diantar oleh Mia. Lagipula jalan pulang mereka sebenarnya satu searah.
Nama : Aristide Nevis Leonardo
Umur : 19 tahun.
Sifat : Blak-blakan, agak bar-bar, tapi baik.
Ket : Anak dari Justic dan Rina.
Penasaran?, kuy kepoin my novel ya guys "Bad Twins Love Story" menunggu kehadiran kaliannn:)
aku komen lgi nie,,pasti ntar ada yg bilang piks dia ratu komen,,bosen lo mlu yg komen,,trus komennya ga ada paedahnya lgi,,😂😂,,Kya di novel sebelah,,kmenya bikin telinga ngebul gra gra aku msuk komen mlu