“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Jam sudah menunjukkan jam 8 malam saat ini para kerabat sudah pulang ke rumah mereka begitu pun dengan orang tua Dicky , saat ini vivi sedang melepas hiasan yang berada di atas kepalanya dan berganti baju tidur , setelah itu dia membersihkan make up yang menempel di mukanya Sedangkan dicky masih di ruang keluarga.
“ capek” ujar Vivi sambil menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang , di sana Sudah tertata ornamen berwarna putih dan bunga mawar bertaburan di atas ranjang , pikiran Vivi berkecamuk saat dia ingat jika malam ini malam pertama mereka , bagai mana jika suaminya itu memaksa kehendak untuk melakukannya malam ini , semua itu melintas di pikiran vivi “ ohh my bisa bisa aku mati muda” ucapnya sambil meremas bunga mawar yang ada di ranjang
“apa kau penyakitan” tanya dicky di ambang pintu Sedangkan tangannya bersedekap .
“ sejak kapan kau di sana , kenapa tak ketok pintu dulu” ujar vivi kemudian duduk.
Setelah menutup pintu dicky melangkahkan kakinya ke koper kecil yang berisi baju , sambil menarik dasi kemudian melepaskan jas dan mulai membuka kancing kemejanya bagian atas , dia berniat berganti baju dikamar mandi .
Sontak membuat vivi melebarkan matanya “dasar mesum kenapa lepas baju di isi” teriak vivi , sambil menutup matanya dengan kedua tangannya , seumur hidup dia tidak pernah melihat laki laki bertelanjang di hadapannya kecuali adiknya yang masih bau kencur itu , untung saja rumahnya kedap suara ,
Gerakan dicky terhenti saat melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil , tak lama sebuah seringai muncul di bibirnya , dia melepaskan kemeja putih yang dia pakai , yang langsung memperlihatkan kulitnya yang kuning langsat serta dengan abs di perutnya “ kau takut melihat tubuh telanjang suami mu sendiri nyonya dicky herlambang” tanya nya dengan suara yang sengaja dia tekan tak jauh dari daun telinga vivi
“ dasar mesum apa apaan kau , cepat pakai bajumu” teriaknya , vivi tahu jika usahanya akan sia sia , karna tidak ada namanya memperkosa jika dilakukan oleh suami pada istrinya sendiri
Andai saja vivi memberanikan diri dia akan melihat seringai bodoh di bibir laki laki itu , dicky senang menjahili wanita yang ada di hadapannya itu , jari tangannya menjelajah di pipi vivi yang agak cabi yang langsung membuat dia merasakan aliran listrik menyengat kulitnya . ia semakin menjahili dengan menelusuri leher jenjang vivi dengan jemarinya ,
Vivi yang menutup mata berusaha menjauhkan tubuhnya dari sang suami , namun anehnya dia tidak melawan, dia tidak menampik saat dicky menyentuhnya ada sensasi yang berbeda yang baru dia rasakan .
Dicky mulai menidurkan tubuh vivi diatas ranjang sontak pikiran vivi bisa di ajak kompromi , saat dicky sudah mengunci tubuhnya dengan berada di atas tubuhnya , “ pak dicky apa yang kau lakukan” ucap vivi setelah membuka matanya ,
“ memang apa lagi yang akan dilakukan sepasang suami istri” goda dicky kemudian mengecup tangan vivi yang dari tadi ia pegang ,
Buck
Kaki vivi menendang meja kecil yang ada di sebelah ranjang “ Au” pekik nya sambil meringis kesakitan
Sontak membuat dicky langsung duduk di sebelah istrinya , kemudian melihat kaki istrinya yang merah , “ dasar anak kecil, apa kau tak tahu kalau ada meja” tuduh dicky tanpa rasa bersalah , hal ini tak akan terjadi jika dia tak memulainya,, kemudian memijat pergelangan kaki istrinya ,
“ ini gara gara kamu , dasar bisa bisanya memanggil ku anak kecil” sahut vivi “ Au pelang sakit tahu” ucapnya ,
“ iya ini salah ku” ucap dicky karena tak mau perdebatan semakin panjang , tau sendirikan kalu cewek adalah makhluk yang selalu benar
“ ah sakit , kamu bisa pelan gak sih”
“ iya cerewet , nanti lama kelaman enak kok” sahut Dicky kesal , bisa bisanya ada orang seperti dia di bantu i malah nyolot .
Mereka tidak tahu jika di balik pintu kedua orang tua vivi baru saja menguping pembicaraan mereka yang terdengar ambigu
“ aku gak nyangka menantu kita akan main kasar” ujar yusman
“ benar walau bagaimana pun ini yang pertama untuk putri kita pasti terasa sakit” sahut ira “ iya udah ayo pergi takut andik lihatin kita lagi nguping” ajak ira , kemudian keduanya pergi ke kamar mereka
bersambung