NovelToon NovelToon
Bacot System

Bacot System

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Menantu Pria/matrilokal / Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

#Karya ini merupakan Karya Kreatif Modern

Setelah di-PHK dari pekerjaannya sebagai buruh, kehidupan Bara berputar 180 derajat. Kehidupan tak lagi berpihak kepadanya dan terpaksa harus menjadi pemulung yang selalu dihina oleh mertua.

Bara adalah laki-laki yang tak banyak bicara. Segala hinaan yang diberikan pun tak pernah ia balas. Hingga sebuah peristiwa mengubah segalanya. Bara diberi tugas untuk mengatakan hal-hal yang menyakiti hati orang lain. Dia dibayar mahal untuk itu semua.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti series berlanjut dari Bacot System, ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Misi Kedua

[ ding ]

[ ding ]

[ Bonus di luar misi sebesar lima juta telah masuk pada akun rekening pribadimu. Tidak hanya itu, dana yang tertunda sebesar lima juta, juga telah masuk. ]

[ Total saldo yang kamu miliki saat ini sebesar dua puluh satu juta rupiah. ]

[ Jika kamu berhasil mengumbarkan bacotan tanpa emosi, kamu pasti mendapatkan yang lebih banyak. Namun tidak apa. Kamu bisa mencobanya lagi pada kesempatan berikutnya. ]

[ Tidak hanya itu, sebagai pemilik Sistem, performa ketampananmu pun turut naik sebesar sepuluh persen di setiap kamu berhasil menyesaikan misi. Kamu tak perlu ke Thailand atau Korea jika merasa ingin mengubah bentuk fisik dan penampilanmu. Semoga puas dengan fasilitas yang diberikan oleh Sistem, dan ngebacot lah sampai tak ada lagi yang bisa kamu katakan. ]

Bara mengernyitkan keningnya mendengar penjelasan yang tiada henti dari Sistem. Jangankan paham, ia pun tak sempat mendengarnya dengan baik karena fokusnya tengah terpecah menatap Arini yang dipukul oleh Nurmala, dari jauh.

"Bu ... Bu ... Bu ...." Arini menggenggam erat lengan Nurmala. Wajah Arini tampak memutih. Ia menatap sang bunda dengan sayu.

"Bohong, Bu ... Aku tak seperti itu. Aku bersumpah, aku tidak begitu. Aku bukan wanita m*rahan seperti kata dia." Ternyata, Arini merasa takut jika sang ibu mendengar apa yang baru saja diteriaki padanya dengan lantang.

Akan tetapi, Nurmala malah menjadi heran akan tingkah laku putrinya ini. "Kau ini bicara apa sih? Kenapa klarifikasi seperti ini? Kayak yang lagi rame aja, terciduk lalu klarifikasi. Siapa yang m*rahan? Ibu tak mengatakan apa-apa," ucap Nurmala mengerutkan dahi keheranan.

Arini tersentak bingung mendengar penjelasan sang bunda. "Masa Ibu tak mendengar apa yang dikatakan orang tadi?" Ia kembali memastikan.

"Siapa yang bicara? Tak ada," terang Nurmala.

Arini memutar kepalanya mencoba melihat ke segala arah. Tak satu pun orang di sana memperhatikan mereka berdua. Semuanya tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing.

"Kamu kenapa?" tanya Nurmala.

Arini menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Sepertinya aku sedang berhalusinasi," ucap Arini menghembuskan napas lega.

"Sekarang, kita harus tinggal di mana?" tanya Nurmala mengusap lehernya yang masih menyisakan rasa aneh karena lilitan ular tadi.

Dalam kepala Arini, ada sosok Pras yang terlintas. 'Pras pasti bersedia menampungku,' batinnya.

"Rin, Ibu ini sedang bertanya sama kamu! Bukan sama angin!" bentak Nurmala memukul lengan Arini yang terlihat melamun.

"Ayo ikut aku!" Arini menarik tangan ibunya dan mereka bergerak menuju satu tempat.

*

*

*

Sementara itu saat ini Bara tengah menggandeng putranya yang telah bangun. Rangga mengusap matanya di antara setengah sadar.

"Kapan Ayah pulang? Kita mau ke mana?" tanya bocah itu.

"Tadi," jawabnya singkat.

"Rangga rindu Ayah," celetuk sang putra.

"Ayah juga rindu padamu," balasnya.

Rangga memutar kepala ke arah kiri dan kanan. "Ibu tidak ikut dengan kita, Yah? Kenapa kita hanya pergi berdua saja?"

Bara berlutut menyejajarkan tingginya dengan sang putra. Setelah itu, ia menarik pundak Rangga menatapnya dengan penuh makna. "Apa boleh Ayah menanyakan sesuatu padamu?" Rangga menatap bola mata ayahnya. Ia tersenyum dan mengangguk cepat.

"Jika kita hanya berdua tanpa ibumu, apakah kamu akan sedih? Karena, setelah ini tak kan ada lagi waktu bersama ibumu."

Mulut Rangga membulat. Balita yang belum bersekolah itu tidak memahami apa yang diucapkan sang ayah. "Maksudnya sekarang Rangga berdua dulu sama Ayah? Setelah itu kita akan kemput ibu dan nenek?"

Bara mengusap kepala Rangga. Ia baru tersadar bahwa putranya ini belum memiliki umur yang cukup untuk memahami arti perpisahan. Ia menganggukan kepala, seakan tak tega menjelaskannya lebih rinci lagi.

"Baik, Yah. Rangga seneng kok, sama Ayah. Tapi lebih seneng lagi kalau kita berempat pergi bersama-sama," ucap polos dari mulut kecil Rangga.

Kruuuucuuuk

Terdengar sebuah suara yang tak perlu lagi dijelaskan oleh Rangga. Bocah itu tersenyum mengusap perutnya yang baru saja mengeluarkan suara.

"Kamu mau makan apa?" tanya Bara.

"Apa pun itu, asal dengan Ayah, Rangga akan memakannya sampai habis, Yah," ucap Rangga bersemangat.

Bara kembali mengusap kepala putranya. Lalu mereka menuju warung yang menjual sarapan pagi. Warung itu cukup ramai. Namun, beruntung mereka berdua masig mendapat meja kosong untuk mereka tempati.

"Ah, kok bisa?" Suara seorang perempuan yang duduk di meja sebelah tempat Bara dan Rangga duduk. Bara dan Rangga tentu saja refleks menatap pada gadis berambut pendek itu.

Tampilannya cukup rapi dan ia tampak tidak setuju pada sesuatu yang menimpanya. Gadis itu tampak fokus membaca sesuatu dengan ponselnya.

"Kok bisa dia yang lulus? Padahal, dari empat tes, aku memenangkan tiga kali tes. Dia cuma tinggi di wawancara, kenapa dia yang dinyatakan lolos?" Nada suaranya sungguh sangat kesal.

Bara mencoba membaca apa yang sedang terjadi pada gadis berambut pendek itu. Dari kepalanya, tampak langsung menembus hingga ke dalam otak. Dalam otak gadis ini, seolah muncul layar berupa hologram hasil sebuah tes.

'Tes Pengangkatan Dosen Universitas Hasta.'

Ada tiga urutan nama, dan hanya satu yang dinyatakan lolos. Bara mulai mengerti apa yang baru saja terjadi dengan si gadis rambut ini.

"Apa lihat-lihat?" bentak gadis itu kepada Bara yang berada di meja sampingnya.

"Enggak," ucap Bara membuang muka. Ia berpura sibuk merapikan Rangga yang telah mendapat pesanannya.

Gadis berambut pendek itu memajukan mulutnya memasang wajah cemberut. Lalu ia kembali sibuk menatap ponselnya.

"Aku tak rela! Pokoknya aku tak bisa menerima alasan dia yang lolos!" rutuk gadis berambut pendek itu.

[ neng nong ]

[ Sepertinya dia mendapat sebuah masalah. Bagaimana kalau kamu yang membantunya? ] ucap Sistem Pemandu.

'Hah? Membantunya? Bagaimana caranya? Kenal saja tidak,' ucap Bara di dalam pikirannya.

[ Justru, karena itu. Jika kamu membantunya, dana yang kamu miliki akan saya kalikan tiga kali lipat. Jika kamu berhasil menyampaikan bacotanmu tanpa emosi, saya akan memberikan enam kali lipat dana yang ada di dalam akun bank pribadimu. ]

Jakun Bara bergerak. Ia sungguh tergiur dengan penawaran yang diberkan Sistem kali ini.

'Tapi, aku tak berani mengajak gadis itu berkenalan. Aku takut, dia salah paham jika aku tiba-tiba mendekatinya. Wong, hanya melirik dia saja, aku sudah digepreknya,' ucap Bara ragu.

[ Dasar manusia bodoh! ]

#cerita ini merupakan karya fiksi kreatif modern#

1
MomyWa
hmmm
Apud Tahu
MC oon di pilih tor.
pembaca gabut
mantep cocok tu mertua kek enak nya di ledek wkwkwkw
Safira Aurora
semangat berkarya ya author
Safira Aurora
dah beres ya thooorr..tp kenapa sistem ga dibawa smp mati aja
Rainbow Scorpion Venom
tapi ini nggak yang tiba-tiba ketembak sama polisi meninggal terus pindah ke isekai kan?
SoVay: bukan bang, ini bukan cerita per isekaian.
total 1 replies
Rainbow Scorpion Venom
oh ayolah ceritanya bagus jangan lama lama update-nya
SoVay: jadi agak sulit mikir idenya bang, heehhe..sabar y bang..ini lg mikir episod berikutnya kayak apa ya.
total 3 replies
Safira Aurora
update lagi thor... setelah 1 thn
Juhairiah
kapan ya kelanjutannya?
SoVay: sudah update kakak, yuk lanjut
total 1 replies
CahTheLoel
kok yang kedinginan Bara bukan Tejo🤔🤔
CahTheLoel
"Pak, kamu jahat ya? Aku sudah bangun tapi ditinggal. Lebih baik aku ninggalin kamu remuk bersama bangunan yang hancur" kira" begitu kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia 🤔😄
CahTheLoel
karma dibayar tunai
Nadja 🎀
maksudku selamat juara kreatif..
Andri Suwanto
hehehehe
Alghifarrie
kelanjutannya
hasbullah 123
cerita ini sepertix ngga jelass atau authorx goblokk ..masa misi sekesaikan masalah org smntra masalah sendiri aja blm beres jg seharusx pertama penampilan mc hrsx OK dulu baru yg lain..
aku jg mw🤤: kakak mending bikin cerita transmigrasi kak
total 2 replies
Inyoman Raka
bacotan hah
saa
bisa tak jgn pake bhs yg tak gua ngerti 🗿🗿
SoVay: sistem mendeteksi indikasi bacotan, selamat.. anda mendapatkan ....
total 1 replies
Fabrigio
cepat update jangan kayak yang lain masa cuman sampai episode 5 terus nggak update update lagi kan nggak seru
SoVay: sabar y abangku 😆 ramadan ini susah buat nulis gara2 banyak kgiatan dan susah mikir 😆
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
akhirnya up juga thor... kira2 berhasil kabur apa tertangkap yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!