Kinara harus ke Jakarta. Karena diam -diam ibunya yang telah menikah dengan salah seorang pria kaya raya. Di Jakarta Kinara tinggal 1 rumah dengan ayah barunya dan juga anak Pria dari ayah barunya. Kevin.
Namun siapa sangka seiring berjalannya waktu hubungan Kinara yang awalnya tidak baik seperti anjing dan kucing. Malah keduanya yang mendadak jatuh cinta
Kakak beradik yang saling mempunyai perasaan yang berbeda. Namun hubungan itu menjadi scandal. Karena keduanya yang juga merupakan saudara tiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9. Kevin yang selalu menyebalkan.
"Maka dari itu saya membawanya kemari. Agar bisa melihat lukisan-lukisan orang hebat," jawab Antoni dengan tersenyum.
"Silahkan jika seperti itu dan Kinara Om tunggu contoh lukisan kamu. Jika memang sangat menarik dan layak untuk dipajang maka Om sangat senang sekali. Jika kamu mau berpartisipasi untuk lukisan kamu," ucap Robert yang Ternyata orangnya benar-benar sangat humble.
"Karena kata papa kamu. Kamu sangat pandai melukis dan lukisan kamu sangat bagus. Jadi Om ingin salah satu karya kamu bisa ada di sini," lanjut Robert yang membuat Kinara tidak percaya dengan pernyataan Robert yang tidak di duganya.
Mendengar Hal itu membuat Tess dan Anthoni tersenyum dan juga bukan hanya mereka berdua tetapi Kinara juga tersenyum mendengar perkataan itu.
Senyum pertama kalinya perlihatkan Kinara dan itu membuat Tessa sebagai ibu sangat bahagia. Ternyata memang ada sesuatu yang membuat putrinya bisa mengeluarkan senyum. Berhubung dengan seni akan mengembalikan mood Kinara.
"Terima kasih tuan untuk kesempatan pada Kinara," sahut Robert.
"Tidak perlu berterima kasih. Hmmmm Kinara kamu mau kan memberikan satu karya kamu untuk berada di sini?" tanya Robert memastikan.
Kinara mengangguk-angguk kepalanya dengan cepat. Jelas dia tidak bisa menolak hal itu.
"Syukurlah kalau begitu. Kalau begitu mari silakan. Kita lihat karya-karya orang hebat yang terpajang di dinding," ucap Robert mempersilahkan mengajak tamu spesialnya itu.
"Baik tuan!" sahut Antoni.
"Ayo sayang!" ajak Antoni. Tessa menganggukkan kepalanya.
"Ayo Kinara!" Tess juga mengajak kinara dan Kinara menurut saja. Dia memang tidak sabaran melihat lukisan-lukisan orang-orang hebat dan mungkin saja ada pelukis yang menjadi idolanya di sana.
**********
Kinara yang berdiri di depan dinding yang melihat lukisan yang sangat indah. Dari wajahnya terlihat begitu takjub dengan lukisan pohon tersebut. Hanya sekedar pohon tetapi bagi seorang seni. Kinara merasa ada sesuatu di dalam pohon tersebut.
Karena setiap lukisan pasti punya filosofi tersendiri. Karena orang yang melukis bukan sembarang melukis. Tetapi ada makna di dalamnya.
"Apa sebegitu menariknya!" tiba-tiba terdengar di telinganya suara yang tidak asing membuatnya melihat ke sampingnya dan benar suara itu suara siapa lagi jika bukan suara Kevin. Suara kakak tirinya yang menyebalkan.
"Kau!" pekik Kinara dengan dahinya mengkerut melihat Kevin.
"Hanya sebuah pohon tapi mampu membuatmu begitu takjub. Matamu sampai berbinar melihat pohon itu," ucap Kevin yang melihat lukisan tersebut.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Kinara yang tidak memperdulikan ucapan Kevin.
"Apa pertanyaan itu harus di tanyakan?" tanya Kevin dengan alisnya yang terangkat.
"Kau itu pasti mengikutiku. Apa tidak bisa tidak muncul di hadapanku sekali saja?" tanya Kinara dengan emosi.
"Bagaimana? Kalau aku mengatakan tidak bisa," sahut Kevin dengan menyunggingkan senyumnya yang terlihat suka. Jika membuat Kinara kesal.
"Kau datang juga Kevin!" tiba-tiba cara terdengar lagi membuat Kinara membalikkan tubuhnya. Antoni dan Tessa yang sudah berada di belakang mereka.
"Jika aku tidak datang ini akan menjadi ungkitan seumur hidup," jawab Kevin dengan santai dan terkesan sangat dingin.
"Kau sudah menemui putri tuan Robert?" tanya Antoni.
"Aku sudah bertemu dengan putrinya yang baru menyelesaikan kuliah hukumnya di luar negeri," jawab Kevin dengan santai.
"Lalu bagaimana pertemuan kalian?" tanya Antoni.
"Biasa saja. Dia juga tidak terlalu cantik dan bahkan adikku jauh lebih cantik daripadanya," ucap Kevin menoleh ke arah Kinara membuat dahi Kinara mengkerut.
Kinara begitu kesal saat Kakak tirinya tuh mengeluarkan kata-kata seperti itu. Kinara merasa sangat jijik dengan ungkapan kata seperti itu dan apa lagi Kevin mengeluarkan sorot matanya yang nakal.
"Bicaralah padanya dengan baik dan buat janji untuk bertemu, makan atau apapun untuk membuat kalian semakin dekat," ucap Antoni.
"Tergantung aku mau melakukannya apa tidak?" sahut Kevin yang langsung pergi begitu saja dengan santai.
"Kevin!" panggil Antoni dan Kevin tidak peduli yang tetap melanjutkan langkahnya.
"Apa ada sesuatu mas?" tanya Tessa.
"Tidak ada hal yang besar. Aku yang memasak Kevin untuk datang ke acara ini. Putri Tuan Robert yang bernama Clarissa baru pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan kuliah hukumnya. Tuan Robert ingin memperkenalkan putrinya dengan Kevin dan itu hal yang sangat biasa," jawab Antoni.
"Apa maksudnya akan ada perjodohan antara Kevin dan putrinya Tuan Robert!" tebak Tessa.
"Ya sejenis seperti itu tetapi kamu lihat sendiri bagaimana Kevin tadi. Aku tidak yakin kepadanya dan aku juga tidak bisa terlalu memaksanya. Aku hanya menghargai Tuan Robert saja dan syukur-syukur dia masih mau datang kemari untuk menghargai undangan tuan Robert dan tidak membuat tuan Robert tersinggung," ucap Antoni.
"Ya semoga saja Kevin tidak mencari masalah dan jika hanya perkenalan aku rasa itu bukan hal yang besar," sahut Tessa.
"Kamu benar sayang," sahut Robert.
"Perjodohan. Jadi dia ingin di jodohkan dengan anak dari tuan yang tadi. Orang kaya memang selalu tidak henti dengan perjodohan hanya untuk melanjutkan bisnis," batin Kinara.
*********
Ternyata makan malam special untuk keluarga Antoni. Ada makan malam khusus antara Antoni, Tessa Kinara, Kevin, Robert, Clarissa, dan juga istri Robert, Maya.
Mereka makan malam mewah di meja yang bulat yang membuat posisi mereka berkeliling. Kinara dan Kevin bersebelahan. Mereka menikmati makan malam mewah yang sudah di sediakan.
"Clarissa kamu sudah berkenalan dengan putri dari istri tuan Antoni! ayo berkenalan," ucap Robert.
"Baik pah!" sahut Clarissa yang menghentikan makannya dan mengulurkan tangannya kepada Kinara.
"Clarissa," ucap Clarissa dengan tersenyum.
"Kinara!" jawab Kinara dengan datar.
"Om Antoni dan Tante Tessa Aku mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian berdua. Maaf aku aku tidak bisa datang saat itu karena masih melakukan sidang skripsi di kampusku," ucap Tessa yang sedikit merasa tidak enak.
"Tidak masalah Clarissa, Om tau kamu itu pasti sangat sibuk dengan banyaknya pekerja kamu," sahut Antoni dengan tersenyum pada Clarissa.
"Aku senang sekali bisa bertemu dengan keluarga Om dan aku juga senang bisa bertemu dengan Kevin," ucap Clarissa. Kevin tampak cuek dan bahkan tidak menanggapi wanita yang berbicara yang manis sejak tadi.
"Oh iya Kevin aku mendengar kamu sangat suka sekali musik. Kamu mau tidak melihat konser musik VIP. Aku sudah membeli tiketnya dan kita bisa melihatnya satu jam lagi," ucap Clarissa yang to the point yang langsung mengajak Kevin untuk ngedate di hari pertamanya kenalan dengan Kevin.
"Wau itu hal yang sangat bagus sekali. Bagaimana Kevin apa kamu mau menemani Putri Om untuk melihat live musik tersebut. Kebetulan Clarissa juga sangat cinta dengan musik. Kalian berdua sama-sama mempunyai hobi yang sama," sahut Robert.
"Tante rasa Kevin tidak akan keberatan jika melihat live musik bersama Clarissa," sahut Maya istri dari Robert.
"Apa kamu bisa Kevin?" tanya Antoni.
"Sayang sekali nona Clarissa Anda terlambat. Barusan saja tadi adikku memintaku untuk menemaninya ke perpustakaan untuk mencari komik terbaru yang dia sukai dan aku sudah terlanjur berjanji padanya," jawab Kevin melibatkan Kinara yang membuat Kinara kaget dengan matanya yang melotot dan sampai makannya berhenti.
"Kapan aku mengajaknya, apa-apa dia yang tiba-tiba membawa namaku," batin Kinara yang cukup kaget mendengar ucapan Kevin.
Bersambung
tapi tolong diperhatikan lagi penyebutan nama tokoh terkadang masih salah, penyusunan tiap kata dalam kalimatnya terkadang masih bikin bingung karena cukup sering dari awal-akhir saya menemukan kalimat2 yg tidak tertata dengan baik. Keseluruhan baik.. Semoga karya selanjutnya semakin oke thor 👍❤