menceritakan seorang gadis yang sangat cantik yang menjadi incaran mafia tampan dan kaya raya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luri Purbayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 9
saat ini, Ariana Tengah menunggu dua pengawal itu tidur. jika pengawal itu sudah tertidur, maka itu kesempatan Ariana untuk kabur. setelah memastikan kedua pengawal itu tertidur, Ariana perlahanlahan membuka pintu, lalu menuju kedua pengawal itu. tak lupa pula balok kayu yang berada di tangannya. mendengar suara langkah kaki, Salah satu pengawal membuka mata. alangkah kagetnya ia melihat Ariana yang sudah ada di hadapannya. saat ia hendak bangkit, Ariana lebih dulu memukul kepalanya menggunakan balok kayu, hingga membuatnya pingsan Dan bercucuran darah.
" Maaf Pak itu balasan saya atas apa yang kalian lakukan kepada saya tadi " ucap Ariana yang langsung menggeledah pria tersebut. ia menemukan dompet pria tersebut. Lalu membukanya. ia mengambil secukupnya uang yang berada di dalam dompet itu. lalu ia buruburu keluar dari rumah tua tersebut. saat melihat mobil yang berada di samping rumah.
"aku harus menggunakan mobil itu, agar cepat sampai tujuan " guman Ariana yang kembali masuk ke rumah itu. dan menghampiri pria yang ia pukul tadi. dan mencari kunci mobil di semua saku pria itu. namun, sama sekali ia tak menemukan kunCi apapun.
"Bagaimana ini, sepertinya kunci mobil itu berada di pria itu." ucap Ariana yang menatap pria yang berada di samping pria pingsan. tadi. " Kalau aku mencari kuncinya di saku, pasti pria itu akan terbangun. " Guman Ariana yang masih menatap pria yang tertidur pulas. setelah pikir panjang, Ariana memutuskan untuk mendekati pria itu dan mencari kunci mobil di saku bajunya secara perlahanlahan. namun hasilnya sama saja. Ia juga tak menemukan kucing mobil itu di saku bajunya. " Apa mungkin kuncinya berada di celananya?" Ariana langsung meraba saku celana tersebut. merasa ada yang meraba pria tersebut langsung mencekal tangan Ariana. ia sama sekali tak membuka matanya. Ariana yang mendapatkan serangan secara tibatiba, terlonjar kaget. saat tangannya dicekal oleh pria itu. Ariana berusaha untuk melepaskan tangannya. namun tenaganya kalah talak pria itu lebih kuat darinya.
" Sepertinya kamu belum jerah " ucap pria itu yang langsung mencekal kedua tangan Ariana. " Sekarang kamu malah berulah merabaraba Paha aku, hingga membuat senjataku bangun " Ariana menelan salivanya. mendengar ucapan pria itu, pria itu langsung berdiri dari duduknya, lalu berhadapan dengan Ariana. " Pak, tolong jangan sakiti saya " ujar Ariana yang sudah sangat ketakutan.
" Hahaha... semudah itu kamu bilang, setelah kamu membangunkan senjataku, sekarang kamu memintaku untuk tidak menyakitimu? tidak semudah itu " ucap pria itu yang menjatuhkan tubuh Ariana di atas kursi. hingga membuat Ariana terduduk di atas kursi tersebut.
" Pak, tolong jangan sakiti saya Pak, saya mohon. " Ariana Sudah menangis, Jika saja Tadi ia langsung pergi, mungkin. Saat ini ia tidak akan seperti ini.
Pria itu sama sekali tidak mengobris ucapan Ariana ia memegang tangan Ariana cukup keras dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ariana Ariana sangat aneh ia memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri membuat pria tersebut kesal dan.
Plakkkk
Pria tersebut langsung menampar wajah cantik Ariana hingga membuat Ariana merasakan panas yang sangat panas di wajahnya.
" Diam jika tidak wajahmu Akan aku robek " ucap pria itu yang membuat Ariana terdiam seketika Ariana tak bisa lagi berbuat apa-apa.
dengar rakus pria itu langsung mencium bibir Ariana sangat kasar sehingga membuat Ariana kehabisan nafas. Ariana hanya bisa menangis saja ia tidak tahu harus melakukan apa ia ingin meminta tolong tapi entah minta tolong dengan siapa pria yang ada di sebelahnya sudah tergeletak dan bercucuran darah.
saat pria itu melepaskan ciuman itu Ariana buru-buru mengambil napas membuat pria itu tersenyum.
" Manis sangat manis bibir mu." ucap pria itu sambil menyentuh bibir Ariana dengan tangannya, yang dibuat seperti itu hanya bisa membuang muka, pandangan nya langsung tertuju ke arah balok kayu yang ia gunakan untuk memukul pria tadi.
Saat Ariana hendak bangkit pria itu buru-buru meremas gunung Ariana membuat Ariana menjerit, ini kali pertamanya Ariana dilecehkan ia lebih baik mati daripada diperlakukan yang tidak tidak dengan orang yang tidak ia kenal. pikirannya langsung tertuju kepada kekasihnya, selama ini kekasihnya tidak pernah menciumnya, atau meminta lebih kepadanya, ia merasa bersalah kepada kekasihnya, karena sudah menghilang, Dan kini ia sudah dilecehkan oleh pria yang tidak ia kenali.
pria itu masih asik memainkan gunung Ariana dengan sekuat tenaga Ariana menendang ************ pria itu, hingga membuat pria itu kesakitan memegang senjatanya.
" Akhhhh....kurang ajar " teriak pria itu kesakitan dengan cepat Ariana langsung berlari ke arah balok kayu yang tergeletak di sebelah pria yang sudah tak berdaya.
Pria itu langsung berdiri dan sambil memegang senjatanya ia menatap tajam ke arah Ariana yang sedang berdiri di hadapannya sambil mengambil ajang-acang untuk memukul balok kayu itu.
" Aku tidak akan Melepaskanmu " ucap pria itu diselah ucapannya Iya masih meringis kesakitan sambil memegang senjatanya.
" Jika kau berani maju akan kupastikan kepalamu akan pecah dengan balok kayu ini " ancam Ariana hingga membuat pria itu tersenyum mengejek ke arah Ariana.
" jika aku maju, aku juga tidak akan melepaskan kamu juga " tantang pria itu yang mulai mendekat ke arah Ariana, Ariana langsung mengangkat balok kayu itu sambil mengarahkan balok kayu itu ke arah pria itu.
" Lebih Baik Kau letakkan balok kayu itu dan melayaniku akan aku lepaskan kau " tawar pria itu yang masih melanjutkan langkahnya menuju Ariana, Ariana perlahan-lahan langsung memundurkan langkahnya ia mulai panik saat pria itu sudah mendekat ke arahnya.
" Berhenti jika tidak kau akan kubunuh sekarang juga " namun sama sekali pria itu tidak menguplis ucapan Ariana Ia terus melangkahkan kakinya mendekati Ariana hingga membuat Ariana terpojok di dinding.
Saat pria itu tinggal satu langkah lagi Ariana langsung memukul tangan pria itu, hingga membuat pria itu langsung meringis kesakitan sambil memegang tangannya.
" Dasar kau pria bejat " teriak Ariana sambil memukul pria itu dengan balok kayu yang mengenai kepalanya dan mengeluarkan darah,pria itu berpikir jika Ariana hanya mengancamnya namun tebakannya salah, Ia belum memasang ancang ancang, Ariana sudah memukulnya hingga membuat dia tak bisa berkutik sedikitpun hanya bisa meringis kesakitan yang tak henti henti.
" Kekasihku saja tak pernah menciumku sekarang kau merusak harga diriku " seru Ariana yang masih memukul pria membuat pria itu tepar di hadapannya. dengan tangan gemetarnya, Ariana langsung membuang Balok itu, dan langsung mencari kunci mobil yang sempat tertunda tadi. setelah mendapatkan kunci mobil, ia buruburu keluar dari rumah itu dan langsung meninggalkan rumah tua itu.
# Bersambung