Ayang harus rela menikah dengan Rezef, seorang tuan muda kaya yang mempunyai bayi misterius.
Status Ayang yang sebelumnya seorang baby sitter mendadak berubah menjadi istri.
Apa yang terjadi diantara mereka? Dan siapa bayi misterius itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shim Chung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Seburuk Itu
Bayi Kiko mulai tenang berada di gendongan Ayang, bayi itu tidak menangis karena mendapat gendongan yang pas.
"Lain kali, jangan ditinggal-tinggal lagi," Rezef masih saja protes.
Ayang tidak menanggapi karena tidak mau memperpanjang masalah, dia ingin menidurkan bayi Kiko saja.
Gadis itu bersama bayi Kiko tidur di ranjang sementara Rezef masih harus tetap mengalah tidur di sofa.
Ketika ingin memejamkan mata, pemuda itu terganggu lagi karena tangisan bayi Kiko.
"Ada apa lagi?" kesal Rezef.
Di atas kasur Ayang berusaha menenangkan bayi Kiko yang mulai rewel lagi, gadis itu lalu mengecek popok bayi dan terkejut karena ada yang lecet di sana.
Kulit bayi masih sangat sensitif, mungkin karena sebelumnya terlambat mengganti popok saat Ayang tinggal. Kulit bayi Kiko jadi lecet.
"Astaga, bagaimana ini?" Ayang jadi panik.
Namun, gadis itu harus bisa bersikap profesional. Dia menggunakan ilmu yang sudah dipelajari di yayasan.
"Tuan muda, tolong ambilkan cream diapers di sana!" Ayang yang tahu jika Rezef terbangun meminta bantuan pada pemuda itu.
Rezef yang ingin protes jadi mengalihkan atensinya pada peralatan bayi Kiko.
"Yang warnanya biru dan putih, Tuan Muda," lanjut Rezef.
Dengan menggerutu sebal, Rezef mencoba mencari apa yang Ayang butuhkan.
"Warnanya biru dan putih semua," ucap Rezef yang tidak mengerti.
Karena memang bayi Kiko laki-laki jadi peralatannya disesuaikan.
"Bawa saja kemari!" Ayang tidak bisa menunggu lagi.
"Ck!" Rezef berdecak karena tidak biasanya disuruh-suruh seperti itu.
Tapi, anehnya dia tetap menuruti permintaan Ayang.
"Coba lihat, Tuan Muda," Ayang memperlihatkan bagian yang lecet pada sang tuan muda.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Rezef. Sebenarnya dia juga kaget tapi berusaha bersikap cuek seperti biasanya.
"Ini karena sebelumnya lambat mengganti diapersnya," jelas Ayang.
"Dan semua salah saya karena meninggalkan Kiko disaat yang tidak tepat!"
Ayang menyesal dan merasa bersalah.
"Kau harus profesional Ayang, kau dibayar mahal di sini," ucap Rezef menyebalkan.
Kali ini pemuda itu merasa kemenangan.
"Haish," Ayang sepertinya harus menghentikan perdebatan diantara mereka karena pasti tidak akan ada habisnya.
Lebih baik Ayang fokus dulu pada bayi Kiko yang butuh banyak perhatian.
Kalau bayi yang dia aduh sakit maka kerjanya harus lebih ekstra lagi.
"Padahal waktu menggantinya tidak terlalu lama tapi kenapa masih saja lecet seperti itu," Rezef masih saja mempermasalahkan hal yang tidak bisa dijelaskan.
Karena Ayang sendiri juga tidak bisa menjawab semisal Rezef bertanya, kenapa?
"Kulit bayi memang seperti ini, Tuan Muda. Apalagi usia Kiko baru satu bulan jadi butuh perawatan yang maksimal," balas Ayang sekenanya.
"Maka dari itu kalau berbuat harus berani tanggung jawab!"
Ayang menambahi kata-kata sindiran yang kental.
Yah, gadis itu masih berpikir jika bayi Kiko adalah anak Rezef.
Inilah kenapa Rezef ingin cepat membawa bayi Kiko ke panti asuhan supaya dia tidak perlu repot-repot mengurus hal seperti ini.
"Besok pagi kita harus cek ke dokter, Tuan Muda," ucap Ayang.
"Hah? Kalau begitu caranya akan ketahuan, apa tidak ada cara lain?" tanya Rezef.
"Mungkin membawa dokternya ke sini, Tuan Muda kan kaya pasti bisa melakukannya," Ayang mencoba memprovokasi.
Rezef sepertinya tidak seburuk itu, buktinya dia setuju untuk mendatangkan dokter besok tanpa banyak protes seperti sebelumnya.
makin seru niichh...
Sungguh mantap sekali 🌹🌹🌹🌹 terus lah berkarya dan sehat selalu ✌️
mantap..