Terkadang, memory yang pahit juga berhak untuk di ingat. Karna semanis apapun memory yang ada, jika semua keadaanya telah berubah, maka rasanya akan sama- sama seperti luka. Bahkan lebih dalam.
Bagi kakak semua yang mampir aku mintak kritik dan sarannya ya biar nanti bisa jadi bahan evaluasi.
Kalau berkenan bisa tambahkan ke favorit, kasih bintang dan tinggalkan like sebagai dukungan.
Masih terus dalam tahap pembenahan, jadi kalau ada ketidak nyamanan saat membaca maaf ya kak.
Makasih kakak semua...
Mampir juga ke work aku yang lain ya kak, semuanya masih dalam fase pembenahan😁😁😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uza Atsanni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 9- Sepulang Sekolah
Dan, sesuatu yang paling pantas untuk dimusuhi, adalah permusuhan itu sendiri.
~ Lord Arthur.
Lonceng pulang sekolah telah berbunyi.
" Kak Al!" Teriak seseorang, aku dan Falisya langsung menoleh ke arah suara. Natalia beserta dua cecunguk di belakangnya.
Dia berjalan cepat di antara kerumunan siswa, meninggalkan Anabel dan Jaesy, menghampiri Kak Alberta yang berhenti dan menoleh ke arahnya karna mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.
Huh, ini baru drama yang membosankan. Sayangnya aku tidak pernah tau kapan dia berulang tahun, ingin rasanya aku memberinya kaca ukuran 3 x 3 meter agar dia cepat tersadar dengan mulut beracunnya.
" Bukkk!!!" Astaga, aku tertawa, dan, Falisya tertawa dengan tawa yang lebih sadis dariku.
" Au..." Rintihnya. Aku berjalan mendekat.
" Em, apa kau masih mengingat pelajaran Tuan Holwis kemarin? Tapi menurutku, sepertinya tidak hanya melamun di pagi hari saja yang merepotkan, Nona Natalia yang terhormat," Aku mengingatkannya, tapi kukira nadaku malah seakan mencemooh.
" Bukankah begitu, Tuan Holwis?" Kataku pada Tuan Holwis yang ia tabrak, meminta persetujuan.
Dan, bisa ku tebak, Tuan Holwis pasti akan memberikan kuliah sore gratis tambahan pada si Natalia. Aku berlalu, Falisya sudah tidak ada di tempatnya. Ku putuskan untuk menghampiri Kak Alberta.
" Hai, k, kak Al, sore," sapaku sedikit canggung. Sebenarnya aku merasa malu karna baru tau bahwa si dia adalah seniorku saat Falisya memberi tahuku tadi pagi. Mmm, lebih tepatnya, memarahiku karna omonganku yang katanya kurang ajar. Dia, kelas tiga.
Aku ingin bertanya tentang banyak hal padanya, semoga saja sikap kalemnya itu benar-benar karena dia tau apa yang terjadi denganku akhir-akhir ini. Karena aku sendiri sudah sangat bingung menghadapi semuanya tanpa kejelasan.
" Sore," dia tertawa, sungguh keren. Kami berdua berjalan beriringan. Entah mengapa aku malah merasa sangat dekat dengannya, padahal tadi pagi aku masih bersikap dingin, tapi sekarang?
Tidak-tidak! Aku yakin ini karena aku sedang membutuhkannya saja, tidak kurang, dan tidak juga lebih.
" Ada apa? Apa ada yang salah denganku?" Tanya ku sedikit minder. Apa dia merasa aneh dengan sikapku yang tiba-tiba saja menjadi sok akrab dan sok kenal begini? Ck, ini cuman siasat agar aku bisa membuktikan kecurigaanku padamu saja. Jangan terlalu geer.
" Ah tidak, temanmu, ku kira dia selalu menunjukkan hal menyedihkan di depanku," jawabnya.
Hhhh..... Padahal dia seharusnya tau, barusan aku yang membuatnya begitu.
" Oh, si Princess Musang Ingusan itu," jawabku enteng.
" Apa?" Tanyanya lagi tak mengerti mendengar jawabanku yang absurd.
" Natalia, dia bukan temanku, tapi, yeach... Memangnya sejak kapan dia selalu menunjukkan hal menyedihkan di depanmu?" Terkaku berbasa-basi.
" Aku sudah tidak bisa menghitungnya, mungkin, hampir setiap kali kita bertemu," katanya, tertawa ringan. Aku hanya tersenyum sekilas. Dia tidak terlalu membosankan ternyata. Dan, lagi, senyuman dan tawanya sangatlah indah. Aku akan berusaha lebih dekat dengannya lagi, agar dia tidak terlalu terkejut, dan tidak juga menganggapnya terlalu serius saat nantinya aku bertanya sesuatu, yang mungkin sedikit tidak akan masuk akal.
🌀🌀🌀
Seperti biasa, sesampainya di rumah aku langsung masuk ke dalam kamar. Karena memang tidak ada yang istimewa, tidak ada hal yang berubah sama sekali.
Aku selalu bosan seorang diri. Tidak lagi ada yang bisa ku ajak sekedar bercerita, atau bercanda ringan sejak Aleta selalu disibukkan dengan perguruan tinggi dan masalah-masalah tentang bandnya. Jarang pulang, sulit untuk diajak mengobrol, sulit juga diajak pergi bersama saat weekend.
Dia benar-benar mengacuhkanku semenjak tamat dari High School. Apalagi Mom dan Dad yang juga cuman sibuk dengan pekerjaan mereka. Sekolah yang sangat membosankan, pokoknya, lengkap sudah hidupku yang hitam putih tak berwarna ini.
Aku mengambil laptopku, membawanya ke kasur. Menggunakannya untuk mencari apa saja yang bisa menghiburku.
Aku adalah penyuka berita, tentang semua hal sih, tanpa label khusus. Aku men-scroll turun pada beranda berita viral terbaru bulan ini.
Tatapanku menangkap sesuatu dengan judul yang sangat tidak asing.
Shoecha...
Tunggu, tapi, di mana aku pernah mendengarnya ya?...
Shoecha...
Shoecha... Shoecha...
"Shoecha adalah sebuah garis, takdir yang tidak bisa kau hujat adanya. Shoecha adalah cerminan dari bening hati yang ada pada putri cahaya," aku terdiam, apa maksud dari kata-kata itu? Aku memandang sosok itu dengan mendongakkan kepala.
Ah, ya, Shoecha, itu adalah kata-kata yang di ucapkan oleh perempuan anggun berambut toska di dalam mimpiku.
Aku meng klik judul muka artikel itu dua kali, membacanya lamat-lamat.
" Batu Bintang Shoecha"
Dahiku mengernyit, seketika saja tangan kiriku refleks meraba leher tanpa kendali. Mencari-cari sesuatu.
Aku menundukkan kepala untuk memperhatikannya lebih seksama. Liontin ini benar-benar sama, persis dengan gambar yang tampak di bawah judul artikel.
Gambar dari batu yang disebut sebagai Batu Bintang Shoecha.
Liontinku ini terbuat dari sebuah batu, mungkin marmer, tapi entahlah, aku juga tidak tau. Yang ku tau batu ini memiliki kualitas yang sangat bagus.
Bentuknya adalah sebuah bintang dengan enam buah sudut, di tengahnya terdapat sebuah lingkaran berwarna biru terang seperti permata, kemudian bintang tersebut di batasi oleh dua buah lingkaran dengan lingkaran bagian luar membentuk sudut- sudut lancip.
Sedangkan gambar itu memperlihatkan sebuah batu usang dengan bentuk sedikit lebih besar, menempel pada sebuah penampang batu berbentuk persegi.
" (11/19) Seorang petani gandum telah menemukan sebuah benda yang diduga merupakan salah satu tinggalan bersejarah dari masa kuno saat sedang beristirahat di sisi lahannya yang luas.
" Belum diketahui secara pasti tentang apa maksud dari benda itu dibuat, maupun dari mana benda itu berasal.
" Benda itu cukup unik dan sangat menyita perhatian saya, maka saya berinisiatif untuk menyuruh teman saya yang kebetulan merupakan salah seorang pengelola Museum Daerah untuk memeriksanya," tutur petani itu saat tim redaksi meminta penjelasan.
" Pihak museumpun menindak lanjuti penemuan benda asing tersebut, dan benar saja, hasil penelitian bahkan tidak bisa melacak tahun berapa benda itu ada di Bumi.
" Di belakang penampang persegi batu tersebut terdapat sebuah aksara yang belum bisa di terjemahkan. Hanya kata Shoecha yang ditulis jelas di bagian depan, di bawah batu berbentuk bintang enam sudut yang di kelilingi oleh lingkaran bersudut lancip.
" Batu itu sekarang di ambil alih oleh pemerintah pusat bagian kebudayaan untuk diteliti lebih dalam kembali."
Aku berhenti sesaat,
" Ternyata aku kurang up to date," gumamku. Dan saat aku hendak kembali melanjutkan membaca artikel itu, tiba-tiba saja laptopku mati.
Aku menekan tombol power berkali-kali.
" Err... Persetan!" umpatku.
Kemudian, sebuah cahaya menyilaukan seketika datang merengkuh seluruh kesadaranku. Rasanya aku seperti terhuyung-huyung. Ringan sekali.
Dan selanjutnya setelah itu...
mampir jg ke ceritaku 😁
mampir yuk ke Novel ku
•System Behavior.
siapa tau tertarik
Aku mampir dah kasih Boomlike tiap chapt dan rate 5. Ditunggu boomlike+rate 5 back nya di karyaku The Power of Mutant yaa... Makasihh🙏
💕Saling Support💕
keep spirit thor
Mari saling dukung :)
ceritanya makin bagus, bikin penasaran
Mari saling dukung😍
Semangat nulisnyaa
🌸Halo ini author Fur Therese yuk mampir dan saling like, rate5 dan vote🌸
Tambahkan ke favorite ya karena bakal up setiap hari ❤
nitip jejak di sini dulu
🌸Halo ini author Fur Therese yuk mampir dan saling like🌸
makin seru ceritanya