NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Murni / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 5
Nama Author: cerryblosoom

Lily yang baru saja mengalami kecelakaan terlahir kembali ke-15 tahun yang Lalu dimana ia masih remaja. Satu hal yang paling dia ingat adalah kata-katanya, "Aku mencintaimu untuk setiap kehidupan dan aku akan pastikan kita akan selalu bersama."

Dengan penuh kelembutan ia memelukku dengan hangat dan melindungi ku dari kerasnya dunia.

Satu hal yang aku sesali adalah terlambat mengatakan aku juga mencintainya. Kini setelah kelahiran kembali aku akan mencintainya lebih dulu dan memberi cinta yang paling manis yang belum pernah kuberi.

Alion yang memiliki kepribadian dingin dan acuh atas segala hal memiliki pengecualian pada gadis kecil yang selalu ada di hatinya. Tanpa Lily sadari Alion telah mencintainya jauh sebelum ia mengenalnya.

Ini kisah tentang seorang gadis yang mengejar kekasihnya dalam kehidupan kedua nya. Tanpa dia ketahui sang kekasih telah jatuh bahkan sebelum dia mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerryblosoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 MIMPI

Sejak kelahiran kembali, Lily jarang bermimpi kejadian di kehidupan sebelumnya. Selain dari kecelakaan itu, kejadian lainnya seolah kabur. Tapi, Lily tak terlalu ambil pusing karena mungkin itu harga yang harus dibayar untuk kehidupan kedua nya ini.

Malam ini sedikit berbeda mungkin karena Alion mengucapkan selamat malam padanya. Lily memimpikan kehidupan sebelumnya.

Lily tak ingat kejadian ini, Lily tak ingat apa yang terjadi setelah kematian Alion. Saat itu sepertinya tepat setelah Alion meninggal, di hari pemakaman itu lah tepatnya Lily pertama kali bertemu keluarga Lio.

"Ayah ibu," salam Lily dalam mimpi.

"Siapa yang mengizinkanmu memanggil kami begitu. Dasar pembunuh, pergi kau dari sini," kata ibu Alion dengan marah.

"Aku bukan pembunuh," suara Lily sangat pelan tanpa bisa didengar siapapun.

Ya dia bukan pembunuh dia juga tak ingin kehilangan Alion. Dia juga tak tahu kenapa Alion begitu melindunginya. Lily bukanlah apa-apa, dia tak pantas Alion selamatkan.

Tiba-tiba layar berubah, setelah kematian Alion. Lily habiskan hari harinya menangisi kepergian Alion. Setiap malam ia selalu mimpi buruk dan di siang hari ia harus menguatkan diri menghadapi dunia sendiri tanpa Lio nya.

Lily kini bak robot, dia menyibukkan diri bekerja dari pagi hingga malam. Tanpa menghiraukan kesehatannya, hanya dengan bekerja ia bisa lupa akan Lio nya walaupun itu hanya sesaat. Saat libur misalnya, ia kembali memikirkan saat saat bersama Lio.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartemennya. Lily pun membukanya dan mendapati Zidan ada disana.

"Kau terlihat sangat buruk," kata Zidan.

"Itu bukan urusanmu," ketus Lily. Lily pun hendak menutup pintu tapi Zidan cegah.

"Tunggu, aku datang karena Alion," kata Zidan.

"Lio diaaa...."

Sebuah nama yang mengingatkan luka dihatinya. "Masuklah."

Terlihat Lily dan Zidan  dalam mimpi masuk ke apartemen dan duduk di ruang tamu saling berhadapan.

Apa ini, Zidan pernah menemuinya. Apa yang terjadi dengan ingatannya. Dia tak sedikitpun ingat dengan kenangan ini. Apakah ini ingatan masa lalunya atau hanya sebuah mimpi.

"Apa maksud kata-katamu tadi, bagaimana kau bisa datang karena Alion," tanya Lily dalam mimpi.

"Kau tak perlu heran, Alion sudah menyampaikan ini jauh hari. Jika sesuatu sampai terjadi padanya," kata Zidan.

"Apa maksudmu, Lio sudah tau dia akan pergi. Bagaimana dia bisa hiks-hiks," kata Lily mulai menangis.

"Alion tahu dia memiliki banyak musuh. Itu sebabnya setelah menikah ia membatasi untuk bertemu denganmu. Hah, sebegitu cintanya dia padamu. Bahkan dia meminta Zero untuk selalu menjagamu jika sesuatu terjadi padanya yang membuatnya tak bisa menjagamu lagi," kata Zidan.

Aku pun menangis dia tak tahu hal ini. itulah sebabnya di kehidupan sebelumnya saat Lio telah pergi Lily kadang mendapati anggota Zero di sekitarnya. Lily pikir itu hanya kebetulan rupanya Lio yang meminta mereka untuk melindunginya.

Layar kembali berubah begitu cepat, tiba tiba saja Lily sudah ada di tempat lain. Sebuah tempat yang selalu ingin dia lupakan. Tempat kecelakaan yang merenggut nyawa Alion.

Di dalam mobil itu Alion terus memeluknya tanpa menghiraukan tembakan demi tembakan yang di la yang kan. Lily menangis, dia ingin menjangkau nya dan melindungi Alion. Tapi saat ini tubuhnya menembus Alion hingga membuatnya terlempar keluar dari mobil.

"Tidak, aku ingin kembali. Aku harus menyelamatkan Alion," kata Lily putus asa.

Namun, tubuhnya seolah ditarik paksa oleh kekuatan. Matanya hanya mampu menangkap mobil yang telah melewatinya. Dan tiba tiba saja semua nya menjadi gelap. Dalam ruangan gelap itu Lily tak bisa melihat apapun tapi samar-samar dia mendengar sebuah bisikan.

"Apa maksudmu mengatakan semua ini Alion. Kenapa tidak kau berikan saja barang-barang itu sendiri."

"Aku hanya ingin berjaga jaga saja, kau mengerti aku Zidan. Jika aku mampu maka aku akan menjaga Lily sendiri. Dan memastikan dia selalu  bersama dengan diriku."

"Tunggu, apa kau akan meninggalkan Lily. Kau yakin kau sanggup jauh darinya. Apalagi melihat dia bersama pria lain."

"Entahlah. Pasti aku tak akan sanggup, hahaha. Memikirkannya saja sudah membuatku gila."

"Lalu jangan pergi. Kau saja yang mengurus Lily. Aku tak ingin terlibat."

"...."

"Nanti, jika dia mencintai seseorang. Kamu harus memastikan pria itu baik padanya, seperti aku baik padanya."

****

Pagi yang cerah, dan sinar matahari masuk melalui celah gorden. Lily terbangun dari mimpinya, air mata masih terus mengalir ke pipinya.

Mimpi itu masih teringat jelas difikirannya, setiap kata-kata yang dia dengar menusuk ke relung hatinya.

"Lio, apa yang sebenarnya kamu pikirkan. Kau tahu aku tak mencintaimu tapi kau memaksa menikahiku dan menjaga aku disisimu. Lalu saat aku mulai mencintaimu, kamu pergi. Bagaimana bisa kamu berfikir aku akan mencintai orang lain. Kenapa kamu tak pernah berfikir bahwa aku akan mencintaimu. Bagaimana aku bisa menikah dengan orang lain setelah kepergianmu, Lio. Kenapa kamu begitu bodoh, harus nya kamu bertahan sedikit lebih lama. Aku mencintaimu Lio, sangat mencintaimu."

Lily menangis terisak-isak selama beberapa menit. Hingga dia bisa menenangkan diri barulah Lily beranjak dari tempat tidurnya.

Ia menyegarkan diri dengan mencuci muka. Menurut mimpinya ada masa setelah kematian Alion yang telah Lily lupakan.

Pertemuan dengan orang tua Alion dan Zidan membuka pikirannya. Ia mengerti sekarang kenapa kematian Alion selalu menjadi mimpi buruknya. Karena Lily merasa dia adalah pembunuh. Iya saat itu Lily yang meminta untuk bertemu dengan Alion dan keluar untuk makan bersama.

Ibu Alion tak salah, seandainya Lily tak mengajak Alion saat itu. Kecelakaan itu tak akan terjadi, Lily menghelas nafas berat.

'Tingg trinining.'

Bunyi suara ponsel menghentikan lamunan Lily. Lily mengambil hp nya dan menemukan pesan Alion ada disana.

...Room chat...

Alion

Selamat pagi, Lily.

Alion

Sudah bangun?

^^^Lily^^^

^^^Selamat pagi juga, Lio.^^^

^^^Lily^^^

^^^Sudah, ada apa Lio?^^^

Alion

Turun.

^^^Lily^^^

^^^Hah, apa maksudnya dengan turun, Lio?^^^

Alion

Turun, aku ada di bawah.

^^^Lily^^^

^^^Benarkah kamu ada di bawah, tapi kenapa tiba-tiba begini.^^^

Alion

Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.

^^^Lily^^^

^^^Tapi, aku belum minta izin pada ayah dan ibu Lio.^^^

Alion

Tak perlu khawatir aku sudah meminta izin, bersiaplah dan segera turun.

^^^Lily^^^

^^^Okey, tunggu aku akan cepat.^^^

Alion

Hmm, tak perlu buru-buru.

Alion selalu saja bisa membuat Lily bahagia. Segala rasa sakit yang Lily rasakan menghilang begitu saja. Semua itu terjadi di kehidupan sebelumnya, kini semua nya berbeda. Lily tersenyum menyemangati dirinya.

Bunyi langkah kaki di tangga membuat Alion menoleh dan melihat Lily ada disana. Gadis itu memakai celana jeans dengan baju berwarna biru langit. Sangat cocok dengan pakaian yang Alion kenakan saat ini. mereka terlihat seperti pasangan padahal tidak janjian memakai pakaian yang sama.

"Sudah siap?" tanya Alion.

"Sudah," jawab Lily dengan senyuman.

"Kalau begitu kita pergi," ajak Alion.

"Paman bibi, saya ijin membawa Lily pergi," pamit Alion pada orang tua Lily.

"Ya, baiklah hati-hati nak," kata ibu Lily dengan senyuman.

"Hmm, jaga putriku baik-baik," peringat ayah Lily.

"Iya, paman tenang saja," kata Alion tenang.

"Aku pergi ayah ibu," kata Lily sembari bersalaman dengan orang tuanya diikuti Alion.

Mereka berdua pun pergi meninggalkan pekarangan rumah Lily.

"Lio, kemana kita akan pergi?" tanya Lily saat sudah jauh dari rumah.

"Kamu akan tahu nanti," jawab Alion.

"Huh, sok misterius sekali," dengus Lily sebal.

Alion hanya tersenyum kecil memperhatikan Lily dari spion.

1
Diah Al Khalifi
smpi sini aku suka ceritanya,GK bertele2 jelas🥰
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
mantap👍
Ni Ketut Patmiari
lio kuat banget ya
Ni Ketut Patmiari
😍😍😍
Ni Ketut Patmiari
👍👍👍
Ni Ketut Patmiari
wah kenangan buruk apa tuh
Ni Ketut Patmiari
siapa tuh yg merhatiin
Ni Ketut Patmiari
kirain alion kk kelas
Kania Rahman
semangat berkarya nya thor, selalu jaga kesehatan 👍👍🙏🙏
cerry: Terima kasih, kamu juga jaga kesehatan okey😊
total 1 replies
Nur Hayati
sayangnya mungkin karakter Lio hanya satu banding sejuta di kehidupan nyata 🥲
Месяц™
season 2 lanjut disini apa ganti judul lgi Thor?
cerry: Tunggu pengumuman selanjutnya ya. Author mau up karya lain dulu🙏🏻
total 1 replies
Kania Rahman
masih banyak rahasia,, tetap jaga kesehatan Thor 💪💪👍👍
cerry: Iyaa..
total 1 replies
Kania Rahman
kalau yang di buly nya model ular burik aku setuju,,pura pura gak lihat dan dengar 💪💪👍👍
ᴍɪss_dew
diiihhh Ending nya banyak misterius...
kayak author nya... /Sweat//Sweat//Sweat/
cerry: Uhh, sereemm mainnya santet bun🤧
total 3 replies
Rohimah
kalo cwoknya g bisa tegas , mending lilinnya cri cwok lain
cerry: Gaboleh dong.
total 1 replies
Nurul Shafinas
rasain tu lucia...
Rohimah
masa lionya g bisa tegas Ama ulat bulu sih, masih tegassan teman2 lili,, klo cwoknya kyak gtu , huuuffffffff
ᴍɪss_dew
Lio, devinisi co sempurna, ganteng, baik, setia , pengertian dan PEKA itu yg penting /Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
Kania Rahman
dasar ular burik, semangat 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!