no diskripsi langsung baca lebih bagus 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka manga toon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luka Part 9...
Rina jelas ingat dengan pria yang saat ini berdiri di depannya. Bagaimana mungkin dirinya melupakan seseorang yang pernah hadir di hidupnya dulu.
Tidak ada yang berubah di dalam dirinya, hanya saja pria itu kini semakin tampan dan terlihat begitu dewasa.
Senyuman itu, senyuman yang pernah membuat hati Rina berdebar dulu , ia akui jika dulu dirinya menyukai sosok teman yang saat ini ada di depannya.
Tapi itu dulu, sebelum pria itu memutuskan untuk pindah ke luar negri.
" Sa-nta ! kamu beneran Santa ? " tanya Rina dengan wajah bingungnya.
Bagaiman tidak , yang ia tau bahwa saat ini Santa berada di luar negeri namun sekarang tiba-tiba Santa berada di hadapannya.
Santa yang berada di depan Rina hanya membalas dengan anggukan kepala bersamaan dengan senyum manisnya.
Rina masih ingat betul sebelum Santa memutuskan untuk pergi, pria itu lebih dulu menyatakan cintanya kepada dirinya. Saat itu Rina merasa sangat bahagia karna perasaannya kepada Santa terbalas.
Namun nyatanya kebahagiaan Rina hanyalah sebentar, ia pikir jika mereka akan menjalin hubungan namun itu hanyalah keinginannya sendiri.
Kenyataannya, Santa tidak ingin menjalin hubungan dengan Rina meskipun dirinya memohon, bahkan berjanji akan setia menunggunya tapi tetap saja Santa menolaknya dengan alasan tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh.
Dan hari itu Rina merasakan bahagia sekaligus kesedihan. Rina menyadari satu hal, meskipun perasaan mereka sama, namun nyatanya mereka tidak di takdirkan untuk bersama, walaupun hanya sebentar.
" Apa kabar, Rin... ?" suara itu, suara yang dulu pernah Ia rindukan, ternyata suara itu masih sama, hanya saja suaranya terdengar lebih berat.
Setelah kepergian Santa, Rina selalu menanti kabar darinya dan berharap ia akan menghubunginya lewat ponsel. namun nyatanya itu tidak pernah terjadi sama sekali. Seolah Santa lenyap bak di telan bumi.
Rina tidak menjawab pertanyaan Santa, ia langsung memeluk tubuh Santa.
seolah tengah meluapkan betapa besar rindu Rina pada sosok yang dulu pernah mengisi hatinya itu.
Santa pun membalas pelukan Rina lebih erat, ia sangat tau jika wanita mungilnya begitu merindukan dirinya, dan dirinya pun sama ia juga sangat merindukan wanita mungilnya itu .
Santa membawa Rina ke taman kecil yang tidak jauh dari lokasi mereka, agar lebih nyaman untuk mengobrol dengannya.
" Sudah nangisnya ? " tanya Santa sedikit menggoda Rina
" Cengeng ! " ucap nya lagi hingga membuat Rina mendengus kesal . dengan cepat Santa pun mengusap lembut air mata wanita manis itu.
" Lucu ! " puji Santa saat melihat wajah Rina yang tidak berubah, malah semakin terlihat lebih cantik dan imut
" Cantik , bukan lucu !" Protes Rina dengan nada kesal yang di buat-buat.
" Iya aja dech ! Capek kalau debat sama kamu, gak mau kalah kamu nya" ucap Santa pasrah
" Ya jelas! " ucap Rina tersenyum puas seolah sudah melupakan keluhan kesah nya sejenak
" Kamu kemana aja selama ini , Santa ? " tanya Rina dengan wajah seriusnya
" Kamu kan tau? Kalau aku pindah ke luar negri ! " ucap Santa
" Tapi luar negri mana? Aku kan gak tau, Anta. Dan kamu juga gak pernah ngehubungi aku lagi !! " ucap Rina pemasaran hingga membuat Santa hanya terdiam saat mendengar ucapan wanita itu
" Kok diam sih, ayo jawab !" paksa Rina saat melihat Santa buang hanya terdiam
" Aku tinggal di Amerika "
" Serius! Aku pikir kamu tinggal di Thailand, secara kamu kan asli sana " ucap Rina dan Santa pun menggeleng.
" Dulu aku sengaja gak ngabarin kamu " ucap Santa hingga membuat Rina menengokkan kepalanya ke arah Santa yang terlihat sedih.
" Kenapa ? " tanya Rina , Santa pun tersenyum ke arah Rina namun senyum itu sulit di artikan oleh Rina sendiri.
" Dulu aku sakit keras! Aku pindah ke Amerika bukan untuk melanjutkan sekolah, tapi untuk berobat. Aku di vonis kanker darah! " ucap Santa hingga membuat Rina buang mendengarnya pun terkejut
Deg..
Rina terkejut dengan pengakuan Santa, ia tidak tau jika Santa punya penyakit itu. Selama bersama Santa, Rina tidak pernah melihat Santa sakit.
Tapi... Apa ini.
Kenapa pengakuan Santa membuat dirinya bodoh. Bodoh dalam arti ia tidak tau jika Santa menyembunyikan penyakit itu.
Tiba-tiba ia teringat dengan penyakitnya sendiri, setidaknya Rina bersyukur Santa sudah sembuh dari penyakit itu.
" Dan alasan dulu aku menolak berpacaran sama kamu? Karna aku takut, kalau aku tidak selamat dan berakhir dalam kematian. Butuh waktu 5 tahun untuk aku bebas dari penyakit menyebalkan itu " ucap Santa hingga membuat Rina terkekeh mendengar umpatan Santa
Santa masih ingat jelas, saat Rina memohon untuk menjadikan dirinya sebagai pacar, bahkan saat itu Rina berjanji akan setia menunggu dirinya kembali. Berapa lama pun Rina akan tetap menunggu.
Mamun Santa tetap menolak dengan alasan berbohong yang ia ucapkan dulu , bukan karna ia tidak cinta atau tidak percaya dengan janji Rina . Hanya saja, ia tidak ingin membuat Rina merasa sedih karna harus mendengar kabar kematiannya bukan kabar kepulangannya.
" Setelah sembuh, aku langsung melanjutkan sekolah ku dan kuliah setelah lulus SMA. Dan sudah 1 tahun ini aku meneruskan bisnis papaku " lanjut Santa.
" Aku ada disini karna ada perjalanan bisnis, sekaligus ingin bertemu kamu. Orang yang selama ini aku rindukan setiap waktu. Aku sempat datang ke kampung kita dulu, tapi kata orang tua kamu, kamu sudah lama pergi dari rumah karna Arga "
Seketika Rina terdiam saat mendengar pengakuan Santa. Tiba-tiba ada rasa bersalah di benaknya saat ini.
" Apa benar kamu menjalin hubungan dengan Arga? Arga yang aku benci itu !" tanya Santa
Rina pun hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap mata Santa yang pastinya ada tatapan kecewa dan rasa sakit di sana.
" Kamu tau? Kenapa dulu aku benci dengan Arga !" ucap Santa seraya menghela nafas lelahnya sebelum melanjutkan ceritanya.
" Karna kamu !" sambung nya hingga sontak membuat kepala Rina menengok ke arah Santa setelah mendengar jawabannya.
"Karna aku? " tanya Rina dam Santa pun mengangguk.
" Kenapa?" Tanya nya penasaran.
" Karna aku tau Arga cinta sama kamu, bahkan dia berniat untuk merebut kamu dariku. Makanya aku benci sama dia." ucap Santa menjelaskan
Seketika Rina ingat saat dulu Santa mengatakan jika dirinya benci dengan Arga. Ia hanya diam saat Santa mengatakan itu, tidak ada rasa penasaran di benaknya kenapa Santa membenci sosok Arga.
" Dan ternyata aku lah yang kalah. Arga sudah berhasil merebut kamu dariku, bahkan ia juga bisa mengambil cinta yang seharusnya untukku " ucap Santa dengan senyum getirnya.
Lagi-lagi Rina terdiam, ia tidak tau harus berkata apa. Bahkan dirinya tidak tau jika dulu Arga sudah lama menyukainya , karna dulu Arga tidak pernah mendekat atau menyapa dirinya. Tapi saat Santa pindah, sejak itulah Arga mulai mendekatinya. Rina pikir Arga tertarik dengan dirinya karna kejadian di kantin saat itu .
" Maaf! " hanya kata itu yang bisa Rina ucap saat ini
" Maaf untuk apa? Kamu gak salah, Rina ! Yang salah itu aku. Harusnya dulu aku menerima ajakan kamu bukan malah menolak mu . Semua ini salah penyakit si*lan itu. Coba saja kalau aku gak sakit, pasti akulah yang berada di posisi Arga saat ini " ucap Santa dengan wajah menyesal
" Kamu gak boleh bicara seperti itu, seharusnya kamu bersyukur karna kamu sudah sembuh saat ini" Santa tertawa kecil saat mendapat teguran dari wanita itu
" Kamu tau? , Selama ini aku belum bisa melupakan mu, bahkan perasaanku masih tetap sama. Aku pikir kedatangan ku kesini membuahkan hasil nyatanya aku harus menerima kekalahan itu " ucap Santa sambil tersenyum getir
" Maafkan aku ,Anta.. maaf "
"Jangan minta maaf terus menerus , bukan kamu yang salah , Rin !" sahut Santa.
" Bersama dengan siapapun kamu, aku gak masalah. Asalkan kamu bahagia bersamanya, maka aku ikut bahagia. Aku tidak ingin melihat kamu sedih , karna kamu berhak bahagia. Dan sekarang kebahagiaan kamu ada di Arga, bahkan kamu rela meninggalkan keluarga kamu sendiri demi dia "
Santa menyesal karna dulu sempat menolak ajakan Rina , andai saja waktu bisa di putar, ia akan menerima ajakan Rina saat itu
Rina pun tersenyum getir mendengar kata-kata Santa. Andai saja Santa tau jika saat ini dia merasa sedih karna Arga, apa yang akan di lakukan oleh pria itu pikirnya.
Lebih baik ia tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Santa bahkan soal penyakit yang ia derita saat ini , pikirnya.
" Kamu benar Anta, aku memang sangat-sangat mencintai Arga. Dia adalah duniaku, cintaku bahkan kebahagiaan ku." Santa memandang sendu ke arah Rina dan terlihat jelas kedua mata Rina yang memancarkan cinta begitu dalam, bahkan dulu Rina tidak memandangnya seperti itu.
" Kamu tadi kenapa? Aku sempat lihat kalau kamu tadi menangis?" Santa mengalihkan pembicaraannya, ia tidak mau mengingat masa lalu yang membuat dirinya menyesal seperti sekarang.
"Aku gak papa kok" jawab Rina dengan senyuman palsu
"Yakin! Atau jangan-jangan Arga nyakitin kamu?" tebak Santa dengan tatapan tajam.
"Tidak kok! Arga gak pernah nyakitin aku" sahut Rina bohong.
"Syukurlah! Kalau dia nyakitin kamu, kasih tau aku. Akan ku beri dia pelajaran." Tegas Santa yang di balas anggukan kepala oleh Rina .
" Kamu sakit?" lagi-lagi pertanyaan Santa membuat Rina kelimpungan.
"Tidak Anta!" jawab Rina menutupi kegugupannya.
"Tapi muka kamu terlihat pucat, bahkan badan kamu terlihat makin kurus. Apa selama ini Arga tidak pernah kasih kamu makan?" Rina pun menghela nafas lelahnya.
" Sudah Anta. Jangan tanya macem-macem. Aku gak papa. oke!" Santa hanya mengangguk. Entah kenapa perasaanya tidak enak, seolah-olah Rina tengah menyembunyikan masalah besar saat ini
.
secepatnya kalau update, gk sabar buat baca terusannya