Cewek sejelek Audry bisa Nikah sama Revan, seorang lelaki No satu yang paling banyak di minati oleh banyak perempuan. Kok bisa, Ya bisalah orang mereka di jodohkan. Revan sempat menyumpah nyerapahi Audry, karena dia harus menikah dengan Gadis jelek seperti Audry yang sama sekali bukan tipenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rova Afriza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
"Mana?" Tagih Mirna. Saat melihat putra tunggalnya itu sudah tiba di hadapannya.
"Nih!" Ucap Revan malas. Sembari memperlihatkan jarinya yang sudah tersemat dengan cincin berwarna putih yang bermatakan Berlian itu pada mamanya itu.
"Bagus!" Ucap Mirna senang.
"Ke depannya, kalau sampai cincin itu hilang di jarimu, kau akan mendapatkan masalah!" Ucap Mirna penuh penekanan.
"Ya, Revan tahu," Jawab Revan sekenanya lalu langsung bergegas keluar dari rumahnya.
******
"Alisa?" Panggil Lena pada putrinya yang sudah akan berangkat menuju ke studio untuk pemotretan itu.
"Ya ma," Jawab Alisa. Lalu menghampiri mamanya yang tengah duduk di ruang tamu itu.
"Kau boleh pergi sekarang!" Ucap Lena. Saat sudah memeriksa, kalau cincin pertunangan itu masih tersemat di jari manis anaknya tersebut.
"Ya, kalau begitu Alisa pergi dulu," Pamit Alisa. Sementara Lena hanya menggapinya dengan anggukan kepala.
"Heh, memangnya siapa juga yang sudi mengenakan cincin sialan ini!" Batin Alisa.
Lalu langsung mencopotnya dari jari manisnya dan memasukannya ke dalam tasnya kembali, saat dirinya sudah berada di mobilnya tersebut.
Ting....
Ponselnya berbunyi, pertanda ada pesan masuk di ponselnya.
"Heh! ni cowok brengsek ternyata cukup gak punya malu juga, di sekolah dia menghina-hina Audry, dan sekarang lihatlah! dia justru mengejar-ngejar Alisa!" Umpat Alisa.
Saat melihat pesan dari siapa yang masuk di instagramnya itu. Pedahal dia baru saja membuka Instagramnya untuk menenangkan pikirannya tentang pria itu, tapi sekarang lihatlah! pria itu justru mengirim pesan padanya saat melihat instagramnya yang tengah aktif.
Brakkk.....
Sebuah gubrakan meja seketika langsung mengangetkan semua teman-temannya Revan, yang tengah berkumpul di kafe dan asyik bermain game tersebut. Spontan mereka semua pun langsung menatap ke arahnya untuk meminta penjelasan apa yang tengah terjadi kepadanya itu.
Brakk...
Tapi, lagi-lagi yang mereka dapatkan hanyalah sebuah gubrakan meja kembali dari seorang Revan.
"Akhhh, Alisaaaaa, pokoknya gue harus bisa dapetin lo!" Batin Revan. Semakin merasa tertantang karena gadis itu lagi-lagi tak mengacuhkan pesan yang dia kirimkan lewat istagramnya.
"Lo hari ini kenapa sih bro? gak di sekolah, gak di luar emosi lo naik turun terus?" Tanya Andra memberanikan diri. Karena penasaran pada apa yang terjadi dengan temannya itu.
"Gak kok, gue gak kenapa-napa," Jawab Revan. Namun expresi wajahnya dapat memperlihatkan kalau dia sedang tidak baik-baik saja.
"Lo lagi kesal karena Audry kan?" Tebak Iqbal. Apa lagi saat mengingat kejadian yang terjadi hari ini, pasti itu semua berhubungan dengan gadis itu. Bahkan pria itu sampai rela mencemari nama baiknya di depan buk monik gara-gara pertengkarannya dengan gadis itu.
"Jangan sebut namanya dia, dengarnya aja gue serasa mau sesak nafas!" Umpat Revan.
"Ok. Ok.. maafin gue," Ucap Iqbal.
"Ouh iya, gue baru ingat, kalau hari ini kakaknya gue lagi ada pemotretan bareng Alisa, lo mau pergi ke sana gak?" Tawar Iqbal pada Revan, yang memang memiliki seorang kakak model bernama kan Angga tersebut. Karena dia tahu betul, kalau pria itu akhir-akhir ini sedang menginginkan seorang Alisa.
"Pemotretan bareng Alisa?" Ujar Revan memastikan.
"Ya," Ucap Iqbal.
"Apa harus, gue sampai pergi ke sana buat ketemu Alisa, sementara sekarang aja dia udah bikin gue kesal?" Batin Revan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Ok, gue mau," Jawab Revan Akhirnya.
Barangkali saja, gadis itu tak mengacuhkan selama ini hanya karena dia tidak tahu kalau dirinya ada mengirim pesan padanya. Mungkin dengan bertemu dengannya secara langsung, gadis itu pasti juga akan terbuai oleh pesonanya. Begitu pikir Revan