NovelToon NovelToon
Menuai Benih Idaman

Menuai Benih Idaman

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: HAHA(H&F)

Sreya berhasil mendapatkan seorang anak hasil dari ia mencuri benih pria yang menjadi idamannya. Ia ingin hidup bahagia bersama anak yang dilahirkan dan dibesarkannya dengan penuh perjuangan, namun takdir yang sangat rumit harus ia hadapi, dimana ia tidak bisa menghindari pertemuan dengan ayah kandung anaknya. Bagaimana kisah Aya? Ikuti kisah selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAHA(H&F), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

“Duduk sini nak, apakah ibumu tahu kamu ke sini?” tanya Mamih.

Sian menggelengkan kepalanya.

“Bik, ambilkan susu dan cemilan, pasti dia lapar” perintah Mamih pada Bik Lan.

“Boleh oma memelukmu?” tanya Mamih pada Sian.

Sian mengangguk.

Mamih merasakan kebahagian yang tidak dapat diukur. Ia mengusap kepala Sian, memegang bahu kecilnya tiada henti. Hingga fokusnya pada pin yang menempel di baju Sian.

“Apakah kamu sekolah di sini?” memegang pin dan mengingat keberadaan sekolah itu.

“Iya,”

“Bik, lihatlah pin ini, bukankah kita sering lewat kalau pergi belanja?”

“Iya Mih, sekolah itu tidak jauh dari sini kan” menghidangkan cemilan yang di minta Mamih.

“Apakah rumahmu jauh nak? Hingga kamu berani sendirian ke sini?”

“Saya tinggal di apartemen yang tidak jauh dari sekolah” jawab Sian.

“Makanlah, oma tinggal sebentar ya”

Mamih menghubungi Papih yang keluar bersama temannya di dekat rumah.

“Ada apa Mih?”

“Pih cepat pulang, kamu pasti akan terkejut saat melihatnya” minta Mamih pada Papih di telepon.

Mamih juga menghubungi Meda karena memang ia sudah pindah ke apartemen dekat kantornya beberapa bulan yang lalu setelah bertengkar hebat dengan Sintya istrinya.

Panggilan Mamih tidak terjawab oleh Meda, lalu mengabaikannya karena Papih sudah pulang.

Mamih yang tak sabar mondar-mandir di depan pintu, menunggu Papih pulang.

Sesekali melihat keluar untuk melihat Papih.

Dari kejauhan terlihat Papih berjalan santai mendekati rumah.

“Pih cepat jalannya, ada yang ingin ku tunjukkan padamu, siapkan mental ya” kata Mamih yang menunggu di luar.

Papih melihat anak kecil yang duduk sambil makan kue, ”Anak siapa dia Mih?” tanya Papih.

“Jangan tanya anak siapa, medekatlah amati wajahnya dengan baik-baik,” perintah Mamih.

Setalah melihat wajah Sian dari dekat, Papih memasang melepas kaca mata yang ia pakai.

“Kenapa wajahnya sama persis dengan Meda, Mamih nemu dimana?” tanya Papih terheran-heran.

Mamih menarik Papih menjauh dari Sian, “Ya kan Pih, pasti kamu terkejut, dia datang ke sini sendirian, katanya mau cari papanya sambil membawa gambar Meda” bisik Mamih.

“Anak kurang ajar, kenapa dia menyembunyikan seorang anak yang kita inginkan selama ini, dimana dia, aku akan menghajarnya, beraninya dia menelantarkan anak semanis dia” amarah Papih pada Meda.

“Tadi Mamih sudah menghubunginya tapi nggak di jawab, mending Papih temui anak itu dulu, nanti kita minta penjelasan pada Meda” ajak Mamih.

***

Waktu makan siang, Aya menghubungi Sian menanyakan bagaimana kegiatan study tour nya sekalian mengecek apakah dia makan dengan benar.

“Anak ini juga kenapa tidak bisa dihubungi” ungkap Aya kesal.

Aya menghubungi wali kelasnya Ibu Tanta, “Selamat siang Ibu, apakah sudah waktunya istirahat makan siang?”

“Sudah mam, gimana keadaan Sian, apakah sudah membaik” tanyanya balik karena Marco memberitahukan pada Ibu Tanta bahwa Sian sedang sakit jadi tidak mengikuti study tour hari ini.

“Sian baik-baik saja waktu berangkat tadi, apakah Sian tidak enak badan di sana?” tanya Aya lagi

“Bukankah Sian tidak mengikuti study tour hari ini karena sakit ya mam?” tanya balik Ibu Tanta.

“Tidak kok Bu, pagi tadi saya sendiri yang mengantarnya ke sekolah, dia masuk bersama temannya bernama Marco” jelas Aya.

“Tapi kata Marco, Sian sakit jadi ijin tidak ikut” pengakuan Ibu Tanta.

Aya mulai panik karena Sian tidak mengikuti kegiatan study tour.

“Kemana dia sebenarnya? Bolehkan saya meminta bantuan Ibu untuk menanyakan pada Marco kemana Sian pergi?” minta Aya.

“Tenang dulu ya mam, akan saya tanyakan sekarang”

“Terimakasih Bu Tanta”

Bu Tanta menanyakan kepergian Sian pada Marco, karena mereka sempat bertemu sebelum berangkat ke museum.

Bu Tanta mencari Marco dengan sedikit panik. “Kamu melihat Marco anak kelas satu dua”

“Dia sedang makan di sana bu” jawab siswi yang berpapasan dengan bu Tanta.

Benar saja terlihat Marco sedang bersantai sambil makan Snack bersama geng nya.

“Marco, Ibu mau bertanya pada mu, tolong ke sini sebentar” panggil Ibu Tanta

“Kenapa Ibu memanggilku?” jawabnya selow sambil berjalan santai menjauh dari geng nya.

“Benarkah tadi pagi kamu bertemu dengan Sian sebelum yang lain datang?”

“Ah anak itu, katanya dia pergi cari papanya, trus menyuruhku bilang ke Ibu kalau dia sakit” kata Marco tanpa beban dan rasa bersalah.

“Baiklah, Ibu mengerti, kembalilah bersama temanmu”

Ibu Tanta langsung menghubungi Aya memberitahukan bahwa Sian pergi mencari papanya dan berbohong kalau dia sakit sehingga tidak ikut dalam kegiatan sekolah.

Aya kena marah oleh Ibu Tanta, “Jika memang Sian sedang rindu dengan papanya, anda bisa memberitahukan pada saya, jika memang berhalangan hadir dalam kegiatan ini, sungguh tidak apa-apa, kegiatan ini

tidak bersifat memaksa mam, tolong lain kali dibicarakan lagi ya mam” petuah dari Ibu

Tanta pada Aya.

“Iya Ibu, maafkan anak saya, untuk kedepannya tidak akan terulang lagi, terimakasih atas informasinya, selamat siang” pamit Aya via telepon.

Lalu Aya menghubungi Jinrua. “Apakah Sian sudah bertemu denganmu?” tanya Aya khawatir, dia pikir Sian mencari Jin.

“Katamu dia pergi ke museum, pasti tidak ke sini lah” jawab Jin santai.

“Sian kabur, kata gurunya dia tidak ikut kegiatan sekolah, katanya dia mencari papanya, aku kira kan kamu yang dia cari, terus dia kemana?” tangis Aya pecah karena Sian menghilang.

“Atur napas mu, tenangkan pikiran, aku kesana sekarang” jawab Jinrua menenangkan Aya.

Jinrua bergegas ke apartemen Aya bersama istrinya,

“Sian hilang dimana pa?” tanya Sizu.

“Katanya dia tidak benar-benar pergi ke sekolah mengikuti kegiatan study tour” jawab Jin sambil menyetir mobil.

Setibanya di apartemen, “Kak Sizu, Sian kabur” tangis Aya memeluk Sizu.

“Sudah kamu lacak ponselnya?"

“Sudah tapi tidak bisa” jawabnya sambil menangis.

Jin mengecek komputer Sian, mungkin ada petunjuk kemana dia kabur. Ia menelusuri history pencarian di internet dan semuanya tentang Meda.

“Lihatlah semua yang dia cari, kebanyakan tentang dia”

“Romedal? Apakah Sian sudah tahu bahwa dia papanya? Bagaimana ini? Aku harus segera ke alamat ini” tangis Aya sambil melihat history terakhir pencarian di internet.

“Bagaimana dia tidak tahu, wajahnya saja seperti pinang dibelah dua, orang awam yang tidak mengenalnya pasti mengira kalau mereka memiliki hubungan” kata Jinrua menyalahkan Aya.

“Kita berangkat sekarang juga ke alamat ini” ajak Aya pada Jin dan Sizu.

“Kita? Kamu berangkat sendiri, aku dan Sizu harus menjemput Yansijuan, karena kamu, kami menitipkannya pada tetangga” ucap Jinrua.

“Ayolah bantu aku, kak Sizu bujuklah suamimu, please!” kata Aya memohon.

“Jangan hiraukan dia, ayo kita pulang, biarkan dia menyelesaikan masalah yang dia mulai sendiri” larang Jinrua.

“Kak Sizu, Jin ayolah, kali ini saja, temani aku”

Jin dan Sizu tetap tak menerima permohonan Aya, Jin merasa sudah saatnya Sian menemui papa kandungnya, walaupun selalu di halangi oleh Aya. Dan masalah itu adalah masalah keluarga Aya, jadi harus dia sendiri yang menyelesaikannya apalagi masalah itu yang memulai adalah Aya, kini ia harus menuai akibatnya.

Tanpa ditemani, Aya pergi sendirian menjemput Sian di alamat yang dicarinya.

Aya ke alamat yang ternyata tidak jauh dari sekolah Sian, menurut GPS hanya membutuhkan dua belas menit perjalanan.

“Ternyata tidak jauh, oke Aya, kita jemput Sian sekarang juga karena dia milikku tidak boleh ada yang mengambilnya dariku” gumamnya menguatkan diri.

Aya tiba di perumahan elit dengan pagar tinggi, ia berhenti di rumah sesuai dengan alamat yang ia catat dari komputer Sian.

“Benar ini alamatnya” ucapnya sambil melihat alamat dan memastikan kebenarannya.

Ditekan lah bel di pojokan pagar. “Semoga benar dia ada di dalam” doanya penuh harap.

Bik Lan yang hendak membukakan pintu, “Siapa lagi tamu yang datang”

Berbicara melalui layar bel, “Anda siapa? mau mencari siapa ?” tanya Bik Lan menghadap layar.

“Apakah tadi ada anak kecil kemari?” tanya Aya.

Sebelum menjawab pertanyaan Aya, Bik Lan melapor pada Mamih karena ada wanita yang mencari anak kecil, yang ia duga adalah ibunya Sian.

1
abcdefg
cerita bagus dn menarik🔥🔥🔥🥰
pliss lanjut ceritanya dong Thor 🙏🏻🥰
abcdefg
lanjut Thor pliss🙏🏻☺️
Zuhana
ljt thor
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Idahas
mudahan hasilnya negatif, neg liat keluarga meda
Idahas
waduhh..sian
Fenti
semangat kak, masih mau nyicil.. jika berkenan mampir dinovelku🙏😁
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Viana: 🙏🙏👍👍👍🤗🤗🥰🫰
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Viana: terimakasih dukungan nya Kaka🥰🥰
total 1 replies
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Viana: 👍👍👍💪💪🔥🔥🥰🥰
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Viana: 👍👍👍💪💪💪🔥🔥🔥🥰🥰🥰
total 1 replies
Wiar
lanjut Thor 👍
Viana: oke kak👍🥰
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Viana: lanjutkan 🫰🥰
total 1 replies
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Viana: siap Kaka, di tunggu lanjutannya 🥰🫰👍
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Viana: di tunggu Kaka, 🫰🥰
total 1 replies
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Viana: siap Kaka, makasih dukungannya, tunggu lanjutannya 🥰
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Viana: siap Kaka, di tunggu ya🥰
total 1 replies
I'm site
semangat thor jangan lupa mampir baca novelku ya 😍
Viana: terimakasih atas dukungannya kak 🥰 siap Kaka🫰
total 1 replies
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Viana: siap Kaka👍, terimakasih dukungannya, ikuti terus kisah selanjutnya 🥰🥰
total 1 replies
Wiar
🔥🔥🔥🥰🥰🥰👍👍👍
Viana: terimakasih dukungan nya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!