NovelToon NovelToon
Dream Wedding

Dream Wedding

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sejak bangku SMA Lili dan Anjas bersama, berangan-angan menikah dan memiliki pernikahan impian, memiliki banyak anak dan hidup menua bersama.

Rencana itu begitu indah, hingga sebuah malapetaka menguji cinta mereka.

"Gugurkan, dia bukan anakku," ucap Anjas.

Lili termenung, menyentuh perutnya yang berdenyut nadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DW Bab 9 - Lili Yang Aneh

Lili hanya bisa diam saja saat Anjas turun dari dalam mobil itu lebih dulu. Di tinggal sendirian di sana dia kembali mengelus perutnya sendiri.

Dielus terus seolah sedang mencari kekuatan.

Bayi ini memanglah bukan anaknya Anjas, tapi apakah salah jika Lili menyebutnya sebagai anak dia?

Bagaimana pun awalnya, nyatanya bayi ini hidup di tubuh Lili dan menjadikan bayi itu sebagai anaknya juga.

"Kamu adalah bayi perempuan yang cantik," gumam Lili, hanya bicara seperti ini saja jantungnya sudah berdebar tak karuan. Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menyelimuti hatinya.

Meski kecil sekali, tapi saat itu Lili tersenyum.

Senyum yang langsung hilang saat dia mendengar suara ponselnya berdering, tidak, ternyata itu bukan suara ponselnya, melainkan ponsel milik sang suami yang tertinggal di dalam mobil.

Lili lihat yang menelpon adalah Putra, dia adalah asisten pribadinya Anjas. Di perusahaan Anjas menjabat sebagai wakil direktur, karena itulah dia punya fasilitas asisten pribadi pula.

Sementara Lili hanya karyawan biasa. Namun karena dia telah menjadi istrinya Anjas kadang banyak keistimewaan yang dia punya, seperti hari ini, Lili bisa tidak datang ke kantor tanpa perlu izin lebih dulu dengan atasannya.

Tanpa pikir panjang, Lili pun menjawab telepon itu. Diantara dia dan Anjas tak pernah ada penghalang, ponsel pun keduanya saling berbagi.

"Halo Putra, ini ibu Lili, ada apa ya?" tanya Lili, seraya dia keluar dari dalam mobil itu, berjalan menuju ruang tengah. Garasi ini terhubung langsung ke sana.

"Maaf Bu, jam 10 pagi ini pak Anjas ada pertemuan dengan Klien. Saya hanya mengingatkan," jawab Putra pula.

"Hem, baiklah, nanti aku sampaikan."

"Terima kasih Bu sebelumnya," balas Putra dan panggilan telepon itu pun berakhir. Lili tidak melihat suaminya ada di ruang tengah.

Jadi dia bertanya pada salah seorang pelayan yang ada di sana, pelayan itu menjawab bahwa Tuan Anjas langsung naik ke lantai 2 menuju kamar.

Lili bergegas menghampiri, namun alangkah terkejutnya dia saat tiba di sana Lili melihat Anjas yang mengambil beberapa pakaian dari dalam lemari dan diletakkannya di atas ranjang.

"An, apa yang kamu lakukan?" tanya Lili, kaget melihat aksi suaminya tersebut.

"Kamu perlu waktu berpikir kan? maka pikirkan lah baik-baik, selama itu pula aku akan tidur di kamar lain," jawab Anjas tanpa melihat ke arah istrinya. Dia tetap sibuk mengurus baju-bajunya sendiri.

Sumpah Anjas tak akan sanggup bersama dengan Lili jika ada bayi itu di tubuh istrinya. Ada harga dirinya yang terluka tiap kali dia mengingat bayi haram tersebut.

Daripada terus bersikap dingin dan berkata kasar, Anjas lebih pilih menghindar. Dia masih sangat berharap Lilinya kembali seperti beberapa saat lalu. Lili yang masih berpegang penuh pada cinta mereka, pada mimpi-mimpi mereka.

Bukan Lili yang aneh seperti sekarang, yang dengan gampangnya ingin mempertahankan bayi sialan itu.

"Astaga An, jangan seperti ini," Lili jadi frustasi, dia sampai melupakan tujuan utamanya untuk menyampaikan pesan Putra. Lili buru-buru menghentikan pergerakan suaminya, menghalangi Anjas mengeluarkan semua baju.

"Kita bisa bicarakan ini baik-baik An, jangan seperti ini!" mohon Lili, tanpa sadar suaranya pun meninggi.

"Bicara apa lagi? semuanya sudah sangat jelas. Sebelum minggu ini berakhir aku sangat berharap kamu segera menemui dokter kandungan mu. Jika tidak ... itu artinya kamu lebih pilih bayi itu dibanding pernikahan kita." putus Anjas, tak bisa diganggu gugat. Anjas telah mengorbankan banyak hal pula untuk Lili, tapi apa balasannya?

Anjas sangat kecewa, sebelum amarah semakin membuncah Anjas lagi-lagi pergi. Dia bawa sebagian bajunya keluar dari dalam kamar itu.

"An, Anjas!" panggil Lili, tapi Anjas tetap berlalu.

Pertengkaran itu membuat Anjas mengurung dirinya di dalam kamar. Beberapa kali Lili memanggilnya tetap tak membuat dia keluar.

Jam 10 tepat, seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya.

"Ada apa?"

"Maaf Pak, dari kantor ada yang telepon, katanya bapak ada pertemuan jam 10 ini," jelas pelayan itu.

"Astagaa!" geram Anjas, bagaimana bisa dia melupakan hal penting tersebut.

Menyadari sejak tadi tidak memegang ponselnya, Anjas segera mencari. Di mobil tidak ada berarti dibawa oleh Lili.

Mau tidak mau Anjas kembali mendatangi kamar istrinya itu. Melihat Lili yang terduduk dan bersandar di atas ranjang dengan wajah sembab.

"An," panggil Lili, dia sudah senang melihat suaminya datang.

"Dimana ponsel ku?" tanya Anjas, suaranya seketika berubah jadi dingin.

Dan Lili seketika ingat pesan Putra.

"Astaga, maafkan aku An_"

"Cukup! tidak usah banyak bicara, dimana ponsel ku?" tanya pria itu lagi, sampai membuat hati Lili mencelos. Tak pernah Anjas memotong ucapannya sampai seperti itu.

Tanpa kata, Lili turun dari atas ranjang dan menyerahkan ponsel itu pada Anjas. Ponsel yang dia simpan di dalam tas dalam keadaan mode pesawat. Lili tanpa sadar menekannya.

Dan Anjas merampasnya dengan begitu kasar.

1
Ibrahim Efendi
wajar kalau anjas masih terluka menghadapi fakta ini. namun lili juga lebih terluka. perlu lebih sabar dan ikhlas menghadapi semua. biarkan waktu yang perlahan akan membuat luka mengering dan sembuh.
Ibrahim Efendi
novel yang bagus. membacanya membuatku tak ingin berhenti dan penasaran ingin melihat kelanjutannya. dari awal, kita sudah disuguhi dengan konflik. berupa perang batin dan pengorbanan. novel ini sepertinya memang dikhususkan sebagai novel 'tears'. dan itu berhasil. good.
Ibrahim Efendi: akhirnya, semuanya perlu waktu untuk berubah ke arah yang lebih baik. karena itu, sabar dan khlas adalah kuncinya.
total 2 replies
Ibrahim Efendi
mantap kali.....
Ibrahim Efendi
memang dilema. di satu sisi, naluri seorang ibu memang sangat kuat melindungi anaknya. di sisi lain, suami mana yang tak kecewa melihat janin yang bukan darah dagingnya. aku tak bisa menyalahkan yang manapun.😞
Maria Magdalena Indarti
lily diperkosa???
Sunarmi Narmi
ITU PILIHANMU LI...SEMUA LELAKI AKAN KECEWA DGN KEPUTUSAN SEPERTIMU..10 BANDING 1 KLO ADA..KAMU JGAN SERAKAH..PENGEN ANJAS TETAP DISISIMU DGN CINTA KALIAN TPI KAMU MENGANDUNG HAL YG MEMBUAT SEORANG LAKI" HANCUR..WALAU TUJUANMU BAIK UNTUK KEMANUSIAAN..MUNGKIN KLO KAMU MSIH SINGEL BISA DITERIMA TPI KMU SDH MENIKAH...SULIT
Sunarmi Narmi
Klo Lili pngen mertahanin kandungan memang hrs menjauh dri Anjas..biar Anjas ngak sakit hati...mlah kerja dn bilang lgi hmil..yg bener aja Li..bangga hamil hsil pelecehan..itu reputasi jg perlu buat semua
Sunarmi Narmi
Klo aku pribadi sdh dri awal kan kesalahan ini...dn suami bisa terima..klo resiko hamil ya memang hrs digugurkan...dtipda aku berat dibayi tpi pernikahan kita hancur...kan runyam..klo anak pas besar ngak tau blas budi..kita jg sakit hati..kecuali klo hsil dri pernikahan kan bisa itu kesalahan anak dipikul breng" dgn cara pola asuh kerjasama suami istri..ini blm keluar suami jls ogah terima...harga dri..kecuali hati seluas samudra...klo aku setipis tisu ngak bisa tetep pilih gugurin aja.
Eli sulastri
jadi ingin ikut nangis sama Dimas bagaimanapun juga dia anaknya
Rezeki
mending pisah li..
rasa sayangmu pada anakmu itu wajar walaupun hasil pelecehan.
dan rasa sakit hati anjas juga wajar karna hargadiri laki itu besar
yg salah kalian tidak bicarakan tuntas dr awal sebelum menikah...
Rezeki
dari awal seharusnya dicek dulu ada isi gak..,ini malah digauli🤦🏻.
tidak ada anak haram dan rasa sayang pada anak itu alami bagi setiap ibu terlepas itu hasil dr hal bejat.
Nia Nara
Apa cuma saya yg berharap dimas dan lili bersama ?
bosqu bosqu
harusx arsylia anggara adiguna..biar adil
Anonim
syukur lah tunangan sma bella
Bie
Ya karena anak itu hidup di badan lili, artinya anak kandung lily, msa dia hrus membenci anak kandung sndri??! ogeb!!
Lina ciello
wooo kok ga jujur dari awal to Li 😒
Lina ciello
dyar
Lina ciello
walahhh kamprett
Lina ciello
sopoo iki jall 😤
Lina ciello
tapi jano pelakune sopoo woii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!