NovelToon NovelToon
Penghianatan Cinta, Alandra

Penghianatan Cinta, Alandra

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:56.8k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Alena tidak menduga kekasihnya tega mengkhianatinya dan tidur bersama wanita lain di dalam apartemen yang Ia beli sendiri. Hubungan yang terjalin beberapa tahun, kandas dalam sehari.

Apa yang kau harapkan Alena, semua ini sudah terlihat jelas di matamu, aku tak perlu lagi mengatakan apa pun. Karena setiap kata yang keluar dari bibir seseorang yang tak berstatus tak akan ada gunanya- Alandra.

Aku berharap satu penjelasan darimu, meski itu hanya satu kata - Alena.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 - Tamu tak di undang

"Apa itu Pah?" Tanya Alena penasaran.

"Emh, Papah tahu Papah memutuskan hal ini tanpa meminta izin padamu terlebih dahulu, tapi sayang, Papah melakukan ini semua demi kebaikanmu," perkataan dari Martin membuat Alena semakin di dera rasa penasaran nyang tinggi.

"Maksud Papah apa sih?" Desak Alena tak sabar.

Martin bangkit lantas berjalan, kemudian duduk di samping Alena dia membiarkan sejenak tatapan penasaran dari putrinya sebelum akhirnya dia menjawab, "Papah sudah memutuskan pertunangan kamu dan Jacob."

Duar...!!

Seakan ada benda tak kasat mata menghantam dada Alena, untuk beberapa saat dia tak bisa bernapas, tangannya mencengkeram ujung Dress selutut yang Ia kenakan.

"Nak, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Martin karena melihat gelagat aneh dari putrinya.

"Ke-kenapa Papah tidak bertanya dulu padaku?" Tanya Alena dengan pandangan datar.

"Karena, jika Papah bertanya pasti jawaban kamu, tidak. Nak, laki-laki seperti apa lagi yang ingin kamu cari, semua kualitas terbaik ada pada diri Jacob, dia tampan, mapan, kaya dan juga dari keluarga terpandang, menurut Papah dia kandidat terbaik untuk calon menantu dan suami ideal." Puji Martin.

"Bukan itu masalahnya, Pah," keluh Alena, dia ingin mengatakan hal lain, namun tak bisa.

"Papah tahu apa maksudmu, tapi Alena, Papah sudah memberikan kamu kesempatan untuk memilih calon suami sendiri sebelumnya, tapi hasilnya apa? Kamu hanya mendapatkan luka kan, jadi Papah mohon untuk kali ini turuti perkataan Papah semua ini demi kebaikan kamu." Bujuk Martin.

"Tapi ini terlalu cepat Pah, aku belum siap." Dalih Alena dengan wajah memelas.

"Lalu kapan, hem? Kalau Papah sudah tua? Kamu ingin Papah mati sebelum melihat kamu menikah?"

"Aaah Papah, kenapa bicara begitu," Alena membenamkan diri dalam pelukan sang Ayah.

"Papah akan berusia panjang, aku yakin," tambah Alena.

"Tidak ada yang tahu usia manusia, tidak ada salahnya untuk melakukan segalanya lebih awal."

Alena mematutkan wajahnya, pikirannya menimbang keputusan apa yang harus dia ambil, tapi jika mengingat nama Alandra membuat Alena geram, dengan mantap ia mengatakan, "baiklah, aku setuju!"

Martin tampak terkejut pun dengan Stanley, mereka menatap tak percaya pada Alena, "apa kamu bilang?" Tanya Martin memastikan.

"Aku setuju untuk bertunangan dengan Jacob, lagi pula ini bukan pernikahan kan, tapi Pah untuk pernikahan aku punya syarat tersendiri," ujar Alena.

"Apa syaratnya?"

"Biar aku yang memutuskan kapan dan dimana nantinya aku akan menikah."

"Baiklah Papah setuju, tapi ingat tidak boleh lebih dari dua tahun," ujar sang Ayah, yang langsung di angguki oleh Alena.

'Kenapa aku menyetujuinya tanpa berpikir panjang? Apa keputusan yang aku ambil ini sudah benar? Aku merasa ada yang salah dengan ini, tapi... Ah, ya sudahlah toh mau aku sendiri ataupun memiliki orang lain dalam hidupku, itu sama saja,' batin Alena bergumam.

Persiapan pertunangan pun di mulai, dari mulai dekorasi, makanan yang akan di sajikan serta minuman dari yang ringan sampai yang berat di susun secara terperinci di dalam selembar kertas.

"Nak, apa ada permintaan khusus untuk makanannya atau yang lainnya?" Tanya Martin pada Alena yang tengah duduk berselonjoran kaki di atas balkon kamarnya.

"Tidak ada Pah, terserah Papah lakukan saja sesuai keinginan Papah," jawab Alena, dia menaruh buku di atas wajahnya dengan kepala menengadah ke atas.

"Kenapa, sepertinya kamu tidak bersemangat?"

"Siapa bilang aku tidak semangat? Saking semangatnya aku sampai tidak ingin melakukan apa pun dan istirahat seharian supaya aku tidak kelelahan di pesta nanti," dalih Alena memberi alasan, nyatanya Martin pun tahu itu hanya alasan semata dari Alena.

"Ya sudah terserah kamu saja," ujar Martin sembari berlalu.

***

Suara musik mengalun lembut di tambah dengan riuhnya para tamu undangan yang sudah mulai berdatangan di aula tempat acara di adakan.

Alena masih duduk di ruang rias, saat ini dia tampak cantik mengenakan gaun berwarna putih dengan bagian atas dada terbuka, rambutnya sengaja di gerai dengan ujungnya di buat ikal, sepasang anting mutiara ia kenakan di masing-masing kiri dan kanan telinganya. Serta tataan makeup dengan warna natural membuat kesan anggun dan elegan terlihat jelas dari sosoknya.

"Kamu sudah siap sayang?" Tanya Martin sembari memegang pundak sang putri, tatapannya menatap kagum pantulan wajah Alena di cermin.

"Kamu sangat cantik, mirip Ibumu dulu," ujarnya sembari menyeka ujung matanya yang berair.

"Mamah pasti sangat bahagia, karena Papah sangat mencintainya, aku ingin hidup seperti kalian berdua," ucap Alena, dia menggenggam lengan Ayahnya yang terletak di pundaknya.

"Papah yakin Jacob akan mencintai kamu lebih dari Papah mencintai Mamahmu," ujar Martin penuh keyakinan. Alena hanya tersenyum samar, dia tak menanggapi perkataan Martin barusan.

"Tuan, semua tamu sudah hadir, Tuan Wilson dan keluarganya pun sudah hadir juga," ujar Stanley, yang baru masuk ke ruangan itu.

"Oke, kami akan segera turun." Ucap Martin mengiakan.

"Sayang kamu sudah siap?" Tanya Martin, Alena tak lantas menjawab, kemudian bangkit.

"Ya, aku siap."

Alena mengaitkan lengannya di lengan sang Ayah dan mereka pun berjalan bersama. Semua mata tertuju pada mereka berdua yang kini tengah menuruni tangga, sosok Alena membuat semua orang terpana termasuk Jacob, matanya tak bisa berpaling dari wanita itu.

"Sayang, apa kamu tegang?" Tanya Martin setengah berbisik.

"Sedikit," jawabnya, dia engga mendongak karena merasa malu.

"Ayo tersenyum." Ujar sang juru kamera yang mengabadikan momen tersebut. Alena menurutinya dan tersenyum, dan saat itulah dia melihat sosok yang paling membuatnya terkejut turut hadir dalam acara tersebut.

Deg...Deg...

Langkah Alena melambat seketika, pandangannya terarah pada satu sosok yang tak asing dalam pandangannya.

'Alandra, kenapa dia disini? Siapa yang mengundangnya, apa Papah?' batin Alena, dia melirik pada Ayahnya yang kini tengah menyapa beberapa tamu undang yang turut hadir di tempat itu.

'Tapi tidak mungkin Papah yang mengundangnya, dia sangat membenci Alandra, apa mungkin Jacob? Tapi, terakhir kali mereka bertengkar saat bertemu satu sama lain, lalu siapa yang mengundangnya?'

Alena mengedarkan pandangannya ke sekeitar, 'ah, mungkin dia datang sebagai pelayan dari restoran yang Papah pesan makanannya.'

'Tapi itu bagus kau hadir di acara pertunanganku, agar kau bisa lihat bahwa aku bisa melupakanmu dan mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik berkali-kali lipat dari dirimu Alandra.' Alena tersenyum smirk, pada Alandra, tatapan mereka tak sengaja saling bertemu. Dia melempar tatapan aneh pada Alena, campuran antara sedih dan tak berdaya.

'Kenapa dia melihat aku begitu, apa dia merasa kasihan padaku?' Batin Alena, Alena membalas tatapan Alandra tajam, 'Jangan kau pikir aku tidak tahu arti tatapan matamu itu, brengsek.'

1
ayu cantik
bagus
Jue
Alandra ini kok lemah dan bodoh ya ? .
Jue
Alandra tak timbul-timbul , Lebih baik tak payah jadi Hero .
Jue
Alandra saja tak muncul-muncul .
Lina maulina
dirimu cwe tergoblok alena
Lina maulina
ska bget d novel kalo g laki2 y perempuan yg selingkuh ngundang pelakor, kalo dah bosen am pasangannya tinggal bilang putus ssh bget sampe hrs selingkuh dulu
Whidie Arista 🦋: wkwk, iya kak tapi kalau gak gitu gak rame dong, gak ada bahan buat cerita 😂
total 1 replies
Cakrabirawa Tarihoran
Makasih udh berkarya thor! Lumayan banget buat bantu aku ngabisin waktu luang! Semangat terus pokoknya
Diambil Oleh Anggur
Thor aku masih menunggumu loh! Lanjutannya bikin gak bisa tidur dan galau nih Thor!
Hustle Flyswat
Ayok thor mana nih kelanjutannya?
NewJerseyJack
Kakak author tau candu, kan? Ya ituuu kayak ceritanya author hua! Semangat menulis thor!!
Kepala Pil
si ceritanya sangat menarik dan bagus, semoga banyak yang lihat dan like, tetap semangat ya author😀
sharing_genes
makin penasaran ni lanjutn nya...
TripleAdorable
Gak bisa tidur dehhh hayati!
margo and me
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
margoandme
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
BeijingBand
kapan up LG....??? LG seru nih
Criss Cross
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
rowiethelabel
thooorr.he authorrr😆 up lge dong thorr. yg bnyakk😍😍 smangattt thorrr😘
Cakrabirawa Tarihoran
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
WillofWashington
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!