NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Status: tamat
Genre:Mafia / Duda / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:223k
Nilai: 4.7
Nama Author: Alif Irma

Squel Pernikahan Yang Terpaksa

Keynand begitu bahagia atas kelahiran anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan, namun sekaligus harus menelan pil pahit atas meninggalnya sang istri ketika baru saja melahirkan buah hatinya.

Padahal sebulan yang lalu dia baru saja menyatakan perasaannya yang sudah mencintai sang istri. Namun, takdir berkata lain, istrinya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya tepat dua tahun pernikahannya.

Bagaimanakah dia akan menjalani kehidupannya bersama putrinya? padahal disaat-saat seperti ini putrinya begitu membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


Ditengah keputusasaan atas meninggalnya sang istri, tiba-tiba musuh datang menyerangnya dan mengincar bayinya untuk dilenyapkan, hal itu membuat Keynand langsung bertindak dan segera mengasingkan bayinya di sebuah Villa tersembunyi miliknya yang letaknya di daerah terpencil, hingga dirinya bertemu kembali dengan tawanannya.

Apakah yang akan Keynand lakukan kepada tawanannya? Lalu bagaimana Keynand menjalani hari-harinya bersama bayinya yang baru saja dilahirkan?

Yuk simak mak kisahnya di cerita Terpaksa Menikahi Tawanan-ku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Tapi ma, aku tidak perlu bantuannya. Lagian putriku sudah memiliki pengasuh khusus yang siap menjaganya selama 24 jam." ucap Keynand yang terpaksa harus menjadikan Viona sebagai pengasuh putrinya.

Itu dia orangnya." ucap Keynand melihat ke arah pintu. Karena bertepatan pula Viona melangkah masuk ke dalam kamarnya.

Seketika orang yang berada di dalam kamar tersebut langsung menoleh ke arah Viona. Sedangkan Viona hanya mampu bingung melihat raut wajah mereka.

"Viona!" gumam Nyonya Tias yang mampu mengenali cucu dari tuan Frans.

Nyonya Tias langsung mengalihkan pandangannya ke arah putranya dengan tatapan sulit diartikan. Bagaimana mungkin cucu tuan Frans berada di Villa milik putranya. Apakah mereka memang tinggal satu atap selama ini, pikirnya.

"Jangan berprasangka buruk, Mama. Viona memang bekerja di Villa ku sejak lama. Sejak ibunya meninggal dunia, dia pun tidak memiliki tempat tinggal karena seluruh aset-aset peninggalan tuan Frans sudah disita oleh pihak bank. Dan pada waktu itu, aku tidak sengaja bertemu dengannya, kebetulan sekali Villa ini butuh pekerja, makanya aku menawarkan pekerjaan kepadanya dan dengan sukarela dia menerima tawaran pekerjaan dariku." ucap Keynand panjang lebar dan mampu membaca pikiran ibunya.

"Oh jadi begitu, saya turut perihatin atas musibah yang menimpa keluargamu, Viona. Anggap saja Villa ini seperti rumah sendiri" ucap Nyonya Tias tersenyum.

"Terima kasih, Nyonya. Saya begitu bersyukur bisa tinggal di Villa semewah ini" ucap Viona merendah diri.

"Tak perlu sungkan dan tolong jangan memanggilku nyonya, panggil saja tante." protes nyonya Tias mendengar panggilan Viona kepadanya.

Viona hanya mampu mengangguk menanggapi ucapannya. Sedangkan Laurent tampak tidak suka melihat nyonya Tias begitu akrab dengan pengasuh ponakannya.

"Terus, kemana pasangan suami istri yang menjaga Villa ini?" tanya Nyonya Tias kepada putranya.

"Mereka pulang kampung, Mama. Anaknya sedang jatuh sakit." jawab Keynand cepat.

"Oh, pantas saja tidak ada Pak Ben yang membuka pagar." ucap Nyonya Tias.

Oeeee....oeeee

Baby Daisy yang merasa tidak diperhatikan oleh ayahnya kembali menangis kencang, membuat semua orang mengalihkan pandangannya ke arahnya. Viona bergerak cepat memberikan botol susu kepada Keynand.

Kemudian dengan penuh kasih, Keynand membantu bayinya menyusu. Namun sayangnya baby Daisy keburu ngambek dan tidak mau menyusu.

"Uluulu, cucu Oma suaranya besar sekali!" ucap Nyonya Tias tersenyum dan hanya bisa menatap cucunya tanpa harus menggendongnya, pasalnya dia baru saja sampai.

Suara tangis baby Daisy semakin kencang, membuat Keynand mulai panik. Apalagi bayinya tidak mau menyusu.

"Sini berikan padaku, biar aku yang menggendongnya. Sepertinya dia merindukan sosok ibunya." ucap Laurent mendekati Alfhat untuk menggendong ponakannya.

"Berhenti! jangan mendekat. Apa kau tidak tahu, kau baru saja habis melakukan perjalanan jauh. Tidak semestinya kau ingin menggendong putriku." ucap Keynand dengan tegasnya bahkan sorot matanya memancarkan kilatan amarah.

"Sudah sudah, jangan berkata seperti itu, nak. Laurent sama sekali tidak tahu. Dia sangat merindukan ponakannya, makanya begitu antusias untuk menggendongnya" timpal ibunya melerai mereka.

Membuat Keynand berbalik badan dan segera menjauh dari mereka.

"Ayo Laurent, sebaiknya kita beristirahat di kamar." ajak Nyonya Tias dan Laurent mengangguk menanggapi ucapannya.

Sial! padahal aku sedang cari muka. Bisa-bisanya Keynand langsung ngegas seperti itu. Sensi banget!. Batin Laurent kesal.

Nyonya Tias dan Laurent bergegas turun ke lantai dasar. Mereka akan menempati kamar tamu yang berada di lantai dasar.

Sehingga hanya Viona, Keynand dan baby Daisy yang berada di dalam kamar tersebut. Tampak Keynand begitu kewalahan menenangkan bayinya.

"Hei kau! kemarilah. Buat putriku berhenti menangis." ucap Keynand ketus.

Membuat Viona bergerak cepat menghampirinya. Viona langsung mengambil alih baby Daisy dalam gendongan Keynand.

"Aku khawatir kepada putriku, dia tidak mau menyusu." ucap Keynand yang terlihat panik.

Viona memeriksa terlebih dahulu popok baby Daisy hingga dia geleng-geleng kepala melihat popok baby Daisy sudah mengembul keluar dan sudah semestinya harus diganti.

Viona dengan cepat mengganti popoknya. Sebelum memakaikan kembali popok bayi, Viona tak lupa memakaikan minyak baby di perut baby Daisy hingga seluruh tubuh bagian bawah baby Daisy supaya tetap membuatnya hangat. Dia melakukannya dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang.

Sementara Keynand yang memperhatikannya, tertegun melihat bagaimana cara Viona merawat bayinya. Seluruh sikap yang ditunjukkan wanita tawanannya begitu tulus, kasih sayang yang dicurahkan kepada putrinya memang nyata tanpa dibuat-buat.

"Sekarang saatnya baby Daisy minum susu." ucap Viona menirukan suara anak kecil, membuat Keynand yang mendengarnya langsung tersenyum tipis.

Kemudian Keynand memutuskan keluar dari kamarnya. Dia hanya mampu membiarkan Viona bersama dengan bayinya. Sejauh ini perlahan keraguannya terhadap wanita tawanannya mulai berkurang. Sepertinya memang pantas wanita tawanan menjadi pengasuh putrinya.

*

*

*

Malam harinya...

Viona sedang menghidangkan masakannya di atas meja. Pekerjaannya benar-benar padat hari ini, dia bolak-balik mengurus baby Daisy dan juga mengurus pekerjaan rumah tangga.

Sungguh Viona begitu lelah seharian ini, sebanyak dua kali dia membersihkan kamar Laurent. Pasalnya wanita itu selalu marah-marah tak jelas dan terus menyuruhnya membersihkan kamar. Dengan terpaksa dia pun mengikuti perintah wanita itu.

Padahal jelas-jelas kamar yang ditempati oleh Laurent begitu bersih tanpa adanya debu yang menghinggapi di setiap sudut kamar hingga seluruh perabotnya.

"Akhirnya selesai juga." ucap Viona sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Akhirnya dia selesai juga menghidangkan makan malam untuk keluarga Keynand.

Tampak Nyonya Tias dan Laurent berjalan bersama-sama menghampiri Viona.

"Makanan sudah siap, silahkan makan." ucap Viona dengan pandangan tertunduk mempersilahkan mereka makan.

"Iya Viona, aroma masakanmu sungguh menggugah selera makan, sepertinya sangat enak." ucap Nyonya Tias tersenyum.

"Semoga tante menyukai masakan buatan saya." ucap Viona tersenyum.

"Ayo, kita makan bersama." ajak Nyonya Tias kepada Viona.

"Maaf, saya makannya nanti saja." tolak Viona dan tidak enak hati untuk duduk bersama dengan mereka.

"Loh kamu sudah masak sebanyak ini, makan bersama lebih nikmat dibandingkan makan sendiri-sendiri." ucap Nyonya Tias menyayangkan.

"Maaf..."

"Kalau begitu sebaiknya kau panggil Keynand untuk makan malam bersama kami. Seharian ini dia tidak makan siang bersama kami." ucap Laurent menyuruh Viona memanggil Keynand.

"Baik. Kalau begitu, saya ke atas dulu." ucap Viona setengah membungkukkan badannya.

Laurent tampak melirik tajam ke arah Viona. Dia sungguh tidak menyukai pelayan itu. Dia takut Keynand menjalin kedekatan dengan pelayan itu.

Viona lalu bergegas menuju ke lantai dua untuk memanggil Keynand di kamar.

Tok

Tok

Tok

"Masuk" terdengar suara bariton seseorang di dalam sana mempersilahkannya masuk dan Viona sudah hafal betul suara itu.

"Nyonya memanggil anda untuk makan malam bersama." ucap Viona dengan pandangan tertunduk.

"Hemm, ya sudah jaga putriku." ucap Keynand.

"Baik tuan." ucap Viona cepat dan perlahan melangkah masuk ke dalam kamar Keynand.

Namun tiba-tiba saja kaki Viona mendadak kram membuat tubuhnya sedikit linglung. Untungnya Keynand bergerak cepat menarik pinggangnya dan tidak membuat Viona terjatuh.

Pandangan mata mereka langsung bertemu. Sontak Keynand langsung melepaskan tangannya lalu mendorong tubuh Viona, hingga membuat wanita itu terjatuh di lantai.

"Tidak perlu cari perhatian kepadaku!" ketus Keynand lalu melenggang pergi.

Bersambung...

1
Febby fadila
perjalananmu masih panjang keynand, semangat
Febby fadila
woowww emang jodoh nggak bisa jauh lama²
Febby fadila
hadeee buat apa lagi marah keynand semua sdah terlambat
Febby fadila
ya Allah kenapa lagi dengan para warga ini suka sekali menghasut orang lain
Febby fadila
woowww lanjut
Febby fadila
lanjut, gaskan Alex sdah sah itu 🤣
Febby fadila
syukurin kamu keynand
Febby fadila
Laurent bakalan jadi mainannya Alex 🤣🤣
Febby fadila
Tukan biarkan keynand yg merasakan ngidamnya thor
Febby fadila
untung viona selamat, siapakah yg akan menjadi istrinya Alex ya🤔
Febby fadila
kenapa viona nggak minta bantuan suaminya Anna pasti dibantu
Febby fadila
buat apa menyesal key bukanya viona itu cuman sampahmu saja
Febby fadila
baguslah klw viona ditangkap sama musuhnya keynand
Febby fadila
jangan biarkan keynand menemukan viona thor
Febby fadila
awas kau keynand klw Laurent cuman dihukum yg cemen² harusnya dia dapat hukuman cambuk juga
Febby fadila
diiihhh keynand kamu nggak cocok menjadi ketua mafia, karena kamu terlalu bodoh masa iya hal sepeleh macam bgt kamu nggak bisa atasi
Febby fadila
siapa yg datang di kantor keynand bukannya rekaman cctv bisa krim lewat email
Febby fadila
hati² Alex,
Alex lbih cerdik daripada bos mafia keynand
Febby fadila
jangan lama² Thor buat keynand tau siapa Laurent itu
Febby fadila
akhirnya ingat keynand jangan pernah menyesal jika kamu tau bukti sesungguhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!