NovelToon NovelToon
Risa bukan Zeline

Risa bukan Zeline

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:77k
Nilai: 5
Nama Author: 1PM

Katanya di dunia, ada tujuh orang dengan wajah serupa. Hal itu yang kini tengah dirasakan seorang gadis bernama Risa Kirana.

Suatu hari, dia bertemu dengan gadis yang bernama Zeline, gadis sma yang mempunyai wajah mirip dengannya.
Zeline datang dan meminta Risa bertukar tempat dengannya.

Apa Risa bersedia menerima tawaran Zeline apalagi dengan perbedaan usia mereka?

Simak yuk ceritanya di novel berjudul Risa bukan Zeline hanya di noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Risa melihat layar ponselnya dan sedikit bernafas lega, setidaknya karena tidak ada foto dirinya di layar, setelahnya dia segera mengakhiri panggilan sepihak. Tatapannya beralih pada Zhen yang mengernyitkan dahi bingung.

"Siapa Risa?" Tanya pria itu penasaran.

"Bukan siapa-siapa."

Zhen mengangguk, walau sebenarnya dalam hati tidak langsung percaya, jika memang benar bukan siapa-siapa seharusnya respon adiknya tidak perlu segugup itu.

"Oh iya, tadi abang katanya lapar, hmm bi Irma masih lama sepertinya, jadi Zeline yang akan memasak buat kita berdua," Zeline berusaha mengalihkan pembicaraan, tapi hal itu justru membuat Zhen menatapnya penuh curiga.

"Bagaimana bang?"

Zhen mengangguk saja, dia ingin melihat lagi memastikan semuanya.

"Kenapa aku bisa lupa?" Rutuk Risa dalam hati pada dirinya sendiri, Zeline tidak bisa memasak bukan, lalu apa yang tadi dirinya katakan...melirik ke arah Zhen kemudian Risa menunjukkan cengirannya.

"Tapi Zeze, hanya bisa masak mie instant bang, abang mau?"

Otak cerdas Risa akhirnya bisa dia gunakan di waktu yang tepat.

Zhen bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Zeline.

"Tidak perlu, biar abang yang memasak."

Risa langsung mendongak menatap Zhen. 

"Abang yakin bisa memasak?"

Tuk

Aww

Sentilan mendarat di kening Risa cepat, hingga gadis itu tidak sempat menghindar.

"Sakit tau bang!" Risa mengerucutkan bibirnya kesal sambil mengusap keningnya.

"Abang dulu memang tidak bisa memasak, tapi dua tahun abang di luar, abang jadi bisa memasak."

"Ya sudah cepetan abang masak, Zeze uda lapar nih," ucap Risa sambil mengusap perutnya.

"Baiklah tuan putri."

Zhen mengacak rambut Risa sebelum akhirnya pria itu berjalan menuju kulkas, menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng, menu yang cukup simple dimasak, disaat sudah kelaparan seperti ini.

"Kasih sayur seperti biasa kan?" Tanya Zhen karena dulu adiknya setiap makan nasi goreng pasti meminta bi Irma untuk menambahkan sayur.

Risa mengangguk antusias.

"Biar Zeze bantu bang!" 

Zeline mengambil pisau untuk memotong sayurannya, tapi karena Zhen yang terus memperhatikannya membuat Risa grogi, hingga…"

Aww..

Zhen buru-buru mendekat, menarik jari Risa dan memasukkannya ke dalam mulut.

Sementara Risa meringis pelan. Dia sebenarnya sudah terbiasa dengan luka seperti itu, pekerjaan sebelumnya di dapur, jadi dia tidak kaget lagi. Tapi dia harus lebih meyakinkan perannya sebagai Zeline.

"Abang ambil plester dulu," ucap Zhen yang kemudian berlalu mengambil kotak p3k.

"Sudah, setelah ini tidak perlu membantu abang lagi, abang bisa sendiri, nanti yang ada sepuluh jari kamu luka gara-gara cuma bantuin abang."

"Tidak apa-apa kok bang."

"Abang bilang duduk Zeze!"

Zeline mengerucutkan bibirnya kesal, tanpa sadar Zhen mendekat dan…

Cup

Tak hanya Risa yang terkejut, Zhen pun sama terkejutnya dengan apa yang dilakukannya barusan. Bahkan tubuh Risa kini mematung, saat ciuman pertamanya diambil oleh Zhen, iya Risa menganggap itu adalah ciuman pertamanya, karena semalam, Risa benar-benar tidak sadar dan masih menganggap itu hanya mimpi.

"Zeze ke kamar dulu bang!" Zeline segera berlari meninggalkan dapur, sepertinya jantungnya sudah mulai tidak sehat, mengingat debarannya yang begitu cepat bahkan seperti akan melompat dari tempatnya.

Sementara Zhen hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, entah kenapa dia tiba-tiba refleks mencium bibir Zeline yang mengerucut dan terlihat menggemaskan baginya, ada dorongan kuat yang membuatnya tiba-tiba melakukan itu.

"Aku ini sebenarnya kenapa sih?" Zhen memukul kepalanya sendiri, menepis pikiran dan perasaan aneh yang tiba-tiba muncul dalam otak juga hatinya.

*

*

Setelah kejadian tadi, Risa langsung ke kamarnya memutuskan untuk kembali  mandi, apalagi saat merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya. Tak hanya mandi biasa, Risa juga berendam. Dan entah sudah berapa lama, akhirnya Risa pun menyudahi acara berendamnya, menarik bathrobe dan memakainya, barulah gadis itu keluar dan berjalan menuju ke walk in closet mengambil pakaian juga langsung memakainya. 

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, pantas saja dirinya merasa lapar. Tadi pagi dia juga belum sempat sarapan karena kejadian Zhen yang…mengingat hal tadi, wajah Risa kembali memanas, dan yakin jika saat ini wajahnya pasti memerah bahkan jantungnya pun ikut berdebar kencang. Bahkan jari-jari Risa juga memegang bibirnya. Tanpa sadar seulas senyum terbit di bibir gadis itu.

"Turun tidak ya," Risa mondar-mandir, dirinya begitu bimbang, antara mau turun atau tidak, jika turun dan bertemu Zhen, pasti akan canggung rasanya.

"Lagian ngapain sih bang Zhen pake nyium  segala. Hmm tapi...aku suka sih…."

"Ya ampun, otakku ini kenapa?" Risa membentur-benturkan kepalanya di dinding, berharap otaknya akan kembali benar. Dan melupakan bayangan Zhen yang tadi menciumnya yang kini terus berputar seperti reka adegan ulang, di kepalanya.

Dering ponsel mengejutkan Risa, gadis itu berjalan ke arah nakas dan mengambil ponselnya, nama Risa tertulis di layar, buru-buru dia menjawabnya.

"Zeline kau kemana saja hah?" Risa tanpa berbasa-basi, meluapkan kekesalannya, karena Zeline tidak menjawab pesannya waktu itu.

"Maaf mbak, gue sibuk banget sumpah, ini aja baru istirahat, waktu itu mbak bilang mau,  ngomong sesuatu penting. Emang kenapa mbak? Hmm bi Irma, Rio, juga Evan gak curiga kan?"

"Tidak."

"Hah syukurlah, aku kira mbak sudah ketahuan," suara orang dari seberang telepon terdengar begitu lega.

"Kamu gimana? Tidak ada masalah kan sama kerjaan hmm juga bos?" 

Bukannya menjawab pertanyaan Zeline,  Risa kini bertanya balik, dia juga penasaran bagaimana Zeline menjalankan perannya selama beberapa hari ini.

"Mbak tenang saja, gue…"

"Risa!"

Risa sampai terkejut, saat mendengar suara orang di seberang telepon yang memanggilnya dengan suara cukup kencang dan Risa sangat mengenali suara itu, siapa lagi  jika bukan Dirga Yuan Pratama, bos nya di tempat selama ini dia mencari nafkah.

Dan tut...tut...tut…

Risa tidak mendengar lagi apa yang terjadi disana, karena Zeline memutuskan panggilannya sepihak.

Risa mengernyit, dia yakin, jika pekerjaannya tidak baik-baik saja, dia sangat mengenali Dirga, dia yakin jika saat ini Dirga pasti tengah marah pada Zeline, entah apa kesalahan yang sudah gadis itu buat.

Risa menghembuskan nafasnya kasar, mungkin sebentar lagi dirinya akan dipecat, tujuh bulan lagi, setelah dia keluar dari rumah ini, statusnya akan berubah menjadi pengangguran.

Risa membuka laci nakas paling bawah, mengambil ponsel satunya yang memang dia khususkan untuk menghubungi orang terdekat, termasuk keluarganya. Keluarganya memang tahu nomor ponsel yang saat ini dipegang Zeline, tapi yang sering menghubungi ke nomor itu hanya adiknya saja.

Risa duduk di atas ranjang, menggeser layar mencari nama ibu dan menghubunginya. Tak lama panggilan pun tersambung, seperti biasa, Risa selalu menanyakan kabar seluruh anggota keluarganya, apa yang sedang ibunya lakukan sekarang, dilanjutkan mengobrol.

Ceklek

Pintu terbuka, Zhen masuk perlahan, adiknya tampak asyik mengobrol entah dengan siapa, dan saking asyiknya, bahkan Zeline tidak menyadari kedatangannya. Zhen yang berniat minta maaf, berjalan semakin mendekat.

"Zeze!"

Mulut Risa terbuka, kata yang tadi akan dia ucapkan pada sang ibu tertahan begitu saja, saat dirinya menoleh dan melihat keberadaan Zhen di kamarnya.

1
Bandar Jayalampung
sekian abad baru up
Bandar Jayalampung
nah Lo kn terungkap. ayo double up dung Thor dh lama jg GK pernah up please🙏
Bandar Jayalampung
ada hubungan apa ya antara ibunya Zelin dengan abi
Elly Suryani
lanjut.....
Indah Mariani
Bagus ceritanya
Endah Puji
kerennn
karenina
siapa?males lah kl abangnya zeline..gak ada tanggung jwb nya..sebel..yg salah siapa yg dicuekin siapa..serbasalah..risanya lembek pulak..
karenina
kasian Risa serbasalah JD nya
karenina
ngamuk dong risaa...udh dimanfaatin..hancur semua pekerjaan dan keseharian mu,dituduh2 yg nggak2 pulak sama Mak nya zeline..hadehh..
karenina
Risa nya lemah bgt sih..mau ajh dimanfaatin..sebenernya Risa udh dimanfaatin SM zeline..udh gitu disalah2in pulak sama maknya zeline..zeline pun gak tau terimakasih..udh dibantu tapi bgitu
moon struck traveller
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
SugarGenius
cepetan up thorr plisssss semangat cuy
leena
seru banget...di tunggu updatan nya
CupcakeHugs
aku rela begadang demi nungguin karyamu, thor!
Ella Hassan
Sangat menarik
Dadan Buldansyah
lanjut ka
karenina
lanjutttt kak..
karenina
seruu kak..ceritanya...semangaat thor
karenina
bapaknya zeline kah kekasih nya temen risa
SweetWhimsy
Hari ini aku mantengin HP ku karena nunggu update-an dari author :( Suka banget :( lanjutannya jangan lama-lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!