NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Poligami / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: balqis

Bertahun- tahun Arini berusaha menjadi istri yang baik buat Ilham. Dan menantu yang penurut untuk Bu Lastri.
Atas permintaan Ilham. Arini terpaksa melepas posisinya yang cukup bagus di sebuah perusahaan swasta. alasanya Ilham ingin Arini menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Namun seiring waktu, karier Ilham yang terus melejit membuat perubahan sikap mertuanya. Arini masih bernafas lega, karna Ilham selalu membelanya.

Puncaknya ketika sebuah rahasia terungkap. Ilham telah mengkhianatinya. Dia berselingkuh dengan Anita, sahabatnya sendiri. Alasannya sepele, yaitu Arini yang tak kunjung hamil. Berbagai konflik mulai terjadi.
Ilham yang berbakti menjadi buta hatinya. Ia selalu menuruti apapun yang di katakan ibunya.

Di tengah keterpurukannya, Denis datang sebagai penyelamat.
Akankah Arini memperjuangkan Ilham? ataukah memilih Denis menjadi partner hidupnya?
Kita ikuti kisah selengkapnya yuuk!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Arini masih tertegun memandangi tas Anita.

"Ah, ini perasaanku saja. barang seperti itu, kan tidak hanya satu,." Arini menghibur dirinya.

Ia memutuskan untuk duduk manis dan melupakan apa yang barusan di lihatnya.

Di toilet, Anita mendesah kesal.

'Aku tidak tahan di cuekin begini oleh mas Ilham, hatiku sakit saat melihat bagaimana dia memperlakukan Arini di depanku!" ucapnya geram.

"Nit, kau darimana?" kata Ilham kaget sambil setengah berbisik.

"Aku dari toilet, aku ngep berada di tengah keharmonisan keluargamu!" ucap Anita kesal.

"Sabarlah Nit, dari awal kau sendiri sudah tau, kalau aku sangat mencintai keluargaku. termasuk Arini!" ucap Ilham tegas sambil melangkah meninggalkan Anita.

"Bisa gak sedikit saja dia care padaku seperti pada Arini?" gumamnya kesal.

" Kenapa aku jadi yang kedua terus?" Anita mempercepat langkahnya.

"Sudah pesankan makanan buatku Rin?"

Ilham menepuk pundak istrinya dengan lembut.

"Oh, kau sudah kembali Mas?" Arini menatap manik mata suaminya.

Masih tetap sama, tidak ada yang aneh.

"Kenapa kau kelihatan gugup begitu" tanya Ilham lembut.

"Tidak apa-apa, mungkin aku agak capek saja.

Ilham memijit pundak Arini.

"Mas, malu di liatin orang!" Sergah Arini.

"Kenapa harus malu?" jawab Ilham.

"Maaf Rin, agak lama!" kata Anita yang tiba -tiba sudah berdiri di belakang Ilham.

Melihat Anita, kembali terbayang kalung yang di tas Anita.

"Kenapa Rin? kau menatapku seperti itu?" tanya Anita heran.

"Oh maaf, tidak apa-apa. sepertinya aku kurang enak badan." ucapnya berbohong.

"Cepat kalian habiskan makanannya, terus kita pulang. lutut ibu sudah tidak kuat!" seru Bu Lastri.

Ilham dan Anita duduk dan mulai menikmati hidangan di depannya.

"Kenapa kau tidak habiskan makananmu?" tanya Ilham pada istrinya.

Arini hanya menggeleng. Ilham meneruskan menyantap makanannya.

Bu Lastri bermaksud membalurkan balsem ke lututnya. tapi ia terlihat kesulitan. karna itu Arini menawarkan diri untuk membantunya.

"Biar ku bantu Bu!" ucapnya sambil mengambil balsem itu dari tangan mertuanya.

Arini berjongkok di depan Bu Lastri.

Tapi tak sengaja matanya menangkap sesuatu yang membuat jantungnya seakan berhenti berdegup.

Kaki Anita terlihat menyentuh dan memainkan kaki Ilham. Ilham tidak membalasnya, namun juga tidak menghindarinya.

Tiba - tiba pangan Arini terasa kabur. kepalanya berdenyut keras.

Dadanya bergemuruh. Namun ia cepat bisa menguasai diri.

Ia berusaha bersikap setenang mungkin, walaupun sebenarnya batinnya meronta.

"Ayo Rin! kau nunggu apa?" teriak Bu Lastri saat melihat Arini termenung.

Menyadari itu Anita cepat'- cepat menarik kakinya.

Wajah Ilham dan Anita seketika cemas dan gelisah. mereka takut Arini telah menyaksikan adegan di bawah meja barusan.

"Iya Bu, sebentar. balsemnya susah di buka." ucapnya dengan suara parau. ia menahan air matanya agar tidak sampai jatuh.

Arini membalurkan balsem itu dengan pikiran tak menentu.

Setelah itu, dia kembali duduk dengan memasang senyumannya.

"Sudah selesai? ayo kita pulang. kasian ibu sudah kesakitan!" ucapnya tenang.

Ilham dan Anita menarik nafas lega.

Mereka berkesimpulan bahwa Arini tidak melihat kejadian di bawah meja tadi.

"Sudah, kalian bersiap bawa ibu ke mobil. biar aku bayar dulu!"

kata Ilham dengan berwibawa.

Arini yang biasanya kagum dan hormat padanya, entah kenapa kali ini merasa muak dan ingin meludahi muka kedua mahluk beda jenis di depannya itu.

Namun lagi-lagi ia berusaha tersenyum.

Anita bersikap seperti biasa, yang berlagak malu -malu di depan Arini.

Ilham pun begitu, sikapnya sangat dingin pada Anita.

Arini semakin muak melihat sandiwara mereka.

"Kenapa Rin?" tanya Anita penuh perhatian.

"Aku agak mual, rasanya ingin muntah dengan pemandangan itu!" jawabnya ketus.

Anita terhenyak kaget.

"Pemandangan apa maksud Arini?" kening Anita berkerut.

"Maksud ku, kalau aku melihat keluar jendela bikin pusing." Arini mengalihkan perhatian Anita.

***

Anita sudah kembali pulang. Bu Lastri mengurung diri di kamar karna sakit lutut, Siska, seperti biasa sibuk dengan ponsel barunya.

Ilham sendiri duduk di depan tv. sikapnya sangat tenang. seperti tidak ada beban sama sekali.

Arini bertekad akan mengumpulkan bukti-bukti yang kongkrit. agar mereka berdua tidak ada alasan lagi untuk mengelak.

Rin, mana kopinya?" ucap Ilham tapi matanya terus ke ponsel di tangannya.

Arini datang membawakan secangkir kopi pesanan suaminya.

"Seru banget, lagi chat siapa sih?" ujarnya seraya meletakkan secangkir kopi di meja.

Ilham menoleh ke arah istrinya.

"Duduk disini!" Ilham menepuk kursi di sebelahnya.

walaupun enggan, Arini menurut, Ia tidak mau Ilham curiga kalau dirinya sudah mengetahui kebohongannya.

"Ini, aku lagi lihat-lihat brosur rumah."

"Mas mau beli rumah?"

"Inginnya sih, kita jual yang ini, terus pake uang muka untuk beli yang baru!"

Arini mendesah panjang.

"kamu tidak suka Rin?" tanyanya.

"Bukan tidak suka, tapi rasanya berat harus meninggalkan rumah ini, rumah yang sudah memberiku banyak kenangan. lagian di rumah ini aku melihat peninggalan rumah Ayahku juga!" sindir Arini telak.

Arini masih ingat jelas saat Ilham dan Bu Lastri membujuknya untuk menjual rumah peninggalan satu - satunya dari almarhum ayahnya.

"Ayolah Rin, kita jual rumah itu untuk merenovasi rumah ini!" bujuk Ilham saat itu.

Arini masih berusaha mempertahankannya. namun Ilham dan ibunya tak menyerah.

"Kamu kan anak tunggal. siapa yang akan menepati rumah itu, seperti kata Ilham, jual saja dan pakai merenovasi yang ini. toh kamu juga tinggalnya di sini. siapa juga yang enak kalau rumah ini bagus dan nyaman? ya, kamu!' sergah Bu Lastri.

Dan pada akhirnya Arini setuju , karena janji Ilham akan mengalihkan kepemilikan atas namanya.

Sampai detik ini rencana itu tinggal wacana.

Arini pun tidak mempersoalkannya lagi.

Dia merasa rumah dan keluarga ini adalah miliknya. Jadi buat apa lagi kepemilikan atas namanya kalau keluarga ini sendiri adalah miliknya. itulah pendapat Arini yang polos dan baik hati.

Tapi malam ini tiba-tiba saja Ilham mau menjualnya? Arini merasa sesak.

"Yaa kalau kau tidak setuju, ya gak apa-apa."

ucap Ilham akhirnya.

"Aku tidur duluan ya Mas!" Arini minta ijin sekaligus melangkah meninggalkan suaminya sendiri.

Dari sana, Arini tidak langsung ke kamarnya.

Ia berbelok ke kamar mertuanya.

"Bu, bukain pintu sebentar saja!"

Dengan tertatih Bu Lastri membukakan pintu.

"Bagaimana lutut Ibu?"

"Masih sama saja." jawabnya malas.

"Bu, aku boleh pinjam kalungnya sebentar? sebentar saja!" ucapnya memohon.

"Buat apa?" tanya Bu Lastri curiga.

"Anu, ee.. ada teman yang mau lihat, katanya mau beli yang model begitu juga. tapi sebelumnya dia ingin lihat gambarnya.boleh, kan?" ucap Arini berbohong.

"Kalau sudah selesai balikin lagi, ya!"

Arini hanya mengangguk.

Arini masuk ke sebuah kamar kosong, yang biasanya untuk tamu atau kerabat yang datang menginap.

Setelah mengunci pintu Ia mulai mengamati kalung itu.

Sama persis dengan kalung yang ada di tas Anita. kalung yang indah dengan inisial A sebagai liontinnya..

Tiba-tiba ide briliannya muncul.

Ia memeriksa suratnya, untung Bu Lastri memberikan dengan kotaknya. hingga Arini bisa mencari alamat dan nomor telpon tokonya. Ia bermaksud menyelidiki apakah Ilham membeli satu atau dua kalung yang sama.

💞Karya yang masih baru, sangat butuh dukungan kalian para readers🙏🙏

1
Evy
Hamidun itu...
Evy
Apa Elang dan dan Dennis itu orang yang sama ya? cuma cara panggil nya aja yang beda... di keluarga dipanggil Elang tapi kalo teman dan rekan kerja panggil nya Denis gitu...
Evy
Mana mau Arini berbagi suami.. wanita mana pun juga tidak ada yang mau dipoligami...Ogah....
Evy
Ternyata bukan Denis ya keponakan Bu Zah itu... salah duga deh...
Evy
Apa keponakan Bu Zahra itu Denis ya...
Evy
Mertua yang gak punya perasaan... sedikit pun tidak ada simpati akan keterpurukan menantunya... pintu hati mertua benar2 sudah tertutup dan akan disesali nya suatu hari nanti...
Evy
Kalo Arini sampai bercerai nanti... pusing tujuh keliling mertua dan adik ipar Katena selalu ketergantungan sama Arini...
Evy
Baru naik jabatan tapi sudah berani mangkir kerja..bisa bisa kena pecat nanti..
Evy
Kalo sudah tau suami selingkuh.. kumpulkan apa saja yang bisa menjadi uang... sertifikat rumah juga diamankan... sering sering minta hadiah dan minta uang tambahan.. semua itu untuk bekal nanti.
Evy
Apa Suamimu diam diam menikah lagi dengan dalih ada tugas diluar kota...
Gebrina Setya
bosan,plin plan,gak tegas
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
balqis: makasih say udah mampir
total 1 replies
Keyraaleyababy Keyraaleya
yng bikin novel ini bodoh apa goblok sih
Amel Kharizma
Luar biasa
Marwah sugaMin
bisa tidak konsisten dalam penulisan nama, heran selalu kebalik namanya... berkesan bangat yach nama ilham itu di ingatan mu author
sari emilia
hah lm banget byk drama...
sari emilia
blepotan aku bc nya byk yg slh2 tulis
balqis: 🙏🙏😭😭😭😭😭
total 1 replies
balqis
Buat kakak Kakak reader yang terhormat tolong jangan bom like ya pliiss🙏🙏intinya kalau nga sempet baca ngga usah dah di like makasih
Nina Merlina
...tanya denis mungkin bukan "tanya ilham" ?
balqis: maaf 🙏banyak typo
total 1 replies
Masiah Cia
di bab ini arini terpuruk Krn perselingkuhan Ilham tp Arini kan sdh tau sblmnya ...jd TDK usah kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!