Zeevania Elvareta Anjani
gadis berusia 23 tahun yang hidupnya sederhana.Dia hidup sebatang kara karena orang tuanya sudah tiada.Vania merupakan gadis yang mandiri , baik hati, ramah dan Lembut.Dia tinggal disebuah apartemen sendiri. Kini dia magang disebuah perusahaan ternama Daniswara group.Dia tidak peduli dan mengabaikan tatapn bossnya yang ingin mengenalnya.
Rendra Arsenio Daniswara
CEO Daniswara group dan Pewaris sekaligus putera tunggal dari pasangan Damian Daniswara dan Shella Aryani.
Status Rendra adalah duda dengan satu orang anak laki laki berusia 5 tahun dia sekarang berusia 30 tahun.
Nama putera Rendra adalah Reno Daniswara dan istrinya telah meninggal ketika melahirkan Reno.Saat ini dia enggan menikah lagi karena dia fokus pada puteranya juga perusahaan yang dia pimpin saat ini.
Hingga pertemuan nya dengan seorang gadis diperusahaannya yang bekerja sebagai sekertarisnya membuatnya ingin selalu bertatap muka dengan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Beberapa menit kemudian dia telah sampai di mansion.Rendra keluar dari mobil dan begitu juga dengan puteranya Reno.Dia mengandeng tangan mungil puteranya dan berjalan masuk kedalam mansion.Dia memghampiri pelayan dan langsung bertanya.
"Dimana mommy dan daddy?" tanya Rendra
"Mereka sudah pulang tuan," ungkap pelayan
Rendra pun berlalu dan berjalan menggandeng puteranya menaiki tangga memuju ke kamar masing masing.Cklek Rendra pun masuk kedalam kamar dan lamgsung duduk diranjang.Dia masih terngiang dengan permintaan puteranya yang menginginkan Vania sebagai mommynya.Hal itu membuatnya dilema dan mengingat dia telah dijodohkan dengan Sasa.
"Berada disamping Vania membuat aku nyaman apalagi dengan Reno yang begitu menyukainya," ungkap Rendra
Rendra pun merasa frustrasi dan dia pun merogoh hapenya lalu dia memasukan no hape Vania kedalam kontaknya.Setelah itu dia mengirimi pesan pada Vania.
"Selamat Sore," sapa Rendra dalam pesan
Sementara di apartemennya Vania kini tengah berbaring diatas ranjang.Drrt drtt hapenya berbunyi lalu dia bangun dan memgambil hapenya yang ada diatas nakas.Vania membuka dan membaca pesan dari nomor yang tidak dikenal.
"Ini nomor siapa," gumam Vania bingung
"Selamat sore maaf ini siapa ya?" tanya Vania
drrt drtt hape rendra berbunyi hal itu membuatnya sedikit senang.Lalu dia pun langsung membaca pesan balasan dari Vania.
"Ini aku Rendra daddynya Reno," balas Rendra
Vania terkejut setelah tahu yang mengirimi pesan adalah presdirnya.Dia pun menghela nafas dan heran dengan bossnya itu darimana dia mendapatkan nomornya.
"Eh iya pak ada apa pak kok anda mengirimi saya pesan apakah ada hubungannya dengan Reno?" tanya Vania
Rendra kesal dengan Vania yang terus memanggilnya dengan sebutan pak.Dia pun langsung menekan nomor Vania lalu menghubunginya.Vania pun bingung karena bossnya malah menghubunginya lewat sambungan tekepon dan dia pun langsung mengangkatnya.
"Halo pak," sapa Vania dengan gugup
"Sudah aku bilang jangan panggil aku bapak Vania," teriak Rendra kesal
Vania pun langsung menjauhkan hapenya dari telinganya karena mendengar teriakan Rendra dari telepon.Dia sangat kesal dengan bossnya yang suka sekali marah marah dan teriak.
"Lalu aku harus memanggil anda presdir begitu," ungkap Vania dengan kesal
Rendra pun semakin kesal saat mendengar vania memanggilnya Presdir.Dia merasa gemas dengan tingkah selertarisnya itu. Rendra pun menghela nafas dan meredakan kekesalannya.
"Panggil aku dengan nama atau mas begitu," ujar Rendra
"Kalau nama kamu lebih tua dariku kalau panggil dengan mas enggak cocok deh," elak Vania
"Vania kalau kamu masih berani memberi alasan dengan panggilan yang kusebutkan aku akan benar benar menciummu," ucap Rendra dengan nada kesalnya
"Jangan marah marah dong pak presdir nanti cepet tua lho dan hidup anda tidak akan lama lagi, kalau kerjaannya marah marah terus," goda Vania
Rendra terbelalak mendengar ucapan dari Vania lalu dia pun memutuskan sambungan telepon.Sementara Vania tertawa melihat bossnya mematikan teleponnya.Rendra langsung berdiri dan berjalan keluar dari mansion.Reno pun keluar dari kamar dan memperhatikan daddynya yang buru buru.
"Daddy mau kemana?" tanya Reno bingung
"Daddy mau menjemput mommy cantikmu sayang," ucap Rendra
Renp pun berbinar mendengar ucapan daddynya.Dia pum tersenyum lebar kearah daddynya dan dibalas senyum tipis oleh Rendra.
"Bawa mommy cantik kesini ya dad," ucap Reno dengan antusias
"Oke sayang kamu dikamar saja ya," ujar Rendra
Reno pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.Rendra pun berbalik dan menuruni tangga dan berjalan dengan cepat keluar dari mansion.
tbc