NovelToon NovelToon
BOSS GALAK ITU CALON SUAMIKU

BOSS GALAK ITU CALON SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eunoia Fashion

Selama tiga tahun bekerja di perusahaan advertising ternama milik keluarga Mahardika Group, hidup Naura Azzahra nyaris seperti neraka. Semua gara-gara atasannya: Arkan Mahendra, direktur muda yang tampan, perfeksionis, dingin, dan hobi menghancurkan harga diri karyawan dengan satu tatapan.
Naura sudah berkali-kali berniat resign. Namun gaji besar dan cicilan rumah membuatnya bertahan.
Sampai malam presentasi besar itu datang.
Di depan seluruh direksi, Arkan tanpa ampun mengkritik konsep Naura habis-habisan. Bukan cuma mempermalukannya, pria itu juga menyebut Naura “tidak cukup kompeten untuk berada di perusahaan ini.”
Malu bercampur marah membuat Naura meledak.
Untuk pertama kalinya, ia membalas semua omongan Arkan—bahkan menyebut pria itu manusia paling menyebalkan yang mungkin akan mati sendirian karena tak punya hati.
Lalu ia resign malam itu juga.
Naura merasa hidupnya akhirnya tenang… sampai ibunya memaksanya datang ke acara makan malam keluarga seminggu kemudian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eunoia Fashion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Mohon maaf mengganggu waktu Anda, Pak Arkan, Bu Naura," ujar Hadi dengan suara bergetar menahan sesuatu. "Saya baru saja menerima laporan langsung dari Kepala Gudang."

Arkan mendengus kaku, kembali ke mode diktatornya yang dingin. "Katakan, Hadi. Apakah Valerie mencoba mendekati area data rahasia?"

"B-bukan begitu, Pak," Hadi menelan ludah dengan susah payah. "Valerie ternyata cukup cerdas untuk mendeteksi lampu indikator mikro pada ID *card* yang kita berikan kemarin. Sejak dua jam yang lalu, beliau sengaja meninggalkan kartu tersebut di ruang kerjanya. Sementara Valerie sendiri sudah menghilang dari gudang menggunakan ojek online lewat pintu belakang."

Keheningan total langsung menyergap ruangan mewah itu.

Pena emas *Montblanc* yang sedang dimainkan oleh jemari Arkan seketika terhenti. Wajah tampannya yang semula dipenuhi keangkuhan insting intelijen langsung berubah kaku.

Arkan berdehem dengan sangat keras, wajahnya memerah samar hingga ke bagian telinga—sebuah pertahanan gengsi yang sedang berjuang mati-matian agar tidak runtuh menembus kerak bumi. Ia buru-buru mematikan layar ponselnya dengan gerakan kasar.

"Dia cukup cerdas juga rupanya," ucap Arkan dengan nada ketus, berusaha mengembalikan wibawanya yang sudah berserakan di lantai. "Valerie ternyata memiliki kapasitas otak yang sedikit di atas perkiraanku."

***

Sore harinya, Arkan harus turun ke lantai bawah untuk menghadiri rapat pleno darurat bersama Dewan Komisaris yang dipanggil secara mendadak oleh Dimas. Aku memilih tetap tinggal di ruang kerja Arkan untuk menyelesaikan beberapa laporan anggaran divisi pemasaran yang sempat tertunda.

Sekitar pukul empat sore, aku memutuskan untuk mengantarkan berkas fisik yang sudah selesai aku tanda tangani ke meja kerja Arkan. Ruangan itu kosong, hanya menyisakan keheningan dan aroma maskulin khas Arkan yang menenangkan. Namun, begitu aku melangkah mendekati meja kerjanya, langkahku mendadak terhenti.

Aroma ruangan ini telah berubah.

Penciumanku yang sangat sensitif menangkap sekelebat aroma parfum yang sangat asing, pekat, dan luar biasa feminin. Aroma bunga sedap malam yang dipadukan dengan vanila yang sangat menyengat—sangat bertolak belakang dengan aroma *citrus* atau kamomil segar yang biasa aku gunakan.

Jantungku mendadak berdegup kencang, memberikan sinyal bahaya yang tidak kupahami. Mataku menyapu sekeliling meja, hingga pandanganku terpaku pada pintu kamar istirahat pribadi Arkan yang terletak di sudut ruangan. Pintu kayu ek tebal itu tampak sedikit terbuka, menyisakan celah kecil.

Dengan perasaan was-was, aku melangkah mendekat. Tepat sebelum tanganku menyentuh gagang pintu, daun pintu itu mendadak terbuka dari dalam.

Deg!

Valerie berdiri di sana.

Penampilannya sangat jauh berbeda dengan penampilannya yang memelas tadi pagi di lobi. Meskipun masih mengenakan pakaian kerja asisten logistik, dua kancing teratas kemejanya tampak terbuka, rambutnya yang semula dikuncir rapi kini tergerai sedikit berantakan, dan aroma parfum sedap malam itu menguar langsung dari tubuhnya.

Begitu melihatku berdiri mematung di depannya, Valerie langsung memasang ekspresi terkejut yang sangat dramatis. Ia buru-buru merapikan kerah kemejanya dengan gerakan yang justru terkesan sengaja ingin memamerkan sesuatu.

"E-eh... Bu Naura," suara Valerie terdengar gugup, namun ada kilat kepuasan yang tersembunyi di balik matanya yang sayu. "Maaf, saya tidak tahu kalau Ibu ada di sini. Saya... saya tadi hanya diminta oleh Pak Arkan untuk mengantarkan berkas rahasia langsung ke dalam kamar istirahat beliau."

Aku mengepalkan kedua tanganku di dalam saku celana, berusaha keras menjaga agar ekspresi wajahku tetap sedatar papan gilasan. Gengsiku sebagai seorang Naura menolak untuk menunjukkan kerapuhan di depan wanita ini. "Mengantarkan berkas sampai ke dalam kamar istirahat suami saya, Valerie? Sejak kapan asisten logistik lapangan memiliki akses seperti itu?"

Valerie menunduk, memasang wajah polos yang sangat manipulatif. "Pak Arkan yang meminta saya lewat pesan singkat, Bu. Beliau bilang... beliau sedang bosan dengan suasana rapat dan butuh sesuatu yang 'menyegarkan'. Tolong jangan salah paham pada Pak Arkan, Bu Naura. Beliau sangat lembut tadi... Saya permisi dulu."

Sebelum aku sempat membalas, Valerie melangkah melewati tubuhku dengan cepat, meninggalkan selembar saputangan sutra merah yang sengaja ia jatuhkan di atas lantai dekat sofa kerja Arkan.

Aku memungut saputangan itu dengan jari yang sedikit bergetar. Di sudut kain sutra tersebut, terdapat sulaman inisial huruf **'V'** besar berwarna emas, lengkap dengan aroma parfum pekatnya yang menempel kuat. Di dalam lipatannya, terdapat selembar kertas kecil dengan tulisan tangan yang sangat rapi:

*"Terima kasih untuk waktu yang sangat singkat tapi manis tadi, Arkan. Aku tunggu kelanjutannya di tempat biasa."*

Rasa cemburu yang luar biasa besar, panas, dan menghancurkan mendadak meledak di dalam dadaku. Rasanya seolah-olah seluruh pasokan oksigen di dalam ruangan ini lenyap seketika. *Waktu yang manis?*

Apakah semua ucapan manis, pelukan, dan ciuman posesif Arkan padaku semalam hanyalah sebuah kebohongan untuk menutupi kelakuannya di belakangku?

Benteng harga diriku langsung berdiri tegak, membeku menjadi lapisan es yang sangat dingin. Aku tidak akan menangis. Aku tidak akan mengamuk seperti wanita tidak berpendidikan. Jika Arkan ingin bermain di belakangku, aku akan menunjukkan padanya bagaimana rasanya menghadapi seorang istri dengan tingkat gengsi tertinggi di dunia bisnis.

***

Lima belas menit kemudian, pintu ruangan terbuka kasar. Arkan melangkah masuk dengan wajah yang tampak sangat kesal dan lelah, melonggarkan dasinya dengan gerakan tidak sabar.

"Dimas benar-benar membuang waktuku," gerutu Arkan sambil berjalan menuju mejanya, sama sekali tidak menyadari badai es yang sedang menantinya. "Dia memanggil rapat darurat hanya untuk membahas masalah pemeliharaan ruang *server*. Benar-benar tidak efisien."

Aku berdiri di dekat jendela, membalikkan tubuhku perlahan, menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi. "Oh ya? Mungkin Dimas hanya ingin memberikanmu waktu luang untuk menyelesaikan 'waktu yang manis' yang jauh lebih penting di kamar istirahatmu, Pak CEO."

Arkan menghentikan gerakannya, mengerutkan kening dengan bingung melihat sikapku yang mendadak berubah menjadi sedingin kulkas industri. "Naura? Apa maksudmu? Kenapa aromamu... tunggu, kenapa ruangan ini bau parfum yang sangat aneh?"

"Jangan berlagak bodoh, Arkan Mahendra," aku melangkah maju, lalu meletakkan saputangan merah dan catatan dari Valerie itu tepat di atas meja kerjanya dengan gerakan anggun namun mematikan. "Barang milik asisten logistik barumu tertinggal di dalam. Dia bilang, kamu sangat lembut tadi."

Arkan mengambil kertas itu, membacanya sekilas, dan dalam hitungan detik, ekspresi wajahnya berubah drastis. Matanya membelalak lebar, wajahnya mendadak memerah samar hingga ke leher, dan ia langsung melirikku dengan tatapan yang sangat gugup. Dengan gerakan cepat, ia meremas kertas itu dan memasukkannya ke dalam saku celananya, seolah mencoba menyembunyikan bukti tersebut dariku.

*Dia menyembunyikannya. Dia benar-benar gugup!* Kesimpulan itu menghantam hatiku hingga rasanya hancur berkeping-keping. Kecurigaanku terbukti nyata dari reaksinya.

"Ini... ini tidak seperti yang kamu bayangkan, Naura," Arkan berdehem kaku, mencoba memasang wajah datarnya walau pelipisnya mulai mengeluarkan keringat dingin. "Ini adalah urusan dokumen internal korporat yang sangat rahasia. Sesuatu yang... belum saatnya kamu ketahui karena masalah privasi tingkat tinggi."

Aku tersenyum sinis, merasakan dadaku luar biasa sesak namun gengsiku menolak untuk runtuh. "Privasi tingkat tinggi di dalam kamar istirahat dengan mantan kekasihmu. Baiklah, Pak Arkan. Saya mengerti sepenuhnya. Mulai detik ini, saya rasa kita harus menerapkan kembali aturan ketat dalam hubungan kita."

"Naura, tunggu dulu—"

"Sesuai dengan kebijakan pembatasan jarak fisik," potongku tajam, menyambar tas kerjaku dari sofa. "Radius aman di antara kita mulai malam ini, baik di kantor maupun di apartemen, adalah lima meter. Jangan coba-coba melanggar, atau aku akan memastikan seluruh proyek pemasaran digital Mahardika Group kuhentikan secara sepihak. Selamat sore, Pak Bos."

Aku melangkah keluar dari ruangan dengan kepala tegak dan langkah mantap, meninggalkan Arkan yang berdiri mematung di tengah ruangan dengan ekspresi frustrasi yang luar biasa besar.

1
Kristina Sambas
alur cerita lucu, menarik, tapi aneh kenapa yg baca nya dikit yaa
pokonya terus semangat author
Eunoia Fashion: Terimakasih ya 🥰🙏
total 1 replies
Maya Sari
Semangat💪
Eunoia Fashion: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Read_Forever👄
bagus kak novelnya, semangat sampai tamat
Eunoia Fashion: terimakasih 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!