NovelToon NovelToon
Tamu RANJANG Tuan DUDA

Tamu RANJANG Tuan DUDA

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Obsesi / Beda Usia / Tamat
Popularitas:683.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: aisyah az

Novel ini adalah lanjutan dari Novel JODOHKU PILIHAN MAMA.

Jangan lupa tekan FAV dan RAT 5 nya ya😘



"Tolong Tuan, lepaskan saya! Saya di jebak Tuan. Tolong jangan perkosa saya Tuan!" pinta Gadis berjilbab dengan air mata yang sudah membasahi pipi.


"Ck, kau bilang di jebak? Cuiih ... ternyata wanita berhijab, tidak melulu baik." sarkas pria berbadan kekar tersebut.


Berlian harus masuk kedalam kamar hotel, setelah di jebak sahabatnya sendiri. Dan ternyata pria yang mengambil kesucian Berlian bukan pria sembarangan.


Bagaimanakah reaksi Berlian, saat mereka di pertemukan kembali? Dan bagaimana kehidupan Berlian saat mengetahui siapa Pria yang pernah menidurinya?


Simak hanya di Novel ini yuk!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN🙏🏻❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia ....

Happy reading.....

Pagi telah tiba, saat ini Berlian sedang berada di jalan untuk berangkat ke kampusnya. Dia sudah menyiapkan mental selama dua bulan ke depan sampai hari wisuda tiba. Walaupun sebenarnya Berlian sangat malas ke kampus, karena harus bertemu dengan tiga orang yang sudah menghancurkan hidupnya, masa depannya bahkan perasaan dan juga kepercayaannya.

Akan tetapi, Berlian harus bisa melawan rasa itu. Walaupun sebenarnya dia sakit melihat ke mesraan antara Daffa dan juga Tanisha, tapi Berlian harus kuat. Dia tidak boleh menunjukkan kelemahannya di hadapan mereka.

Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, dan Berlian saat ini tengah berada di taman kampus membaca buku untuk dipelajari. Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sebelahnya, dan itu adalah Daffa.

''Kamu lagi baca buku apa?'' tanya Daffa kepada Berlian. Namun wanita itu cuek saja, dia mengacuhkan keberadaan Daffa yang ada di sisinya.

Merasa di acuhkan, Daffa tidak pantang menyerah. ''Berlian, aku mau minta maaf soal--''

''Tidak usah meminta maaf, karena aku tidak akan pernah bisa memaafkan kalian. Aku bukan manusia yang sempurna. Aku juga punya amarah. Aku mungkin tidak se-sabar Mamaku yang bisa memaafkan orang yang telah menyakitiku, bahkan menghancurkan hidupku. Tidak mudah bagiku untuk memaafkan kesalahan kalian. Karena itu sangat menyakitkan.'' Berlian memotong ucapan Daffa sambil berdiri dari duduknya.

Dia hendak meninggalkan Daffa, tapi tangannya ditahan oleh pria itu.

Berlian yang melihat itu pun segera menghempaskan tangan Daffa dengan kasar, dan menatap pria itu dengan tajam. ''Jangan pernah menyentuh ku! Tanganmu sangatlah kotor, dan aku tidak sudi disentuh oleh kamu. Sebaiknya kamu pergi ke Tanisha, wanita itu lebih membutuhkan kamu dibandingkan aku. Karena aku tidak membutuhkan pria seperti dirimu!'' ucap Berlian dengan nada yang sarkas.

Daffa terpaku mendengar ucapan Berlian. Dia tidak pernah sekalipun mendengar Berlian berucap lantang dan sesarkas itu kepada seseorang. Selama ini, Daffa mengenal Berlian wanita yang lembut, tutur katanya sangat sopan, bahkan tidak pernah menatap seseorang dengan tajam.

Akan tetapi, sekarang berbeda. Dia melihat Berlian benar-benar berubah, seperti seekor singa yang dipaksa bangun dari tidurnya. Berlian yang dulu telah hilang, dan berganti dengan wanita yang kuat dan tangguh.

''Kenapa kamu berubah? Kamu seperti bukan Berlian yang aku kenal dulu?'' tanya Daffa sambil menatap Berlian dengan bingung.

Gadis itu menatap Daffa dengan senyuman sinis di bibirnya. ''Kamu bilang apa tadi? Berubah. Sekarang kamu pikir, siapa yang merubah ku? Mungkin selama ini kamu mengenalku wanita yang lembut, tetapi jangan salah. Seseorang bisa berubah bukan? Dan kamu, Dyesi juga Tanisha yang merubah aku. Kalian yang membuat singa yang berada di dalam tubuhku itu bangkit. Berlian yang sekarang itu, bukan Berlian yang dulu. Yang mudah ditindasndan dibodohi, kamu paham!'' ucap Berlian sambil pergi meninggalkan Daffa, tapi lagi-lagi pria itu menahan tangannya.

Pengawal Berlian yang sejak tadi memperhatikan, kemudian menarik tangan Daffa dan hendak menonjok wajah pria itu, tapi Berlian segera menghentikannya. ''Jangan Pak, biarkan saja.''

Saat Berlian akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba ponsel Daffa berdering. Kemudian pria itu pun mengangkatnya.

''APA! Bagaimana bisa, Pah?'' kaget Daffa.

Berlian yang baru mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba berhenti saat mendengar ucapan Daffa. Kemudian dia menatap Daffa dari sudut ekor matanya.

''Iya Pah, Daffa ke kantor sekarang,'' ujar Daffa dengan nada yang lesu. Setelah itu Berlian pergi meninggalkan Daffa. Dia tidak perduli dengan pria itu lagi, apapun yang terjadi dengan nya bukan urusan Berlian lagi.

Daffa mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar-benar syok dengan apa yang baru saja dia dengar dari Papanya. Bagaimana Daffa tidak kaget, tadi Papanya menelpon Daffa dan memberitahukan jika salah satu restoran milik Papanya terbakar ludes.

Di sebuah ruangan di kantor Dev, dia sedang tersenyum penuh kemenangan saat mendengar berita yang baru saja dibawa Al kepada dirinya.

''Itulah jika bermain-main dengan keluarga Arganendra. Berani menyakiti keluargaku, termasuk putriku. Maka jangan pernah berharap untuk hidup tenang!'' gumam Dev sambil tersenyum menyeringai.

**************

Setelah jam menunjukkan pukul 05.00 sore, Berlian baru saja sampai di rumah. Dia melihat semua pelayan dan juga Mamanya sangat sibuk di dapur memasak untuk makan malam, menyambut tamu yang akan datang.

''Assalamualaikum,'' ucap Berlian sambil mencium tangan Dea dan juga Mama Rose.

''Waalaikumsalam, baru pulang kamu sayang? Ya udah mandi dulu gih, siap-siap buat nanti malam,'' ucap Mama Rose sambil mengusap kepala Berlian.

Gadis itu mengangguk, kemudian dia melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap-siap.

Malam pun telah tiba, saat ini Berlian dan juga keluarganya tengah berada di ruang tamu untuk menyambut kedatangan Om Darwis serta putranya. Tidak lama deru mesin mobil terdengar memasuki pelataran keluarga Arganendra.

Mama Rose langsung menyambut kedatangan Om Darwis dan juga putranya, sedangkan Berlian membantu Dea di dapur menyiapkan makanan bersama dengan pelayan.

''Maaf Nyonya, Nona muda. Tamu Nyonya Besar sudah datang,'' ucap seorang pelayan kepada Dea dan Berlian.

''Ayo Nak kita ke depan menyambut tamu,'' ajak Dea kepada putrinya. Namun saat mereka akan meninggalkan meja makan, tiba-tiba ponsel Berlian berdering.

''Mama duluan saja, nanti aku akan menyusul. Ini dari dosen Mah, mungkin ada hal penting untuk skripsi,'' ucap Berlian sambil melangkahkan kakinya ke taman belakang.

Dea pun akhirnya ke ruang tamu sendiri, dan dia langsung menangkupkan tangannya di depan dada sambil tersenyum ke arah Om Darwis dan juga putranya.

''Selamat datang Om, di rumah kami. Waah ... sudah lama sekali ya Om kita tidak bertemu,'' ucap Dea dengan ramah.

''Iya, terakhir kita bertemu waktu istri saya melahirkan anak saya. Oh iya, putri kalian dimana?'' tanya Om Darwis sambil menatap kiri dan kanan.

''Itu, Berlian tadi ada dosennya yang menelpon. Jadi kemungkinan dia akan menyusul. Oh iya, apakah ini putranya Om Darwis?'' tanya Dea sambil menatap kearah pria tampan dan gagah yang berada disamping Om Darwis.

''Iya, kenalkan, dia Zayde Leonardo Osmond,'' ucap Om Darwis memperkenalkan putranya kepada Dea.

''Saya Zayden, Tante,'' ucap pria itu sambil tersenyum kearah Dea. Dan Dea pun menganggukkan kepalanya.

''Baiklah, kalau begitu kita ke ruang makan sekarang yuk! Keburu malam juga,'' ucap Mama Rose mengajak mereka semua untuk memulai makan malam. Lalu mereka pun berjalan menuju ke ruang makan.

Saat Berlian sudah selesai menelpon, dia kembali ke meja makan dan melihat Mama, Papanya sudah ada di sana. ''Maaf Pah, Mah, Oma, Berlian terlambat. Tadi Berlian--'' ucapan Berlian terhenti saat melihat pria yang sedang duduk dan menatap dirinya dengan wajah kaget. Begitupun dengan Berlian, dia bahkan sampai terpaku dan tidak berkedip sama sekali.

Dia ...! batin Berlian dengan kaget

BERSAMBUNG

1
Ririn Nursisminingsih
berlian ni lma2 kom ngeselin cobalah maafin zyan buka hatimu jg songong
Putri Amira
hai
Yanti Putri
semoga secepatnya ya🤲🤲🤲
Yanti Putri
gimna mau jga pikiran klu mlam ini mlam sunah rasul😅😅😅👍👍
Yanti Putri
om duda belah kelapa muda /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Yanti Putri
semoga max & Desi cepat menyusul zay & berlian menikah4🤲🤲👍
Yanti Putri
pasti BPK serigala yg nabok brusan😅😅
Yanti Putri
ntah lah blum di kasih tau sma zay nya tu.😅😅😅
Yanti Putri
semoga Desi cepat sembuh ya 🤲🤲
Yanti Putri
mantap 👍😅
Yanti Putri
ha..ha...itu belum seberapa 👍👍😅😅😅
Yanti Putri
kenapa itu berlian nggk pergi keluar negeri aja.?!!
ElL
ini gimana ya thor???
tadi katanya desi sudah sadar, kok sekarang malah koma 2 bulan??
Nuryati Yati
ceritanya 👍
Nuryati Yati
Tania dan Daffa di lelepin ma othornya di tengah sawah 🤣
Nuryati Yati
Zay ngompol 🤣🤣🤣
Nuryati Yati
thor apa kabarnya Nina sama Hazel
Nuryati Yati
setan nya kamu Zay😅
Nuryati Yati
papa Dev lucu mosok belah duren di tengah sawah 🤣🤣
Nuryati Yati
bukanya Desi udh sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!