Amelia wanita cantik, baik, ceria dan penuh perhatian. Dia sangat menghargai Cinta, namun hatinya berkali-kali patah karena para mantan yang memberi harapan palsu.
Di sekolah Menengah Atas dia terjebak berbagai masalah saat bertemu dengan RIKI, lelaki Kasar dan Angkuh. Terkenal akan kenakalannya yang membuat Amel tak habis pikir dan berujung emosi. Akankah Amel bisa menghadapi lelaki itu?, Apa yang akan terjadi pada keduanya di saat-saat mereka tanpa sadar selalu bersama?.
yuk intip kisah mereka, Riki & Amel.
😍😍😘😘😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia desianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konser BKB
🔆🔅🔆🔅🔆🔅🔆🔅🔆🔅🔆🔅
.
.
.
Suara berisik memenuhi sekolah, di hari yang bersinar cerah ini semua murid bersiap untuk memulai ujian. Ada beberapa yang masih berdiri sembari menghafal materi, adapun yang sekedar memeriksa peralatan ujiannya. Berharap dapat menghasilkan nilai yang sempurna. Aku duduk di depan pintu ruang ujian, mencoba mengingat-ingat semua yang aku pelajari sedari malam. Ku lihat si berandal dari kejauhan, ia masih bermain laptopnya di saat krisis ini. Tanpa menghiraukan kekhawatiran semua orang tentang ujian yang akan berlangsung. Untung saja beberapa masalah tidak datang menghampiri ku lagi, semua orang kini sedang sibuk memikirkan ujian.
Ujian berlangsung sekitar enam hari, semua yang aku bisa sudah ku tuangkan dalam kertas ujian. Berharap mendapatkan nilai yang memuaskan. Beberapa waktu setelah ujian, pengumuman pembagian raport pun di beritakan. Setiap wali murid harus datang menghadiri pembagian raport. Pamanku yang sekaligus guru di sana sudah lebih dulu mengambil raport ku, dan aku tidak harus datang ke sekolah.
"Mel, selamat!" ucap sang paman yang sedang duduk di kursi dalam kost ku.
"Apa aku dapat juara kelas?" tanya ku dengan ekspresi gembira.
"Kamu naik kelas, dan masuk sepuluh besar!"
"Oh ya?, juara berapa emang?"
"Liat sendiri." ia memberikan raport ku.
Aku bergegas membuka raport dan mencari nomor peringkat , alhasil aku temukan dan ternyata aku....
Peringkat 10.
"Tingkatkan lagi, biar bisa juara satu." ujar paman sembari tertawa melihat ekspresi ku yang sedikit kecewa.
Aku hanya naik satu peringkat dari sebelas ke sepuluh. Tapi tak masalah, yang terpenting aku naik kelas. Paman memberitahu ku untuk segera pulang ke rumah, karena sekolah memberikan libur selama tiga minggu. Aku pun bergegas merapikan kost, dan pulang di antar sang Paman.
Sesampainya di rumah, aku segera memeluk mama yang menunggu kepulangan ku di depan pintu, seakan sudah tau bahwa aku akan pulang hari ini. Aku memberinya raport ku dan aku bergegas ke kamar karena sudah merindukan suasana kamarku.
Aku menjatuhkan tubuh ini di atas kasur ku yang masih empuk dan nyaman, memeluk beberapa boneka pemberian para mantan. Melihat-lihat dinding kamar yang penuh dengan foto boyband idola ku dan beberapa foto bersama para mantan. Mengenang kembali masa-masa di saat itu dan sesekali tertawa ketika mengingat hal lucu dan ada kala merasa sedih ketika mengingat cara berpisah.
Tapi semua itu tak membuat hati ini larut dalam kesedihan yang mendalam, aku pun mencoba berbaring dan menutup mata hendak masuk dalam alam mimpi, tetapi terlintas beberapa potongan kebersamaan bersama si berandal. Tanpa sadar aku tersenyum, memikirkan dia yang suka memberi cokelat. Tapi, terlintas beberapa kekejaman yang ia perbuat membuat aku menepis pikiran manis itu dan kembali sadar akan keadaan, bagaimana bisa aku mulai memikirkan si berandal, seharusnya aku senang karena tiga minggu ke depan aku tidak akan bertemu dengannya.
.....
.
.
.
Sudah dua minggu berlalu, aku hanya diam di rumah sembari bermain game, tapi aku mulai merasa bosan dan ingin sekali jalan-jalan ke luar.
Teman-teman ku sewaktu SMP dulu mengajak ku pergi menonton konser D'BAGINDAS yang akan di adakan malam ini di BKB (Benteng Kuto Besar). Aku pun meminta izin dengan mama dan dia mengizinkan, untuk pertama kalinya mama mengizinkan aku pergi keluar pada saat malam hari, namun dia banyak menasehati ku ketika aku hendak pergi, dan aku mengingat semua yang mama peringati.
Saat ini aku sudah berada di BKB, dan kedua teman akrab ku datang menghampiri.
"Amel, apa kabar?" tanya Tasya yang sembari memeluk aku.
"Aku baik, kalian apa kabar?" tanya ku sembari melepas pelukan keduanya.
"Kami baik kok, aku sama Tasya masih satu sekolah jadi makin lengket." jelas Novi.
"Cuman kalian berdua nih?" tanya ku penasaran.
"Nggak lah, kami barengan sama pacar." Tasya menunjuk sang pacar yang kini sedang berjalan mendekati kami.
"Wah, pacar baru tu?, yang kemarin gimana?" cibir ku.
"Yang kemarin udah jadi masa lalu, Novi juga udah ganti pacar kok."
Kedua pria itu menghampiri dan memperkenalkan diri mereka.
"Bion pacar Novi." ia mengulurkan tangannya padaku.
"Amel." ku jabat tangannya.
"Rangga pacarnya Tasya."
"Salam kenal, aku amel."
"Mel, yang kamu mana?" tanya Tasya sembari menyenggol pundak ku.
"Nggak ada, aku lagi jomblo."
"Aku nggak percaya." goda Novi dengan tersenyum aneh.
"Beneran loh, habis putus sama Kevin itu blom ada lagi."
"Masih blom move on ya?" tanya Tasya.
"Udah kok, cuman belum ada yang suka aja sama aku."
"Ketahuan banget bohongnya, masa sih Amelia yang di SMP jadi rebutan para COGAN (COwo GANteng), nggak ada yang mau?"
sindir Novi.
"Udah deh kalau nggak percaya, udah mulai rame disini."
"Ayok kita cari tempat berfoto."
keduanya menggandeng tanganku.
Mereka membawa ku ke patung ikan belida yang mengeluarkan air dari mulutnya, dan berfoto juga di tulisan Palembang yang memperlihatkan Ampera.
Sesudah asyik berfoto kami mencari tempat duduk, karena ingin menghindar dari hal berbahaya, kami hanya menonton dari jauh.
Di BKB kini sudah ramai pengunjung, banyak muda-mudi yang berkumpul dan beberapa orang dewasa disini untuk menonton konser. Ada juga orang yang sekedar untuk berjualan makanan dan minuman. Aku merasa senang bisa sebebas ini untuk pertama kalinya, biasanya selalu di beri batas waktu oleh mama. Kali ini hanya di beri nasehat, jangan masuk dalam perkelahian dan harus selalu berhati-hati.
Konser pun di mulai, di atas panggung yang bergemerlap itu mereka bernyanyi dan bersorak untuk para penonton. Suasana kini di penuhi keindahan dan sorakan kebahagiaan, aku duduk di dekat ibu-ibu yang berjualan cemilan, sedangkan kedua temanku masuk dalam kerumunan bersama pacarnya.
Aku membeli beberapa cemilan dan mulai memakannya sembari menikmati lagu-lagu mereka. Tapi, aku sangat terkejut ketika seseorang tiba-tiba menabrak barang jualan ibu di sampingku sampai berhamburan. Ibu itu hanya berteriak histeris sembari merapikan barang jualannya, melihat itu aku juga membantu sang ibu yang kini menangis tersedu.
Karena konser masih berlanjut, semua orang berfokus pada acara itu sehingga keadaan kami yang di belakang sudah sangat kacau, beberapa pemuda itu tak henti saling berkelahi, beberapa orang hanya melihat saja tanpa membantu untuk melerai perkelahian. Melihat itu aku menjadi takut dan khawatir, perkelahian itu tepat di depan ku yang sedang memungut barang jualan sang ibu tadi. Saat aku hendak pergi untuk sekedar menghindar, seorang pria melayangkan sebuah botol hendak mengenai ku, aku memejamkan mata karena tak sempat menghindar.
Prang....
Botol tersebut pecah berhamburan di bawah, untung ada seseorang yang memelukku dan membawaku menghindar, lalu aku membuka mata dan ku lihat di depan ku adalah orang yang ternyata ku kenal.
Riki dengan tatapan khawatir itu melepas pelukannya dan masuk dalam perkelahian itu.
Aku melihat dia yang penuh amarah memukul orang yang melayangkan botol tadi. Ingin sekali aku hentikan, tapi aku tak bisa melakukannya, melihat ia di pukuli seperti itu membuat hati ku terasa sakit dan tidak tega.
Teman-temanku datang dan menarik ku pergi dari sana.
"Mel, kenapa nggak lari aja tadi?"
tanya Tasya yang terlihat khawatir.
"Iya, tadi itu bahaya banget loh, tuh polisi baru dateng." ujar Novi sembari menunjuk beberapa polisi yang datang.
Semua pemuda yang berkelahi itu kabur ke berbagai arah dan beberapa polisi dengan sigap mengejar mereka yang membuat keributan. Aku melihat si berandal yang berlari menghindari kejaran polisi. Dengan rasa khawatir aku pun langsung mengejarnya.
.....
semangat ya Up ceritanya
semangat up karya nya ya 🔥