NovelToon NovelToon
Benih Titipan Tuan Mafia

Benih Titipan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Selingkuh / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:667.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: HaluSi

Semua berawal dari sebuah kecelakaan naas yang merenggut kebahagiaan rumah tangga Naysila.
Setelah insiden tersebut, Nay mengalami kerusakan pada separuh wajah dan sebagian tubuhnya sehingga membuat Mahendra, Suaminya perlahan menjauh.
Ketika Nay berada di puncak keputusasaan. Dia memutuskan bunuh diri sampai takdir membawanya ke tempat asing.
Nay di berikan kehidupan layak namun harus mau menandatangani surat perjanjian kontrak pernikahan oleh seorang ketua Mafia berdarah dingin.

"Berikan anak untukku!! Jangan pernah menggunakan hati sebab pernikahan itu berakhir saat bayi itu lahir." Kai.

Minta dukungannya..
Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluSi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 8

Pukul delapan tepat, pernikahan di gelar dengan tertutup namun mewah. Hanya beberapa relasi pilihan yang hadir. Itupun harus melewati seleksi ketat dan di larang membawa pasangan.

Nay kembali melakukan sesuatu atas dasar keterpaksaan. Dia di tuntut tersenyum di sepanjang acara. Memasang mimik wajah bahagia padahal ingin rasanya dia beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.

Namun yang terjadi dengan Kai sungguh di luar dugaan. Dia merasa nyaman ketika lengannya di pegang erat oleh Nay namun keangkuhan berusaha di pertahankan.

"Akhirnya tamu terakhir pulang." Eluh Nay sambil menurunkan tangannya dari lengan Kai. Dia berniat pergi ke kamar namun lagi lagi Kai menahannya." Apalagi Tuan?" Imbuhnya bertanya.

"Besok aku sudah membuat janji dengan dokter."

"Baru besok kan?" Nay menyingkirkan tangan Kai." Sekarang jangan cegah aku beristirahat." Nay melanjutkan langkahnya meninggalkan Kai yang kini duduk di sofa ruang tamu.

"Wanita itu tidak takut padaku?" Gumamnya pelan.

Tiba-tiba seseorang berjaket hitam masuk, dia berdiri tepat di hadapan Kai dengan wajah tertunduk.

"Ada apa?"

"Devan sudah tertangkap Tuan." Segera saja Kai beranjak dari tempatnya dan berjalan masuk ke dalam garasi mobil. Dia menggeser salah satu lukisan pemandangan dan sebuah pintu rahasia terbuka.

Pintu otomatis tertutup ketika Kai masuk ke dalam. Pintu rahasia itu terhubung dengan ruang bawah tanah yang merupakan markas besar miliknya.

Ada dua pintu yang terhubung. Salah satunya berada di gudang depan kediamannya. Alan dan anak buahnya membawa tawanan masuk dari sana sehingga mereka tidak perlu melewati pekarangan rumah.

Terlihat beberapa ruangan Kai lewati sampai kakinya terayun masuk ke sebuah kamar paling ujung. Ruangan sebanyak itu memiliki fungsi khusus. Ada yang di peruntukan menyimpan senjata juga tempat tidur untuk para anak buahnya.

Seperti korban sebelumnya, kepala Devan di tutup kain berwarna hitam dengan mulut tersumpal lakban. Dia di dudukkan pada kursi kayu. Tentu saja Alan dan beberapa anak buahnya berdiri di belakang sebab selama ini Alan satu-satunya orang yang bisa di andalkan.

"Kau siapa?" Ujar Devan terbata setelah kain hitam dan penyumpal mulut di lepaskan.

"Devan. Adik kesayangan si pengecut. Selamat datang di tempatku." Kai menepuk-nepuk pundak Devan sebentar." Tenang saja. Kau hanya ku jadikan tawanan. Tapi.." Kai tersenyum licik." Kalau kau mengatakan persembunyian pengecut itu?" Imbuhnya setengah berbisik.

Apa dia orang yang di sebutkan Kakak?

"Aku tidak tahu. Jangan libatkan aku!" Teriak Devan seraya berusaha terbebas dari ikatan.

"Jangan libatkan hahaha. Itu hanya akan menjadi mimpi sebab aku tahu jika pengecut itu menyiapkan amunisi untuk menghancurkan ku! Seharusnya dia menemui ku dan berduel."

Devan menghela nafas panjang. Dia tahu jika nyawanya terancam sebab sebelumnya Elang sudah memperingatkannya.

Namun tadi malam dia lupa diri saat merayakan pesta di salah satu diskotik. Devan minum terlalu banyak dan adegan yang di ingat terakhir kali. Dia masuk ke sebuah motel dengan seorang pellacur.

Sial!! Bagaimana ini!!

"Biarkan semuanya berjalan mudah. Katakan di mana si pengecut agar kamu mendapatkan kebebasan."

Selama ini Kai sudah memburu Elang yang sengaja bersembunyi darinya. Keduanya sempat berduel satu lawan satu tapi dengan liciknya Elang melarikan diri.

"Aku tidak tahu."

"Hm baik. Kau akan membusuk di sini. Terus saja melindunginya!" Kai mendengus seraya berjalan keluar ruangan." Buka ikatannya! Aku ingin dia mati kelaparan!" Pinta Kai sebelum benar-benar pergi.

Sesuai perintah, Alan membuka ikatan pada tangan Devan yang langsung berusaha kabur. Alan menarik kasar kerah kemejanya lalu menghadiahkan beberapa pukulan sampai Devan tersungkur.

"Jangan mencoba lari. Di sudut ruangan ada air putih. Itu cukup membuatmu bertahan hidup sampai beberapa bulan. Tapi jika kau mau berkerja sama, mungkin saja Tuanku akan membebaskan mu."

Alan mengisyaratkan anak buahnya keluar ruangan, meninggalkan Devan yang masih tergeletak di atas lantai.

"Aku tahu kebusukan kalian!! Mana mungkin aku bisa bebas dari tempat ini!!!" Teriak Devan tidak di dengar sebab pintu kokoh sudah tertutup di lengkapi dengan kunci kata sandi.

Kai memutuskan kembali ke kamarnya. Dia duduk di sofa lalu membuka laptopnya untuk melihat Nay sedang melakukan apa.

Nafasnya berhembus lembut ketika Kai melihat Nay benar-benar tidur. Laptop kembali di tutup dengan punggung di sandarkan. Kini fikirannya menerawang jauh, memikirkan pernikahan yang seharusnya hanya ingin di lakukan dengan Sisil.

"Maaf. Aku sudah mengingkari janji." Gumamnya seraya berbaring tanpa melepaskan sepatu.

Sementara Naysila sendiri tengah tidur dengan mimik wajah gelisah. Mimpi buruk mendatanginya begitu nyata.

Di dalam mimpi, dia melihat Hendra tengah berdiri bersama beberapa wanita. Dia tangan kanan menggenggam sebilah pisau dan tangan kiri menggenggam erat salah satu tangan wanita.

Namun tiba-tiba sosok hitam muncul dan menyabet leher Hendra hingga darah segar mengucur. Para wanita itu hanya melihat ketika tubuh Hendra tergolek di tanah. Mereka bahkan tersenyum seakan merasa bahagia.

Nay sekuat tenaga mencoba meneriaki Hendra tapi itu semua sia-sia. Jangankan untuk menyentuh, bersuara saja dia tidak mampu.

"Aaaaaaaaaaaa tidak!!!" Teriak Nay terduduk dengan wajah penuh keringat. Mimpi buruk itu melekat di ingatannya." Apa Mas Hendra dalam bahaya?" Gumamnya lirih.

Nay menurunkan kakinya lalu melangkah keluar kamar. Dia lupa diri dan berniat untuk pergi mencari Hendra.

"Nona mau kemana?" Sapa salah satu penjaga rumah. Dia menghentikan langkah Nay dan menutup pintu utama.

"Aku pergi sebentar." Jawab Nay dengan wajah gelisah.

"Tidak bisa Nona."

"Kenapa tidak? Aku akan kembali lagi setelah aku memastikan Suamiku baik-baik saja." Nay masih saja menyebut Hendra Suaminya. Padahal kini dirinya sudah menjadi Istri syah Kai walaupun sementara.

"Tuan ada di dalam. Dia tidak kemana-mana." Tentu saja si penjaga rumah berkata demikian. Dia hanya tahu jika Kai adalah Suami Nay.

"Bukan Tuanmu."

"Lantas siapa? Apa Nona punya dua Suami?" Nay terdiam sejenak seraya menghela nafas panjang. Dia baru menyadari kenyataan tersebut.

"Aku berjanji hanya sebentar." Rajuk Nay tidak juga berhenti.

"Sebaiknya Nona masuk saja."

Nay tidak tahu jika sangat sulit keluar dari tempat tinggalnya sekarang. Penjagaan ketat di terapkan juga CCTV yang memantau selama 24 jam.

"Kenapa aku mirip di kurung saja!" Umpat Nay kesal.

"Sepertinya kau hobi membuat masalah."

Nay membalikkan tubuhnya dan melihat Kai berjalan menuruni anak tangga.

"Biarkan aku pergi sebentar."

"Kemana?"

"Aku punya firasat buruk pada Suami ku." Kai terkekeh lalu duduk di salah satu sofa. Baru pertama kali dia merasakan sensasi berinteraksi dengan seorang wanita.

"Aku Suami mu." Nay mendengus dan kembali menghela nafas panjang.

"Maksudku mantan Suami."

"Oh."

"Jadi kamu mengizinkan?" Tanya Nay bersemangat.

"Tidak. Bukankah aku sudah bilang jika besok ada janji dengan Dokter."

"Itu tidak ada hubungannya?"

"Tentu saja ada. Jaga stamina mu untuk besok agar semuanya berjalan lancar. Kau baru bisa bebas setelah melahirkan anak untukku." Kai memalingkan wajahnya, berusaha menghindari keindahan sosok yang tengah berjalan mendekat.

"Itu sangat lama. Aku hanya minta izin pergi sebentar. Aku berjanji tidak akan Kabur." Tanpa rasa sungkan dan takut Nay duduk di samping Kai yang sontak menggeser tubuhnya menjauh. Dia masih saja berusaha menjaga hati untuk Sisil.

"Yang boleh membuat aturan hanya aku. Bukankah seharusnya kamu menjaga sopan santun padaku? Paling tidak, hargai aku sebagai orang yang lebih tua darimu." Kai menggeser tubuhnya lagi sementara Nay masih memikirkan kekhawatirannya." Memangnya kau tahu di mana dia sekarang?" Nay menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku hanya ingin tahu kabarnya saja."

"Dia sangat baik dan sudah melupakan mu." Jawab Kai seraya berdiri.

"Kamu tahu darimana?" Kai menghembuskan nafas panjang. Nay satu-satunya orang yang berani berbicara santai dengannya." Ayo katakan Tuan." Nay memegang lengan Kai yang langsung di singkirkan kasar.

"Kau lupa tidak boleh menyentuh ku!" Teriak Kai memperingatkan.

"Tadi boleh."

"Hanya untuk pencitraan." Kai melirik malas meski hatinya berdebar-debar. Dia masih belum sadar akan ketertarikan yang mulai tumbuh sebab ini kali pertama untuknya.

"Hm ya aku sadar."

"Jika sadar lakukan tugasmu. Jangan sampai kau melanggar batasan. Ingat pada denda yang harus kamu bayar padaku jika kau berani melanggar perjanjian itu!" Kai menatap tajam ke arah Nay." Kau milikku sebelum seorang anak berhasil kau berikan. Ingat pada biaya yang sudah ku keluarkan. Itu adalah hutang yang wajib kau bayar!" Kai melangkah meninggalkan Nay yang masih terduduk. Tidak ada yang bisa di lakukan kecuali menuruti apa perkataan Kai.

Denda sebanyak 5 triliun siap menjerat juga nyawa miliknya. Nai berusaha menyakinkan perasaan jika apa yang di katakan Kai adalah kebenaran.

Semoga saja Mas Hendra baik-baik saja. Aku anggap mimpi itu hadir hanya karena aku terlalu lelah..

🌹🌹🌹

1
Ayiek Sundoro
emang ada kah di dunia nyata cowok sepolos Kay ini 😄😄🌹🌹
Tarmi Widodo
dasar bodoh si nay udah di cerai masi ngaku suami,emosi aq
Tarmi Widodo
Sisil itu kay,.🤔
Tarmi Widodo
dasar laki² pecundang
Tarmi Widodo
nyimak
Yunerty Blessa
𝑀𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟..𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ 𝑖𝑛𝑑𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟.....𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢....
Yunerty Blessa: 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..
total 2 replies
Yunerty Blessa
𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑗𝑢𝑔𝑎.....𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑡 😘😘
Yunerty Blessa
𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟 𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡..
Yunerty Blessa
𝑠𝑒𝑟𝑎𝑚
Yunerty Blessa
𝑝𝑒𝑛𝑎𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑛𝑖ℎ..𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑗𝑒𝑑𝑢𝑔 𝑝𝑢𝑙𝑎..
Yunerty Blessa
𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟² 𝑛𝑒𝑘𝑎𝑑....𝑠𝑖𝑎𝑝² 𝑎𝑏𝑖𝑠 𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑢
Yunerty Blessa
ℎ𝑎𝑡𝑖² 𝐾𝐴𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑁𝑎𝑦... 𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑙𝑎
Yunerty Blessa
𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑖𝑢𝑚𝑎𝑛...𝑘𝑎𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑢 𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎ℎ𝑎𝑡
Yunerty Blessa
𝑡𝑎𝑛𝑡𝑒 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝐴𝑙𝑎𝑛🤣🤣
Yunerty Blessa
𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖𝑎𝑝𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑙𝑒𝑥 😏😏 𝑛𝑦𝑎𝑤𝑎 𝑚𝑢 𝑑𝑖 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑛𝑑𝑢𝑘..
Yunerty Blessa
𝑠𝑦𝑎𝑏𝑎𝑠 𝑁𝑎𝑦,,,,𝑐𝑒𝑔𝑎ℎ 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑖𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑘𝑒 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢..
Yunerty Blessa
𝑁𝑎𝑦 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝐾𝑎𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑛𝑎 𝑝𝑒𝑡ℎ𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛.....
Yunerty Blessa
𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑢𝑠 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑠𝑢𝑘𝑎𝑛 𝐴𝑙𝑒𝑥
Yunerty Blessa
𝑁𝑎𝑦 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑎𝑦𝑎.....𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟.....ℎ𝑎𝑡𝑖²
Yunerty Blessa
ℎ𝑎𝑡𝑖² 𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑛𝑎𝑠𝑖𝑏 𝑚𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝐸𝑙𝑎𝑛𝑔.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!