Aku tidak suka hujan, karena hujan adalah sebuah kejadian dimana aku dan dia dipisahkan. Hujan hanya membawaku larut dalam kesedihan yang tak berujung, karena hujan pula aku kehilangan dia untuk selamanya (Angga Sky Erlangga)
Aku sangat menyukai hujan, karena hujan membuatku merasa damai. Saat bermain hujan, semua bebanku, kesedihanku dan penderitaanku serasa hilang mengikuti aliran air yang mengguyur tubuhku (Rainy Bastian)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LR 9
Satu Minggu kemudian
Kini Rainy sudah siap menuju tempat ijab kabul, kebaya putih dengan riasan yang natural membuat Rainy tampak sangat cantik. Wanita itu melangkah perlahan, ia ditemani Rossa dan Marissa di sampingnya.
Kecantikan wanita itu membuat para tamu undangan takjub hingga sulit untuk mengedipkan mata.
Lalu, ia duduk di samping calon suaminya tanpa menoleh pada pria tersebut. Ia menundukkan sedikit kepalanya karena merasa malu untuk menatap semua orang di ruangan tersebut hingga ia tidak melihat Pelangi yang ada di antara para tamu undangan tersebut.
Sementara gadis kecil itu terharu hingga meneteskan air mata setelah mengetahui Rainy lah yang akan menjadi ibu tirinya, ia tersenyum dengan kebahagiaan yang membuncah.
"Tante cantik akan benar-benar menjadi mamaku! Terima kasih, Ya Allah!" gumam gadis kecil itu dengan senyuman dan air mata yang tak hentinya menetes.
Marissa yang melihat cucunya menangis, ia beranjak, dan melangkah mendekati cucu kesayangannya tersebut.
"Kenapa kamu nangis, Sayang? Jangan sedih! Percayalah pada Oma, mama barumu adalah orang yang sa ... ngat baik! Dia tidak akan menelantarkan Pelangi!" ucap Marissa mencoba menjelaskan.
"Pelangi tau itu, Oma! Pelangi menangis bukan sedih, Pelangi hanya bahagia hingga tidak bisa mengungkapkan dengan kata, kecuali hanya dengan air mata ini. Air mata ini adalah air mata kebahagiaan bukan kesedihan," ucap Pelangi dengan senyumnya yang mengembang.
"Pelangi selalu bedoa dan meminta mama baru seperti Tante cantik, tapi ternyata yang akan menjadi mama Pelangi adalah Tante cantik sendiri!" ucap Pelangi tersenyum seraya menatap Rainy sambil menghapus air matanya.
"Kamu kenal sama Tante Rainy, Sayang?" tanya Marissa penasaran.
"Iya, Pelangi sangat kenal Oma! Tante cantik juga yang kemarin nolongin Pelangi saat jatuh dari pohon. Jika saat itu tidak ada Tante cantik, Pelangi tidak tahu apa yang akan terjadi pada Pelangi!" ucapnya tersenyum.
"Oh, iya?" Marisa terkejut saat mengetahui hal itu. "Berarti kalian sudah pernah bertemu sebelumnya dong?" tanya Marissa menatap cucunya penuh tanya.
Pelangi menganggukkan kepala sambil menatap Sky dan Rainy yang duduk di depan penghulu, dengan Rainy yang mesih menatap ke bawah.
"Terima kasih, Oma! Karena Oma sudah memilih Tante cantik, sebagai mama Pelangi!" ucap gadis kecil itu penuh kebahagiaan.
"Pelangi tidak perlu berterima kasih, semua ini berkat doa Pelangi!" jawab wanita paruh baya itu tersenyum.
"Oh iya, Sayang! Opa mana?" tanya Marissa dengan menatap sekelilingnya, mencari sosok suaminya tersebut.
"Opa lagi ke toilet, Oma!" jawab Pelangi tanpa mengalihkan pandangannya dari Papa dan calon mamanya tersebut.
"Itu opa!" Pelangi menunjuk seseorang yang sedang melangkah dari arah belakang Sky dan Rainy.
_______
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya ijab kabul pun selesai setelah terdengar kata 'Sah' dari para tamu undangan yang hadir di gedung tersebut.
Sky pun mengulurkan tangannya pada Rainy, pria itu terkejut setelah melihat seorang wanita yang dinikahinya.
Akan tetapi, pria itu memilih diam dan berusaha menutupi keterkejutannya dengan memasang wajah datar.
Setelah itu, Sky mengambil tangan Rainy dan menyematkan cincin pernikahan pada wanita itu.
Sebaliknya, Rainy juga mengambil cincin pernikahannya dan menyematkan pada jari manis suaminya tersebut.
Wanita itu pun tersenyum, lalu mencium tangan Sky, ia hanya menatap tangan suaminya tanpa menatap wajah sang suami.
Lalu, ia memejamkan mata setelah Sky mencium keningnya. Ia merasa berdebar karena sebelumnya ia tidak pernah disentuh oleh pria manapun.
Setelah itu, wanita itu membuka mata perlahan, dan jantungnya pun serasa berhenti berdetak karena ternyata orang yang menjadi suaminya adalah seseorang yang membuatnya ia jatuh cinta pada pertemuan pertamanya.
Memang aneh, tapi ia tidak bisa melupakan bayangan Sky sejak di kuburan itu, hingga ia memilih selalu menundukkan kepala saat bertemu pria tersebut, karena tidak ingin mencintai seseorang yang tidak dikenalnya.
Bayangan wajah tampan Sky selalu hadir dalam mimpinya, hingga ia pasrah dinikahkan segera, karena ia takut mencintai orang lain sebelum menikah.
Wanita itu akan berusaha melupakan Sky jika menikah dengan orang lain. Namun, tanpa diduga, ternyata pangeran impiannya adalah seseorang yang memang telah menjadi pendamping hidupnya.
"Semoga ini bukan mimpi! " batin Rainy.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC ...
Sambil nunggu Othor update, mampir yuk ke karya Bestie Othor, yang pastinya tak kalah seru dengan judul dan Cover seperti dibawah ini 👇👇👇
👍❤