NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kikan

Takdir Cinta Kikan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:630.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Ternyata tidak hanya kehilangan kekasih, Kikan juga kehilangan kehormatannya saat seorang pria menyebutnya penganggu rumah tangga orang lain.

Semuanya terjadi karena fitnah yang kejam.

Bagaimana Kikan menjalani hidup dengan kenyataan pahit, bahwa ada janin di dalam rahimnya karena tragedi itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Bridal house

Pesta pernikahan Astra dan Ruby akan berlangsung. Ini semua mengiris-iris hati Kikan. Belum cukup itu, presiden direktur bahkan meminta Kikanlah yang mengatur semua keperluan pesta. Sebenarnya niat beliau bukan ingin menambah sakit hati Kikan, Presdir hanya sangat percaya pada perempuan itu.

 

“Kakak enggak apa-apa?” tanya Arin saat berdiri di dekat Kikan mencari EO untuk mendekor hall tempat pesta berlangsung lewat browsing.

 

“Aku tidak lelah. Ini juga pekerjaan. Lagipula aku di bayar lebih di luar gaji di ZEUs. Jadi apa yang di khawatirkan?” ujar Kikan masih tetap melihat ke depan. Arin yang melihat seniornya dari samping mengerti. Wanita ini hanya sedang mencoba kuat dan baik-baik. “Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, Arin.”

 

“Kak Rangga juga khawatir,” bisik Arin selanjutnya. Kikan tergelak.

 

“Yah, bilang juga padanya terima kasih atas perhatiannya.” Kali ini Kikan menoleh ke Arin saat bicara.

 

“Akan aku sampaikan,” kata Arin. Kikan tersenyum.

 

“Kikan, Ruby memintaku mengantarkan dia ke bridal house. Aku tidak bisa karena perutmu mulas,” bisik Cintya.

 

“Kenapa kamu yang di suruh? Bukannya seharusnya Pak Astra yang mengantarkan?” tanya Kikan heran. Menurut tradisi yang ada, biasanya sepasang kekasih itu sendiri yang datang ke bridal house. Memilih pakaian pengantin untuk di coba.

 

“Pak Astra ada perlu mendadak dengan klien. Jadi dia tidak bisa. Sudah. Aku mau ke toilet,” kata Cintya terburu-buru.

 

Kikan termangu. Mengantarkan Ruby fitting baju?

 

“Biar aku saja yang berangkat,” kata Arin tahu bagaimana keadaan Kikan. Sangat menyakitkan sekali mengantar calon istri mantan kekasih.

 

“Kenapa kamu? Cintya sudah memberikan tanggung jawab padaku. Lagipula aku sudah selesai," kata Kikan tidak ingin terlihat bagaimana keadaan hatinya sekarang.

 

“Baiklah kalau begitu," kata Arin berat hati.

 

 

**

 

“Seingatku yang akan mengantarku, adalah Cintya. Kenapa kamu yang datang?” tanya Ruby heran dengan kemunculan Kikan di sana.

 

“Cintya bermasalah dengan perutnya. Jadi dia meminta aku menemani. Maaf jika tidak berkenan,” kata Kikan.

 

“Baiklah. Siapa saja bisa membantuku.” Ruby pun duduk di sofa. Sementara Kikan berdiri di seberangnya. Saat ini Ruby sedang menunggu pemilik bridal house yang belum muncul. “Soal gadis berseragam waktu itu ... Apa kamu merasa dia sebenarnya memang adik Astra?” tanya Ruby mengejutkan.

 

“Aku tidak paham. Maaf.” Kikan memilih jawaban aman.

 

“Bukannya kamu lumayan lama berteman dengan dia?” tanya Ruby lagi.

 

“Kita tidak membicarakan masalah pribadi," sahut Kikan singkat. Sebisa mungkin untuk tidak membahas soal kehidupan Astra. Karena bisa saja itu berujung padanya.

 

“Bahkan soal kekasih?” Ruby masih ingin tahu.

 

“Ya.” Jika Ruby paham, ada setitik cemas yang ada di wajah Kikan. Benar. Ia sangat marah, sakit hati dan ingin menghancurkan pernikahan mereka berdua, tapi dia tetap berupaya terlihat wajar.

 

“Dia termasuk pria yang tampan dan berdedikasi tinggi pada pekerjaannya. Apakah sebagai perempuan kamu tidak pernah ingin memilikinya?” Pertanyaan terakhir sempat membuat jantungnya seperti bertabrakan dengan benda keras. Terdengar suara dentuman yang keras. Yang mungkin hanya dia yang mampu mendengarnya.

 

Pertanyaan ini seperti sengaja di tujukan untuknya. Seperti bertanya soal dirinya dan Astra.

 

“Nona ... Maafkan saya baru muncul.” Betty pemilik bridal house ini merasa bersalah. Kikan terselamatkan dari pertanyaan yang tidak ingin ia jawab.

 

“Tidak apa-apa. Aku yang datang lebih awal.”

 

“Anda sendirian? Tidak bersama tunangan Anda yang tampan itu?” tanya pemilik bridal house ini melihat dengan keheranan.

 

“Astra sangat sibuk. Bahkan saat kita mau menikah, dia masih memikirkan pekerjaan.” Ruby mengejek Astra dengan jenaka. Betty ikut tergelak. “Namun sisi dia yang seperti itu yang membuat ayahku menyetujuinya untuk menjadi menantunya.”

____

 

 

1
Nayy
kenapa aku juga sakit yaa😭
wulan dini
bagus
Rahmawati
bagus bgt
Rahmawati
beneran hamil. kayaknya
Rahmawati
jgn hamil dong kikan
Rahmawati
orang lagi kena musibah malah diTambah lagi dengan menghancurkan masa depan kikan
Rahmawati
selera kikan memang bagus
Rahmawati
hohohoho ternyata Astra tdk sebaik yg orang kira
Rahmawati
nyesek banget jadi Kikan,, si Astra pasti di janjiin jabatan yg bagus sm papa ruby
Riaaimutt
hadir 🙋‍♀️
Asri Yunianti
Luar biasa
Martin Yan
Kikan hamil, Ruby bs sewot kl tahu hamilnya krn Dicto 😀😀😀
Mrs. Utomo
Baca ini untuk kedua kalinya. 💞
Mrs. Utomo
Kurang panjang ceritanyaa ❤️
Lia Sakking
biar bintang bicara
Dhinok Farrel
bagus.....,👍👍💖
Dhinok Farrel
Kikan kurang ih nyiksa dicto nya
Dhinok Farrel
jahat ihhhh😠
kasian Kikan
noers
vavo
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
diiih fucek boy... enak nyaa di ulek jd sambel tuh si astra... 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!