Sinopsis
Disukai oleh seorang mafia tampan? Tak pernah terbesit dipikiran seorang gadis sholehah yang cantik dan sederhana ini. Dia Shifa Almadinah adalah seorang gadis muda berumur 19 tahun yang lembut dan cerdas yang sedang melanjutkan kuliahnya di negara asing. Gadis yang tak pernah disentuh oleh lelaki manapun.
Revano Alzano adalah seorang mafia muda yang tampan dan dingin. Dia berumur dua tahun lebih tua dari Shifa.
Cinta dari seorang mafia muda itu tak pernah ia harapakan. Akankah cinta dari seorang mafia yang tampan dan dingin ini terbalas? Akankah Shifa menerima takdir ini atau justru menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Celine tampak lebih ceria setelah kedatangan dua orang teman yang cantik dan cerdas.
“Thank you so much yaa Zainab dan Shifa coz kalian udah mau jenguk aku dan hibur aku dan aku merasa lebih baik sekarang," ucap Celine.
“Sama-sama dong," ucap dua temannya.
Shifa melihat jam tangannya dan jarum jam menunjukkan pukul 1 siang.
“Sudah waktunya sholat nih, hmm…aku boleh numpang sholat gak Celine ?” tanya Shifa kepada Celine.
“Boleh dong Shifa, yawudah kamu sholat di ruang sebelah kamar aku aja, disana ruangan lebih nyaman untuk ibadah," ucap Celine.
Shifa melihat Celine sebenarnya ia ingin mengajak Celine untuk sholat bersama tapi dia takut Celine merasa dipaksa.
Celine pun menayadari maksud dari ekspresi Shifa yang ingin mengajaknya untuk sholat.
“Aku nanti aja yaa Shif, kamu duluan aja," ucap Celine.
“Oh iya Cel. Kalau kamu bagaimana Zai, mau bareng gak ?" tanya Shifa.
“Oh aku lagi free nih Shif, baru aja kemarin," balas Zai. Itu artinya Shifa akan sholat sendirian.
“Okay kalau gitu aku ke kamar sebelah dulu yaa," ucap Shifa.
“Hmm…," ucap dua temannya yang melihatnya keluar dari kamar.
“Shifa gadis yang sholihah yaa Zai, beruntung banget lelaki pendampingnya nanti," gumam Celine yang di dengar oleh Zainab.
“Iya Cel, kamu benar Shifa itu udah cantik, lembut, baik dan cerdas lagi. Dia sangat rajin pasti orangtuanya juga bangga memiliki anak seperti dia," tambah Zainab.
Shifa yang sudah selesai berwudhu dan melaksanakan ibadahnya di ruangan yang telah Celine katakan.
Marcel yang berjalan akan menuju kamar Celine tiba-tiba melihat seorang gadis yang keluar dari kamar yang berada di sebelah kamar Celine.
“Astaghfirullah," ucap Shifa terkejut melihat Marcel yang tiba-tiba muncul di depannya.
“Wah siapa gadis ini, cantik banget meskipun dia pakai hijab," ucap Marcel dari dalam hati.
“Maaf, anda siapa ?" tanya Marcel.
“Oh saya Shifa, temannya Celine," jawab Shifa atas pertanyaan Marcel.
“Maaf yaa saya telah mengejutkan anda," ucap Marcel.
“Iya tak apa-apa," ucap Shifa.
Tiba-tiba seseorang datang menuju ke arah Shifa dan Marcel yang sedang berbincang.
“Ehem…," ucap Zano yang tak rela kalau Marcel terus berbincang dengan Shifa lama-lama.
“Tuan," ucap Marcel terkejut.
Marcel tak menyangka tuannya datang tiba-tiba. Shifa hanya diam melihat tingkah aneh dua lelaki yang sedang berada di hadapannya saat ini. Jika ia tahu bahwa dua lelaki tampan itu adalah dua orang mafia, tidak mungkin Shifa mau berbincang dengan mereka sayangnya Shifa belum menegtahui hal itu, hal yang amat rahasia itu.
“Permisi saya mau ke kamar Celine dulu," ucap Shifa mencairkan suasana.
Dari tadi Marcel melihat Zano menatap Shifa terus dan ia menyadari bahwa gadis yang membuat tuannya senyum-senyum di ruangannya tadi adalah Shifa.
“Wah jangan-jangan Shifa lagi yang membuat Zano seperti ini," gumam Marcel dalam hati.
“Ehem..ehem…," ucap Marcel tiba-tiba untuk memecahkan tatapan Zano kepada Shifa yang sudah masuk kedalam kamar Celine terlebih dahulu.
Zano menyadari hal itu dan hanya memalingkan wajahnya melihat Marcel dan diam seperti biasa lalu pergi.
“Huu... memang cocok dipanggil kulkas sama Celine, cocok banget gelar itu sama Tuan Zano lihat saja dia hanya diam lalu pergi tanpa mengucapkan apapun," celoteh Marcel saat Zano sudah pergi.
Shifa masuk ke kamar Celine dan terlihat Zainab yang sudah siap-siap untuk pulang. Shifa pun melihat raut wajah Celine yang berubah menjadi sedih.
“Kalian udah mau pulang saja," gerutu Celine kepada dua temannya.
Shifa yang berjalan menuju Zainab pun memahami maksud ucapan Celine.
“Ya kami harus pulang Cel, masih banyak tugas yang akan dikerjakan," kata Shifa.
“Oh yaa Cel, kalau kamu jangan khawatir soal tugasmu, nanti kalau kamu sudah baikan aku dan Shifa akan bantu kamu deh," timpal Zainab.
“Iya terima kasih, tapi aku sedih bukan karena itu, kalian cepet banget pulangnya," keluh Celine.
“Hmmm… kami akan sering-serimg deh nanti kesini," jawab Zainab yang membuat Shifa terkejut.
Shifa memang tak masalah jika sering datang ke rumah Celine tapi ia juga khawatir karena itu artinya ia akan sering bertemu dengan Zano sepupu Celine yang menurutnya sangat menyebalkan.
“Iya tapi kalau aku bertemu dengan kulkas lagi kayaknya aku perlu memikirkannya deh," gumam Shifa pelan tapi masih dapat di dengar oleh Zainab dan Celine.
Celine paham siapa yang dimaksud Shifa karena Celine juga menjuliki sepupunya itu dengan kata “Kulkas"
“Hahahaha, jadi kamu bertemu kak Zano Shif makanya kamu ingin cepet-cepet pulang," ucap Celine.
“Hah sudah deh Cel, tidak usah dibahas yawudah sekarang kami pamit pulang dulu yaa.. Get Well Soon girl," ucap Shifa.
“Get Well soon Celine yang cantik," tambah Zainab mengikuti ucapan Shifa.
Zainab penasaran apa yang terjadi dengan Shifa dan akan bertanya kepada sahabatnya itu nanti setelah di asrama.
“Okay bye-bye, eh tapi kapan-kapan kalian nginap disini yaa," ucap Celine.
“Hmm ?" Shifa terkejut atas permintaan Celine.
“Kenapa Shif ? kamu gak mau yaa ?" tanya Celine.
“Iya nanti kami pikirkan yaa Celine," jawab Shifa.
“Okay... aku tunggu yaa," balas Celine.
Setelah berpamitan Shifa dan Zainab pergi keluar dari kamar Celine dan saat ingin keluar dari istana Black Wolf, Shifa dan Zainab bertemu dengan Marcel yang dari tadi menunggu Shifa dan Zainab keluar dari kamar Celine karena ia tidak ingin menganggu mereka.
“Kami pamit yaa kak," ucap Shifa yang belum mengetahui nama orang yang berada di hadapannya saat ini.
“Okay... kalian hati-hati yaa pulangnya atau apa perlu di antar ?” tanya Marcel.
“Oh gak perlu kak, kami bisa pulang sendiri lagi pula jarak dari sini ke asrama gak jauh juga," jawab Zainab.
“Oh okay kalau begitu terima kasih yaa sudah jenguk Celine, pasti dia sangat senang karena kalian datang," ucap Marcel.
“Iya kak sama-sama," jawab dua gadis yang berada di hadapan Marcel.
Kemudian Shifa dan Zainab pergi dan tak terlihat. Kemudian Marcel berjalan menuju kamar Celine dan sebelum itu Zano memanggilnya.
“Mereka sudah pulang ?" tanya Zano dingin.
“Kenapa Bos ?" tanya Marcel memancing Zano.
“Kenapa? Tidak apa-apa," jawab Marcel.
“Tuan Zano suka yaa sama Shifa," ledek Marcel.
“Kamu tahu namanya darimana ?" ucap Zano sambil mengerutkan kedua alisnya.
“Tahu dong masa cewek cantik aku tidak tahu," ucap Marcel menggoda Zano untuk berkata lebih banyak.
“Jangan sebut namanya lagi, awas yaa kalau sampai kamu mengganggunya," ancam Zano kepada Marcel sambil pergi meninggalkannya.
“Apaan sih Tuan Zano, malah tidak terpancing dia untuk mengatakan yang sejujurnya tapi memang benar sih kayaknya Tuan Zano suka deh sama Shifa," gumam Marcel.
***
Sesampainya di kamar asrama, Shifa dan Zainab membersihkan tubuh mereka kemudian mereka makan bersama sambil berbincang-bincang .
“Shif tadi kamu ketemu Zano yaa saat berada di rumah Celine, bagaimana ceritanya ?" tanya Celine ragu karena ia takut sahabatnya itu akan marah karena ia bertanya tentang hal itu.
“Iya sih aku bertemu dengan si kulkas itu ," jawab Shifa gamblang.
“Terus menurut kamu bagaimana ? ada yang aneh tidak ?" tanya Zainab penasaran.
“Hmm… aneh sih kamu tahu tidak Zai, aku kan mau mengambil gelas tuh di lemari gantung di dapur tiba-tiba aja kak Zano ada di belakang aku mengambilkan gelas kosong," Shifa menceritakan semua yang terjadi padanya saat di dapur istana Black Wolf.
“Shif, jangan-jangan kak Zano...," Zainab belum sempat melanjutkan perkataannya tiba-tiba Shifa menimpali perkataannya.
“Apa ?" celetuk Shifa.
“Gak deh bercanda, tapi yaa saran aku Shif kamu harus hati-hati dulu deh, kita kan masih penasaran tentang siapa sebenarnya keluarga Celine. Kamu lihatkan kita masuk ke istana mereka aja suasananya kayak mencekam gitu," ucap Zainab sambil menyantap makanannya.
“Iyalah so pasti," jawab Shifa.
“Yasudah mari kita nikmati makanan buatan nona Shifa ini," Zainab mengucapkannya dengan semangat.
Hii.... readers jgn lupa like , comment, and gift serta vote ny yaa. Terima kasih 🙏🏻☺️
kpn rencana up lagi?
sudah saling tembak menembak
si Author malah kabur...
😃🤣
shi-za..... 😍
😁😀
hahahhiiihii author...
jgn ngeprank donk ah....
gk seru lah kl Syifa ma Arka.....
nangis kejer aqu...
Tetap dukung Zano!!!!
dukanya lbh byk....
mulai masuk bab membingungkan ni...
hihii
shifaaaaaaa
itu visual syifa, foto Author tuh... 🤣
Indonesia buangetttt...
knp si zano org Korea yaa?? 😁
Lanjut dan semangat thorquu
jgn pisahkan shi-za dong, thor...
😫😭😭
ruarrr biasa, thor....
Ttp semangat!!
😍😄
maaf....