NovelToon NovelToon
Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:125.7k
Nilai: 5
Nama Author: Triana mutia

Hidup seorang gadis muda yang biasa di sapa Caca harus menjadi berantakan karena dia harus mendekam di dalam penjara untuk menanggung kesalahan yang tidak pernah dia lakukan, dia menanggung semua itu hanya demi menyelamatkan kehidupan sang kekasih hati dan sebuah alasan

Tetapi apa yang dia dapatkan saat pertama kali keluar dari jeruji besi adalah sebuah pengkhianatan, dan sebuah kenyataan yang selama ini dia tak ketahui

Tiba-tiba saja Daniel Putra Perkasa seorang CEO muda yang sangat tampan mulai mendekati Caca dan memberikan Caca sebuah cahaya di dalam kehidupannya yang sudah berantakan, tetapi Caca tak mengetahui sama sekali bahwa semua yang Daniel lakukan hanya untuk menyakiti Caca

Apakah cinta bisa mengalahkan rasa benci? atau malah cinta mereka akan saling menyakitkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamat Hidup Kamu

Hari yang baru dan semangat yang baru bagi Caca, dengan langkah kaki yang pasti dia keluar dari rumah Sindy sesuai dengan jam yang di tentukan untuk melakukan wawancara. Caca pun tiba di sebuah gedung pencakar langit yang sangat megah

"Semoga aja masa lalu aku ga akan mempengaruhi"

Ada banyak sekali orang yang ada di sana untuk melamar pekerjaan di tempat itu, sudah pasti alasannya hanya satu karena semua orang di kota itu tau dengan pasti bahwa hanya orang-orang terpilih dan beruntung yang bisa bekerja di tempat itu

Akhirnya tiba waktunya untuk Caca untuk melakukan wawancara kerja, Caca masuk ke dalam sebuah ruangan bersama dua orang lain nya. Mereka bertiga pun duduk berhadapan dengan beberapa orang yang akan memberikan penilaian kepada mereka

Pertanyaan demi pertanyaan pun mulai di lontarkan dan mereka bertiga menjawab secara bergantian, ada seorang pria yang duduk di sana menatap mereka bertiga dengan tatapan mata yang dingin tanpa mengeluarkan suara sedari tadi. Dia hanya fokus mencatat dan terus memperhatikan mereka bertiga

Tiba-tiba saja pria yang sedari tadi hanya berdiam diri mulai menatap ke arah Caca dengan tatapan mata yang sulit di artikan

"Saya punya pertanyaan untuk saudari Marisa"

"Ya pak," menganggukkan sedikit kepalanya

"Di sini tercatat kalau kamu lulus sudah beberapa tahun yang lalu tapi kamu ga punya pengalaman kerja sama sekali, jadi pertanyaan saya apa yang kamu lakukan setelah kamu lulus kuliah?" dengan nada suara yang serius

Seluruh mata yang ada di dalam ruangan tersebut langsung tertuju kepada Caca, sedangkan Caca merasakan dada nya terasa sesak mendengar pertanyaan tersebut

"Bener juga aku memang ga punya pengalaman kerja sama sekali setelah aku lulus kuliah, jadi apa yang harus aku jawab sekarang?"

Caca pun membuang nafasnya dengan kasar dan menampilkan senyuman tipis

"Karena kesalahan yang telah saya perbuat saya menghabiskan waktu saya di dalam penjara setelah saya lulus kuliah pak"

Semua mata menatap ke arah Caca dengan tatapan seolah tak percaya kecuali sang pemberi pertanyaan, bahkan kedua orang yang sedang melakukan wawancara kerja di sampingnya pun terlihat sedikit meremehkan dirinya

"Ya udah lah aku pasrah aja, aku ga mungkin bisa bohong masalah itu walaupun kemungkinan besar aku pasti ga akan di terima kerja di sini. Paling ga aku sudah bisa bicara jujur" menundukkan kepalanya

Setelah keluar dari ruangan tersebut Caca memutuskan untuk langsung meninggalkan gedung tersebut, dia sendiri tak merasa yakin dapat di terima di tempat itu dengan status mantan seorang nara pidana yang harus dia bawa seumur hidup

Caca pun memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah cafe yang berada tak jauh dari gedung tersebut, Caca memilih memesan secangkir coklat hangat untuk menenangkan hatinya. Dan tiba-tiba saja ponselnya pun berdering

"Ya mbak"

"Kamu di mana Ca?"

"Aku lagi di cafe dekat kantor mbak"

"Hei.. Kenapa suara kamu lemes gitu sih?"

Caca pun membuang nafasnya dengan kasar

"Maaf ya mbak kayaknya aku bakal di tolak kerja di perusahaan mbak"

Sindy pun langsung mengerti arah tujuan ucapan Caca

"Kamu jangan patah semangat ya Ca, kalau pun di sini ga di terima masih banyak perusahaan lain. Lagi pula kalau kamu jadi pengangguran seumur hidup sekali pun mbak masih sanggup kok buat jagain kamu"

"Makasih ya mbak, aku pasti akan lebih semangat lagi cari kerja"

"Nah gitu dong, ini baru Caca adek kesayangan mbak. Ya udah kalau gitu mbak lanjut kerja dulu ya Ca"

"Ya mbak"

Caca pun memutuskan sambungan teleponnya dan melanjutkan menikmati secangkir coklat hangat yang sudah tersedia, dan tiba-tiba saja seorang pria mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan Caca dan memandang Caca dengan senyuman yang sangat menawan dari bibirnya

"Kamu siapa ya?"

"Ya ampun kamu lupa sama saya?" berpura-pura memasang wajah sedih

"Kenapa jaman sekarang banyak orang dengan gangguan jiwa sih?" menatap tajam

"Tapi saya memang ga kenal sama kamu," dengan tegas

Pria tersebut kembali tersenyum dan mengulurkan tangannya

"Kenalin nama saya Rizal"

"Kalau memang kamu mau duduk sini silahkan biar saya yang pergi"

"Ternyata bukan cewe sembarangan" tersenyum

Caca pun mulai bangkit dari duduknya dan memilih untuk pergi dari tempat itu

"Apa begini cara kamu waktu ketemu lagi sama orang yang pernah menyelamatkan hidup kamu?" tersenyum

Caca pun menghentikan niatnya untuk pergi dari tempat itu dan langsung memandang wajah pria tersebut dengan seksama, sedangkan pria tersebut hanya menampilkan sebuah senyuman sambil menganggukkan sedikit kepalanya

"Kamu orang yang waktu itu ya?"

"Apa karena waktu itu lagi hujan jadi kamu ga bisa lihat wajah aku dengan jelas?" tersenyum

"Kamu..."

Caca menatap Rizal dengan serius dan Rizal pun membalas dengan senyuman yang ramah,Caca pun mendudukkan kembali tubuhnya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya

"Kamu orang yang waktu itu itu di lampu merah ya?"

Rizal pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum

"Maaf aku kira kamu tadi orang iseng"

"Ga apa kok, yang penting sekarang kamu udah ingat aku." tersenyum

Caca pun memesan kan secangkir minuman dan beberapa makanan ringan untuk Rizal sebagai ucapan terima kasih dari dirinya, dan dengan sifat Caca yang ramah mereka pun berbincang seperti orang yang sudah lama saling mengenal

Entah mengapa Rizal menjadi semakin penasaran akan alasan Caca yang sebenarnya mengakui dirinya sebagai pengemudi mobil pada saat itu, Rizal sangat yakin dari senyuman yang selalu Caca tampilkan di bibirnya terselip sebuah kesedihan yang tak dapat di ucapkan

Setelah puas berbincang mereka pun memutuskan untuk saling bertukar kontak telepon agar dapat saling berkomunikasi, dan mereka pun akhirnya saling berpisah dan melanjutkan kegiatan mereka masing-masing. Sedangkan Caca memutuskan untuk langsung kembali ke rumah kontrakan Sindy

Setelah berganti pakaian Caca kembali membuka laptop nya untuk mengirimkan beberapa surat lamaran kerja, karena dia merasa tak yakin dapat di terima di tempat tadi

"Kamu harus semangat Ca, ga ada satu pun orang bisa bikin kamu menyerah di dalam kehidupan ini" tersenyum

Caca mulai mengirimkan beberapa surat lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan, bahkan Caca melamar pekerjaan apapun yang tercantum di sana. Hingga tiba-tiba saja ponsel Caca pun berdering

"Selamat siang"

"Siang.."

"Apa benar ini dengan ibu Marisa Putri Perdana?"

"Ya benar saya sendiri, maaf ini dari mana ya?"

"Ini dari Pt. Perkasa Tunggal Buana, saya ingin memberitahukan kepada ibu bahwa ibu lolos sesi pertama wawancara kerja di tempat kami"

"Ya bu, terima kasih atas informasinya." tersenyum bahagia

"Kami harapkan ibu bisa datang besok pada pukul delapan untuk melakukan wawancara sesi kedua"

"Baik bu, saya pasti akan datang"

"Baik kalau begitu kami tunggu kehadiran ibu besok, maaf telah mengganggu waktunya dan selamat siang"

"Selamat siang bu"

"Semoga aja ini awal yang baik dalam hidup aku"

Caca benar-benar tak menyangka bila dirinya akan lolos walaupun hanya pada tahap awal, Caca menghentikan semua aktifitas yang sedang dia lakukan dan langsung mempersiapkan semua yang dia butuhkan untuk esok hari

1
Raja Rosnenty
Luar biasa
Raja Rosnenty
Lumayan
Ayu Ap
aku hadir...
Indra Yanto
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍😍👍👍😍👍👍👍👍😍👍👍👍👍😍👍👍😍👍👍😍👍👍👍♥️👍👍👍👍💟👍👍👍👍♥️
tambahan bunga sudah kuberikan
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
kebanyakan flashback...
vivinika ivanayanti
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq
"Rasa Yang Terpendam"
Nenie desu
aq sudah mampir kak
Shuhairi Nafsir
ceritanya terlalu koyol Dan membosankan Thor.
Shuhairi Nafsir
Demi kuasa Thor mohon agar Daniel jadi buncin sama Caca serta menyesali diatas perilakuannya terhadap Caca
anggita
👌👌..
anggita
oke thor,, trus berkrya smoga novelnya sukses..
anggita
caca kudu kuat💪
anggita
mimpi,, klo bsa Jawa ngelindur.
anggita
😢caca,, 😓leo,, 😅siska,,
Nenie desu
jangan lupa mampir dinovel aq kak 😇🤗🙏
Nenie desu
semangat terus kak 🙏🤗
Nenie desu
favorit, alurnya bagus 🤗🙏
vivinika ivanayanti
kak....upnya kak.... lanjutkan 🥰🥰🥰
triana 13: ya kak maaf lagi numpuk kerjaan terlambat untuk up
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!