NovelToon NovelToon
Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Office Romance / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: viiyovii

Mengandung konten dewasa *** harap bijak dalam membaca

#MantanTerindahSeries : NOVEL KEDUA BAGIAN CERITA DARI MANTAN TERINDAH BY VIIYOVII

Lele, begitulah nama yang tercetak pada kartu undangan yang hendak mereka sebarkan.

Lalu bagaimana sampai mereka memutuskan menikah?

Leon dan Lexa, pasangan asisten yang majikannya merupakan pasangan juga. Leon dan Lexa bukan pasangan yang mudah bersatu. Leon yang periang humoris tapi tegas dan Lexa yang pendiam dingin tapi apa adanya. Bagaimana mereka bisa jatuh cinta setelah Lexa mengetahui masa lalu Leon yang terpuruk dan menghadapi mantan Leon yang menyeramkan?
Dan bagaimana Leon akhirnya melamar Lexa yang mengaku dirinya lesbi?

Ini merupakan kisah perjalanan cinta Leon dan Lexa asisten dari Dion Prime dan Viena Jovanca (mantan terindah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 9

Keesokannya Leon sudah bertandang di depan rumah Lexa tepat sekali pukul tujuh pagi. Sepertinya Leon sudah benar benar terpikat pada pesona Lexa yang sangat sederhana dan tidak neka neko. Dengan gaya casual namun feminim yang disukainya membuat Leon makin tertarik dan ingin selalu bersama Lexa.

Lexa memicingkan matanya melihat mobil hitam yang sudah bertengger di depan pekarangan flatnya. Dia memukul mukul pipinya pelan merasa hanya sebuah mimpi, karna dia berpikir Leon yang datang mungkin untuk menjemputnya. Namun, dia tidak mau berharap terlalu banyak. Pasalnya, Lexa berpikir kalau Leon terlalu hebat dan tampan, mungkin saja Leon sudah memiliki kekasih di luar sana tapi Leon tidak memberitahunya.

Leon yang memperhatikan Lexa sudah melihat mobilnya tersenyum kecil. Leon memiliki firasat kalau Lexa juga sudah terjerat dalam rayuannya.

"Lexa, bangunlah, kau hanya bermimpi, mana mungkin Leon datang kemari dan menjemputmu," gumamnya dan terus berjalan.

Leon lalu menurunkan kaca mobilnya agar Lexa melihatnya.

"Leon, sedang apa kau disini?" Tanya Lexa mendekati mobil Leon. Dia sudah yakin kalau ini bukan mimpi. Dalam hatinya sangat berbunga bunga, ternyata dia bertemu dengan Leon lagi. Seperti kemarin, hari ini juga Leon pasti sengaja hendak menemuinya.

"Naiklah, aku akan mengantarmu ke kantor," kata Leon tersenyum manis.

Lexa lalu melangkahkan kakinya menaiki mobil Leon. Lexa lalu menggunakan seat beltnya untuk siap berangkat bersama Leon.

"Leon, kemarin kau tidak pulang ya? Mengapa kau tahu aku berangkat kerja pukul segini?" Tanya Lexa membuka percakapan

"Semalam, sewaktu aku pulang, aku menyadari kalau dulu aku pernah menyewa rumah kecil disekitar sini, sekitar dua tahun lalu saat pertama kali aku datang kesini. Jadi aku tahu perjalananmu menaiki bus lalu transit dengan bus yang lain, kira kira sekitar satu setengah sampai dua jam kan?" Mata Lexa membelalak mendengar penuturan Leon.

Ternyata selain tampan Leon juga sangat pintar, jelas kalau Tuan Dion memilihnya menjadi asistennya. Pikir Lexa dalam hati.

"Benar sekali Leon! Ngomong ngomong, jam masuk kita sama ya?" Tanya Lexa lagi sedikit penasaran dengan Leon.

"Aku tidak ada jam masuk, setiap Tuan Dion membutuhkan, aku harus langsung ada, jadi jika dia tidak membutuhkan aku, aku bisa masuk kapanpun." Leon tersenyum.

"Hari ini tuanmu tidak membutuhkanmu?" Lagi lagi Lexa bertanya. Dia tidak ingin canggung dan berdiam diri sehingga dia kepergok sedang memandang Leon. Kalau begini tidak ada alasan Leon menggodanya. Lexa bisa memandang wajah manis nan imut Leon dengan puas.

"Entahlah, sejak dia menemui bos mu, dia belum mengabariku, aku harap dia baik baik saja," jawab Leon sambil mengendarai mobilnya dengan tatapan ke depan.

"Oh iya, aku juga jadi mengingat Nyonya Viena. Kemarin sewaktu dia hendak pergi, wajahnya juga muram, seperti sedih mengingat mantannya itu," Lexa akhirnya memalingkan penglihatannya ke depan dan memikirkan tuannya.

"Berbeda dengan Tuan Dion, dia sangat bersemangat, tapi sampai sekarang belum mengabariku," suara Leon tiba tiba melemah.

"Ya, kita lihat saja nanti," Lexa akhirnya diam dan tidak berbicara.

"Lexa, nanti aku akan menjemputmu lagi ya?" Pinta Leon sesekali melihat Lexa.

Jantung Lexa seketika berdetak. Mereka baru berkenalan namun Leon sudah sebaik ini dengannya. Dengan serangan rayuan dan perilaku Leon yang lembut, Lexa benar benar takut akan menyukai pria yang saat ini sedang menunggu responnya.

"Lexa, are you okey?" Tanya Leon lagi menunggu jawaban Lexa yang termenung.

"Leon, kau tidak takut kekasihmu marah, aku yakin kau pasti mempunyai seorang pacar," kata Lexa pelan. Dia lalu melihat keluar mobil dari kaca yang disampingnya.

Leon berdecih pelan. Lexa mengatakan seorang kekasih. Sudah lama sekali Leon tidak merasakan memiliki kekasih atau pacar yang benar. Semua wanita yang dekat dengan Leon hanya Leon jadikan pemuas nafsu saja. Leon tidak pernah serius lagi berpacaran sejak berakhir hubungannya dengan Solane. Sampai dia bertemu Lexa. Lexa benar benar wanita yang berbeda bagi Leon.

"Hem, aku tidak punya pacar Lexa, percayalah padaku, atau kau yang mau jadi pacarku?" Leon memain mainkan alisnya menggoda Lexa.

Seketika pipi Lexa memerah melebihi blush on pink merona yang ia gunakan. Lexa sedikit tersenyum kecil lalu tersadar akan pikirannya. Dia menggeleng gelengkan kepalanya.

"Aku tidak mau berpacaran dengan musang liar sepertimu, aku tidak yakin kau tidak mempunyai pacar, hem!" Lagi lagi Leon berhasil membuatnya kesal. Leon tersenyum kagum. Kagum karna baru ini ada wanita yang tidak mau menjadi pacarnya. Bahkan, semua karyawan wanita yang ada di Hotel Prime mengingini ditanya saja dengannya itu pun sulit.

........

Lexa menarik napas. Huft, akhirnya dia bisa keluar dari mobil Leon dan tidak lagi bersama dengan Leon karna dia hampir meledak mendengar semua rayuan dan kegombalan Leon padanya.

Lexa mendorong pintu kaca kantornya untuk menuju ruangannya. Namun, Susan dan Abby sudah menghadangnya lebih dulu.

"Diam diam kau sungguh hebat Lexa! Dapat menggaet asisten dari Tuan Dion." Abby dan Susan sudah menyilangkan tangannya di depan dada mereka masing masing.

"Aahh, minggir, kalau kalian mau, ambil saja, aku tidak berminat dengan musang liar menjijikan seperti dia!!" Dengan gaya dinginnya Lexa mendorong pelan kedua sahabatnya itu.

"Lexa, kau sudah naik mobil sport viper nya lho, masa kau tidak mau menjadi pacarnya?!" Tanya Susan yang mengejar Lexa.

"Tidak Susanku sayang, aku curiga dia sudah mempunyai pacar, jadi lupakan!!" Lexa mendorong Susan menjauh dan menghilang masuk ke dalam ruangannya.

"Hem! Leon benar benar tampan! Sudahlah, aku tidak sebanding dengannya, kupastikan dia memiliki keluarga yang lengkap!" Gumam Lexa menuju meja kerjanya dan mulai bekerja.

......

"Humm, mengapa proyek iklan bulan ini sangat banyak? Badanku pegal semua harus bolak balik ke ruangan Nyonya, ke ruangan brain storming, argh Lexa semangat!" Ucap Lexa menggeliatkan tubuhnya dan menyeruput ice coffee nya.

Ting!

Seketika dia menikmati ice coffee kesukaannya, satu pesan masuk di ponselnya.

Lexa meliriknya dan hanya ada nomor terpampang bukan nama kontak yang sudah dia simpan.

Lexa meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut.

-235688xxx-

Kelinciku yang cantik, tunggu aku jam lima sore ya, aku akan menjemputmu, jangan kemana mana, love you. Leon.

Deg, jantung Lexa berdetak. Dia sangat yakin jantungnya berdegup kencang namun sempat berpikir benarkah ini Leon.

-Lexa-

Apa ini benar Leon?

Bodoh! Mengapa aku membalas seperti ini, pikir Lexa namun sudah terkirim.

-235688xxx-

Lalu kau ingin aku siapa? Apa ada pria lain yang mengatakan kau kelinci, aku cemburu lho!

Lexa mendelik. Sebenarnya dia sudah yakin kalau ini Leon namun sepertinya dirinya terlalu percaya diri, jadi dia hanya memastikan.

-Lexa-

Baiklah baiklah aku akan menunggumu, telat satu detik aku pergi!

Lexa tersenyum, sebenarnya hati kecilnya mengatakan ~akhirnya Leon menghubungiku jadi aku mempunyai nomornya bukan karna aku yang menginginkannya tapi dia, haha~

.........

Next part 10

Staytune guys 😍😍

Salam senyum dari Leon niih aiyaiya 😁

ingat ya hanya gambaran 😁

disini gambaran Leon nya yang T.O.P nya rambutnya warna hitam ya ga neka neko hehe

1
M
😭😭😭
M
😥😥😭
vikalia Ersin
aku sampe nangis bacanya
Taufan Adhie Poetra
kereen ceritanya... jdi ikut terbawa suasana di novel ini... thanks ya author.. 😇🙏
Alingga Nurcahyo
curiga jangan2 leon itu benco*g
Sri Winarti
Aku mewek sih baca episode ini, jadi terbawa arus kebucinan lexa dan Leon , 😭
itin
emang dasar buat jatah malam pertama apapun keadaannya pasti akan selalu ada gangguan 🤣
itin
ahhh iyaa... aku tuh ingatnya morgan morgan... anaknya marcel ya sepupunya revo ayahnya gracia
itin
wahh salute sama kexa yang bisa lolos dari kejaran anjing herder 👏👏👏... sulit dibayangkan
itin
muanis sekali......
ntah kenapa ya orang orang yang disekeliling keluarga jovanca pasti selalu punya cerita yang menggebu, menggelora dan muanissssss.....
viena iya
egnor apalagi
masuk ke anak asuhan dan orang orang kepercayaannya sampai sahabatnya egnor semua begitu

masuklah kedalamnya keluarga prime, keluarga dimitri, keluarga kwan, gracia apa pam nya ya dari revo papanya lupa aku 🤔
itin
kusuka usaha leon 👍👍👍👍...... dan ingat Le "barang bekas tak layak untuk dipakai kembali" 🤪
itin
sungguh unik cara leon dan lexa memulai hubungannya...... ahh jadi rindu baca mantan terindah lagi. sampai disini viena dan dion hanya cuplikan doank 🤗
itin
kusuka gombalan si musang liar yang jelek... bagi pria yang pernah patah hati bisa menjadi penggombal recehan tapi bukan kaleng kaleng. kayak rengginang gurih renyah maunya digigit terus 🤭😄..... lexa yang punya pengalaman buruk sama gabriel apa ya jadi ketus terhadap lakilaki (kucing kecil yang imut dan nakal milik leon)
itin
sebaiknya barang bekas memang jangan lagi dipakai
itin
hai Vii.... im coming

ini gabriel yg sama dikisah egnor kah? kekasihnya lina
itin: lope lope 😍😍😍
total 3 replies
Beci Luna
cocok visualx dg sifat jahatx....
Beci Luna
imut..si kelinci cantik leon....
Beci Luna
hebat anak pejabat semudah itu ajak lelakix masuk kamar dan bebas dg hawa nafsux...aduh..kok rupax tdk ada harga dirix..sebagai anak pejabat di daerahx ,memalukan sekali ...
Beci Luna
suka ceritax...moga bisa terispirasi bg pembaca thor...
Yatik Udayani
visualnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!