NovelToon NovelToon
Istriku Orang Rimba

Istriku Orang Rimba

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Menantu Pria/matrilokal / Cintapertama / Tamat
Popularitas:352k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Regar

Zulkarnain tak menyangka, bujang lapuk sepertinya akan menikahi wanita dari Suku Rimba yang menghuni pedalaman Bukit Barisan, Sumatera.

Itu semua bermula, saat ia tertimpa musibah dan hanyut terbawa arus sungai yang kebetulan ditemukan oleh Beleza, gadis Rimba. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Zul dibawa kembali ke komunitasnya dan dipaksa menikahi Beleza.

Apa yang terjadi selajutnya? Apakah Zul rela menjadi suami Beleza atau berusaha kembali ke kampungnya?

Yuk, langsung meluncur ke bab Satu, ya dan ikuti terus kisah romantis antara Zul bersama Beleza.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Tanda

“Bang Udin dan Sampuraga ngapain sih, kok gerak-gerik mereka mencurigakan sekali?” kata Beleza saat melewati kedua orang yang tengah cengar-cengir tersebut.

Mengkerut lah wajah Beleza, ditatapnya wajah tampan Pemuda yang berada di atas keranjang yang sedang dibawa Malin.

“Apa mereka akan merencanakan sesuatu yang akan membahayakan babang tampanku ini?” Resah hati Beleza memikirkannya.

“Tak mungkin lah, Udin begitu. Kau tahu dia kan, pria paling baik di kelompok kita. Apalagi dia juga Ketua Pemuda Suku Rimba, kau berpikir terlalu jauh Beleza. Santai saja, tak akan ada yang akan menyingkirkan babang tanpanmu!” sahut Malin sembari memikirkan makanan apa yang akan dimasakin oleh Beleza untuknya nanti.

Beleza tersenyum masam sembari merapikan rambutnya yang acak-acakan yang tak pernah tersentuh air tersebut, kecuali ia tak sengaja diguyur hujan. Namun, itu palingan sementara saja karena ada daun talas yang bisa dijadikan payung.

“Hi-hi-hi pikiran Beleza terlalu melayang jauh. Mana mungkin Bang Udin setega itu, kan dia sahabat Beleza yang paling baik!”

Beleza merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada Udin.

...***...

Udin dan Sampuraga telah tertinggal jauh dari rombongan Pemuda Suku Rimba tersebut dan Dia segera menarik Parangnya yang diselipkan di pinggang.

Bilah Parang itu sangat tajam, karena Udin sudah menganggapnya sebagai kekasih yang dirawat dengan sepenuh hati. Pagi-pagi sebelum matahari bersinar terang di pegunungan Bukit Barisan, ia telah berada di pinggir sungai mengasah Parang tersebut dengan batu Asah.

“Semuanya sudah menjauh, kita buat tanda apa?” tanya Udin memasang kuda-kuda beladiri seperti akan bergulat melawan Babi Hutan saja.

“Hmm, apa, ya?” Sampuraga berpikir sejenak. “Kita suruh anjing ini kencing setiap seratus meter. Supaya dia sering kencing, tiap sebentar kita beri dia minum he-he-he ....” Sampuraga menyeringai lagi membuat gigi emasnya kelihatan bersinar.

“Hebat sekali kau bro, otak kau cerdas sekali macam si kancil saja; membodohi Raja Binatang dengan kepintarannya! Jadi, dia akan kabur dengan anjing ini sebagai penunjuk jalannya, ya.”

Udin pun memuji sahabatnya itu, walaupun Sampuraga tak senang dibanding-bandingkan dengan Kancil. Lantas siapa Raja Binatang-nya? Apakah itu Pemimpin Suku Rimba atau Pemuda di hadapannya ini?

“Eits, ini tak gratis, loh!” sela Sampuraga dengan seringai tipis terpancar di sudut bibirnya.

“Cih, tega kau, ya. Ada udang dibalik batu rupanya. Sudah katakan cepat, Apa yang kau inginkan? Mumpung suasana hatiku sangat baik saat ini!” Udin menepuk pundak Sampuraga dengan senyum cerah.

“Gampang saja, Bos!” sahut Sampuraga dengan senyum lebar juga. Kemudian berkata, “Kau comblangin lah aku dengan si Nerida. Hatiku selalu cenat-cenut saat membayangkan wajahnya, makan pun terasa enak tidur pun makin pulas gara-gara selalu memikirkannya!”

Udin tercengang mendengarnya dan merasa ada yang aneh! Bukankah ada kata-kata yang janggal. Namun, apa?

“Sudahlah, menyerah saja kau. Dia itu menyukai Jarjit,” sahut Udin sambil tertawa terbahak-bahak, ia tak menyangka wanita idaman Sampuraga justru telah memiliki pria idaman lain.

Mengkerut lah wajah Sampuraga, tak percaya dia dengan ucapan Udin.

“Tahu dari mana kau Nerida menyukai Jarjit yang dekil itu?”

Sampuraga bertanya dengan ekspresi wajah serius. Dia tak menyangka, ternyata wanita pujaan hatinya juga telah menyukai pria lain.

“Dari Nerida lah, dari siapa lagi?” jawab Udin yang masih tertawa. “Sebelum kita berangkat ke sini, dia bertanya padaku siapa wanita yang aku sukai dan aku menjawab Beleza. Kemudian kutanya lah dia siapa laki-laki yang disukainya, lantas dia mengatakan menyukai si Jarjit. Aku pun tercengang mendengarnya dan tak menyangka selera Nerida aneh juga he-he-he!”

Tanpa merasa kasihan pada Sampuraga, Udin malah mengatakan kebenaran yang ia ketahui tanpa ada yang ditutup-tutupi. Sehingga Sampuraga langsung mengigit kukunya sembari menangis tersedu-sedu sehingga Udin pun panik, takut rekan-rekannya akan berbalik karena mendengar tangisan Sampuraga dan rencana mereka pun akan berantakan.

1
Dedih Juhendi
sangat bagus sekali aku suka, cerita nya enteng dan mudah dipahami. maksih. buat lagi cerita kaya gini. MANTAP PISAN👌👌👌
hairul amin
Luar biasa
Rhakean Djati
menghibur sekali. dan kayak yg udah² karya babang tampan ini, gak bertele-tele.salute
Rhakean Djati
buset. bunga raflesia.hahahaa
Rhakean Djati
sebelas,duabelas. antara bos sama pekerjanya.hehehee
cupa
topmarkotop
cupa
iya donk, secara banh regar punya otot sebesar kaki sapi, tungginya kayak jerapah, dah gitu putih bangettt, kyak salju, ampe kagak ada darahnya... jadi banh regar sangay sempurna
Adhani Pakpahan
haha.. kocak
Aulya Putri
bang saya orang sumpu 😑
Bang Regar: Sumpu dekat gunung goba, kah? Saya tinggal di Sungai Pimping😁😁😁
total 1 replies
QueenDevil
Lemah banget dah mc nya, cemen harusnya tokoh utama itu kuat lah setidaknya yakali udah miskin, preman kampung yang katanya bisa silat dikit" takit
QueenDevil: dikit" takut
total 1 replies
palupi
ceritanya sangat bagus... bikin ngakak.
makasih author terganteng...🙏🥰
AitchAre
pasti typo nama bapak nya nih wkwkwk
AitchAre
anying ke isekai
AitchAre
WIBU!
Roni Yakub
mantap bang......
Doe He
2 pilihan
klu nolak.jd persembahan
di trima jadi orang dalam wkwkwk.nasib mu malang kali zul
Arsi Oke
sedap kali ceritanya, ini baru bab 1, kek pengalaman aja lah. lanjut bang.
Xuan Yuan
dua²nya sial 🤣🤣🤣
Refi Ana
🤣🤣alamak benar kali
ar wahkhu
kok awak agak mual ya bang. 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!