Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 9
10.47 WITA , TENDA DARURAT BENCANA
"Bagaimana pun juga tak mungkin Rian tiba-tiba menanyakan hal itu jika Siwi tidak cerita atau memang sedang bersama Rian kemarin ." Batin Bagas sebelum menelepon Siwi .
"Ditampar , di marahi sudah biasa tapi kenapa masih takut patah hati !" batinnya lagi untuk menguatkan nyalinya . Meski hanya telpon tetapi berdegup tak beraturan jantungnya ,
Tut...Tutut... Tut...
Dering panggilan di ponsel Siwi ,
Melihat panggilan dari Bagas orang yang ia tunggu-tunggu , Siwi cepat menjawab panggilan itu .
"Alhamdulillah akhirnya dia menghubungiku !" syukur Siwi dalam hati .
"Assalamualaikum , Wir !" buka Bagas dengan sapaan waktu mereka masih sama-sama SMA . "Walaikumsalam...,Gi !" balas Siwi dengan sapaan waktu yang sama .
Dulu teman sekelasnya menggabungkan dua nama awal Siwi . Siwi Nur Wirahmah sehingga berubah menjadi Siwir ,
Dan panggilan untuk Bagas muncul karena lucu jika dipanggil Gas , jadi teman-temannya menggantinya dengan LPG sehingga muncul kata sapaan Gi .
"Kamu masih ingat saja nama itu , Wi !" Bagas mencoba tenang agar tak salah bicara . "Bagaimana mau lupa , aku bisa tertawa sendiri jika ingat panggilan LPG !" Siwi mengucap nya dengan sedikit tawa .
"Kau tak menanyakan kenapa tiba-tiba mengubungimu ?" memancing apakah Siwi mengakui menyuruh Rian meneleponnya . "Kenapa ?, sudah hampir satu tahun terakhir kamu menelepon ku !" masih berpura-pura tak tau .
"Karena kamu telah bercerita pada Rian aku lama tak mengubungimu , entah kapan itu tapi iyakan ?" kembali mengetes apakah Siwi mau jujur jika sudah begitu .
"Aku cerita sudah beberapa hari yang lalu , tapi darimana kau tau ?" balik tanya Siwi . "Kemarin aku dengar suaramu saat di telpon Rian , untung aku menyadarinya !" padahal itu analisa Adhi .
"Jadi aku ketahuan nih ceritanya ?, jadi gak seru dong !" pertanyaan retoris yang jadi kunci jika ketahuan . Siwi menanti suara-suara yang dirindukan itu dengan senyum manis .
"Sebenarnya akhir-akhir ini aku juga hendak tanya tentang itu , tapi sepertinya tidak perlu lagi ," tutur Bagas mulai lebih santai . Dari balik tenda itu terlihat seseorang sedang menguping .
"Kenapa tidak perlu ?, kamu bahkan belum tanya apakah aku juga tetap suka padamu !" Siwi mencoba berpura-pura jual mahal .
Note : Like dulu ya guys , nanti lanjut baca lagi...
"Sudahlah , jika tidak suka kenapa kau hubungi ku dahulu ?" ucap Bagas menyudutkan Siwi .
Namun rupanya Siwi tak menyerah , "Sebenarnya aku menyuruh Rian karena orang tuaku mulai mencarikan jodoh untuk ku !" dengan nada bicara yang sedih .
"Ya..,ya..,aku tak berfikir sampai sejauh itu ." Bagas kembali di datangi rasa gugup yang sama . "Bagaimana jika memang benar Siwi akan dijodohkan ?" batin Bagas .
"Jika itu membuat mu tetap menjadi anak yang taat aku tak bisa menghalangi , aku bukan siapa-siapa !" Nampak sekali Bagas mulai menyerah .
"Jadi kamu menyerah ?, padahal aku menginginkan kamu jodohnya...,tapi kamu malah menyerah !" Kalimat itu membungkam sebagian mulutnya dan membuyarkan kebahagiaan yang buru didapat .
"Bagaimana lagi !, aku tak bisa pulang begitu saja meninggalkan tugas negara yang tengah kulakukan ," ucapnya untuk menyelamatkan kesedihannya .
"Aku Sudah disumpah untuk ini , jadi maafkan aku jika harus mengingkari janji ku !" suaranya penuh kekecewaan dan kegagalan . Samar-samar mulai terdengar tawa yang ditahan oleh Siwi .
"Benarkah kau menyerah Gi ?, padahal aku hanya ingin mengerjai mu saja !" tawa yang ditahannya itu terlepas . Riuh tawa wanita yang seharusnya tak di dengar Bagas .
"Syukurlah Wir , tapi yang ku katakan memang benar dari jiwaku !" hatinya yang terlanjur sedih tak bisa dibohongi , situasi seperti itu yang ditakutkan olehnya .
"Aku akan meminta mu pada orang tuamu tetapi tunggu sampai aku menyelesaikan tugas ku ini !" kata yang terulang seperti saat dulu menembaknya .
Note : bagi yang lupa atau belum like silahkan klik jempol dulu...,biar makin mantap kasih komen vote dan rate 5 yah..
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih