NovelToon NovelToon
AKU INI ANAK KAMU "AYAH"

AKU INI ANAK KAMU "AYAH"

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Cintamanis / Balas Dendam / Berubah manjadi cantik / Tamat
Popularitas:132.8k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

(Warning 19 )

Bijak-bijaklah membaca, ada adegan naik turun, dan mungkin sedikit panas.


Lola Elakshi gadis cantik bermata coklat, berambut ikal bawah. Ibunya meninggal saat melahirkannya.

Ayahnya selalu menyalahkan dirinya atas kepergian Ibunya dan selalu berkata dia anak pembawa sial.

Ayahnya menikah lagi. Setelah umurnya 19 tahun, bisnis Ayahnya bangkrut hingga terlilit hutang yang tidak bisa di bayar.

Suatu hari ada pelelangan di kota mereka, Ibu tirinya berinisiatif membujuk dirinya untuk....

Untuk lebih jelasnya mampir ke Bab ya.. 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi dan kembali ke tanah air.

Part 09

_______

1 minggu sudah Elakshi berada di LA. Operasi berjalan lancar, kini Elakshi menunggu masa pemulihan beberapa hari lagi di rumah sakit.

Hanya seorang diri tanpa di temani siapa pun di Negeri orang, kecuali para anak buah A.A yang kadang datang mengirimkan buah dan beberapa makanan yang sehat untuk Elakshi. Itu pun karena disuruh A.A untuk mengantarkan ke rumah sakit.

Elakshi kini sedang terbaring di atas ranjang kamar VIP di LA. Dari jenjang leher sampai paha terbalut perban. Kedua mata menatap langit-langit ruangan miliknya. “Sudah satu minggu aku di sini, aku tidak sabar untuk melihat hasil operasi bekas luka bakar yang cukup lama.”

Tok!

Tok!

Karena Author nya tidak terlalu handal pakai bahasa luar, kita pakai bahasa kita saja ya?

Dr.Robert berjalan masuk di dampingi perawat wanita yang memegang papan yang terselip lembar kertas putih. Dr. Robert berdiri di samping Elakshi. “Bagaimana perasaan Anda. Apakah masih terasa perih akibat bekas operasi yang kita jalani.” Tanya Dr. Robert dengan nada rendah.

“Sudah tidak. Saya sudah jauh lebih baik dan tidak merasakan sakit sama sekali kecuali di 3 hari pertama setelah melakukan operasi pada bagian bekas luka bakar.” Sahut Elakshi.

Perawat yang berada di samping kanan/kiri Dr. Robert hanya diam, tangan mencatat setiap pertanyaan dan jawaban dari Dr. Robert dan Elakshi.

“Bagus. Kalau begitu kita akan ganti perbannya dan memberikan sedikit obat agar bekasnya cepat pulih.” Ucap Dr. Robert membantu Elakshi untuk duduk.

“Jika aku boleh tahu, siapa orang yang berinisial A.A. Dan kenapa dia dengan mudahnya memberikan kepercayaan dan uang yang cukup banyak buat seseorang yang ia tidak kenal untuk melakukan operasi.” Tanya Elakshi yang sedang di bantu perawat membuka perban di bagian tubuhnya.

“Maaf. Itu privasi dan saya tidak berhak mengatakannya kepada Anda nona muda, yang jelas dia adalah orang yang sangat hebat dan sangat kaya raya.” Sahut singkat Dr. Robert.

“Kalau begitu maafkan pertanyaan saya, Dr. Robert.” Sahut Elakshi sambil tersenyum manis.

“Tidak masalah.” Sahut Dr.Robert.

.

.

.

.

.

Hari, minggu, bulan terus berlalu. Elakshi rajin melakukan perawatan setiap jadwal yang di berikan oleh Dr. Robert. Kini tiba saatnya Elakshi melakukan cek terakhir sebelum ia kembali ke tanah air.

Sudah 3 bulan lamanya ia tinggal sendiri di LA . Tanpa seorang teman, kecuali anak buah A.A yang sangat tampan yang mengantar jemput dirinya.

Tepat 3 bulan lamanya, Elakshi berada di Negeri orang. Elakshi yang berada di kamar hotel mewah berdiri di depan cermin. Menatap setiap lekuk tubuh yang sudah sempurna. Operasi bekas luka bakar yang cukup lama melekat di bagian tubuhnya berjalan lancar terlihat dari hasil setiap perawatan yang di berikan oleh Dr.Robert.

“Hasilnya sangat luar biasa, tidak ada 1 inchi pun yang terlihat kurang. Nanti siang adalah jadwal terkahir aku kontrol dan setelah itu aku akan di jemput kembali pulang ke tanah air. Setelah aku pulang, bagaimana caranya aku berterimakasih dengan A.A. Mau menghubungi nomor yang biasa ia telepon, sudah tidak bisa di hubungi lagi selama 1 minggu ini.”

Elakshi berbalik badan, berjalan mendekati lemari pakaian yang berada di hotel. Ia menyusun pakaiannya ke dalam koper. Setelah melakukan kontrol terkahir dia akan langsung pulang ke tanah air. Wajah terlihat senang, tujuan untuk mengubah takdirnya perlahan-lahan tercapai.

...Di tanah air....

...😊😊...

Pukul 05:00 sore. Tepat 3 bulan lamanya, Aswin sudah kembali dari Luar Negeri. Ia sedang berdiri di jendela kamar utama, bibir tersenyum memandang keluar dari jendela kamar yang masih terbuka.

Aswin terus tersenyum manis menatap seorang wanita cantik berjalan memasuki halaman Vila dengan tangan yang memegang koper berwarna biru muda. Siapa wanita cantik itu?

Setelah wanita cantik itu hilang dari pandangan, Aswin membuka baju kemeja yang ia kenakan.

Tak lama kemudian pintu kamar terbuka, wanita cantik tersebut membuka pintu kamar tanpa mengetuk. Aswin yang sedang membuka baju terkejut menatap wanita cantik yang masuk tanpa mengetuk pintu kamar. Aswin meraih tangan wanita tersebut, menariknya ke luar kamar.

Wanita tersebut memberontak. “Kenapa kamu menarik tanganku cukup kuat. Aku adalah wanita jelek yang selalu kamu hina. Lola Elakshi. Dan sekarang aku sudah berubah menjadi cantik dan di mana aku bisa mendapatkan pria yang lebih tampan darimu.”

Aswin tertawa kecil, mendekatkan bibir di daun telinga Elakshi. “Jangan mimpi. Tidak ada pria manapun yang mampu memberikan uang dan membayarkan hutang keluarga kamu seperti yang aku lakukan kepadamu.”

Mendengar jawaban dari Aswin, Elakshi hanya diam berjalan masuk dengan wajah cemberut.

Aswin mengunci pintu kamar, ia berjalan masuk mendekati Elakshi yang sedang berdiri menyusun kembali baju yang masih rapih ke dalam lemari pakaiannya.

Aswin berdiri di belakang Elakshi menatap dari atas sampai bawah, terlihat kulit putih bersih membuat pikiran semakin tidak karuan. Aswin refleks memeluk tubuh Elakshi dari belakang, menyingkap rambut ikal bawah yang terurai panjang. Mencium jenjang leher Elakshi.

Elakshi berbalik badan, mendorong pelan tubuh kekar Aswin. “Apa yang Anda lakukan Presdir.” Elakshi menyilangkan kedua tangannya menutup dua gunung miliknya. “Anda jangan macam-macam denganku. Kalau Anda berbuat jahat, aku akan teriak ini.” Ancam Elakshi dengan nada sedikit gemetar.

Aswin tersenyum manis, ia berjalan mendekati Elakshi. Memepetkan tubuh Elakshi ke dinding lemari pakaian. “Kemana kamu selama 3 bulan ini? apa yang kamu lakukan selama 3 bulan ini? Dan kenapa kamu tidak memberi tahu aku di mana kamu pergi?” bentak Aswin menatap tajam wajah Elakshi yang terlihat gugup.

Elakshi menatap wajah Aswin. “Bukannya Presdir bilang, jika aku bebas pergi kemana saja yang aku mau. Presdir juga berkata, jika tidak ada seorang pria yang akan suka dengan wanita jelek seperti aku. Apa Presdir lupa?” sahut Elakshi yang menahan amarahnya.

Aswin mencengkram kuat dagu Elakshi. “Jadi kamu menuruti semua apa yang aku bilang. Apa kamu tidak takut dengan pria jahat di luar sana, apa kamu tidak takut jika mereka menikmati setiap inchi dari kulit kamu sebelum aku yang….”

Plak!

Tangan kanan bergetar, wajah memerah menahan amarah. Cairan bening jatuh perlahan membasahi kedua pipi yang indah.

“Sudah cukup. Sudah cukup kalian menghinaku.” Elakshi meletakkan jari telunjuk kanan di dadanya. “Aku hanya manusia biasa, aku juga punya hati, punya rasa ingin di cintai, di sayangi, di perhatiin seperti manusia pada umumnya. Hati ini terbuat dari daging bukan dari batu, aku pikir setelah aku mendapatkan pria yang kaya. Mereka akan membuat hidupku senang dan bahagia. Ternyata aku salah, Anda sama seperti Ayah ku.”

Aswin memalingkan wajah, pipi sebelah kanan memerah terlihat tapak tangan bekas telapak tangan Elakshi. Kedua tangan mengepal erat saat mendengar ucapan lirih dari Elakshi.

Apa aku menyakiti hatinya lagi?

Aku sebenarnya hanya ingin basa-basi. Jika pasangan merasa cemas, bukannya itu hal wajar bagi setiap pria yang menyukai wanitanya?

Gumam Aswin di dalam hati.

Elakshi meraih baju yang terletak di atas koper. “Permisi.” Elakshi berjalan, tangan kiri menyeka kasar pipi yang basah. Elakshi terus berjalan cepat menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar.

Melihat Elakshi yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, Aswin mencengkeram rambutnya dengan kedua tangan miliknya. “Akhh!” teriak Aswin merasa kesal atas tindakannya sendiri yang tidak sadar menyakiti hati wanita yang ia sukai.

...Bersambung........

1
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Ya Allah adakah seorang Ayah yg model begin I Kau ciptakan Sedih Rasanya aku aku sebagai Anak sesak dadaku aku beruntung punya Ayah yg baik penyanyang . suatu hari nanti jadikan aku seorang anak yg berbakti terhadap org tua Ku aku tidak may jadi Anak Durhaka aku tskut
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Rasanya aku ingin menangis mendengarnya hati ku sesak sekali 😥
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Begitu kejam nya ayah nya tidal punya Hati Nurani😔😭
Inru
Serba tampan ya...
Inru
Siapa hayo?
MommyAtha
makanya pak... jgn jahat2
MommyAtha
stress sendiri kan lu
MommyAtha
presdir bodoh
MommyAtha
bagus ceritanya thor...
MommyAtha
rasain lu
MommyAtha
dan saya meleleh thor
MommyAtha
yah.. kenapa blg jelek sih presdir
MommyAtha
thor... kalau butuh bantuan buat ngitung duit, saya siap
MommyAtha
emot meresahkan ini
MommyAtha
bukannya emg namanya tante anna ya thor??
MommyAtha
kayaknya yg jahat si tante2 ini
MommyAtha
jangan gitu lah pak
MommyAtha
aq panggil Ela aja, susahhh namanya
Inru
Visualnya... hmm, serem... eh cakep...
Inru
Mama, kok kamu seperti itu sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!