Gabriela Marion, seorang mahasiswi cantik dan pintar. Dia memiliki IQ sejajar dengan dosen, karena kepintaran nya" tak jarang ia akan membantu para dosen yang tak hadir" untuk menggantikan mereka mengajar teman-teman di kelas nya.
Kepintaran gabriela kalah dengan akal bulus seorang CEO perusahaan tempat nya magang.
"Revan Azkara Rose" Anak bungsu keluarga "Rose" asal belanda.
Revan mengancam akan memberikan nilai C jika Gabriela menolak untuk menikah dengan nyaa' karena sang mama Revan yang sudah muak dengan tingkah playboy sang anak.
Akan kah Revan mampu mengambil hati Gabriela? Baca dan nantikan setiap hari up nya.
Selamat membaca" warning, jadilah pembaca yang baik dan bijak"!😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aira comel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sovenir pernikahan
Setelah resmi menyandang calon istri Revan" Kini mereka semua sudah kembali ke jakarta termasuk juga Riela.
Riela memulai aktivitas seperti biasa. Dia masih magang di perusahaan calon suaminya.
Anggi selalu membantu pekerjaan Riela.
Kabar pernikahan CEO mereka tidak terdengar sama sekali di kantor.
Karena Revan tidak mau karyawan nya mengatakan yang tidak-tidak kepada Riela.
Kini Riela di ruangan Revan. Dia mengantarkan berkas penting yang di titipkan oleh Anggi untuk Di berikan kepada Revan.
Asisten Revan" menyuruh jika calon nona muda keluarga Rose itu menemui langsung calon suami nya.
Ya hanya Asisten Revan sajalah yang tau jika bos nya akan menikahi Anak magang di kantor nya.
Permisi tuan Revan" ucap Riela membungkuk.
Saya mengantarkan berkas yang ada minta! ucapnya, dan meletakkan berkas itu di meja.
Saya permisi" lanjutnya akan keluar.
Namun Revan sudah meminta dia menunggu.
Riela ikut dengan saya" kita ke mall, dan aku ingin kamu memilih sovenir pernikahan kita, lanjut Revan datar.
Riela dan Revan menuju sebuah mall.
Kepergian mereka secara sembunyi sembunyi dari mata karyawan.
Namun anggia yang saat itu tengah di mall" melihat jika Riela dan CEO nya memasuki toko sovenir mahal.
Anggia mengikuti dan melihat Revan dan Riela memilih beberapa sovenir terbaik di toko itu. ..
Mas" Aku mau sovenir itu, berupa kotak dengan isi nya handuk mandi" dan juga sabun mandi cair dengan ukuran mini" Revan melihat apa yang di katakan calon istrinya.
Revan berkata" baiklah, tamu undangan ada 1200 Orang, maka minta lah lebih dari itu kepada Pemilik outlet ini, ucap Revan.
Lalu Revan tertarik dengan sovenir " Gantungan baju dengan permata indah" Lalu Revan meminta pegawai itu mencatat pesanan mereka.
Mbak" ucapan Riela lembut kepada pegawai toko.
Saya pesan sovenir yang ini" sebuah kotak dengan handuk dan sabun cair tadi untuk sovenir nya" sebanyak 1250 box, lalu mas mau yang ini? tanya Riela kepada Revan, dan di anggukan kepala oleh Revan" saya juga mau pesan gantungan baju berhias permata itu sebanyak 1200, ucapan Riela.
Anggia masih menunggu apa yang selanjut nya terjadi.
Mas" Ayo kita bayar di kasir, ucap Riela.
Revan menarik tangan Riela, Dan menuju kasir.
Setelah membayar" Revan memberikan 1 box nama untuk sovenir itu yaitu nama diri nya dan Riela, ini nanti di pasang di setiap sovenir itu, lanjutnya.
Kini Revan dan Riela menuju restoran untuk makan siang.
Sementara itu, anggia menuju kasir.
Mbak boleh saya bertanya? ucapan Anggi.
Banyak sekali orang tadi membeli sovenir" untuk apa mbak? tanya nya kembali.
Penjaga toko itu menjawab" untuk pernikahan mbak, ini ada kartu ucapan terimakasih juga! lanjut penjaga itu.
Anggi mengambil nya dan melihat nya " Revan❤Riela, Resepsi 12 Desember 2021" itulah tulisan di kartu terimakasih itu.
Anggi tak percaya, Riela menikah dengan CEO mereka.
Waaw luar biasa, anak magang itu bisa menggaet hati bos besar! Aku harus tanyakan ini kepada Riela.
Namun Sebelum Anggi pergi, Revan dan Riela kembali ke toko itu karena hp Revan ketinggalan.
Anggi? ucapan Revan datar. Membuat anggi diam.
Maaf Tuan Revan, tadi saya ada urusan ingin membeli Hadiah pernikahan sepupu saya di sini! alasan Anggi, namun melihat anggi memegang kartu ucapan terimakasih nya, revan menatap dingin anggi.
Ikut saya! ucapan Revan.
Kini Anggi, Riela dan Revan sudah di restoran.
Anggi jangan beri tahu siapapun di kantor jika saya akan menikah dengan Riela.
Ucap Revan penuh ancaman.
Ini Undangan untuk mu" jangan mengambil foto apapun dan menaruh di sosial media" karena kami tidak mengundang para karyawan di kantor.
Lanjut Revan datar.
Anggia mengangguk, dan mereka makan siang bersama.