NovelToon NovelToon
Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:588.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Seorang pemuda pecinta alam yang selalu berbuat baik pada banyak orang dibawa oleh takdir menikahi seorang perempuan untuk memenuhi janjinya pada orang yang di tolongnya.

Ketika pemuda itu mulai mencintai istrinya, ia harus dihadapi kenyataan bahwa istrinya itu mencintai laki-laki lain dan ingin bercerai dengannya.

deg, jantung Arya berdetak kencang, hatinya benar-benar hancur, pikirannya kosong tak tahu harus bagaimana lagi,

“kamu marah?” tanya Mila

“tidak” jawab Arya menyembunyikan perih hatinya

"aku rasa kamu sudah seharusnya tahu, aku tak mau berbohong tentang perasaanku, hatiku hanya untuknya, jadi jangan berharap lebih pada pernikahan ini, jangan pernah berpikir pernikahan ini akan bertahan lama, aku harus mengejar orang yang aku cintai”

“aku tidak akan ikut campur urusanmu, itu kesepakatannya,".

Kisah ini juga akan bercerita tentang perebutan kekuasaan, dendam masa lalu, dan perjuangan mempertahankan ikatan rumah tangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan (3)

Suasana senja semakin terasa, cahaya merah terlihat di langit ibukota, pertanda malam akan segera datang menyapa. Deru suara motor dan mobil berpacu menerpa setiap telinga warga ibukota, seiring dengan semakin padatnya jalanan setelah jam kantor berakhir. Tapi tidak di sebuah kamar tempat pak Sarman di rawat. Tidak terdengar deru motor sama sekali, melainkan suasana yang sudah mulai tegang.

“Nikahi dia, itu permintaanku” ucap pak Sarman tegas pada Arya.

Walaupun Vanessa, Irman, Pak Tito, dan bu Saniah telah tahu apa yang akan disampaikan pak Sarman, tetap saja mereka merasa kaget dan tersentak mendengar suara pak Sarman yang menginginkan Arya untuk menikahi Mila.

Pak Tito melihat sinis ke arah pak Sarman dan Arya, ia merasa tak terima dengan perlakuan pak Sarman pada anaknya, namun ia hanya bisa diam, karena ia sadar dirinya tak akan pernah dianggap ada oleh pak Sarman.

Arya menahan nafas sesaat mendengar permintaan pak Sarman. Wajahnya dibuat setenang mungkin, tapi hatinya tersentak kaget dengan kalimat yang tidak sama sekali ia sangka akan keluar dari mulut pak Sarman.

'benarkan ia menjebakku, dia pasti sedang mengerjaiku dengan memintaku untuk menikahi cucunya, pandai juga dia akting berbicara tegas seperti inj, tapi tenang, aku nggak boleh gr, aku tak kan bisa ia kerjai’ batin Arya menyakinkan dirinya, ia merasa tak mungkin keluarga itu menginginkannya sebagai menantu.

“hahahahahaha, anda pandai sekali bercanda pak, ok, sekarang katakan saja apa permintaan anda pak, jangan bercanda dengan menyuruhku menikah dengan cucumu” ucap Arya dengan tenang, namun sungguh hatinya saat itu bergetar hebat.

‘benar, ia mau menjebakku kan, mentang-mentang cucunya cantik, ia mau menjadikannya senjata mengerjaiku’ batin Arya yang sedikit merasa jengkel.

“hahahaha, apa menurutmu orang tua sepertiku suka bercanda?” ujar pak Sarman dengan santai,

“jangan seperti itu pak, anda bisa membuat jantung saya dan jantung cucu anda itu copot karena ucapan anda itu, sekarang katakan saja permintaan anda yang sebenarnya” ucap Arya tak kalah santai, Ia telah mampu mengontrol rasa di hatinya yang kalang kabut ntah seperti apa.

‘benarkan, ia mengerjaiku, mana mungkin keluarga ini mau menerimaku, apa lagi untuk cucu cantiknya itu’ batin Arya yang masih merasa dikerjai pak Sarman dengan permintaan yang tidak masuk akal baginya.

Wajah Mila sudah mulai memucat, hatinya kalut, jantungnya benar-benar berdetak kencang. ‘apa semuanya akan hancur?, ya Allah lindungi aku, aku mohon tolaklah keinginan kakek’ batin Mila dengan tubuhnya yang mulai gemetar.

Vanessa yang menyadari itu segera memeluk Mila, “tenang Mil, semua akan baik-baik saja” bisiknya pada Mila.

‘jadi kakek telah mengikat janji dengan laki-laki ini, ini benar-benar sempurna bagi kakek, laki-laki ini telah terikat dengan janjinya sendiri, dan Mila sudah menerima semua keinginan kakek tanpa penolakan sedikit pun. Mil, kamu harus tegar dengan apa pun yang terjadi kedepannya dan dia sepertinya laki-laki baik Mil’ batin Vanessa yang telah sadar dengan keadaan, bahwa pernikahan Mila dan Arya tidak akan bisa lagi dihentikan .

“Kamu sudah janji untuk memenuhi keinginanku kan, sekarang segeralah untuk memenuhinya, permintaanku cuma itu, nikahi cucuku” ucap pak Sarman yang mengalihkan pandangannya dari Arya ke arah jendela, warna merah di langit yang semakin jelas, dan tak kan lama lagi adzan Maghrib segera berkumandang.

Tubuh Arya mulai kaku, lidahnya kelu, tidak tahu harus berkata apalagi, ‘dia benar-benar serius menyuruhku menikahi cucunya?, ini gila, apa ini akhir dari hidupku, apa yang ia inginkan dariku?’

Sedangkan Mila tak kalah kaku, tubuhnya terasa dingin dalam pelukan Vanessa, 'tolong, tolaklah permintaan kakek, bilang saja kamu tidak suka perempuan bercadar’  batinnya.

“kenapa diam Arya, bukankah kamu laki-laki yang tak akan ingkar janji?” Tanya pak Sarman dengan serius.

Arya yang coba berbicara polos sebelumnya untuk melawan tatapan tajam orang-orang di kamar itu mulai terasa kalut, ia tidak bisa lagi menunjukkan sikap polosnya, wajahnya berubah serius melihat keadaan.

‘dia benar-benar serius, pantas saja wajah mereka seperti ingin menerkamku, jadi ini sebabnya, mereka semua tak menginginkanku kan?, tapi sepertinya mereka terpaksa diam karena tak bisa menolak keinginan orang tua ini’ terka Arya dalam pikirannya.

“kenapa? kenapa saya pak?” ucap Arya dengan suara yang mulai terdengar gemetar karena kekalutan hatinya.

“apa kamu butuh alasan Arya?”

“banyak laki-laki baik di luar sana, laki-laki yang setara dengan keluarga anda pak, laki-laki yang mungkin dicintai cucu anda pak, laki-laki yang pasti jauh lebih layak untuk menjadi bagian dari keluarga ini” ucap Arya dengan suara gemetar, tubuh Arya pun sebenarnya sudah ikut gemetar yang berusaha ia tahan agar tidak terlihat siapa pun.

“saya sudah tua Arya, sudah banyak orang yang saya kenal dan saya jumpai di dalam hidup saya, tapi hanya satu orang yang saya jumpai dengan ketulusan yang selalu keluar dari dirinya. Saya rasa dengan melihat kebaikan dan ketulusan yang ada dalam dirimu sudah cukup menjadi alasan bahwa kamu akan menjadi suami yang baik dan menjaga cucu saya dengan segenap jiwamu” ucap Pak Sarman dengan nada serius.

Arya terdiam, pikirannya sama sekali tidak bisa mencerna ucapan pak Sarman dengan baik, baginya pak Sarman telah sengaja menjebak dirinya dengan janji yang telah ia buat. ‘apa dia telah merencanakan ini dari awal?, jadi ini kenapa dia tiba-tiba mengikatku dengan janjiku sendiri’

Sementara Mila mulai berkaca-kaca dan di sudut matanya terlihat air mata berebut hendak keluar menetes,

‘pantas saja kakek sama sekali tidak mempermasalahkan cadar ku kemarin, karena ia telah mengikat laki-laki ini dengan janji dan apapun keadaan ku laki-laki ini harus menerimanya, sempurna sekali rencanamu untuk menghancurkan masa depanku kek,, mungkin kebahagiaanku benar-benar akan segera berakhir’ batinnya pasrah dengan keadaan.

“Gimana Rya?, Jika kamu tidak bisa menepati janji, maka keluarlah, aku tidak butuh laki-laki yang tidak bisa memenuhi ucapannya sendiri” nada pak Sarman yang tegas dan menekan Arya.

‘dia benar-benar menjebakku, ayo Arya, pikirkan cara keluar dari permainan aneh ini, ayo berpikir, ayo berpikir Arya, dasar otak buntu’ gerutu Arya pada dirinya sendiri yang tidak bisa berpikir dengan baik karena keadaannya yang telah tertekan.

“Arya” suara pak Sarman segera menyadarkan Arya dari pikirannya yang ia paksa untuk berpikir agar selamat dari ini semua.

‘aku mohon, tolaklah keinginan kakek, jangan berpikir untuk menepati janjimu, ini demi masa depan kita, aku mohon tolaklah’ batin Mila yang penuh harap pada Arya.

 “aku akan berdiri tegak pada janji ku pak,” ucap Arya pelan dengan nada terpaksa,

‘astaghfirullah, aku telah kehilangan masa depanku’ batin Mila, air mata tak bisa lagi terbendung untuk menetes dari pelupuk matanya, kesedihan dan ketakutan telah melanda hatinya.

“hahaha, saya tahu kamu laki-laki yang tidak akan pernah ingkar janji” ucap pak Sarman merasa senang dengan jawaban Arya.

Kalimat pak Sarman mengingatkan Arya pada masa lalu, pada janjinya dengan seorang anak perempuan yang tidak bisa ia tepati, ‘anda salah pak, ada janji yang belum bisa saya tepati sampai sekarang, dan karena itu juga saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak ingkar janji sampai kapan pun’ batin Arya.

“lihatlah cucuku itu, namanya Mila, kamu boleh melihat wajahnya yang tersimpan dibalik cadar itu sekarang” ucap pak Sarman yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Sementara Mila tersentak kaget ketika pak Sarman menyebut namanya, tubuhnya bergetar, hatinya kalut, ia menatap panjang ke arah Arya yang masih tertunduk dengan posisi menghadap pak Sarman,

1
lupus
👍
lupus
Luar biasa
Mutiara Barat
tersentuh dgn kalimatnya 😭
Seno Wicaksono
gk jelas
Seno Wicaksono
mno
Seno Wicaksono
lnjut
Seno Wicaksono
mna
Seno Wicaksono
gk ada kesudahan
Seno Wicaksono
smga pintu hatiny sadar
Seno Wicaksono
uda pergi bru nyesal
Seno Wicaksono
adekmu kurang ajar
Seno Wicaksono
kasihan lht arya
Seno Wicaksono
istri gk tau dri
Seno Wicaksono
bikin emisi
Seno Wicaksono
cobalah buka mata htimu mila
Seno Wicaksono
istri durhaka
Seno Wicaksono
gk ada kesudanham
Seno Wicaksono
lmony
Seno Wicaksono
mna orgny pda tdr mngkin
Seno Wicaksono
hade bae gk klar2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!