NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Istri Pertama

Ketulusan Cinta Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:461.3k
Nilai: 5
Nama Author: munasih

Ini kisah berbagi cinta.

Amira menjatuhkan cintanya pada Gilwang seorang pria yang baru di pertemukannya saat hari pernikahannya. Tidak dengan Gilwang, tak menjatuhkan cintanya pada Amira, karena Gilwang sudah mempunyai kekasih yang berjanji akan menikahinya yaitu Anita.

Karena Gilwang orang yang pertama bisa membuatnya jatuh cinta, Amira akan tetap mempertahankan cintanya dan pernikahannya, meski Gilwang tak mencintainya. Bahkan Amira rela Gilwang menikah dengan kekasihnya asal tidak di ceraikan.

Apakah Amira akan tetap bertahan dengan pernikahannya setelah kehadiran Anita istri kedua yang ingin menjadi istri Gilwang satu-satunya?

Ikuti kisahnya hingga bab akhir. Jadikan cerita ini favorit.

kasih like dan votenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Di kerjain

Amira hampir menumpahkan amarahnya, tapi dia mencoba meredamnya. Amira menghela nafas panjang.

"Aku harus kuat, aku harus sabar. Aku nggak boleh menunjukkan amarahku dan kecemburuanku. Aku harus bisa menahan diri," batin Amira menenangkan hatinya sembari melengoskan mukanya tak mau menatap ke arah Gilwang dan Anita yang masih asyik berciuman.

Amira yang perutnya terasa lapar memilih langsung melahab roti tawar yang sudah di acak-acaknya tadi. Dengan sangat cepat Amira melahabnya sampai habis. Ekspresi gereget sedikit ia tunjukkan.

Dengan tidak memperhatikan mereka Amira mengatakan perutnya sudah kenyang dan akan kembali ke kamarnya. Tak lupa Amira mengucapkan terima kasih pada mereka, dan berlalu meninggalkan mereka.

Gilwang dan Anita menghentikan aksi ciumannya. Mereka berdua tercenang melihat sikap Amira yang biasa saja tanpa memperlihatkan kecemburuan dan amarahnya.

"Kenapa dia biasa aja?" Anita mempertanyakan sikap Amira pada Gilwang.

"Iya ya, kenapa dia nggak marah atau cemburu malah mengabaikan kita begitu saja," tambah Gilwang.

Ada sedikit kesal di hati Gilwang dan Anita, sudah berusaha keras tak berhasil membuat Amira cemburu.

"Gagal dong usaha kita," desis Gilwang.

Waktu sudah siang, Gilwang yang akan bekerja memilih pamit untuk berangkat kerja saja.

Anita masih sendirian duduk termenung di ruang makan setelah menghabiskan sisa sarapannya tadi. Netranya menatap ke tempat Amira makan. Piring dan gelas bekas susu Amira masih ada di meja.

"Seenaknya saja dia di rumah ini, habis makan ditinggalin begitu saja piringnya. Siapa yang di suruh beresin. Aku nggak mau beresin, enak saja. Tadi aja udah enak ya dia, udah aku bikinin sarapan. Kalau bukan karena idenya Gilwang aku nggak mau melakukanya. Dan ternyata idenya gagal lagi. Awas kamu Amira," gumam Anita geregetan sama Amira.

Di benak Anita tersemat ingin mengerjai Amira yang sudah membuat hatinya kesal.

Di dalam kamarnya Amira sedang tiduran diatas ranjangnya sembari bermain gajetnya untuk menghibur hatinya yang tengah resah. Masih saja terbayang aksi ciuman Gilwang tadi yang membuat hatinya terbakar api cemburu yang tak berani mengungkapkan.

Siapa coba yang tidak cemburu melihat orang yang dicintainya bermesraan dihadapan kita

"Kenapa aku harus mencintai orang yang sedkit pun di hatinya tak ada cinta untukku. Apa aku bisa kuat menjalani semua ini? Semoga saja aku kuat, karena ini keputusanku dan plihan orang tuaku," batin Amira sedih.

Suara notifikasi dari hand phonenya membuatnya Amira harus membuka pesan yang masuk. Tertulis pesan dari Ayah mertua. Amira langsung membacanya.

Pak Hendro meminta maaf pada Amira yang kemarin datang tidak pamit. Dan hari ini Pak Hendro akan mengajak Amira ketemuan diluar. Pak Hendro akan bicara penting sama Amira.

Amira membalas pesan mertuanya. Dia akan minta izin suaminya dulu.

Amira pun mengirim pesan pada Gilwang kalau diajak pertemuan sama Ayahnya. Dengan sigap Gilwang membalas pesan Amira untuk tidak menemui Ayahnya. Gilwang takut Amira mengadu pada Ayahnya tentang pernikahan rahasianya dengan Anita.

Gilwang pun menghubungi Amiraa dan menegaskan tidak boleh menemui Ayahnya kecuali bersamanya. Gilwang takut Amira mengetahui ancaman Ayahnya.

Amira pun mengatakan pada Ayah mertuanya, tidak boleh bertemu sendirian tanpa Mas Gilwang.

Sebenarnya Hendro ingin bicara dengan Amira sendirian tanpa diketahui Gilwang. Namun Amira kukuh tidak mau menemuinya. Hendro pun menawarkan diri untuk datang ke rumah, Amira langsung melarangnya dengan beralasan Amira sedang berkunjung ke rumah teman, spaya Ayahnya tak jadi datang.

Amira mengatakan pada Ayah mertuanya untuk bicara langsung lewat telfon saja. Karena Amira memaksa Hendro pun langsung memberitahu inti pembicaraan lewat telfon. Hendro memberitahu Amira untuk sabar menghadapi Gilwang. Gilwang orang yang keras kepala hanya menuruti egonya.

Hendro menyuruh Amira untuk mempertahankan rumah tangganya apa pun yang terjadi demi persahabatan Ayahnya dan keluarga yang utuh.

"Mungkin saat ini Gilwang masih belum mencintaimu Amira. Tapi Ayah sangat yakin suatu saat Gilwang akan mencintaimu jika kamu tulus mencintainya. Kamu harus mempertahankan pernikahanmu demi agama dan keluarga," pesan untuk Amira dari seberang telefon.

Amira hanya mengiyakan semua pesan dari Ayah mertuanya.

"Benar kata Ayah, aku harus mempertahankan pernikahanku dan memperjuangkan cintaku."

"Semangat Amira kamu tidak boleh cemburu sesama istri mas Gilwang. Mungkin saat ini belum gilranmu mendapat cinta darinya. "

"Semangat-semangat!!" Amira menyemangati dirinya sendiri untuk tetap bertahan dari cinta suaminya yang bertepuk sebelah tangan.

Tiba-tiba saja terdengar Anita menggedor-gedor pintu kamar Amira, memintanya untuk keluar dari kamarnya. Suara gedoran yang begitu keras membuat telinga Amira terasa nggak enak dan berlari membukanya.

"Ada apa Anita, memanggilku sampai menggedor-gedor pintu segala," ucap Amira saat membuka pintu.

"Enak saja ya kamu tinggal di rumah in hanya di dalam kamar saja. Cepat sekarang kamu keluar. Bersihkan rumah ini. Sudah enak ya tadi aku buatan sarapan, malah pergi begitu saja setelah makan. Malah ngandang di kamar," ucap Anita ketus.

"Maaf aku belum sempat beresin," jawab Amira lugu. Amira tau dia salah. Tak berani membalas capan Anita yang ketus.

"Sekarang cepat beresin, sekalian piringku dan mas Gilwang juga," bentak Anita.

"Iya Anita...," jawab Amira dengan nada kesal.

"Nyuruh ya nyuruh! Nggak usah ketus dan bentak-bentak gitu. Kalau bukan kamu dan mas Gilwang yang sengaja membuatku nggak betah ada di sana, aku sudah beresin semuanya," batin Amira sembari berjalan ke ruang makan.

Saat sampai di ruang makan Amira sangat terkejut melihat diatas meja makan ada begitu banyak piring yang kotor.

"Masya Allah...., kenaoa ada pirong kotor sebanyak ni di meja makan. Bukamya tadi hanya ada tiga piring di meja makan ini," ucap Amira sembari menatap nanar ke atas meja makan.

Rasa di hatinya membuncah kedua tangannya meremas, mewakili perasaannya yang kesal.

"Pasti ini perbuatan Anita. Kenapa dia tidqk suka padaku sampai mengerjaiku seperti ini. Apa salahku. Aku sudah mengizinkannya menikah dengan mas Gilwang, bukannya berterima kasih malah membalasku seperti ini," gumam Amira gereget.

"Istighfar Amira, istighfar." Amira mengelus dadanya.

Badai harus di lalui sekeras apa pun. Janji harus di penuhi wakau begitu berat menjalaninya.

Anita sekarang ada di kamarnya dengan tawa kebahagiaannya merasa berhasil mengerjai Amira.

"Rasakan kamu Amira, aku kerjain. Ini baru permulaan. Selanjutnya aku akan membuatmu menderita dan tidak tahan menjadi istrinya Gilwang." Anita tersenyum menyeringai sembari tiduran di ranjangnya.

"Pasti kamu sangat kesal kali ini Amira. Aku akan membuatmu semakin kesal, hingga kamu melarikan diri dari rumah ini dan meninggalkan mas Gilwang," tambah Anita.

Sedangkan Amira sibuk membawa piring kotor ke tempat cuci piring lalu mencucinya hingga bersih. Meski di hati ada rasa kesal, namun Amira dengan sabar dan ikhlas mengerjakan pekerjaannya, supaya menjadi amalan yang baik dan bermanfaat untuk dirinya dan semua.

1
Cis Siu
yey
Sri Puryani
kenapa amira gk kapok" ya klo dibohongi dgn kt" manis aja sdh luluh....
Jue
Sungguh Amira wanita yang lemah dan cepat luluh dengan janji palsu .
Cinta Suci
petgi amira
Cinta Suci
knp amira di buat thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Puspa Trimulyani
ular menghampiri pukulan
Puspa Trimulyani
pucuk dicinta ulam tiba..... ternyata dunia ini sempit....yg selingkuh dg Anita adalah suami sahabat nya gilwang sekali tepuk dua lalat busuk mati
Puspa Trimulyani
asal tidak bermaksiat saja sdh untung,si Anita ini mana takut sama dosa
Puspa Trimulyani
nyebelin banget sih Amira itu ya....baik sih baik. tapi jgn bego
Puspa Trimulyani
Amira mah bukan polos, tapi bego...
Puspa Trimulyani
betul gilwang,Anita merencanakan sesuatu,kamu harus waspada
Puspa Trimulyani
bukannya dirimu yg pake topeng utk menjerak gilwang dan menghabiskan hartanya
Puspa Trimulyani
laki laki kok lemah,kenapa ke Amira tega dan merasa enak enak saja kalau berbuat kasar,ke Anita banyak menenggang rasa segitu sdh tahu Anita jahat juga,lelaki kok begitu 😡😡
Puspa Trimulyani
lah talakmu sdh jatuh tuh gilwang,karena kata cerai sdh kamu ungkapkan.
Puspa Trimulyani
itu namanya jodoh,jgn kau lepaskan Amira mu,kalau kamu tidak ingin menyesal nanti
Puspa Trimulyani
pasti mau lah wanita matre, kalau wanita baik,dia akan bertanya tanya ada apa ini disuruh berlibur sendirian ga ditemani....sebab dia matre...yg penting uangnya saja,ga peduli berlibur nya sendiri juga yg penting uangnya diberi banyak
Puspa Trimulyani
wanita model begini biasanya hanya memanfaatkan uang cowoknya doang, tidak tulus mencintai,dia hanya menganggap pasangan nya ATM berjalannya.
Aniani Har
hi Pleng emosi Thor knp hati Amira selembut itu.. ih darting saja
Renita 85
pemeran utamanya dungu biar apa sih biar pada, baca ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!